Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
penjelasan



Nadia saat ini berada di dapur iya ingin memasak untuk keluarga Daniel, sesekali iya akan melihat ke arah tempat meja guna melihat apakah keluarga tersebut udah bangun atau belum.


"nona kenapa anda ada di sini"Nadia menoleh di saat anda yang berbicara iya tersenyum di kala melihat maid yang kini menghampiri nya.


"tidak apa-apa bi, saya hanya ingin membuatkan sarapan pagi"ucap Nadia.


"biar bibi bantu non"ucap bibi tersebut yang di angguki pelan oleh Nadia.


di ruangan kamar Daniel, saat ini laki-laki tersebut telah terbangun dari tidur nya iya menatap ke arah samping dan terkejut ketika tidak mendapati sosok gadis tersebut.


"astaga, kemana dia apa dia kabur"panik Daniel yang saat ini sudah bergegas keluar dari kamar.


Daniel berjalan cepat ke arah lantai bawah sambil menatap ke arah sekitar Eva dan Malik mereka yang baru saja ingin menyapa putra mereka tak jadi di kala melihat raut wajah panik tersebut.


"ada apa dengan Daniel ma"ucap malik menatap ke arah Eva yang kini menggeleng.


"entah lah pa, apa yang dia cari"ucap Eva yang masih menatap ke arah anak nya tersebut.


"Han"ucap Daniel di saat melihat Han keluar dari arah dapur, Han yang mendengar suara Daniel pun menatap ke arah nya dan menyengit di kala melihat raut wajah panik tersebut.


"ada ala tuan, kenapa anda panik sekali"ucap Han yang kini mendekat ke arah meja makan yang di susul oleh kedua orangtuanya Daniel.


"benar, kamu kenapa Daniel"ucap Malik yang kini duduk di kursi nya.


"apa ada yang melihat Nadia, dia tidak ada di kamar"ucap Daniel membuat semua orang saling pandang.


Eva yang mendengar hal tersebut tersenyum tipis berbeda dengan Han yang kini mengangkat salah satu alis nya.


"Apa tuan mengkhawatirkan nona Nadia"batin Han menatap bingung ke arah Daniel.


"tuan anda tenang lah, nona nad--" ucapan Han Terhenti di kala melihat seseorang yang kini keluar dari dapur.


"nah itu Nadia sayang"ucap Eva menatap ke arah Nadia yang saat ini keluar dari arah dapur.


Daniel yang mendengar hal tersebut menoleh dan menghela nafas ketika melihat keberadaan gadis tersebut, berbeda dengan Nadia yang kini menatap mereka bingung.


"ada apa"ucap Nadia yang sudah selesai meletakkan semangkok nasi goreng.


"kamu dari mana sayang, pagi-pagi udah ngilang aja kasihan pacar kamu merasa kehilangan "goda Eva membuat semua orang Terkekeh terkecuali Daniel.


"emm,, tuan apa anda mencari saya"ucap Nadia menatap ke arah Daniel.


"Hem"dehem Daniel membuat Nadia terdiam sambil tersenyum kaku.


"kamu ngapain di dapur Nadia"ucap Malik menatap ke arah gadis tersebut.


"Nadia lagi bikin sarapan pagi pa"ucap Nadia menunjuk semangkok nasi goreng.


"bukan kah ada bibi"ucap Han membuat Nadia mengangguk.


"hanya, ingin membantu "ucap Nadia yang di angguki oleh yang lain.


"kalau begitu, Nadia ingin kedapur lagi ngambil lauk yang lain"ucap Nadia yang ingin berpamitan.


"biar bibi"pergerakan Nadia terhenti di kala mendengar suara tersebut mereka kompak menoleh ke arah Daniel yang tadi berbicara.


"maksudnya tuan"ucap Nadia tak paham sama sekali.


Nadia pun berjalan ke arah kursi di samping daniel karena memang di situ tempat yang kosong gak mungkin iya duduk di pojok yang akan berhadapan dengan tuan Malik.


sambil menunggu lauk di sajikan, Han menatap ke arah Nadia seakan-akan ingin bertanya namun iya ragu hal tersebut membuat Nadia menoleh ke arah Han yang sedari tadi mencuri pandang terhadap nya.


"ada apa tuan asisten Han"ucap Nadia membuat Han tersentak semua orang menatap ke arah Han.


"emm,, nona boleh saya bertanya"ucap Han ragu membuat Nadia menatap nya bingung.


"silahkan tuan"ucap Nadia yang juga penasaran akan hal apa yang ingin di tanyakan oleh Han.


"nona, bagaimana nona tau tentang pakaian tradisi Paris?? karena pertemuan kemaren saya di tegur oleh tuan setifen"ucap Han membuat Eva dan Malik saling pandang berbeda dengan Nadia yang kini mengangguk.


"benar kah, apa pertemuan kemaren berhasil tuan"ucap Nadia menatap ke arah Daniel yang kini mengangguk kecil.


"ah, bagus lah"lega Nadia membuat semua orang terdiam menatap bingung ke arah gadis tersebut.


"nona, pertanyaan saya belum anda jawab"ucap Han yang gemes melihat kelakuan gadis tersebut.


"maaf tuan asisten Han, mungkin hal ini sangat mustahil di percaya namun waktu dulu saya pernah mendapat tawaran kerja di Paris Namun saya menolak mengingat hal tersebut sangat jauh"jelas Nadia membuat semua orang diam mendengarkan.


" saya hanya mengenal tuan setifen karena waktu itu perusahaan tuan setifen lah yang merekrut saya untuk kerja di sana, soal tradisi itu karena memang saya sudah mengetahui nya"ucap Nadia membuat semua orang terkejut.


"kenapa kamu menolak tawaran kerja itu sayang"ucap Eva yang menyayangkan hal itu.


"Nadia tidak cocok, dengan pakaian mereka ma"ucap Nadia tersenyum kiuk yang di balas anggukan paham dari Eva.


"wahhh, saya tidak menyangka jika nona pernah mendapat tawaran kerja di san"kagum Han membuat Nadia mengangguk.


"sudah-sudah bahas nya nanti lagi kita makan dulu"ucap Malik yang di angguki mereka semua.


"kita cicipi masakan calon mantu kita pa"ucap Eva antusias membuat Malik menggeleng Nadia yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil.


_________


di negara Jerman tepat nya di rumah Nadia saat ini keluarga tersebut sangat lah kacau di mana Leon yang sudah sangat muak akan keluarga nya memilih untuk pergi dari rumah.


semenjak kepergian Nadia, tidak ada yang baik-baik saja semua nya perlahan hancur dengan kemarahan sekaligus penyesalan masing-masing.


Lukman iya ya melihat keluarga Kaka nya seperti ini hanya bisa menghela nafas panjang, iya pun juga bingung harus bagaimana lagi mencari keponakan nya di saat para polisi pun mengatakan kehilangan jejak gadis itu.


sudah satu bulan lebih mereka mencari keberadaan Nadia namun tidak ada satupun kabar baik tentang gadis tersebut, hal itu sangat lah berdampak besar bagi keluarga besar.


"gimna ini, nadia tidak bisa di temukan juga"ucap Nia yang mulai cemas.


"sekarang baru kau seperti ini, waktu dia ada kenapa kau tak bisa berlaku sebagai ibu sesungguhnya terhadap nya"ucap Diah membuat Ina terdiam.


"aku menyesal ma, aku sangat menyesal hiks hiks hiks"Isak Ina yang sudah tidak tahan di musuhi keluarga nya sendiri.


"penyesalan mu tidak akan ada artinya jika Nadia saja tidak dapat di temukan sampai sekarang, bahkan polisi aja sudah kehilangan jejak nya"marah Diah membuat Ina merunduk dengan tubuh bergetar.


"ini salah ku, hiks hiks ini salah ku"ucap Wahyu prustasi.


Lukman iya ya melihat itu hanya bisa diam tak tau harus mengatakan apa lagi sekarang, begitu juga semua orang yang ada di sana sama sekali tidak bisa mengatakan apa-apa.


jika di kata apa mereka marah jawaban iya, namun mereka sudah lelah untuk marah terhadap dua orang tua itu sehingga mereka memilih diam.