Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
dalam kafe



Daniel saat ini berada di ruang tamu di apartemen milik nya, hari ini sesuai dengan yang di ucapkan oleh Daniel iya akan membawa Nadia untuk jalan-jalan.


Daniel menatap ke arah pintu kamarnya dengan tatapan datar sudah 15 menit iya menunggu Nadia Namun sosok tersebut tidak muncul-muncul membuat nya heran.


"sayang sudah belom"ucap Daniel memanggil Nadia.


"iya, iya mas"


cklek...


Daniel menoleh ke arah pintu di saat mendengar suara pintu yang terbuka dan tak lama itu membalak terkejut di kala melihat sosok gadis yang kini berjalan ke arah nya sambil tersenyum.


Daniel menatap penampilan Nadia yang sangat cantik luar biasa saat ini, di mana gadis tersebut memakai dress di bawah lutut berwarna maroon senada dengan warna kulit nya jangan lupakan rambut hitam panjang nya yang tergerai bebas dan jangan lupakan sepatu berwarna putih yang kini sudah membalut kaki nya.


Daniel menatap takjub ke arah Nadia yang berdandan biasa Tampa alat makeup yang memberikan kesan natural pada gadis tersebut.


"mas bukan kah ini berlebihan"ucap Nadia membuat Daniel tersentak kecil di kala baru sadar jika saat ini Nadia sudah berada di hadapannya.


"tidak, hari ini kamu sangat cantik sayang"ucap Daniel yang kini mengelus kepala Nadia pelan.


"mari kita berangkat, kamu mau kemana dulu"ucap Daniel menatap ke arah Nadia.


"bukan kah kata mas akan ajak aku makan dulu"ucap Nadia.


"kita ke mall dulu ya, baru makan malam mau"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk pelan.


"boleh aku beli oleh-oleh untuk keluarga ku mas"ucap Nadia membuat Daniel Terkekeh.


"belanja sepuas mu my girl "ucap Daniel membuat Nadia tersenyum senang.


_#skip.


saat ini mobil yang di Kendari oleh Daniel berhenti di parkiran mall, Nadia menatap ke arah Kedung mall dengan mata berbinar.


"belanja lah sepuasnya sayang"ucap Daniel membuat Nadia menatap ke arah nya.


"aku hanya ingin membelikan oleh-oleh aja mas gak banyak ko"ucap Nadia.


"ya udah ayok"ajak Daniel menarik tangan Nadia untuk masuk ke dalam pusat mall.


saat ini nadia dan Daniel berada di lantai tiga di mana pusat orang jual pakaian di sana Daniel sedari tadi selalu menatap ke arah Nadia yang asik menatap beberapa toko pakaian namun tidak ada yang dibeli oleh nya.


"Nadia"Nadia menoleh ke arah Daniel yang kini berjalan ke arah nya.


"apa kamu gak capek Hem,, kamu sudah lama melihat-lihat tapi tidak ada yang kamu pilih"ucap Daniel menatap toko-toko tersebut.


"hehehe,, tidak ada yang menarik mas"ucap Nadia cengengesan, melihat hal itu membuat Daniel Terkekeh.


"kita cari makan dulu"ucap Daniel membuat Nadia menatap ke arah nya.


"em,, boleh deh"ucap Nadia yang langsung berjalan mengikuti langkah Daniel.


Daniel mengajak Nadia ke lantai 4 di mana di sana adalah tempat untuk makan dan juga taman bermain untuk anak-anak.


sedari tadi kejadian Daniel dan Nadia menjadi pusat perhatian banyak orang mengingat penampilan dan rupa mereka sangat sangat-sangat sempurna, namun Daniel biasa-biasa aja karena mengingat hal ini sudah sering terjadi berbeda dengan Nadia yang kiuk di saat banyak mata memperhatikan nya dengan Sesekali berbicara tentang mereka.


"apa kamu risih"Nadia menatap ke arah Daniel yang kini merunduk menatap ke arah Nadia.


"sedikit mas"ucap Andia kiuk membuat Daniel tersenyum.


"suatu saat nanti kamu juga bakal biasa"ucap Daniel yang di angguki oleh Nadia.


Daniel mengajak Nadia ke salah satu kafe yang berada di lantai empat, iya nampak melihat sekeliling yang saat ini tengah rame.


"gak papa jika kita duduk di pojokan"ucap Daniel menatap ke arah Nadia yang juga menatap sekeliling.


"bukan kah bagus mas, jadi kita tidak di lirik orang terus"ucap Nadia yang membuat daniel tertawa kecil.


"ya udah, kita ke sana ya"ucap Daniel menunjuk meja pojokan yang kosong Nadia yang melihat itu mengangguk.


"wahhhhh,, teryata kalian ada di sini"Daniel dan Nadia kompak Menoleh ke arah sumber suara.


"eh, tuan Han"ucap Nadia yang terkejut kecil ketika melihat keberadaan Han di sana.


"wissss, kencan nih kayanya"goda Han menatap ke arah Daniel yang kini mendengus menatap ke arah nya.


"nona anda sangat cantik malam ini"ucap Han membuat Nadia tersenyum kecil berbeda dengan Daniel yang kini menatap tajam ke arah Han.


"tidak tuan, saya ingin di sini enak saja mau misahin saya dengan calon istri saya"ucap Han cepat Daniel yang mendengar hal tersebut mencibik kesel.


"oh, iya nona Nadia kenalkan ini calon istri saya namanya Gesi"ucap Han memperkenalkan gadis di samping nya.


Naida menatap ke arah Gesi sambil tersenyum kecil." Hay kak, Nadia "ucap Nadia mengulurkan tangannya ke arah Gesi.


"gak usah manggil Kaka cukup Gesi aja ya"ucap Gesi membuat Nadia Terkekeh kecil.


"mas, gimna kalo kita makan barang "ucap Nadia menatap ke arah Daniel.


"ekhem,, dulu ku di panggil tuan sekarang di panggil mas"goda Han lagi sambil melirik Daniel tengil.


"CK, berisik Lo Han"ucap Daniel membuat Han tertawa begitu juga Gesi.


Nadia iya menatap ke arah Daniel tersenyum kiuk." ah, aku baru tau jika ternyata tuan akan bersikap berbeda dengan dunia pekerja dan dunia santai"batin Nadia menatap ke arah Han dan Daniel bergantian.


"Nadia ayok"ucap Gesi yang langsung menarik Nadia membiarkan Han dan Daniel yang saat ini saling ejek.


"emm,, apa kamu sudah keliling tempat ini apa aja yang kamu beli"ucap Gesi menatap ke arah Nadia.


"dia gadis yang sangat cantik, cara bicaranya juga lembut pantas bang Han mengatakan jika Daniel sangat mencintai gadis yang di beli nya"batin Gesi dalam hati.


"sedari tadi tidak ada yang menarik jadi belum ada yang di beli"ucap badai yang di angguki oleh Gesi.


"CK, apakah mereka akan bertengkar sampai besok pagi"Guam Gesi menatap malas ke arah Daniel dan Han.


Nadia yang mendengar hal tersebut Menatap ke arah Daniel dan Han, tak lama Terkekeh kecil.


"ternyata jika tidak dalam kondisi kerja mereka akan seperti ini"ucap Nadia yang di angguki oleh Gesi.


"DANIEL"Daniel dan Han kompak menoleh ke arah suara yang meneriaki nama Daniel.


mereka berdua kelompok membalak ketika melihat keberadaan Cika di sana yang kini tengah berlari kecil ke arah mereka.


"gawat Niel, di sini kan ada nona Nadia"panik Han membuat Daniel terkejut dan langsung menoleh ke arah Nadia dan tersentak ketika melihat Nadia dan Gesi menatap ke arah mereka dari meja.


Nadia iya menatap ke arah seseorang perempuan yang kini berlari ke arah Daniel, iya menatap perencanaan tersebut dengan diam berbeda dengan Gesi yang kini sudah tegang melihat hal tersebut.


"siapa dia"ucap Nadia menatap ke arah Gesi yang masih terdiam.


"emm,, gak penting mungkin teman mereka"ucap Gesi mengalihkan pandangan Nadia supaya tidak menatap ke arah Daniel.


"kenapa gelagat mereka seperti menyembunyikan sesuatu"batin Nadia menatap heran ke arah Gesi dan juga Daniel berserta Han.


"CK, Ngapain sih nih cewek ada di sini"batin Daniel menatap tak suka ke arah Cika yang tersenyum menatap ke arah nya.


" Hay Daniel, kita ketemu di sini juga akhirnya"ucap Cika yang langsung memeluk tangan Daniel, Nadia iya yang melihat itu langsung terkejut dan mengalihkan wajahnya.


"nad, Daniel pasti bisa jelasin ini semua"ucap Gesi yang khawatir dengan Nadia.


"iya"ucap Nadia tersenyum simpul.


"CK, apa an sih lepasin cik"ucap Daniel yang menepis kasar tangan Cika membuat Cika menatap nya kesal.


"apa an sih,, aku udah lama loh nunggu kamu datang ke sini"ucap Cika kembali memeluk tangan Daniel.


Nadia iya yang mendengar hal tersebut hanya bisa menghela nafas pelan." apa maksudnya ini, apa dia pacar nya mas Daniel lalu jika benar gimana dengan aku"batin Nadia yang kini sudah merunduk.


"bisa lepas in gak cik, di sini banyak orang "kesal Daniel berusaha menepis kasar tangan Cika.


"gak mau"ucap Cika manja membuat Daniel menghela nafas kasar.


Nadia iya yang sadar akan kerisihan Daniel atas kehadiran cewek tersebut hanya tersenyum simpul iya menatap ke arah Gesi yang jika menatap ke arah nya.


"Lo harus percaya sama Daniel Nadia"ucap Gesi membuat Nadia mengangguk.


"emm, apa boleh aku pinjam cincin tunangan kalian "ucap Nadia membuat Gesi terkejut.


"buat apa"ucap Gesi menatap heran ke arah Nadia.


"aku tau bukan saat nya untuk aku marah ke mas Daniel karena itu akan hanya menimbulkan kesalahpahaman, di sini aku sadar mas Daniel tidak suka akan kehadiran perempuan itu jadi aku mau membantu nya terlebih dahulu "jelas Nadia membuat Gesi tertegun.


"bahkan dia bisa berfikir dewasa dalam keadaan seperti ini, jika saja itu orang lain sudah di pastikan semuanya akan kacau"batin Gesi menatap kagum ke arah Nadia.