
Nadia Vega darwanti-- sosok gadis yang berusia 17, memiliki tiga bersaudara dan iya anak yang ketiga.
Leon--- sosok laki-laki berusia 20 thn iya Kaka pertama nadia yang berkerja di kampung orang lain dan sudah hampir setengah tahun.
green--sosok laki-laki berusia 19 thn iya Kaka kedua Nadia yang membantu Wahyu untuk mengurus lahan dan perkebunan nya.
_________
di sebuah rumah yang terbuat dari papan, ada sosok gadis yang kini terbaring karena kelelahan.
iya merehat kan tubuh nya sesaat karena mengingat dari pagi sampai sore ini iya selalu berkerja.
namun tiba-tiba suara sang mama memanggil nya, dengan perasaan lelah Nadia bangkit dari rebahan nya dan berjalan ke arah sang mama.
"Nadia, gimna ini?? gas di rumah habis beli di mana"ucap sang mama.
"di warung Arif buka masih ada gas tadi"ucap sang ayah.
"beli Nadia"ucap sang mama.
Nadia yang sudah kepalang kecapean pun bersuara.
"suruh bang green aja, aku terus nanti masang nya aku juga"ucap nadia.
"astaga ketimbang beli aja kau ini, nanti kalo saya yang masak juga ikut makan"sentak sang mama membuat Nadia terdiam.
"ya udah sini mana uang nya"ucap nadia pasrah.
"gak perlu, lebih baik gak makan sama sekali!"Ucap sang mama.
"kau ini di suruh malas"sentak sang ayah.
Nadia yang sudah tidak tahan mendengar ucapan pedas dari kedua orangtuanya pun langsung pergi ke arah kamarnya dengan mata memerah.
"tidak ada kah yang mengerti jika aku capek"Guam Nadia dengan lelehan air mata.
"hiks hiks, aku lelah tapi kenapa selalu di suruh-suruh aku capek"Guam Nadia.
di saat iya menghapus air matanya tiba-tiba sang ayah datang dengan tatapan tajam nya membuat Nadia meringsut ke belakang.
"dasar anak tidak tau di untung kamu"ucap sang ayah yang kini menarik Nadia keras dan melemparkannya di arah sudut meja membuat Nadia meringis karena kepentok ujung meja.
plakkkk...
"pergi aja kamu"sentak sang ayah membuat Nadia terdiam.
"kamu hanya bisa menjadi beban di rumah ini pergi aja kamu sama pergi "ucap nya lagi Nadia iya ya melihat itu terkekeh kecil berdiri menatap ke arah sang ayah lalu berganti an menatap ke arah sang mama.
"dari awal bukan kah kehadiran ku tidak kalian anggap "ucap Nadia membuat sang ayah menatap nya tajam.
"aku siapa bagi kalian "lirih Nadia dengan pelan, menatap ke arah kedua orang tua nya dengan air mata.
"jika sedari awal aku hanya menjadi beban kenapa, kenapa kalian mau merawat ku hah kenapa?? kalian bisa aja buang atau bunuh aku"ucap Nadia yang kini menatap ke arah sang ayah dengan tatapan kecewa.
" apa selama ini kalian tau, jika aku sudah lelah mama, ayah!! jika kalian berfikir aku mau menjadi beban maka salah, aku sama sekali aku tidak ingin menjadi beban kalian "ucap Nadia lagi membuat mereka terdiam.
"aku udah capek, seharian kerja bahkan makan pun aku gak ada!! kalian malah seperti ini terhadap ku, kalian enak makan tiga hari sekali sedangkan aku bahkan tidak ada waktu buat makan"ucap nya lagi dengan pelan.
setelah mengatakan itu Nadia langsung berlari ke arah kamar nya meninggalkan orang tuanya yang masih terdiam.
________
malam ini sudah menunjukkan pukul 23:55 Nadia terbangun dari tidur nya iya menatap ke sekeliling kamarnya dengan mata berkaca-kaca.
"aku akan pergi"ucap Nadia tersenyum miris menatap ke arah kamar tersebut.
"tempat ku mungkin tidak di sini"ucap nya lagi dan bangkit dari tempat tidur nya setelah selesai meletakkan sebuah surat yang iya tulis malam tadi.
aida berjalan ke arah luar dengan perlahan iya membuka pintu rumah dan keluar tidak lupa menutup nya kembali.
dengan setetes bening air mata Nadia melangkah kan kaki nya untuk berjalan meninggalkan rumah sebagai tempat berteduh nya selama ini.
_#skip.
"mama Nadia gak ada di kamar ma"teriak green Kaka laki-laki kedua Nadia.
mendengar teriakkan itu membuat Ina dan juga Wahyu terkejut bukan main dan langsung berlari cepat ke arah sang putra.
"bagaimana bisa, kapan dia pergi"ucap Ina panik bukan kepalang.
"ini Nadia meninggalkan surat"ucap green lagi yang memperlihatkan amplop berwarna putih.
"baca kan green"ucap Wahyu.
untuk mama dan ayah juga Kaka green, maaf jika kelakuan ku kekanakan. aku harap setelah aku pergi hidup kalian akan jauh lebih bahagia.
aku sudah lelah, terimakasih sudah memberi ku tempat tinggal. aku akan pergi sesuai kemauan kalian, untuk mama jika nanti barang online ku datang itu pesanan orang barang nya sudah ku bayar sisa nya ambil lah buat kebutuhan kalian.
semoga hidup kalian lebih baik, sampai kan maaf ku terhadap Kaka Leon.
^^^terimakasih dari Nadia, sayang kalian ❤️^^^
mendengar isi surat membuat Ina dan juga Wahyu terdiam dengan tubuh kaku.
"tidak mungkin"Guam Ina sambil menggeleng pelan.
"anak ku tidak mungkin pergi"teriak Ina kecil menatap ke arah sang suami.
"puas kamu mas"ucap Ina menatap tajam ke arah sang suami.
green yang melihat itu mengangkat alis nya bingung karena memang tidak tahu menahu.
"sebenarnya apa yang terjadi"ucap green menatap ke arah orang tua nya.
"ayah kamu yang sudah mengusir adx kamu green dia juga sudah berani bermain tangan"ucap Ina nyalang membuat green membalak karena terkejut.
Wahyu iya hanya bisa diam menatap tangan nya Nanar dan ingatan nya kembali ke arah kejadian semalam membuat nya meringsut ke bawah dengan air mata dan penyesalan.
"ini gimana, tidak lama lagi Kaka Leon pasti pulang dari rantau an nya jika dia gak melihat Nadia dia bakal marah"ucap green panik karena memang memiliki kakak yang berkerja di luar.
"ayah mama, kita minta bantuan paman Lukman, dia pasti bisa bantu kita buat cari Nadia"ucap green karena memang memiliki paman yang berjabat sebagai kepala desa.
dan siang ini di sini lah mereka berada di rumah Lukman di mana sudah ada satu keluarga besar kumpul ketika mendengar menghilang nya Nadia.
"apa-apaan ini Ina, kenapa bisa Nadia pergi dari rumah hah"merah Diah nenek Nadia.
"ini salah kita"ucap ina yang kini terduduk dengan merunduk.
"aku sudah sebar tentang Nadia di sosial media aku harap ada yang menemukan nya dan memberikan informasi nya terhadap kita"ucap Lukman yang sudah selesai menyebar info data di sosial media milik nya.
"apa kalian tidak menyesal sekarang"ucap Diah menatap kearah anak dan menantu nya tajam.
"orang tua tidak berguna kalian"ucap nya dan langsung pergi meninggalkan semua orang yang berada di sana.
"anggap saja sebagai pelajaran,, selama ini apakah kalian tidak sadar jika Nadia berperan penting di hidup kalian "ucap mazah Kaka perempuan Ina.
"dia yang selalu banting tulang buat kalian, mungkin kalian lupa?? anadia gak salah jika dia ingin pergi karena bagaimanapun di rumah nya hanya ada manusia tidak tau diri"ucap nya lagi dan langsung bangkit untuk pergi.
"apa kalian pikir anak kalian masih kecil, Nadia sudah besar jelas jika setiap hari mental dan fisik nya di hancurkan dia lebih memilih pergi atau bahkan bunuh diri"ucap Lukman membuat Ina dan Wahyu terdiam kaku.
"kalian tidak pernah bersyukur sama sekali akan kehadiran nya, jika aku tau bakal seperti ini maka kasih saja anak kalian dari awal untuk ku"ucap Mala istri Lukman.
mereka semua pergi meninggalkan Ina dan Wahyu yang kini hanya bisa terdiam dengan seribu penyesalan ketika mengingat apa yang sudah mereka lakukan membuat mereka menangis.
_#skip.
"aku harus kemana sekarang"Guam Nadia pelan menatap ke arah bangunan-bangunan di hadapan nya.
Nadia menatap ke arah sebuah toko pakaian yang menjual barang serba 35 dengan meneguk ludah kasar dengan keyakinan penuh Nadia pun masuk ke dalam dan mencari seseorang.
"ada apa ya dex"ucap seseorang perempuan yang kini mendekat ke arah nadia yang sedari tadi seperti mencari sesuatu.
"anu kak, apa di sini masih ada lowongan kerja"ucap Nadia.
"kebetulan lagi kosong maaf ya dex"ucap nya yang di angguki Nadia dengan lemah.
setelah nya nadia tetap berjalan untuk mencari perkejaan iya berjalan dengan memegang perut nya karena memang sudah lamar.
"gimna ini aku sangat lapar"Guam Nadia pelan menegang perut nya.
sekitar 2 km Nadia berjalan dan kini iya menatap ke arah sebuah bangunan besar yang menampilkan toko serba 35 yang sangat rame akan pengunjung hari sudah sore membuat Nadia ingin menyerah karena selalu di tolak di saat iya ingin mencari pekerjaan.
"apa di sini aku bisa mendapatkan pekerjaan"ucap Nadia menatap ke arah bangunan tersebut.
"cari apa ya kak"ucap pegawai toko yang sedari tadi menatap ke arah Nadia dengan tatapan bingung.
"ah, maaf kak apa di sini masih butuh karyawan"ucap Nadia penuh harap.
sosok perempuan tersebut nampak berpikir."ah benar, apa Kaka berniat untuk kerja di sini"ucap nya membuat Nadia merekah.
"benar kah kak."ucap Nadia yang di angguki oleh nya.
"sebulan satu juta dua dan makan tempat tinggal di tanggung"ucap nya ramah Nadia yang mendengar nya tersenyum lebar iya mengangguk cepat.
"saya mau kak saya mau"ucap Nadia cepat membuat pegawai tersebut tersenyum kecil.
"Laras ada apa"ucap wanita berusia 27 thn yang kini mendekat ke arah mereka.
"ah ini, ini kak Lina ada perempuan yang ingin berkerja di sini"ucap nya membuat Lina menatap ke arah sosok yang di sebutkan Laras.
"siapa nama kamu"ucap Lina menatap ke arah aida yang kini tersenyum ke arah nya.
"Nadia kak"ucap Nadia ramah.
"baik lah kamu bisa berkerja di sini, Laras kamu hendel semuanya saya mau ke toko satunya"ucap Lina yang pergi meninggalkan Nadia dan Laras yang mengangguk.
"mari, kenalin nama aku Laras"ucap Laras tersenyum membuat Nadia mengangguk.
"Nadia"ucap nya tersenyum.
"kita masuk dulu buat kamu bersih-bersih dan setelahnya akan aku kasih tau perkejaan mu"ucap nya yang di angguki oleh Nadia pelan.
"terimakasih tuhan"ucap Nadia yang bersyukur setidaknya iya tidak akan kelaparan walaupun sekarang iya harus menahan nya sebentar.
_#skip.
di ruangan yang bernuansa coklat dan cream ada sosok laki-laki yang kini duduk di kursi kebanggaan nya.
di hadapan nya sudah ada laptop yang membuat pandangan nya fokus ke arah layar tersebut.
namun tak lama perhatian nya terolah di saat mendengar suara asisten nya yang kini memanggil nya.
"selamat sore tuan Daniel"ucap Han asisten Daniel.
"ada apa Han"ucap Daniel menatap ke arah asisten nya.
"apa ada sudah membaca kabar postingan dari tuan Lukman"ucap Han membuat Daniel menatap ke arah nya.
"kabar apa"ucap nya yang kini fokus ke arah layar di hadapan nya.
"tuan Lukman tengah mencari keponakan nya yang kabur dari rumah tuan"ucap Han membuat Daniel menatap ke arah nya.
"apa kau sudah selidiki"ucap Daniel.
"sudah tuan, anak buah saya mengatakan ini murni karena pertengkaran nya dan orang tuanya "ucap Han menjelaskan.
"siapa nama keponakan Lukman "ucap Daniel.
"Nadia Vega darwanti, tuan"ucap nya yang membuat Daniel mengangguk.
"apa kita akan membantu tuan Lukman "ucap Han lagi menatap ke arah atasan nya.
"tentu karena Lukman adalah teman bisnis saya"ucap Daniel yang kini bangkit dari kursi nya.
"kerahkan semua anak buah kita buat mencari keponakan Lukman "ucap Daniel.
"baik tuan"ucap Han mengangguk.
Daniel tersentak di kala mendengar suara telpon nya berbunyi iya pun merogoh saku nya dan di sana tertera nama sang ratu siapa lagi kalo bukan mamanya.
"ada apa ma"ucap Daniel.
"kamu kapan pulang ke sini"ucap Eva mama Daniel.
"sekitar tiga hari lagi "ucap Daniel.
"Daniel apa kau tidak bosan sendiri terus selama ini, sudah berapa usia mu Hem? apa kamu tidak mau memiliki istri "ucap Eva membuat Daniel mendengus.
"tidak perlu membahas itu ma, Daniel fokus akan perkerjaan "ucap Daniel.
"perkejaan bisa di samping kan Daniel tapi menikah, apakah menikah bisa di samping kan usia mu sekarang 24 thn mama takut nya tidak ada yang menyukai mu"ucap Eva membuat Daniel membalak Han iya yang melihat itu mengalihkan pandangan nya sambil berusaha menahan tawa.
"CK, nanti akan aku pikirkan ma"ucap Daniel pasrah karena selalu di tagih akan istri oleh sang mama.
"baik lah, mama mau kamu datang nanti bawa calon mu jika tidak mama pastikan kamu mama jodoh kan"ucap Eva yang membuat Daniel ingin protes namun tak jadi karena sambungan telpon sudah mati.
"apa-apaan mama"ucap Daniel menghela nafas.
"Han"ucap Daniel memanggilku sang asisten.
"ada yang bisa saya bantu tuan"ucap Han menatap ke arah atasan.
"cari kan wanita yang bisa ku ajak kerja sama"ucap Daniel.
"kenapa ada tidak menyewa wanita di dalam club tuan"ucap Han mendapatkan tatapan tajam dari Daniel membuat nya terdiam.
"apa kah kau pikir aku mau di sentuh sama perempuan sialan itu, cari kan aku wanita yang baik-baik"ucap Daniel yang di angguki cepat oleh Han.
"tuan kenapa kita tidak menghubungi Alex dia kan berkerja di dunia gelap mengekspor organ tubuh manusia"ucap Han membuat Daniel menatap ke arah nya.
"ah, bener juga!! hubungi dia cari kan satu perempuan yang pas akan selera ibuku untuk biaya akan ku terima seberapa mau nya"ucap Daniel membuat Han mengangguk.
"ingat Han, tidak ada yang boleh menyentuh wanita itu dan pastikan wanita itu masih suci"ucap Daniel lagi.
"baik tuan akan saya laksanakan "ucap Han yang langsung berlalu pergi.
Han saat ini berada di ruangan nya iya merogoh ponsel nya dan menghubungi seseorang.
"ada apa Han"ucap suara berat di seberang telpon.
"cari kan satu wanita yang masih bersih buat tuan ku"ucap Han.
"ada apa Han, apa kah tuan mu tidak laku"ucap sosok tersebut yang kini Terkekeh kecil.
"jaga mulut mu Lex, lakukan lah"ucap Han yang mendapat anggukan orang Alex walaupun tidak terlihat.
"baik lah, untuk bayar an aku minta lebih"ucap Alex tersenyum miring.
"asal kerja mu bagus, untuk bayaran kau tentukan sendiri pasti kan sebelum 3 hari perempuan itu sudah ada"ucap Han yang langsung mematikan telpon di saat mendapatkan persetujuan dari seberang sana.