Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
mansion afartcof



beberapa jam di dalam pesawat akhirnya pesawat yang di Kendari oleh Daniel dan Han juga Nadia sudah sampai di Bandara Australia.


Daniel keluar dari dalam pesawat sambil mengendong tubuh kecil Nadia yang masih tertidur di dalam pelukan nya dengan Han yang berjalan sambil membawa koper dan kedua jas miliknya dan juga milik daniel.


mereka berdua memasuki mobil yang sudah berada di area parkir bandara.


"langsung ke mansion Han"ucap daniel yang kini sudah masuk ke dalam mobil bersama Nadia.


"baik tuan, ucap Han mengangguk.


"doni, kamu langsung ke kantor "ucap Han yang di angguki oleh bawahan nya tersebut.


dan setelahnya mobil yang di ke Kendari oleh Han melaju meninggalkan bandara." tuan apa rencana anda selanjutnya "tanya Han menatap sekilas ke arah belakang.


""liat keadaan"ucap Daniel yang di angguki oleh Han.


membutuhkan waktu setengah jam di perjalanan saat ini mobil yang di Kendari oleh Han terlihat memasuki sebuah halaman rumah megah keluarga afartcof.


sudah terlihat dari pintu besar rumah tersebut, saat ini sudah berdiri sepasang paruh baya yang menatap penuh hangat ke arah mobil yang masih terdiam di halaman tersebut Tampa ada yang ingin keluar dari dalam mobil.


"kenapa gak keluar-keluar orang nya ma"ucap laki-laki paruh baya menatap mobil sang anak heran.


"entah lah pa"ucap sang wanita paruh baya yang tersenyum tipis menatap mobil yang putra.


"apa dia bingung soal perempuan yang di janjikan"batin wanita tersebut tersenyum kecil.


Han iya menatap ke arah tuan nya yang kini malah terdiam menatap wajah kalem gadis di dekapan nya yang masih terlihat tidur.


"tuan apa anda tidak ingin turun, Nyonya dan tuan besar sudah menunggu anda"ucap Han membuat daniel menatap ke arah pintu dan menghela nafas ketika melihat kedua orangtuanya sudah ada di sana.


"Han, apa gadis ini bisa di ajak kerjasama"ucap daniel meminta pendapat dari asisten nya.


Han nampak terdiam iya menatap ke arah belakang di mana ada sosok gadis yang masih tertidur anteng bak bayi.


"anda bisa berbicara dengan baik nanti tuan, saya yakin nona Nadia pasti akan menuruti kemauan anda"ucap Han membuat Daniel terdiam.


huffffff ...


setelah menghela nafas cukup panjang Daniel pulang mengangkat pelan tubuh Nadia dan membawanya keluar.


pertepatan Daniel keluar di saat itu pula kedua orang tuanya Daniel kompak mengangga tak percaya dengan apa yang mereka lihat .


"astaga,, putra ku benar-benar membawa calon"heboh Eva ya langsung mendekat ke arah Daniel di susul oleh Malik afartcof ayah Daniel.


"sayang siapa dia, apa dia pacar mu Hem"tanya Eva membuat langkah kaki Daniel terhenti.


"kenapa dia"ucap Malik menatap ke arah gadis di dalam gendongan sang putra.


"tuan nona Nadia sedang tidur karena nona, mabuk udara"ucap Han membuat kedua orangtuanya mengangguk.


"wahhh,, namanya Nadia cantik sekali sama seperti orang nya"ucap Eva berbinar.


"ma, aku akan bawa Nadia ke kamar dulu"ucap Daniel yang langsung di angguki pelan orang Eva.


"kamar kamu kan"ucap Eva membuat Daniel tak jadi melangkah dan menatap mamanya heran.


"gak mungkin ma, kita belum menikah"ucap Daniel.


"bagaimana mama yakin jika dia benar-benar pacar kamu, kalo tidur aja pisah"ucap Eva tersenyum penuh arti ke arah sang anak.


"boy,, bawa aja ke kamar mu, papa yakin kamu gak akan melewati batas"ucap Malik membuat Daniel menghela nafas.


"Hem"dehem Daniel yang langsung pergi dari sana yang di ikuti oleh Han, kedua orang tua Daniel yang melihat itu saling pandang dengan senyum arti.


"semoga ini berhasil pa"ucap Eva membuat Malik mengangguk menanggapi kalimat sang istri.


_#skip.


saat ini Daniel membuat tubuh Nadia ke dalam kamar nya, iya menatap gadis di dalam gendongan nya dengan bingung.


"apa dia sangat kelelahan sampai sekarang belum Bangun juga"Guam Daniel heran, sambil menurunkan tubuh Nadia ke arah kasur.


"tuan"Daniel menoleh di saat mendapati suara asisten nya iya menatap ke arah Han yang kini berada di depan pintu.


"ada apa"ucap Daniel menatap ke arah Han.


"anda harus siap-siap kita akan ada pertemuan sama pak setifen"ucap Han membuat Daniel mengangguk.


"kau siap-siap lah, tunggu aku di bawah"ucap Daniel yang di angguki oleh Han.


setelah kepergian Han, Daniel pun berjalan ke arah kamar mandi guna membersihkan tubuhnya.


tak berselang lama, setelah kepergian Daniel sosok gadis tadi nya tertidur kini membuka matanya hal yang pertama di liat nya adalah sebuah tempat yang asing.


"di mana aku"Guam Nadia menatap ke arah sekeliling.


nadia terdiam di kala mendengar suara percikan air iya menatap ke arah sebuah ruang yang iya yakini adalah toilet.


"di mana ini"Guam nya yang masih bingung akan tempat nya saat ini.


"apa aku sudah ada di Australia, bukan kah tadi aku ada di pesawat "ucap Nadia yang kini sudah menatap ke arah pintu Toilet dan tak lama terkejut di kala melihat sosok laki-laki yang kini keluar dengan jubah mandi nya.


"astaga tuan"Daniel tersentak di kala mendengar suara tersebut iya menoleh dan terdiam menatap ke arah Nadia yang kini membalikkan tubuhnya.


"kebetulan kamu dah bangun, ambil kan saya pakaian"ucap Daniel Tampa memperdulikan tingkah Nadia.


Nadia yang mendengar hal tersebut meneguk ludah kasar dan mengangguk pelan.


"apa kita ada di rumah anda tuan"ucap Nadia sambil membuka lemari baju yang tak jauh dari tempat nya tertidur.


"Hem"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk.


"kantor "ucap Daniel.


"apa anda akan berkerja tuan, bukan kah ini sudah sore, apa anda tidak lelah"ucap Nadia yang kini menatap ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 3 sore.


"Hem,, akan ada pertemuan"ucap Daniel yang saat ini memilih duduk di atas kasur sambil melihat ke arah Nadia yang terlihat sedang memilih pakaian jas.


"tuan apa boleh saya bertanya"ucap Nadia yang kini menatap ke arah Daniel.


"Hem, apa"ucap Daniel.


"anda akan bertemu sama orang apa"ucap Nadia membuat daniel menatap nya dengan alis terangkat.


"ambil terserah aja, saya lagi buru-buru"ucap Daniel.


"saya tidak bisa memilih jika tidak tau anda akan bertemu dengan siapa tuan"ucap Nadia membuat Daniel menatap ke arah nya.


"apa kah itu penting"ucap Daniel yang di angguki oleh Nadia.


"huffffff,, saya akan ada pertemuan dengan pak setifen, yang berasal dari Paris"ucap Daniel membuat aida mengangguk.


"baik lah,, hari ini hari Selasa, dan sudah sore jadi anda harus pakai pakaian warna"Guam Nadia sambil menatap semua deretan jas kantor, Daniel yang melihat itu hanya diam sambil memperhatikan tingkah Nadia.


"tuan anda pakai warna coksu ini aja"ucap Nadia memberikan setelan jas berwarna coksu ke arah Daniel.


"ini dah sore, bukan nya lebih baik warna hitam atau hal semacam berwarna gelap"ucap Daniel.


"anda akan tau nanti tuan"ucap Nadia, Daniel yang mendengar hal itu memilih untuk masuk ke kamar mandi.


beberapa menit kemudian Daniel keluar dengan setelan jas nya iya Berjalan ke arah kaca rias guna membenarkan letak rambut nya.


"dasi saya mana"ucap Daniel yang langsung membuat Nadia mengambil dasi berwarna hitam sangat kontras dengan kemeja dalam yang berwarna putih.


"ini tuan"ucap Nadia yang langsung di ambil oleh Daniel.


"tuan apa saya akan tinggal atau ikut"ucap Nadia menatap ke arah Daniel yang sekarang tengah memakai jam tangan.


"tinggal, dekati orang tua saya dan iyakan semua perkataan nya"ucap Daniel tegas membuat Nadia mengangguk kaku.


"bawa tas saya"ucap Daniel yang langsung keluar di susul oleh Nadia dari belakang.


saat ini di lantai bawah sudah ada Han yang kini berdiri dengan Eva dan Malik yang saat ini sudah duduk di sofa tamu.


tak beberapa lama perhatian mereka teralihkan terhadap tangga lantai dua, mereka kompak menoleh ke arah sumber suara dan mendapati sosok Daniel yang berjalan di samping Nadia yang saat ini menatap takut dan gugup ke arah orang tuanya Daniel.


"WAHHHH, kamu cantik sekali sayang"ucap Eva yang langsung bangkit dan berjalan ke arah Nadia yang saat ini berdiri kaku.


"selamat sore Nyonya dan tuan"ucap Nadia menunduk kecil, membuat Eva dan Malik saling pandang.


"sayang, kenapa kamu memanggil saya nyonya panggil saya mama ok sayang"ucap Eva membuat Nadia tertegun.


"benar, panggil juga saya papa"ucap Malik membuat Nadia terdiam dengan mengangguk kecil.


"tuan mati kita berangkat"ucap Han membuat semua orang menatap ke arah nya.


"apa kalian akan pulang malam"ucap Eva menatap ke arah putranya dan juga asisten putra nya.


"seperti nya tidak akan terlalu larut Nyonya"ucap Han yang di angguki kecil oleh Eva.


"tuan asisten Han"pandangan semua orang kembali teralihkan di saat mendengar suara Nadia yang kini memanggil Han.


"apa anda butuh sesuatu nona"ucap Han menatap ke arah Nadia.


"tidak ada tuan, maaf jika saya lancang atau sok tau tapi saya sarankan anda sebaiknya memakai setelan jas berwarna cream atau coksu "ucap Nadia membuat semua orang menatap nya heran.


"ah, nona saya lebih nyaman memakai warna Dongker ini"ucap Han tersenyum kecil membuat Nadia tersenyum kiuk.


"baik lah tuan, dan ini tas tuan Daniel"ucap Nadia memberikan tas Daniel membuat Eva dan Malik menatap ke arah gadis tersebut dengan tatapan heran.


"Nadia, kenapa kamu memanggil Daniel dengan sebutan tuan"ucap Eva membuat Nadia menatap ke arah nya.


"bukan kah kalian pacaran seharusnya kamu memanggil nya dengan sebutan nama atau panggilan mesra"goda Eva membuat Malik Terkekeh berbeda dengan Nadia yang saat ini terkejut kecil.


"kenapa orang tua tuan Daniel menganggap aku sebagai pacar tuan Daniel"batin Nadia bertanya-tanya.


"ah, tidak apa-apa Nyonya!! saya lebih nyaman memanggil nya dengan sebutan tuan "balas Nadia membuat Eva dan Malik mengangguk.


"ma, pa, aku berangkat"ucap Daniel yang langsung pergi setelah di angguki oleh kedua orangtuanya di ikuti oleh Han dari Belakang.


_______


setelah kepergian Daniel juga Han, Eva menatap ke arah Nadia yang terlihat menunduk hal itu membuat Eva menatap nya heran.


"ayo, kesini sayang"ucap Eva menarik pelan tangan Nadia.


"umur kamu berapa sayang"ucap Eva setelah berhasil membawa Nadia duduk di sofa yang di ikuti oleh Malik.


"17 nyonya"ucap Nadia pelan.


"sayang sudah berapa kali, saya katakan panggil saya mama ya nak"ucap Eva pelan membuat Nadia menatap nya dengan tatapan haru.


"iya m-mama"ucap Nadia pelan membuat Eva tersenyum menatap ke arah nya.


"papa, lihat lah calon menatap kita lucu sekali"ucap Eva seneng membuat Malik Terkekeh berbeda dengan Nadia yang saat ini hanya bisa terdiam sambil tersenyum simpul.


"bagaimana bisa anak itu mencari calon istri yang terpaut 7 tahun dari nya"ucap Malik menggeleng membuat Eva tertawa.


"yang penting pilihan nya tidak salah pa"ucap Eva yang di angguki oleh sang suami.


"apa maksudnya ini"batin Nadia yang sedari tadi memilih diam karena bingung akan percakapan mereka yang membahas tentang calon.