Mysterious Guy

Mysterious Guy
Extra part - Kaulah hidup dan matiku



“Mysterious Guy”


Author by Natalie Ernison


Sebuah perjalanan yang cukup panjang bagi Draco dan Velline. Kisah yang penuh dengan derai air mata. Jalan yang mereka lalui, tidaklah mudah. Lika-liku perjalanan kisah cinta mereka tidak main-main.



~ ~ ~


Niat Mr. Reyhard untuk menjadikan Mrs. Mariah istrinya pun gagal. Mrs. Mariah tidak menerimanya. Karena Mrs. Mariah telah memuntuskan untuk mengabdikan cintanya pada keluarga Grissham, hingga akhir hayatnya.


“Mansion Grissham family”


Hari ini, adalah hari yang paling ditunggu-tunggu Draco. mereka akhirnya menyelenggarakan pernikahan mereka.


Namun, ditengah suasana bahagia itu, Ve terlihat menangis disepanjang langkahnya menuju tempat Draco sedang berdiri. Dihari pernikahannya, ia tidak memiliki orang tua. Semua akan tentu mengharapkan restu dan kehadiran orang tua mereka, dihari bahagia mereka.


Kali ini, Ve menikah tanpa kehadiran ayah dan ibunya. Lebih memilukan ialah, disaat Draco mengenakan cincin emas peninggalan kakek Grissham, dan telah dijaga oleh Mr. Grissham selama ini.


Pernikahan mereka hanya dihadiri oleh pihak keluarga, dan orang-orang kepercayaan keluarga Grissham.


“Mempelai pria dipersilakan untuk memberikan ciuman pernikahan pada mempelai wanita.” Ucap salah seorang pemimpin acara sakral mereka.


Draco menaikan kain transparan berwarna putih yang menutup bagian wajah Ve. Meletakkannya diatas puncak kepala Ve.


Tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Mengingat betapa pedihnya kisah cinta dan perjalanan mereka.


“Velline, jadilah wanita hidup dan matiku.” Ucap Draco dengan tersenyum pilu. Ve mengangguk lirih, air mata sudah membasahi pipi mulusnya.


Draco langsung mendaratkan kecupannya tepat dibibir Ve. Seluruh anggota keluarga turut merasakan perasaan haru bahagia, terlebih lagi Mr. Mariah dan juga Mr. Reyhard begitu terharu.


Semua yang telah Mr. Reyhard perbuat, tidaklah sia-sia, melainkan berbuah manis. Draco akhirnya menemukan cinta sejatinya, wanita hidup dan matinya.


Draco mengangkat tubuh Ve dan membawanya menuju mobil sport mewah terbaru mereka. Hadiah pernikahan dari Mr. Reyhard dan Mrs. Mariah. Sekalipun Mrs. Mariah tidak bersama Mr. Reyhard, namun mereka masih berusaha menjalin hubungan yang baik.


Berusaha untuk saling melupakan, dan memulai lembaran kisah yang baru. Meski tidak mudah, namun semua harus tetap dijalani. Mrs. Mariah tinggal di mansion milik Mr. Grissham bersama salah seorang kerabat. Sementara Ve tinggal di mansion mereka bersama Draco, hidup berdua dan memulai kisah baru mereka.


***


“Mansion Draco Grissham”


Mansion megah itu, ialah mansion yang telah Draco siapkan bagi kehidupan masa depannya. Kini, Ve lah yang menjadi wanita masa depan dan hidup matinya.


Berdiri di halaman mansion megah terbaru mereka. Draco merangkul Ve, dan mengecu kening Ve.


“Kakak! Ah maksudku, suamiku.” Ucap Ve dengan wajah tersipu.


“Kau masih berniat memanggilku kakak. Padahal aku sudah berniat untuk membuatkan seorang adik kecil denganmu.” Kekeh Draco, lalu mengangkat tubuh Ve.


Membawa tubuh Ve menuju lantai bagian teratas mansion milik mereka.


“Senior,” ucap Ve dengan wajah memerah.


“Katakan, senior Draco aku mencintaimu.” Tukas Draco menatap dalam kedua mata Ve.


“Senior Draco, aku mencintaimu.” Ucap Ve pelan. Draco pun langsung menyambar bibir ranum miliknya. Mencumbu Ve dengan sedikit tergesa-gesa.


Belum sempat Ve melepaskan gaun pengantinnya, namun Draco sudah melakukan penyerangan.


“Ingin mandi bersama,” Draco melepaskan pakaian miliknya satu persatu, lalu melepaskan gaun pengantin milik Ve. Mengangkat tubuh Ve, dan keduanya pun berada di bathub yang sama.


“Senior, hentikan! Biarkan aku menyelesaikannya!” Pekik Ve, saat Draco sudah terlebih dahulu mengerjainya, sebelum ia selesai membersihkan dirinya.


Draco tertawa puas, dan begitu tak sabaran untuk segera membuat Ve tak dapat tidur dengan nyenyak dimalam pertama mereka.


“Malam ini, jangan salahkan aku jika akan terasa sakit.” Peringat Draco, dengan senyuman menakutkan bagi Ve. Senyuman seorang pria yang sudah sangat tak sabaran.


“Kak Draco, jangan bertindak berlebihan. Aku takut.” Ucap Ve sembari meringuk dibalik selimut tebal miliknya.


Draco tersenyum miring, dan menyentuh wajah Ve menggunakan telapak tangannya.


“Aku akan pelan-pelan, tahanlah sayang.” Ucap Draco, lalu mengecup kening Ve.


Sepanjang malam, yang terdengar hanyalah suara des*han dan juga jeritan seorang wanita. Dari dalam kamar tersebut muncul cahaya kuning keemasan. Cahaya yang sangat menenangkan, dan semakin membuat tenaga yang Draco miliki bertambah. Semoga saja Ve sanggup menahan segala yang Draco perbuat padanya.



*****


Thank you, dan jangan lupa untuk berkunjung ke karya terbaru saya lainnya, cukup klik profil dan pilih karya🥰🥳


 


-I love you, Auntie