
“Mysterious Guy”
Author by Natalie Ernison
Mr. Grissham akhirnya menemukan calon suami yang tepat bagi Velline, menurut pandangannya. Karena, Mr. Grissham sangat menginginkan yang terbaik bagi Velline. Velline pun sangat menurut pada apa yang ayahnya katakan.
~ ~ ~
Setelah melakukan pendekatan, Carlos pun semakin yakin dengan pilihan terakhirnya adalah Ve. Mereka pun sedang merancangkan rencana pernikahan dalam waktu dekat.
Namun, Mr. Reyhard pun mengetahuinya. Tak hanya sekedar mengetahui mengenai pernikahan Ve bersama Carlos. Tetapi, Mr. Reyhard baru mengetahui mengenai kepergian Draco ke luar negeri. Mr. Reyhard melakukan penyelidikan secara mendetail, tanpa melewatkan apapun tentang kepergian Draco.
Bhuak...
Mr. Reyhard menendangi sebuah guci hingga pecah. Ia sangat marah atas berita yang baru saja ia terima. Ia tahu, seberapa besar cinta Draco pada Ve. Namun, kini Ve harus menuruti perjodohan dari Mr. Grissham.
Ia pun berinisiatif untuk menyusul ke tempat Draco kini berada. Tak ingin menunda, dan sebelum semuanya terlambat dan jauh lebih rumit lagi.
***
“Negara A”
Draco berada di negara A, ia menjadi seorang pria yang cukup terkenal didalam berbagai bisnis. Namun, hingga saat ini, Draco belum menemukan wanita yang dapat menggetarkan hatinya.
”Kediaman Draco”
“Tuan muda, ada tuan Reyhard yang sedang mencari tuan.” Ucap salah seorang asisten pribadinya.
Draco menghentikan pekerjaannya, lalu melangkah ke luar dari ruang kerja miliknya.
Mr. Reyhard sudah duduk menanti kedatangan Draco. tersenyum pada Draco dan berdiri menyambut kedatangan Draco.
“Draco!” Panggil Mr. Reyhard.
Keduanya pun duduk berhadapan, Mr. Reyhard terus tersenyum pada Draco.
“Bagaimana bisa, tuan Rey datang berkunjung kemari! Apakah ayah yang meminta tuan kemari?”
Mr. Reyhard menggeleng. “Tentu saja karena kau ingin menemui anakku.” Ucap Mr. Reyhard, membuat Draco tersedak saat meneguk segelas air sebagai pelepas dahaga.
“Apa yang tuan Rey katakan! Sungguh gurauan yang tidak masuk akal.” Ucap Draco dengan tersenyum miring.
“Kau anakku bersama ibumu Mariah. Kau adalah darah dagingku. Didalam tubuhmu, mengalir darah vampire yang cukup ganas. Namun, beruntung sekali, kakek buyut membuatkan ramuan penenang padaku.”
“Tuan Rey, hentikan omong kosongmu!” Draco semakin kesal, dengan sorot mata yang begitu tajam.
“Bahkan tatapanmu saja sangat tajam, sama seperti mata ayahku, kakekmu Draco.”
“Aku masih memiliki banyak pekerjaan. Pergilah.”
“Kau bukan anak kandung tuan Griss. Didalam tubuhmu mengalir darahku, oleh karena itu kau selalu merasakan sakit diarea dada.”
“Itu hanya kebetulan, jangan berlagak tahu tentangku!” Peringat Draco.
“Draco kau adalah anaku, aku akan membuktikannya.”
Sytt
Mr. Reyhard meraih telapak tangan milik Draco, secepat kilat. Menyayat telapak tangan milik Draco hingga mengeluarkan darah segar. Begitu pula dengannya, Mr. Reyhard juga melakukan hal yang sama padanya.
Saat tetesan demi tetesan darah mulai menetes ke lantai, darah keduanya saling menyatu. Mengeluarkan cahaya kuning keemasan yang bersinar.
Mata Draco membelalak. Ia pun tersungkur dihadapan Mr. Reyhard.
“Jadi ini alasan ayah tidak pernah benar-benar menyayangiku. Ayah terlihat begitu dingin padaku. Aku yang berbeda...” Ucap Draco lirih, mengepal kedua tangannya.
“Velline akan segera menikah dengan teman masa sekolahnya. Mr. Griss telah menjodohkan Velline dengan—“
“Tidak! Tidak ada yang dapat menyentuh Velline! Aku akan membunuh dan mencabik siapa saja yang berani!” Jerit Draco, ia mulai terlihat marah, dan mengeluarkan dua taring tajam dari balik gusinya.
“Draco kau harus menenangkan pikiranmu terlebih dahulu. Jangan gegabah!”
“Bagaimana mungkin aku bisa tenang, jika wanita yang sudah hampir membuatku menyerah, kini akan menikah dengan pria yang bukan pilihannya. Aku sudah terjuang keras untuk hubungan kami, tapi mengapa aku baru tahu! Mengapa semua orang diam!” Jerit Draco.
Ia sangat kacau, dan mulai mengamuk. Namun, Mr. Reyhard berusaha untuk menenangkan Draco.
“Aku, ayahmu! Akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu. Seklaipun nyawaku menajdi taruhannya.” Ucap Mr. Reyhard menenangkan. Draco sangat geram, namun masih berusaha mengsai dirinya.
Setelah Mr. Reyhard mengatakan yang sebenarnya, Draco mulai menenangkan diri. Hingga mereka kembali ke kota B bersama.
***
Draco bersama Mr. Reyhard pun kembali ke kota B.
Tepatnya di sore hari, Ve akan segera melaksanakan acara pernikahan mereka di area Villa pribadi milik keluarga Grissham.
Draco telah tiba di area Villa milik mr. Grissham, ia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu Ve, dan menghancurkan acara pernikahan mereka.
“Velline! Velline!” Panggilnya, dengan keadaan hati yang sangat kacau, pikirannya pun kacau tak karuan.
Tepatnya disisi lapangan yang cukup luas, semua orang sedang berkumpul.
Prang prang
Draco membalikkan seluruh meja yang ada disana. Seluruh tamu undangan begitu ketakutan. Draco bahkan menendangi seluruh meja-meja makanan, makanan juga hiasan hancur berantakan.
Para pengawal yang berjaga tak ada yang mampu menandingi kekuatan fisik seorang Draco. Terlebih lagi, Draco adalah seorang vampire keturunan ganas.
Diwaktu yang bersamaan, Ve akan segera mengucapkan janji suci bersama Carlos.
Draco meninju wajah Carlos hingga mengeluarkan darah segar dari pinggir bibir Carlos.
“Ini adalah wanitaku! Tak ada yang bisa menikahinya, selain aku!” Ucap Draco penuh amarah.
“Hentikan!” Jerit Ve histeris.
“Kak Draco! Kau sangat bajing*n! Aku tidak menyangka kakak akan sebrutal ini!” Tukas Ve terengah. Ve sangat syok melihat keadaan pesta pernikahannya hancur berantakkan, seluruh tamu mulai pulang ketakutan.
“Apakah kau akan tetap menikah dengan pria yang tidak pernah kau cintai. Sekalipun kenyataan sebenarnya, kita tidak memiliki hubungan darah! Aku bukanlah anak tuan Grissham.” Ucap Draco dengan suara nyaring.
“Yah Velline. Aku adalah ayah kandung Draco, kalian tidak memiliki hubungan darah. Bukan begitu, tuan Griss dan Nonya Mariah?”
Mrs. Mariah tersungkur tak berdaya, menangis tanpa air mata. Sedangkan Mr. Griss bersusah payah memutar roda kursi miliknya.
“Aku tidak pernah menyetujui anakku menikah dengan pria vampire.” Tukas Mr. Grissham.
“Aku akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalanku!” Ancam Draco.
“Aku akan membenci kakak seumur hidupku, jika kakak berani menyakiti ayah!” Jerit Ve.
Ve masih dalam keadaan syok berat.
“Pengawal, bawa ayah pergi, aku akan menyelesaikan permasalahan ini.” Titah Ve, lalu sang pengawal membawa pergi ayahnya.
“Kak Draco, apa maumu sebenarnya.
Mengapa kakak mengatakan hal ini, setelah kakak pergi lama. Lalu kakak kembali dengan menghancurkan seluruh acara pernikahanku!”
“Velline, semua salahku. Akulah yang tidak mampu mengungkapkan kebenaran, sehingga kalian harus terpisah dan tersiksa. Akulah yang bersalah...” isak Mrs. Mariah.
Ve hampir terhujung, lalu duduk di atas kursi pelaminan dengan gaun pengantin miliknya.
“Menikahlah denganku Velline.”
“Aku tidak bisa.” Balas Ve dengan berlinangan air mata.
“Apa kau tidak mencintaiku lagi! Katakan jika kau mencintaiku, Velline!”
“Aku sangat mencintai kakak dan sampai kapanpun. Tetapi, aku tidak bisa mengecewakan ayah. Karena selama hidupku, hanya ayah Grissham yang menyangiku dengan tulus.” Ucap Ve lirih.
Velline berada didalm dilema terbesarnya. Selama hidupnya, hanya Mr. Grissham yang mencurahkan kasih sayang seorang ayah padanya. Ve tidak mampu melakukan sesuatu hal yang menyakiti hati ayahnya.
Carlos mendengar semua yang mereka bicarakan. Carlos sangat hancur, dan mulai menyadari suatu hal. Bahwa selama ini, ia hanya mencintai seorang diri,l tanpa ada balasan yang pasti.
“Cukup Velline! Aku bahagia bisa menikah denganmu, tapi aku akan sangat terluka, jika pernikahan ini hanyalah berdasarkan belas kasihan. Kalian layak mendapatkan kebahagiaan.” Ucap Carlos lirih, dan berusaha memantapkan hati untuk melepas Ve.
“Kak Carlos, maafkan aku..” isak Ve.
Secara tiba-tiba...
“Nyonya! Nyona!” Seru salah seorang pelayan yang baru tiba.
“Tuan besar Grissham kecelakaan dan sedang skarat di rumah sakit xx!” Ucap sang pelayan, membuat Ve terjatuh didalam dekapan Draco.
***