Mysterious Guy

Mysterious Guy
Ayah rahasiamu



“Mysterious Guy”


Author by Natalie Ernison


Bab sebelumnya membahas tentang kisah masa lalu antara Mr. Reyhard bersama Mrs. Mariah. Masa lalu yang menyisakan sebuah rahasia besar bagi keduanya.


~ ~ ~


Mr. Reyhard melakukan penyatuan tubuh dengan Mrs. Mariah dengan keadaan Mrs. Mariah yang telah memiliki seorang suami.


Setelah menjelang pagi...


Seluruh tubuh Mrs. Mariah benar-benar digempur dengan kasar. Terlebih lagi, Mr. Reyhard adalah seorang pria keturunan darah vampire penghisap darah.


Ahk... pekik Mrs. Marih sembari terbangun dari tidurnya.


Matanya membulat, dan napasnya terasa berhenti bekerja. “Apa yang telah aku lakukan?” gumamnya, dan dengan segera meraih dress miliknya yang sudah berserakan di lantai.


Meraih tas selempang miliknya, berjalan dengan penuh rasa panik. Sungguh hal yang kacau dan tak terkatakan lagi.


Mrs. Mariah benar-benar kacau saat itu, ia bahkan pergi tanpa sepengetahuan dari Mr. Reyhard. Ia kembali ke kota tempat ia tinggal bersama Mr. Grissham, suaminya. Rasanya, ia ingin pergi sejauh mungkin.


“Bagaimana mungkin aku melakukannya dengan pria lain, yang bukan suamiku!” Ucapnya dengan tubuh gemetar, bahkan berkali-kali hampir saja membuatnya terhuyung.


***


Liburan pun berakhir, bertepatan dengan terselesaikannya tugas akhir Mrs. Mariah.


“Mansion kediaman Grissham family”


Setelah beberapa minggu kepulangan Mrs. Mariah dari luar kota.


Mrs. Mariah bahkan sudah melewati tanggal seharusnya ia datang bulan. Ia mulai panik, sepertinya ada yang salah dengan dirinya.


Panik dan sangat panik. Tak tahu harus berbuat apa lagi, sepertinya ia sedang menunjukkan tanda-tanda kehamilan.


“Bagaimana dengan liburanmu?” tanya Mr. Grissham yag masih fokus dengan layar laptop miliknya.


“Semuanya baik-baik saja, dan aku akan fokus denganmu.” Ucap Mrs. Mariah dengan bermanja pada suaminya.


“Sejak kapan aku bersikap seperti ini?” ucap Mr. Grissham dengan sikap dinginnya.


“Apakah salah, jika kau bermanja dengan suamiku sendiri?” Tukas Mrs. Mariah sinis.


“Tidak, sangat pantas dan benar.” Balas Mr. Grissham, lalu membelai bahu milik Mrs.mariah.


“Jika aku akhirnya memutuskan untuk mengandung, apakah kau akan menetap di kota ini?” ucapnya serius.


“Tentu saja, karena aku akan fokus denganmu juga calon bayi kita. Tetapi, sepertinya itu sangat tidak mungkin. Bukankah kau saja belum siap memiliki seorang anak!”


“Aku hamil.” Ucap Mrs. Mariah, membuat Mr. Grissham menyemburkna kopi dari mulutnya.


“Kau hamil! Benarkah!”


“Yah, aku hamil. Hamil anak kita.” Ucap Mrs. Mariah dengan mantap. Mr. Grissham pun mendekap dirinya, dan sangat bahagia atas kehamilan sang istrinya.


Seluruh tubuh Mrs. Mariah terasa lemas. Karena ia telah berhasil membohongi suaminya, bahwa anak yang berada didalam kandungannya ialah anak dari Mr. Grissham.


Sebuah kenyataan tak terungkapkan, Mrs. Mariah tidak mengandung anak dari benih Mr. Grissham.


Ia mengandung anak hasil dari perbuatannya bersama Mr. Reyhard beberapa minggu yang lalu. Sementara itu, sejak awal ia bersama Mr. Grissham, mereka selalu menggunakan alat kontrasepsi.


Mr. Grissham tak pernah menyadarinya, dikarenakan pikirannya hanya terfokus pada pekerjaan. Sehingga melupakan sesuatu yang sangat penting itu.


Selama proses kehamilan, Mrs. Mariah berusaha melupakan kenangan itu. Ia fokus dan mensugesti dirinya, bahwa anak yang berada didalam kandungannya ialah anak dari Mr. Grissham.


Hingga akhirnya anak pertama mereka pun lahir. Kelahiran Draco sangat aneh, hal itu pula membuat Mr. Grissham sempat depresi. Begitu pula halnya dengan Mrs. Mariah sangatlah depresi. Kepergian Mr. Grissham dalam beberapa tahun ia anggap sebagai hukuman baginya. Sekalipun Mr. Grissham tak pernah mengetahui kebenarannya.


***********


Di ruang VIP


Mrs. Mariah menangis tersedu-sedu, dihadapan Mr. Reyhard.


“Aku mencarimu, hingga akhirnya aku benar-benar telah menyerah. Namun, takdir pun mempertemukan kita, disituasi yang sulit. Aku tahu, aku sangat berdosa padamu.” Sesal Mr. Reyhard.


“Aku sudah melupakan semuanya, dan mengubur dalam kenangan itu.”


“Tapi benih dariku tidak akan mampu untuk kau kubur selamanya.”


“Diam! Kau hanya penganggu! Jangan pernah bicarakan hal ini pada siapapun. Atau aku akan!” Mrs. Mariah meraih pisau pemotong buah yang terletak di samping ranjang pasien.


“Ibu, apakah ibu sudah bangun?” ucap Ve, yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu.


“Yah, ibu baik-baik saja.” Ucap Mrs. Mariah, bersikap tenang kembali.


“Tuan Rey, maafkan aku. Aku pergi bersama Nona muda.” Ucap sang pelayan yang bertugas menjaga Mrs. Mariah.


“Tidak masalah.” Balas Mr. Reyhard.


Setelah beberapa saat kemudian...


Draco pun tiba, dengan membawa beberapa makanan kesukaan Ve.


“Kau harus makan, makanan yang bergizi.” Ucap Draco yang terlihat begitu posesive pada Ve.


Mrs. Mariah tak lepas dari tatapannya pada Mr. Reyhard yang terus menerus memperhatikan Draco.


“Selamat malam paman Rey.” Ucap Draco tersenyum tipis.


Lagi-lagi, Draco merasakan sesak diarea dadanya dan panas di kepalanya.


“Mengapa sakit ini muncul secara tiba-tiba.”


“Kak Draco!” Ucap Ve menahan tubuh Draco yang hampir terhuyung karena rasa sesak didadanya.


Melihat semua orang begitu memperhatikan mereka, Ve pun melepaskan tangannya dari tubuh Draco.


“Kakak, beristirahatlah. Sepertinya kakak sedang lelah.”


“Nona Velline sangat perhatian pada saudaranya, bukan!” Ucap Mr. Reyhard dan masih terus memperhatikan gerak gerik dari Draco dan Ve.


“Sepertinya, ada sesuatu yang harus segera kuselidiki.” Mr. Reyhard mulai berpikir keras, atas apa yang baru saja ia saksikan pada anak rahasianya bersama seorang wanita.


“Tentu saja, mereka adalah saudara yang sangat akur.” Timpal Mrs. Mariah mengalihkan perhatian dari Mr. Reyhard.


***


Setelah pertemuan diantara Draco bersama Mr. Reyhard, sepertinya Mr. Reyhard mulai mencurigai hubungan Draco bersama Ve.


Mr. Reyhard menyelidiki secara lengkap biodata maupun semua hal yang berhubungan dengan Draco.


Tak hanya sekali, dua kali, mereka bahkan berkali-kali saling bertemu. Hal itupun  terus terulang, Draco merasakan sesak di area dadanya setiap kali bertemu dengan Mr. Reyhard.


Di suatu pertemuan bisnis.


Draco pergi menghadiri sebuah pertemuan bisnis, dan lagi-lagi bertemu dengan Mr. Reyhard.


“Tuan muda Draco!” Seru Mr. Reyhard


“Yah, paman Rey. Apakah paman adalah bagian utama dari perusahaan xx?”


“Benar. Aku telah menanam saham di perusahaan dan beberapa bisnis yangs edang kau jalankan.”


“Oh, luar biasa. Sungguh sesuatu yang tak terduga.” Balas Draco tersenyum tipis.


Akh... Draco mulai memekik, saat Mr. Reyhard menyentuh bagian bahunya.


Mr. Reyhard semakin yakin, Draco adalah darah dagingnya.


“Draco!” Mr. Reyhard memeluk tubuh Draco, dan seketika rasa sesak dan panas itu mulai mereda.


Ada sesuatu yang nyaman kini menyelimuti perasaan Draco.


“Paman, ini sangat nyaman.” Ucap Draco, seketika itu, air matanya mulai menetes dengan sendirinya.


“Paman...” ucap Draco lirih. Air matanya semakin mengalir deras, ia pun tidak mengerti.


“Kau baik-baik saja, tuan muda Draco?” ucap Mr. Reyhard.


“Yah paman. Aku harus pergi, untuk urusan bisnis lainnya.” Draco bergegas pergi dari hadapan Mr. reyhard.


Mr. Reyhard menjilati ujung jari telunjuknya. Ia menusuk bagian punggung milik Draco secara diam-diam, Draco bahkan tidak menyadarinya.


“Darah anak ini benar-benar luar biasa.” Ucap Mr. Reyhard tersenyum miring.


“Cepat atau lambat, semua akan terungkap.” Gumamnya.


****