Mysterious Guy

Mysterious Guy
Menyerah



“Mysterious Guy”


Author by Natalie Ernison


Mr. Reyhard akhirnya mengatakan yang sebenarnya pada Mr. Grissham. Meski dengan risiko, hubungan mereka tidak akan seperti dulu lagi. Namun, semua telah ia pikirkan secara matang, dan tak mungkin terus di rahasiakan. Sementara Draco dan Velline harus merasakan dampak dari dosa orang tua mereka dimasa lalu.


~ ~ ~


Mr. Grissham sangat murka, dan memukul Mrs. Mariah, setelah Mrs. Mariah mengatakan bahwa Ve adalah anak haram. Mr. Grissham tak dapat menerimanya begitu saja.


Mr. Grissham terjatuh dan terguling di tangga, dan menyebabkan kepalanya mengeluarkan banyak darah. Beruntung Ve bergegas melarikan sang ayah ke rumah sakit terdekat.


“Rumah Sakit S”


Mrs. Mariah gemetar, setelah pertengkarannya bersama Mr. Grissham. Sementara Ve belum mengetahui sebab dari apa yang saat ini sedang terjadi pada sang ayah.


“Ibu, apakah ayah sedang mabuk?” tanya Ve pada Mrs. Mariah.


Mrs. Mariah masih belum bisa berbicara dengan tenang, ia masih sangat syok atas apa yang telah terjadi.


“Lebih baik, kita fokus dengan pemulihan ayah. Jangan bahas hal berat ini.” Tukas Mrs. Mariah acuh. Ve cukup heran dengan sikap Mrs. Mariah kali ini, namun tak ingin terlalu memikirkannya lagi.


Karena Mr. Grissham cepat ditangani, hal itu membuatnya segera tertolong. Kini semua proses pertolongan awal sudah selesai, dan Mr. Grissham sudah dapat pindah ke ruang rawat inap VIP.


Ruang rawat inap VIP


Mr. Grissham masih belum mampu menggerakkan kakinya, dan hanya mampu berbaring tak berdaya di ranjang pasien.


“Ayah, apakah perlu kak Draco datang kemari,”


“Tidak! Jangan beritahu Draco hal ini, biarkan saja dia fokus dengan pekerjaannya. Karena


bagi ayah, kau sudah cukup.” Tukas Mr. Grissham cepat.


Mrs. Mariah hanya duduk di sisi ruangan, dan tak berani mengucapkan sepatah katapun.


“Ayah hanya ingin anak perempuan ayah berada disisi ayah.” Ucap Mr. Grissham, merai tangan Ve.


“Ia ayah, aku akan bersama ayah.”


“Kau harus berjanji pada ayah, apapun yang terjadi kau akan selalu bersama ayah.”


Ve mengangguk dan menepuk bahu Mr. Grissham.


“Ayah harus sehat, dan besok aku akan pergi melakukan pengecekan perusahaan.”


“Lalu kau akan pergi meninggalkan ayah!”


“Bukankah masih ada ibu. Ibu akan menemani ayah.” Bujuk Ve. Mr. Grissham merasakan hidupnya seakan tak berarti. Semua serasa menghilang dan pergi dari hidupnya. Hanya Ve yang kini menjadi harapan mr. Grissham.


Selama beberapa hari berada di rumah sakit, Mr. Grissham enggan untuk berbicara dengan Mrs. Mariah, namun Mrs. Mariah masih dengan setia mendampinginya. Mrs. Mariah kini bersikap jauh lebih perhatian pada Ve.


“Kau jangan pernah katakan semua yang telah terjadi pada anakku, Velline. Atau, kau akan menyesal seumur hidupmu!” Ancam Mr. Grissham.


“Sampai kapan rahasia ini dapat dijaga. Cepat atau lambat, Velline dan Draco pasti akan mengetahuinya.”


“Tentu saja, jika kau yang mengatakannya! Bersikaplah, seolah tidak tahu.” Tukas Mrs. Grissham yang mulai bersikap dingin pada Mrs. Mariah.


***


Selama beberapa bulan lamanya, Mr. Grissham hanya mampu menggunakan kursi roda. Sementara segala urusan perusahaan, ia serahkan pada orang kepercayaannya dan juga atas nama Ve.


“Mansion kediaman Grissham family”


Prang


Mr. Grissham menepis tangan Mrs. Mariah yang berniat menyuapinya saat makan.


“Ayah, mengapa ayah melakukan hal itu?” ucap Ve saat melihat tindakan ayahnya.


“Ayah hanya ingin makan, jika kau yang melakukannya.” Ucap Mr. Grissham enggan untuk menerima kebaikan dari Mrs. Mariah.


“Baiklah ayah, aku yang akan melakukannya.”


Ve pun menyuapi ayahnya, ia sangat perhatian pada Mr. Grissham. Begitu pula dengan Mrs. Grissham yang begitu bahagia saat Ve berada disisinya.


Mr. Grissham sangat ingin menyetujui perpisahannya dengan Mrs. Mariah. Namun disisi lain, Draco akan bertanya-tanya, lalu akhirnya mengetahui kebenaran itu. Hal itulah yang sangat Mr. Grissham hindari selama ini.


“Tentu saja boleh. Jaxon adalah pria yang sangat baik. Ayah sangat senang, jika kau bersamanya.”


“Apa yang ayah katakan, itu tidak mungkin ayah.”


“Mengapa tidak anakku sayang. Kalian tidak memiliki hubungam darah. Tetapi, aku tidak akan pernah bisa menerima ayah bajing*nnya, yang telah membuatmu menderita.”


“Ayah, semua sudah berlalu, tidak perlu dipermasalahkan. Bukankah ayah telah memberikan pelajaran berharga bagi tuan Barbab dan bibi. Namun, untuk bersama kak Jaxon aku belum memikirkannya."


“Yeh, ayah tidak akan membiarkan siapapun menyakiti putri ayah.” Ucap Mr. Grissham sembari bersandar di pundak Ve.


“Aku sayang ayah.” Ucap Ve tersenyum bahagia.


>>>>


Jaxon sudah berkali-kali datang berkunjung ke mansion kediaman keluarga Grissham. Mr. Grissham pun menerimanya dengan cukup baik.


Ve pun menerima kehadiran Jaxon, dan Jaxon semakin banyak peluang untuk terus mendekati Ve.


Hingga suatu saat...


“Paman, aku ingin serius dengan Velline. Apakah, paman mengijinkanku?”


Mr. Grissham menatap dalam ke arah Jaxon. Sekalipun Jaxon adalah anak dari pria yang telah banyak membuat air mata didalam kehidpan Ve namun Mr. Grissham tidak ingin membuat Ve masih memikirkan Draco.


Ia pun menyetuji kedekatan Ve bersama Jaxon. Walaupun, Ve sebenarnya tidak mencintai Jaxon. Ve hanya berusaha membiarkan Jaxon sebagai sosok yang membuatnya melupakan Draco.


Sudah hampir satu tahun lamanya, Draco sudah tak lagi kembali ke kota B. Draco bahkan jarang memberikan kabar pada keluarganya, terlebih lagi Ve. Hubungan mereka seakan membeku, dengan begitu pula, Ve menjadi tak perlu memikirkan Draco terus menerus.


“Velline, jika kau merasa Jaxon adalah pria yang baik bagimu. Maka, lanjutkan saja.” Ucap Mr. Grissham pada Ve.


“Tidak ayah, aku sedang tidak ingin berhubungan dengan siapapun.”


“Usia ayah sudah tak lama, ayah semakin tua. Lalu, kapan kau akan memberikan ayah cucu?”


Ve tertegun, apa yang ayahnya katakan sungguh sesuatu yang benar. Ve tidak mungkin terus terpuruk didalam kenangan lamanya bersama Draco.


“Tidak ayah, aku dan kak Jaxon tidak mungkin bersama. Aku akan membuka hatiku pada  pria lain.” Ucap Ve meyakinkan sang ayahnya.


Mr. Grissham pun tak dapat memaksakan apapun pada Ve, karena Ve mempunyai pilihannya sendiri.


Walau bagaimanapun, Mr. Barnab adalah ayah dari Jaxon. Ve masih belum bisa melupakan hal yang telah keluarga Brant perbuat padanya bersama ibunya.


*******


Suatu saat, Mr. Grissham kedatangan tamu, seorang rekan lama bersama seorang pria.


Ve lagi-lagi dijodohkan dengan seorang pria. Namun, Ve sangat mengenal sosok pria ini.


Di mansion kediaman keluarga Grissham.


“Kak Carlos!” Ucap Ve saat pertama kali berjumpa dengan pria yang akan dijodohkan dengannya.



“Velline!” Ucap si pria.


Carlos Fransisco



Teman Ve semasa sekolah, dan terpaut usia dua tahun lebih tua dari Ve. Keduanya mulai mengakrabkan diri satu sama lain.


“Aku berharap, anak kita akan bersama dan kita pun menjadi keluarga.” Ucap Mr. Frasisco, ayah dari Carlos.


Tepatnya di ruang makan bersama, mereka terlihat begitu akrab. Mrs. Mariah pun berusaha bersikap sebaik mungkin. Perlahan-lahan, hubungannya dengan Mrs Grissham sudah mulai sedikit membaik.


“Kalian sudah saling mengenal satu sama lain. Bagaimana jika kita tetapkan saja tanggal pertunangan juga pernikahan kalian.” Ucap Mr. Fransisco.


Ve hanya menurut apa yang ayahnya katakan. Ve sudah lelah dengan perjalanan kisah cintanya. Kini, Ve sudah menyerahkan seluruh masa depannya pada pilihan sang ayah. Walaupun melalui perjodohan, Ve sudah tak lagi memikirkan hal lainnya.


“Aku hanya menyerahkan pilihan pada Velline. Bagiku tidak masalah, mungkin dengan begini akan jauh lebih baik.” Timpal Carlos.


Ve tersenyum tegar, dan masih belajar untuk menerima pria baru didalam hidupnya.


****