
“Mysterious Guy”
Author by Natalie Ernison
Sejak pertemuan pertama, antara Mr. Grissham dan Velline. Mr. Grissham terlihat berbeda, karena wajah Velline, terutama tatapan Velline mengingatkannya pada masa lalu. Pada akhirnya, Mr. Grissham semakin yakin bahwa Velline adalah anak kandungnya.
~ ~ ~
Mr. Grissham menyelidiki latar belakang Ve, hingga semua benar-benar terjawab.
“Paman, apa yang paman maksud?” ucap Ve dengan mata berkaca-kaca. Akan sangat sulit, jika apa yang Mr. Grissham katakan, benar adanya. Lalu bagaimana dengan hubungannya bersama Draco ke depannya. Semua pertanyaan itu terlalu menumpuk dikepala Ve kala itu.
“Velline, maafkan ayah...” isak Mr. Grissham, sembari berlutut dihadapan Ve.
“Paman, aku sungguh tidak mengerti.” Ve semakin kebingungan, dengan apa yang saat iini terajadi.
Mr. Grissham kembali mengatur napasnya, dan memberikanhasil tes DNA yang diam-diam ia lakukan, tanpa sepengetahuan dari Ve.
Ve terduduk di kursi, dengan mengatup mulutnya, menggunakan telapak tangan. Hasil tes tersebut, sudah sangat membuktikan kenyataan sesungguhnya. Ve mulai menangis, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan ke depannya. Rencana pernikahan bersama Draco sudah didepan matanya.
“Mengapa... mengapa semua menjadi seperti ini...” ucap Ve lirih.
“Semuanya sudah cukup lama.” Ucap Mr. Grissham dengan berderaian air mata.
Mr. Grissham pun mulai menceritakan, tentang kisah pilu masa lalu mereka.
*************
Tiga puluh tahun yang lalu, Mr. Grissham masih menikah dengan Mrs. Grissham yang saat ini telah menjadi istrinya. Mereka pun dikaruniai seorang putra tampan, yang mereka namai Draco Grissham. Namun, kelahiran Draco cukup aneh.
Seluruh tubuh Draco saat itu dipenuhi dengan bulu-bulu halus, dan juga matanya berwarna kuning keemasan.
Mr. Grissham sangat bingung, akan apa yang terjadi pada putranya. Mr. Grissham sangat sedih, setiap kali melihat keadaan Draco kecilnya.
Suatu saat, Mr. Grissham pergi ke sebuah kota untuk melebarkan sayap bisnisnya. Ia pun dipertemukan dengan seorang gadis cantik nan anggun. Gadis itu pun menjadi sekretaris pribadinya. Gadis yang sangat cerdas, dan juga berpenampilan menarik.
Sementara itu, hubungannnya bersama sang istri pun sangat tidak harmonis. Mereka sempat berpisah selama beberapa tahun.
Selama beberapa tahun itu pulalah, Mr. Grissham mulai menjalani hubungan bersama Nona Noara. Hubungan keduanya semakin dekat, hingga pada akhirnya Mr. Grissham jujur tentang identitas aslinya.
Namun, karena rasa cinta mereka kuat, mereka pun melakukan sebuah hubungan terlarang, hubungan diluar pernikahan. Mr. Grissham bersetubuh dengan Nona Noara, hingga mengandung.
Pada saat itu pula, keluarga dari Nona Noara tidak menyetujui hubungan mereka, dan akhirnya terpisah. Nona Noara memilih untuk berpisah dari Mr. Grissham. Meski sulit, karena sejak awal hubungan mereka adalah sebuah kesalahan.
Keduanya terpisah lama, bahkan Mr. Grissham tak pernah tahu jika Nona Noara masih mengandung.
Sebelum perpisahan, Nona Noara mengatakan bahwa, ia telah menggugurkan kandungannya. Sehingga, dengan cara itulah, Mr. Grissham akan berhenti mencarinya. Bahkan membencinya, yang telah membunuh buah hati mereka.
Nona Noara pun merawat kandungannya hingga ia melahirkan seorang anak gadis kecil yang mungil, dan memberinya nama Velline. Tidak ingin malu, keluarga dari Nona Noara pun melakukan perjodohan antara Nona Noara dengan seorang pria duda tampan.
Pria itulah Mr. Barbab Brant, ayah kandung dari Jaxon, dan ayah tiri dari Ve.
Kisah hidup Nona Noara sungguh penuh dengan kepiluan. Sekalipun tinggal di kota yang sama, Nona Noara tak lagi saling bertemu dengan Mr. Grissham. Dikarenakan, Mr. Grissham yang selalu bepergian ke luar kota, bahkan luar negeri.
Setelah saling berpisah dan berusaha untuk saling melupakan. Mr. Grissham pun kembali dengan istri sahnya, Mrs. Mariah Grissham, yang kini masih setia menjadi istri sahnya.
Mr. Grissham tak pernah tahu, jika buah hatinya bersama Nona Noara masih hidup bahkan dewasa.
Secara diam-diam, Jaxonlah yang menyelidiki asal-usul dari Draco. Setelah pertemuan panjang, terkuaklah siapa Velline sebenarnya.
--------
Mendengar semua penjelasan dari Mr. Grissham, Ve terdiam mematung.
Air matanya seakan berhenti menetes, suhu tubuh Ve seketika itu menjadi panas. Ve pun jatuh tak sadarkan diri.
“Velline, Velline!” Seru Mr. Grissham panik.
Ve dibawa ke kediaman keluarga Grissham. Bukan kediaman utama, melainkan kediaman yang akan mereka tempati, saat berkunjung ke kota tersebut.
***
"Kediaman keluarga Grissham"
“Draco!” Cegat sang ayah, saat Draco hendak mengecup kening Ve kala itu.
“Ayah,” ucap Draco heran.
Di sana, juga ada Mrs. Mariah, ibu dari Draco.
Mrs. Mariah sangat terbuka dengan kehadiran Ve. Ia mengerti, jika Ve tidak bersalah dalam hal ini. Semua yang terjadi dimasa lalu, tak akan dapat terulang kembali.
“Ayah, tenanglah.” Ucap Mrs. Mariah pada mr. Grissham.
“Apakah terjadi sesuatu padamu Vellineku sayang,” ucap Draco yang terus terjaga di samping Ve.
Suhu tubuh Ve semakin panas, dan tubuhnya terasa begitu pegal. Ve demam tinggi, dan tak dapat melakukan banyak aktivitas. Sementara itu, Mr. Grissham bersama Mrs. Mariah begitu aktiv menjaga keadaan Ve.
Karena, mereka sangat tahu bagaimana keras kepalanya Draco.
Keesokkan harinya...
Suhu tubuh Ve mulai normal, namun ia masih sangat lemah.
“Kau baik-baik saja? Cepatlah pulih, kita akan melakukan foto pre-wedding.” Ucap Draco dengan wajah penuh antusias.
Ve terlihat kian murung, dan ia menunduk pilu. Rasanya, terlalu sakit untuk dihadapi. Ve hampir tak sanggup menahan rasa sesak didadanya.
“Draco, biarkan Velline beristirahat. Jangan ganggu waktu pemulihannya.” Ucap Mrs. Mariah.
“Baiklah, cepatlah sembuh.” Ucap Draco, mengusap puncak kepala Ve, lalu melangkah pergi.
Ve sudah tak mampu menahan sesaknya. Ia pun mulai menangis didalam pelukan Mrs. Mariah.
“Tetaplah fokus dengan pemulihanmu, kita akan bicarakan semuanya.”
>>>
Pada suatu malam, tepatnya masih di kediaman keluarga Grissham.
Seluruh anggota keluarga dariMr. Grissham sudah berkumpul. Begitu pula halnya dengan Draco yang baru saja tiba.
Prang
Draco menendangi guci yang berada di dalam ruangan keluarganya hingga hancur.
“Semua pasti bohong! Semua hanyalah kebohongan ayah, bukan!” Teriak Draco, lalu jatuh tersungkur di hadapan sang ayahnya.
Ve hanya mampu duduk di samping Mrs. Mariah, dan menyenderkan kepalanya di pundak Mrs. Mariah.
“Ayah, katakan, ini hanyalah kebohongan..” ucap Draco lirih.
“Maafkan ayah, nak. Maafkan ayah. Ayahlah yang sangat bersalah, karena keegoisan ayah dimasa lalu. Semua menjadi seperti ini.” Sesal Mr. Grissham.
“Ibu, cepat katakan ini hanyalah kebohongan!” Teriak Draco lagi.
“Draco, hentikan nak. Hentikan... terimalah kenyataan ini.” Isak Mrs. Mariah.
Draco menatap ke arah Ve yang duduk lemas tak berdaya.
“Velline, jika aku tidak bisa memilikimu, maka pria lain pun tidak.” Tukas Draco, lalu melangah pergi.
Ve semakin terisak tak berdaya dengan kenyataan pilu ini.
Rencana pernikahan mereka pun gagal total. Undangan yang sudah akan segera disebar luaskan, sudah ditarik kembali. Semua harapan besar mereka pun hilang lenyap, bak ditelan angan.
Draco tak tahu harus berbuat apa lagi. Hatinya sangat hancur lebur, ia tak mampu
melihat kehadiran Ve.
Begitu pula dengan Ve, Ve sangat terpukul, dan menjadi sakit-sakitan karena memikirkan hal itu.
****