Mysterious Guy

Mysterious Guy
Terlalu pahit



“Mysterious Guy”


Author by Natalie Ernison


Merasa mulai lelah dengan perjuangannya, Draco pun memilih untuk pergi menjauh dari Velline. Semua ia lakukan, agar tidak lagi saling bertemu dengan Velline. Meski sakit yang tersisa, namun hanya itulah yang dapat Draco lakukan. Draco tidak ingin membuat Velline terkekang akan kehadirannya. Karena sampai kapan pun, Draco tidak akan mampu melihat Velline bersama pria lain.


~ ~ ~


“Mansion kediaman Mr. Reyhard”


Duduk di atas kursi kerja, sembari memutar-mutarkan kursi yang sedang ia tempati. Dengan segelas darah segar yang terisi di dalam gelas yang ia genggam.


“Sejak awal, aku sudah menduga. Jika anakku dan gadis itu memiliki sebuah hubungan.” Ucap Mr. Reyhard pada salah seorang asistennya.


“Benar tuan. Tuan muda Draco pergi, karena tidak bisa bersama Nona muda Velline. Pernikahan mereka gagal,  karena mereka  dinyatakan memiliki hubungan darah.”


Prang


Mr. Reyhard membanting gelas yang berisikan darah segar, hingga tumpah di lantai. Semua yang ada disana, menunduk ketakutan.


“Mereka tersiksa, karena kebohongan yang telah terjadi!” Ucap Mr. Reyhard dengan suara yang nyaring. Ia pun merasa tidak tega, atas apa yang terjadi pada Draco juga Ve.


Semua pun juga karena kesalahan mereka dimasa lalu. Hal itu tentu tak dapat dipungkiri.


“Aku harus mengatakan yang sebenarnya, dengan segala risiko.” Ucapnya, lalu bangkit dari tempat duduknya.


Mr. Reyhard berencana untuk melakukan pertemuan dengan Mr. Grissham, dan tanpa sepengeahuan dari Mrs. Mariah. Melihat darah dagingnya begitu menderita atas kisah yang belum terselesaikan. Tentu saja membuat Mr. Reyhard semakin berada didalam perasaan bersalahnya yang begitu mendalam.


Dengan segala risiko yang ada, Mr. Reyhard sudah siap menanggungnya. Sekalipun Mr. Grissham memutuskan untuk menceraikan Mrs. Mariah, Mr. Reyhard masih bersedia menerimanya.


Karena hingga saat ini, Mr. Reyhard masih belum mampu menemukan sosok wanita, seperti Mrs. Mariah.


***


Di area danau - sisi Kota B


Mr. Reyhard mengajak Mr. Grissham untuk saling bertemu. Sepertinya, Mr. Reyhard sudah benar-benar siap dengan segala konsekuensinya.


“Tuan Rey, maaf aku baru saja kembali dari rapat.” Ucap Mr. Grissham yang baru saja tiba.


Keduanya pun duduk di tepi danau, di atas bebatuan yang sudah berada disana.


“Yah, aku pun baru saja tiba.” Ucap Mr. Reyhard dengan wajah tersenyum sendu. Hatinya begitu berat mengatakan semua ini, namun ia tidak dapat lagi menahannya.


“Apakah ada hal penting yang ingin kau sampaikan, suadaraku?” ucap Mr. Grissham menepuk bahu milik Mr. Reyhard. Mr. Grissham memang sangat dekat dengan Mr. Reyhard.


“Griss, kita telah lama saling mengenal. Kuharap, persahabatan kita tidak akan berakhir hanya karena permasalahan lama.” Ucap Mr. Reyhard


Mr. Grissham menepuk bahu milik Mr. Reyhard.


“Rey, aku selalu menghormatimu. Aku pun sangat ingin memanggil namamu saat kita bersama. Tetapi, aku ingin tetap menjaga wibawamu.” Kekeh Mr. Grissham, dan menikmati udara sejuk sore itu.


“Griss, Draco adalah anakku.”


“Kau sangat suka bergurau. Jangan bicara hal yang tidak masuk akal, Rey.”


“Griss, aku serius. Draco adalah darah dagingku, dan..—“


Mr. Reyhard mulai menceritakan seluruh kisah yang sebenarnya. Tanpa ada yang dikurangi dan ditambahkan, semua dijelaskan secara gamblang dan sebenarnya.


Mr. Grissham terdiam, tak tahu harus merespon apa. Ia bagaikan di sambar petir sore hari.


“Rey, kau tidak sedang bergurau?” Mr. Grissham bangkit dai tempat tidurnya.


“Ampuni aku Griss! Aku tidak tahu jika kau adalah suami dari wanita yang pernah sangat aku cintai. Aku memang bajing*n Griss! Kumohon, jangan pisahkan Draco dengan Nona Velline. Mereka pantas bahagia, dan bukan menderita karena dosa kami dimasa lalu...” ucap Mr. Reyhard dengan lirih.


Tersungkur dikaki Mr. Grissham, dan sangat memohon.


“Rey, biarkan aku pergi menenangkan pikiranku sejenak.” Ucap Mr. Grissham, lalu pergi dari hadapan Mr. Reyhard.


“Reyhard, jangan pernah usik ketenangan keluargaku.” Ucapnya sebelum pergi, berjalan dengan tertatih.


Mr. Grissham pulang ke mansion dengan pikiran yang begitu kacau tak terkatakan lagi. Sementara Mr. Reyhard ia tinggalkan begitu saja.


***


“Mansion kediaman Grissham family”


Mr. Grissham memasuki mansion dan langsung berjalan menuju kamar pribadinya bersama Mrs. Mariah.


“Selamat malam ayah, hari ini pulang lebih awal!” Ucap Mrs. Mariah menyambut kepulangan suaminya. Mr. Grissham menatapnya dengan tatapan kebencian.


“Apakah Draco bukan darah dagingku sebenarnya!” Tukas Mr. Grissham secara tiba-tiba.


Mrs. Mariah melepaskan gelas kaca yang sedang berada di tangannya, matanya membelalak terkejut.


“Apa benar Draco anak dari Reyhard?” Ucap Mr. Grissham, melangkah menuju Mrs. Mariah.


“Ayah, apa yang ayah katakan?” ucap Mrs. Mariah dengan bibir gemetar dan tubuh yang mulai lemas.


“Katakan Mariah! Katakan sejujurnya!” Bentak Mr. Grissham dengan nada tinggi.


“Tidak...”  lirih Mrs. Mariah, lalu jatuh tersungkur dihadapan Mr. Grissham.


“Sejak awal kelahiran Draco, aku sudah merasa Draco bukanlah anakku. Ternyata, semua benar.” Ucap Mr. Grissham dengan tubuh gemetar menahan amarahnya.


“Mungkin ini hukuman Tuhan untukku. Aku telah mengabaikan istri dan juga anak dari istriku, lalu aku bersama wanita lain.” Lirih Mr. Grissham.


“Ampuni aku... aku tidak sanggup jujur padamu... aku terlalu takut kehilanganmu. Walaupun, akhirnya kau juga pergi selama beberapa tahun itu.” Isak Mrs. Mariah.


Mrs. Mariah melahirkan seorang anak yang bukan darah daging dari Mr. Grissham. Begitu pula halnya dengan Mr. Grissham sempat bersama Mrs. Noara, hingga menghadirkan Velline. Keduanya sama-sama memiliki kesalahan dimasa lalu, namun belum terselesaikan.


 “Terima kasih telah menerima Velline didalam keluarga ini. Namun, aku tidak dapat menerima kehadiran Draco didalam hidup Velline. Draco bukanlah manusia.” Ucap Mr. Grissham.


“Biarkan mereka bersama, dan cukup aku yang pergi dari mansion ini.” Isak Mrs. Mariah.


“Semua karena kesalahanku. Jika kau sudah tak lagi menginginkanku, maka aku akan pergi dari hidupmu...”


“Dengan mudahnya kau mengucapkan kata perpisahan, setelah apa yang kau lakukan padaku dan juga anakku Velline. Kau keterlaluan Mariah!” Tukas Mr. Grissham.


“Kau tega membohongiku! Jika sejak awal kau jujur, mungkin semua tidak akan terjadi!” Teriak Mr. Grissham.


“Kau pun telah menghadirkan Velline didalam rumah tangga kita!”


“Lalu kau keberatan! Padahal, sejak kecil Draco telah hidup dengan nyaman, tidak seperti Velline yang selalu menderita. Kau ingin membandingkan kehidupan anakku dengan anakmu bersama Rey!” Bentak Mr. Grissham.


“Kau menghadirkan  Velline, yang hanyalah anak haram, tapi aku menerimanya!”


“Diam!”


Plak


Mr. Grissham memukul wajah Mrs. Mariah hingga membuat Mrs. Mariah terjatuh.


“Bukankah aku benar! Aku benar! Velline hanya anak harammu bersama Noara!”


“Kau tidak berhak mengatakan hal buruk tentang anakku!” Mr. Grissham begitu geram. Karena emosinya yang meluap, ia hampir tak mampu mengendalikan diri.


Dadanya terasa sesak, dan kehilangan keseimbangan.


Bhhuak...


Mr. Grissham terjatuh hingga terguling di anak-anak tangga, dari lantai sdua hingga lantai dasar mansion.


“Tidak!” Mrs. Mariah berteriak histeris, saat melihat darah menyucru deras dari kepala Mr. Grissham.


“Ayah!” Jerit Ve, yang baru saja membuka pintu mansion, ia baru saja pulang dari pekerjaannya.


***