Mysterious Guy

Mysterious Guy
Perjodohan



“Mysterious Guy”


Author by Natalie Ernison


Setelah merencanakan pernikahan, dan akan segera melakukan proses akhir. Sesuatu hal diluar perkiraan pun harus Draco dan Velline hadapi. Sebuah kenyataan pilu yang tak mampu mereka hadapi. Hubungan yang begitu sulit untuk dibangun, dan setelah tiba dipuncaknya. Justru, terkuaklah latar belakang dari Velline yang sesungguhnya.


~ ~ ~


Draco sangat frustasi, dan hancur. Usaha dan perjuangan besarnya, kini hanya berujung luka. Draco tidak dapat memiliki Ve, dikarenakan Ve adalah adiknya sendiri. Meski beda ibu, tetapi satu ayah.


Kota A


“Mansion kediaman Grissham family”


Ve pun di bawa ke kota B, dan tinggal di mansion megah milik sang ayah, Mr. Grissham.


“Jika kau membutuhkan sesuatu, katakan saja.” Ucap Mr. Grissham.


Ve diperlakukan secara istimewa, Mrs. Mariah sangat menyayangi Ve, layaknya anak perempuannya sendiri. Ve juga menjabat sebagai pimpinan perusahaan cabang, milik sang ayahnya. Sedangkan Draco, masih berstatus sebagai pimpinan muda beberapa perusahaan bersar ayahnya.


Ve duduk di ruang kerja miliknya, sembari mempelajari setiap lembar demi lembar berkas-berkas perusahaann. Kehidupannya sungguh berubah drastis, ia kini menjadi wanita yang jauh lebih terhormat.


Mr. Grissham bahkan tak segan untuk mengenalkan Ve pada semua orang, bahwa Ve adalah putrinya.


“Permisi, Nona muda!” Seru seorang pelayan, dengan membawakan sebuah nampan yang berisikan beberapa makanan bagi Ve.


“Silakan masuk bi,” balas Ve, dan masih berkutat dengan layar laptop miliknya.


Sang pelayan pun kembali bekerja, Ve mempehatikan sejenak apa yang tersaji disana. Ia tertegun, saat melihat segelas minuman tradisional dan juga makanan terdisional lainnya.


Ve sangat tahu, jika semua ini hanyalah satu orang yang mengetahui kesukaannya. Bahkan penyajiannya begitu rapi. Dengan tangan gemetar, Ve maraih segelas minuman hangat itu, sebagai penghangat tubuhnya.


Wajah Ve menjadi sendu, rasanya ia ingin menangis. “Kak Draco...” ucapnya pelan.


Ve membungkuk di kursi, dan meletakkan kepalanya pada bagian atas meja. Memejamkan matanya sejenak, hanya untuk melepaskan rasa penatnya selama beberapa minggu ini.


Draco kini tak lagi bersama dengan keluarganya, Draco bahkan tinggal tetap di mansion miliknya sendiri, tepatnya di kota A.


“Perusahaan Cabang B”


Ve berjalan melalui lorong gedung, kantor tempat ia kini menjabat sebaga pimpinan perusahaan.


“Selamat pagi Nyonya Velline!” Sapa para pegawainya. Ve hanya tersenyum dan memberikan penghormatannya pada seluruh pegawai.


Semua pegawai begitu menyukai kehadiran Ve. Ve memimpin dengan begitu bijaksana, dan tak membeda-bedakan pegawai senior maupun junior. Sungguh pimpinan yang sangat ramah dan juga cerdas.


Buah dari segala kerja kerasnya, kini menuai hasil yang sangat optimal. Walaupun harus melalui berbagai rintangan penderitaan.


Suatu saat...


Ruang utama Mrs. Velline Grissham


Drtttt... Ayah Grissham memanggil...


Ve: “Hallo ayah, selamat sore!”


**Mr. Grissham:**“Velline anakku sayang, malam ini akan ada pertemuan makan malam dengan rekan kerja ayah. Temani ayah, oke.”


Ve: “Baiklah ayah, setelah aku menyelesaikan tanggung jawabku. I love you, ayah.”


Ve tersenyum setelah menerima panggilan dari Mr. Grissham. Mr. Grissham sangat menyayangi Ve melebihi apapun. Begitu pula halnya dengan Draco, sekalipun Draco begitu keras kepala.


“Makan malam bersama rekan kerja... sungguh mendadak sekali.” Gumam Ve, lalu denga segera menyelesaikan pekerjaanya.


Usai semua terselesaikan, Ve pun pulang ke mansion. Tentu saja bersama seorang supir juga pengawal pribadinya. Karena pada dasarnya, seorang pimpinan wanita, muda dan menarik seperti Ve haruslah dikawal dengan begitu ketat.


Mr. Grissham sangat posesive akan keamaan anak perempuannya.


Loby utama


“Tuan Sonj, kita akan pulang ke manison, dan malam akan pergi ke jamuan makan bersama ayah.” Ucap Ve pada sang supir.


“Baik, Nyonya muda.” Ucap sang supir mudanya. Ve sangat sopan kepada semua orang-orangnya.


Sekalipun derajat mereka berbeda jauh, namun Ve tidak pernah menganggap rendah siapapun yang berada di bawah derajatnya. Karena Ve sudah mengalami, bagaimana rasanya direndahkan. Hal itulah yang membuat Ve menjadi wanita yang rendah hati.


***


“Mansion Kediaman Grissham family”


Ve bergegas pulang ke mansion keluarganya, dan bersiap-siap untuk menghadiri acara jamuan makan malam bersama rekan  kerja sang ayah.


“Velline, gunakan gaun ini saja!” Ucap Mrs. Mariah sembari menyodorkan sebuah dress berwarna hitam.


“Wow, ini sangat bagus bu.” Ucap Ve girang.


“Yah, kau harus tampil menawan malam ini.” Ucap Mrs. Mariah.


Setelah mengenakan dress hitam, yang memperlihat bentuk tubuh Ve. Mrs. Mariah pun mendandani Ve menjadi lebih anggun dan menarik.


“Kau sangat menarik,” puji Mrs. Mariah. Menatap penampilan Ve dengan wajah sendunya.


“Tuhan , apakah aku sudah berdosa dengan semua ini...” batin Mrs. Mariah.


Mrs. Mariah bersama Ve pun pergi ke sebuah jamuan makan malam.


***


“Hotel xx”


Jamuan makan malam itu, dilaksanakan di sebuah hotel berbintang. Semua tamu yang datang, adalah orang-orang terhormat.


“Hallo sayang, kaus angat anggun malam ini.” Puji Mr. Grissham sembari merangkul Ve bersama Mrs. Mariah.


Mereka pun makan malam bersama, dan di sana sudah ada sepasang suami istri beserta seorang pria muda.


“Selamat malam Nona Velline. Nona sangat menawan malam ini, kami telah mendengar banyak tentang nona.” Ucap seorang wanita yang merupakan istri dari rekan bisnis Mr. Grissham.


“Terima kasih Nyonya,” balas Ve, lalu mulai menyantap  makanan miliknya.


Susana makan malam itu, terasa hangat. Semua terlihat bahagia, begitu pula dengan seorang pria muda, yang akan dijodohkan bagi Ve.


Usai makan malam bersama.


“Kalian, silakan saling berbincang-bincang. Kami akan pergi untuk membicarakan perihal bisnis.” Ucap ayah dari pria yang kini bersama Ve.


>>>


“Kinerja Nona, sangat bagus, dan aku sudah melihat begitu banyak perkembangan dari perusahaan yang saat ini Nona jalankan.” Ucap si pemuda yang kini duduk bersama Ve.


“Terima kasih, Tuan George.” Ucap Ve ramah.


Keduanya pun terlihat kian akrab dan saling bertukar nomor telepon.


Malam itu, menjadi pertemuan awal mereka. George sangat perhatian pada Ve, dan Ve pun mulai membuka diri untuk kehadiran orang lain. Karena, Ve juga ingin benar-benar terlepas dari kisah lamanya dan mencoba untuk saling melupakan.


Hingga suatu saat...


***


“Mansion kediaman Grissham family”


Suasana mansion terlihat begitu tenang, namun Ve sedang tidak berada di tempat.


“Selamat datang tuan muda, Draco!” Sapa para pelayan.


Draco memandangi seluruh ruangan mansion, dan menatap ke arah para pelayan mansion.


“Apakah mansion ini sudah menjadi tak berpenghuni!” Ucap Draco pada para pelayan.


“Semua sedang sibuk tuan, dan juga Nona muda Velline sedang pergi bersama..—“ ucapan sang pelayan itupun terhenti seketika. Ia baru mengingat sesuatu yang tidak boleh ia utarakan.


“Velline! Kemana dia, siapa yang membawanya?” Draco terlihat kian penasaran.


“Nona muda sedang pergi bersama tuan muda George, tuan.” Ucap sang pelayan dengan suara yang terdengar sedikit gemetar.


“George! Direktur muda dari perusahaan Strom Group!” Tukas Draco yang mulai terlihat tak senang dengan berita yang baru ia dengarkan.


“Yah, tuan.” Ucap sang pelayan gugup.


Draco pun bergegas pergi dari mansion keluarganya. Melajut dengan motor sport miliknya, ia terus mencari keberadaan Ve saat itu.


***


Area kota B


Ve sedang duduk bercengkrama bersama George, tepatnya di tepi danau yang terlihat tidak terlalu ramai.


“Nona Velline, ternyata selera humor nona cukup bagus!” Ucap George yang terihat begitu menikmati kebersamaan mereka.


“Terima kasih, tuan George.” Balas Ve tersipu. Mereka terlihat begitu akrab, dan Ve senang bergaul dengan pria ramah seperti George.


Tiba-tiba saja...


“Jadi ini yang dinamakan mengurus urusan bisnis!” Ucap seseorang yang membuat mereka cukup terkejut.


“Selamat sore, tuan muda Draco..—“ ucap George.


Bugh


Draco langsung memukul wajah George tanpa banyak bicara.


“Kau tidak boleh terlalu dekat dengannya!” Peringat Draco, lalu meraih tangan Ve.


“Kak Draco hentikan!” Bentak Ve panik.


Draco meraih krah leher baju milik George. “Kau hanya pria pemula didalam hidupnya. Jangan coba-coba mendekat, atau kupastikan kau akan menyesal!” Ancam Draco.


Ve sangat panik, atas apa yang sedang terjadi saat itu. Draco memukul lagi, wajah George hingga mengeluarkan sedikit darah di pinggir bibirnya.


"Dasar pria bajing*n!" Umpat Draco geram.


***