
“Mysterious Guy”
Author by Natalie Ernison
Pertemuan bisnis antara keluarga Grissham bersama Mr. Reyhard menyisakan sebuah kisah yang selama ini ditutup rapat oleh Mrs. Mariah dari semua orang. Tak ada yang tahu, apa sebenarnya yang terjadi. Namun sepertinya, Mrs. Mariah sedang menyimpan sebuah rahasia besar.
~ ~ ~
Selama berhari-hari, Mrs. Mariah dilanda perasaan gelisah tak menentu. Ia pun akhirnya jatuh sakit, karena terlalu memikirkan permasalahan yang kini ia pendam sendiri.
Berjalan, duduk lagi, berjalan dan duduk lagi. Itulah yang Mrs. Mariah lakukan, bahkan didalam keadaan sakitnya pun, ia masih belum mampu berpikir dengan jernih.
“Permisi Nyonya, ada panggilan!” Seru salah seorang pelayan dari balik pintu kamar pribadinya.
“Panggilan, mengapa harus melalui telepon rumah. Apakah, ada hal mendesak?” gumamnya, lalu melangkah ke luar.
Meraih gagang telepon, dan meletakkan di telinganya. “Hallo, selama siang!” Ucapnya, sembari menyibak rambut bergelombangnya.
“Bagaimana keadaanmu, apakah kau masih sakit?” Ujar seseorang dari balik panggilan tersebut.
Seketika itu pula, pupil mata Mrs. Mariah membesar lalu menutup panggilan tersebut. Napasnya terengah dan bahkan mencabut kabel sambungan telepon.
Hah hah... “Tidak mungkin...” Pekiknya, lalu berteriak histeris.
Teriakan dari Mrs. Mariah membuat seisi mansion terkejut.
“Nyonya! Apa yang terjadi nyonya?” ucap panik para pelayan mansion.
Mrs. Mariah duduk di kursi samping meja, tempat telepon berada. “Omong kosong, tidak mungkin!” Jerit Mrs. Mariah histeris.
Mrs. Mariah mulai menangis tersedu-sedu, lalu lemas.
“Nyonya, tenanglah...” ucap sang pelayannya prihatin. Suhu tubuh Mrs. Mariah seketika itu juga terasa sangat panas.
“Cepat panggil Tuan Griss!” Titah salah seorang kepala pelayan apda pealayan wanita lainnya.
Mereka pun dengan segera membawa Mrs. Mariah ke salah satu rumah sakit terdekat.
***
Seluruh pelayan mansion begitu panik, dan saat itu Mr. Grissham pun sedng tidak berada di tempat.
“Rumah Sakit X”
Di ruang VIP
“Ibu jangan pikirkan banyak hal, fokus dengan kesehatan ibu.” Ucap Ve, sembari memujat pelan lengan Mrs. Mariah.
Mrs. Mariah tersenyum lembut. “Terima kasih Velline, seharusnya kau pergi bersama rekan kerjamu.”
“Tidak bu, hal itu dapat kutunda. Tetapi, kesehatan ibu adalah tanggung jawab kami semua. Saat ini, ayah juga tidak bersama ibu.”
“Ayah sangat sibuk, kau pun harus menjaga kesehatanmu sayang.” Ucap Mrs. Mariah dengan tatapan sendu.
Setelah beberapa saat kemudian...
Mrs. Mariah mulai beristirahat, dan Ve pun berniat untuk keluar membelikan sesuatu.
“Bi, tolong jaga ibu, aku akan pergi.” Ucap Ve, lalu bergegas keluar.
“Nona Velline Grissham!” Seru seorang pria pada Ve.
“Yah tuan,” jawab Ve dengan senyuman ramahnya.
“Perkenalkan, aku Rey, rekan bisnis ayahmu, tuan Griss.” Ucap si pria sembari mengajak Ve untuk berjabat tangan.
“Velline, paman.” Jawab Ve.
“Aku ingin menjenguk Nyonya Mariah, apakah boleh?”
“Yah paman. Silakan masuk, ada pelayan yang sedang menjaga ibu. Aku ada keperluan,” ucap Ve lalu bergegas pergi.
Pria tersebut ialah Mr. Reyhard.
Dengan segera masuk ke dalam ruang VIP, tempat Mrs. Mariah sedang dirawat.
>>>
“Selamat malam tuan Rey,” sapa sang pelayan yang sedang menjaga Mrs. Mariah.
“Apakah kau ingin melakukan sesuatu?” tanya Mr. Reyhard.
“Yah tuan, tolong jaga Nyonya sebentar. Aku ingin pergi ke kantin rumah sakit.”
Setelah semua orang sudah tidak berada di tempat.
Mr. Reyhard duduk di samping ranjang pasien, tempat Mrs. Mariah sedang terbaring.
“Mariah, aku tidak menyangka jika anak kita masih hidup dengan baik dan sehat.” Ucap Mr. Reyhard, seketika Mrs. Mariah terbangun, karena sentuhan kembut di wajahnya dari Mr. Reyhard.
“Kau!” Pekik Mrs. Mariah dengan mata membelalak.
“Kau, pergi! Pergi dari sini!” Teriak Mrs. Mariah.
“Mariah tenanglah, kumohon dengarkan aku. Tenanglah!” Ucap Mr. Reyhard, hanya dengan tatapannya saja, Mrs. Mariah terdiam.
Mrs. Mariah menangis tanpa suara, kini ia lebih tenang dari sebelumnya.
“Saat itu aku memang bodoh, aku ingin mengejarmu. Namun, aku tidak dapat melalukannya, karena kau telah memiliki suami. Lebih bodohnya aku, baru malam itu aku tahu, jika tuan Griss adalah suamimu.”
“Mariah, tolong ijinkan aku untuk bertemu dan mengatakan yang sebenarnya pada anak kita.”
“Bajing*n! Jangan pernah usik kehidupan tenang keluargaku. Kita hnayalah kesalahan, dan akibat perbuatanmu, rumah tanggaku sempat goyah selama beberapa tahun. Kau pikir, aku tidak menderita.” Isak Mrs. Mariah.
“Aku tahu, aku sangat salah. Aku terlalu menginginkanmu, aku tidak mampu mencari penggantimu hingga saat ini.” Ucap Mr. Reyhard dengan suara lirihnya.
---Kilas balik---
Di kehidupan masa lalu, Mr. Reyhard adalah sahabat baik dari Mrs. Mariah. Keduanya sangat dekat, dan Mr. Reyhard sudah menaruh perasaan pada Mrs. Mariah. Namun, karena perjodohan antara kedua belah keluarga dari Mrs. Mariah dan keluarga Grissham. Hal itu membuat, Mrs. Mariah lebih memilih Mr. Grissham. Karena ia tahu, jika Mr. Reyhard bukanlah manusia biasa dan sewaku-waktu dapat membahayakan dirinya, pikirnya kala itu.
Mrs. Mariah lebih mencintai Mr. Grissham, sedangkan Mr. Reyhard terlalu lama mengutarakan perasaanya pada Mrs. Mariah.
Keduanya pun terpisah jarak, bahkan pernikahan Mr. Grissham bersama Mrs. Mariah pun tanpa pengetahuan dari Mr. Reyhard.
Namun, diawal pernikahan mereka, Mrs. Mariah berkata bahwa ia belum siap untuk memiliki seorang anak. Dikarenakan juga, usianya pada saat itu masih sangat muda, dan ia sembari berkuliah. Mereka pun melakukan hubungan sek* aman, menggunakan alat kontrasepsi sejak awal pernikahan.
Ia tak ingin kehamilannya mengganggu pendidikannya. Hal itulah menjadi alasannya untuk menunda kehamilan. Terlebih lagi, Mr. Grissham kerap kali bepergian ke luar negeri. Sementara pernikahan mereka saja, dapat dikatakan sebatas status pernikahan.
Mrs. Mariah sangat depresi dengan keadaan keluarganya yang terus menerus memintanya untuk segera hamil. Sedangkan ia harus menyelesaikan tugas-tugas akhir kuliah terlebih dahulu.
Karena terlalu tertekan, ia pun pergi ke luar kota.
***
“Di sebuah Bar”
“Dasar pria bajing*n! Setelah mendapatkan apa yang berharga dariku, lalu pergi sesuka hati. Aku pun butuh perhatianmu.” Racau Mrs. Mariah yang sudah setengah mabuk, akibat minuman beralkohol yang terlalu banyak ia konsumsi.
“Mariah, mengapa kau seperti ini?” ucap seorang pria yang baru saja tiba di bar tersebut.
“Kalian para pria hanya ingin enak saja.” Racaunya sembari menoyor kepala pria tersebut.
“Kau sudah sangat mabuk, aku akan membawamu pergi.” Ucap pria tersebut, mengangkat Mrs. Mariah menuju mobil, dan membawanya ke sebuah rumah minimalis.
***
Keduanya pun tiba di kediaman milik si pria, yang ialah Mr. Reyhard.
“Kediaman Mr. Reyhard”
“Tak kusangka, setelah sekian lama kau tetap seanggun dulu.” Ucap Mr. Reyhard membelai wajah Mrs. Mariah.
Karena baju dress yang Mrs. Mariah kenakan cukup terbuka bahkan memperlihatkan area dada ranum miliknya. Hal itu membuat Mr. Reyhard menelan salivanya. Ada sesuatu yang mengganggu dibawah sana, yang ingin segera dilampiaskan.
Umm... Mrs. Mariah mendes*h pelan, sembari mencengkram area kepalanya yang mulai pening.
Ia bangkit dan duduk dengan keadaan yang kacau.
“Kapan kau akan mengerti diriku, apakah menunggu aku menghilang!” Racau Mrs. Mariah, meraih kerah leher milik Mr. Reyhard
Jarak keduanya sangat dekat, dan tubuh keduanya saling bersentuhan.
Sebagai seorang pria normal, tentu saja hal itu telah menganggu ketenangan milik Mr. Reyhard.
“Mariah, kau sangat cantik dan membuatku tak henti-hentinya menggila.” Ucap Mr. Reygard.
Mr. Reyhard mulai mencumbui Mrs. Mariah dengan cukup tergesa-gesa. Dalam keadaan yang sama kacaunya, Mr. Reyhard tak lagi memikirkan status Mrs. Mariah kala itu. Hingga akhirnya keduanya pun bercinta, namun Mrs. Mariah masih di bawah alam kesadarannya.
Ia berusaha meronta-ronta, saat Mr. Reyhard mulai melepaskan dress miliknya, dan menyingkapnya.
“Bajing*n lepaskan! Tidak!” Pekik Mrs. Mariah, namun semua sia-sia. Mr. Rehard terlalu kuat untuknya.
***