
jam berputar, hari berlalu, Minggu berganti.
Tak Terasa dua bulan telah berlalu dengan kesibukan dan rutinitas mereka sehari-hari.
pak Ahmadi ayahnya Adelia telah menentukan tanggal pernikahan.
tiga hari lagi Adelia akan menikah.
seminggu yang lalu, Adelia begitu menyibukkan dirinya dengan pergi ke salon dan klinik kecantikan. Dia berusaha merawat dirinya semaksimal mungkin.
yah, itu semua untuk persiapan pernikahan nya. Dia tetap berusaha untuk terlihat sempurna di hari pernikahan nya meskipun sebenarnya Adelia tidak menginginkan pernikahan ini.
Adelia juga telah memilih gaun pengantinnya yang mewah dan mahal.
Dia bermaksud untuk mempermalukan calon suaminya itu secara tidak langsung, sehingga pernikahan nya ini tidak bisa bertahan lama.
Dia akan membuat calon suaminya itu merasa minder terhadapnya, dan memutuskan untuk tidak mempertahankan pernikahan mereka.
..
pukul 16:55
Di dalam sebuah tokoh perhiasan, terlihat seorang wanita berparas cantik dan tubuh yang seksi di balut seragam kerja yang menutupi tubuhnya.
Dia adalah Adelia zodiq yang sepulang kerja langsung menuju toko perhiasan tersebut.
Dia hendak membeli kalung dan anting untuk di pakainya pada hari pernikahan.
" mba, kalung ini berapa harganya? boleh kulihat?!! " ucap Adelia kepada seorang wanita seusia nya yang merupakan karyawan di toko itu, sambil menunjuk ke sebuah kalung yang terpajang di etalase kaca di dalam toko itu.
" yang ini harganya 2,1 juta nona " ucap karyawan toko itu sambil mengambil barang yang di tunjuk Adelia untuk di lihat nya.
setelah beberapa waktu melihat kalung tersebut, dia pun jadi membeli nya.
lalu melihat sepasang anting.
Dia juga tertarik lalu membelinya.
Adelia mengeluarkan kartu kreditnya lalu membayar belanjaan nya itu.
ketika dia hendak keluar dari toko tersebut, langkah kakinya terhenti ketika matanya melihat sepasang cincin pernikahan yang terpajang bersama kotak nya di sebuah etalase kaca yang terpisah dari perhiasan lain
Benda yang ada di lemari khusus itu memancarkan cahaya yang mengkilau ketika terkena cahaya. begitu terlihat cantik dan indah.
mewah dan elegan.
melihat Adelia berhenti di depan sebuah etalase kaca yang di dalamnya terdapat sepasang cincin nikah, si karyawan itu pun langsung berjalan ke arahnya, lalu mengeluarkan benda tersebut dari sana.
" ini emas putih Nona, stoknya juga terbatas. "
ucap karyawan toko itu.
" hmmmm, kira kira berapa harga benda cantik ini" ucap Adelia ingin tau
" kedua cincin ini total nya 31 juta nona, memang harganya lebih mahal dari emas kuning karena pembuatannya sedikit rumit. Selain itu, emas putih lebih kuat dan tahan lama. " ucap karyawan toko itu.
" ohh iyah, terimakasih. saya hanya kagum dengan nya " ucap Adelia yang kemudian berjalan meninggalkan karyawan toko itu
" terimakasih kembali nona, datang lah di lain waktu ke toko kami" ucap karyawan itu lagi sembari menunduk hormat ke arah Adelia yang berjalan ke arah pintu lalu keluar.
astaga, ngeri kali harganya itu tadi.
aku bahkan bisa membeli 7 lagi kalung emas seperti yang aku beli ini. gumam Adelia dalam hati sambil membuka pintu toko dan berjalan ke arah luar
ehhh, untuk apa aku mikirin itu. lagian untuk urusan cincin nikah harusnya pengantin pria kan. gumam Adelia lagi dalam pikiran nya sembari tangannya mengambil ponsel dalam tas lalu memesan taksi online.
tak lama berselang, taksi yang dia pesan datang.
Adelia pun langsung membuka pintu mobil itu dan masuk, lalu duduk bersandar di kursi belakang dengan pikiran dan hatinya yang sedang beradu argument.
" tapi kasian juga suamiku itu nanti. mana sanggup dia membeli cincin nikah" kini hati Adelia yang berbicara.
bukankah lebih bagus jika dia tidak menyiapkannya. kamu punya kesempatan untuk memojokan dan mempermalukan dia di hari pernikahan' . pikiran Adelia menimbal.
' jangan seperti itu Lia, beri dia kesempatan.jika dia Lelaki baik yang seperti ayah katakan, maka dia akan berusaha. cukup percaya pada suamimu dan beri dia kesempatan . hati Adelia berbicara.
yah Karena dia memang gadis yang baik.
pak Ahmadi benar-benar berhasil mendidik Adelia meski ada sifat dingin Adelia yang tidak berhasil pak Ahmadi hilangkan.
" ahhhhhhhhh, pria sialan " ucap Adelia.
sontak si supir taksi yang dia tumpangi kaget.
tak lama kemudian mobil taksi yang di tumpangi Adelia sampai di depan gerbang rumah Adelia.
Adelia mengeluarkan uang dari dompetnya lalu membayar tumpangannya itu.
sementara Deny yang melihat kedatangan sebuah taksi di depan pagar melalui monitor cctv di posnya pun berjalan setengah berlari ke arah pagar lalu membukanya.
" selamat malam nona " ucap si sekuriti.
" ehh Deny, selamat malam juga " balas Adelia sembari tersenyum ramah.
" apakah ayah sudah pulang Dek Deni " tanya Adelia lagi, ramah.
" sudah nona, sudah dari beberapa manit yang lalu" balas Deni
" oh, iyah deh. aku masuk dulu yah " ucap Adelia sembari tersenyum dan berjalan masuk ke arah rumah.
memang sedikit jauh antara pagar dan rumah itu, karena memang halaman nya cukup luas
mengingat pak Ahmadi yang merupakan pengusaha nomor 2 di daerah itu.
" silahkan nona " ucap Deni sembari menunduk hormat ke arah Adelia yang berjalan meninggalkan nya.
" selamat malam ayah " ucap Adelia ketika telah berada di ruang tamu melihat ayahnya duduk di sofa dengan segelas kopi hitam di sana.
lalu duduk di sofa depan ayahnya.
" sudah pulang nak?!! " ucap pak Ahmadi sembari menatap putrinya itu.
" mandilah, ayah tunggu di ruang makan. ada yang mau ayah bicarakan." sambung nya
" baiklah ayah, mana pak Munir? tumben ayah duduk sendiri.
sembari berdiri dari duduknya.
hmmmm, pasti untuk membicarakan pernikahan.
tenang lah ayah, aku telah mempersiapkan segalanya. aku tidak mungkin mengecewakan ayah.
ucap Adelia dalam hati
" anaknya lagi kurang sehat nak, makanya tadi langsung berpamitan pulang." ucap pak Ahmadi, sembari menyeruput kopinya.
" ohgg, Iyah deh ayah, Lia ke kamar dulu " ucap Adelia lagi sembari berjalan ke arah tangga meninggalkan pak Ahmadi dan kopinya.
47 menit berlalu kini Adelia telah duduk di meja makan bersama ayahnya dan bi Mila.
pak Ahmadi pun langsung mengambil sikap berdoa lalu memanjatkan pujian syukur dan doa makan Mereka.
setelah itu makan bersama.
Di sela makannya, Adelia baru tersadar dengan sesuatu hal. dia merasa ada yang kurang.
" eh, adik Melisa mana? kok gak makan bersama" tanya Adelia
" oh itu nona, adik Lisanya sedang pulang kampung non," jawab bi Mila
" oh, sejak kapan bi? " tanya Adelia sembari mengunyah makanannya.
memang seminggu terakhir ini Adelia begitu sibuk mempercantik diri.
bahkan beberapa kali dia tidak makan malam bersama dirumahnya.
yahh.... Lisa,
gimana sih. padahal dua hari lagi aku nikah..huuuuuu
gerutu Adelia dalam hati dan kemudian melanjutkan makannya.
..
beberapa menit kemudian acara makan bersama di rumah ini pun selesai.
Adelia beranjak dari duduknya menuju ke ruang keluarga, setelah sebelumnya duduk berbincang dengan bi Mila di meja makan tadi.
sementara pak Ahmadi telah beranjak duluan ke ruang kerja.
Di ruang keluarga, Adelia duduk sambil memainkan ponselnya melihat lihat di salah satu medsos.
Betapa terkejutnya dia ketika melihat salah satu berita terhangat yang menjadi top trending dari beberapa waktu lalu.
foto seorang pria tampan yang memakai setelan jas hitam sambil menggendong seorang wanita yang terlihat pingsan di foto tersebut dengan begitu banyak komentar disana.
wanita itu tidak asing baginya,
yah. itu adalah foto Melisa yang pingsan dan sedang berada di dekapan sekertaris Hanz di Marina mall 2 bulan lalu.
ah Melisa, kamu bahkan sudah di peluk oleh pria tampan yang menjadi dambaan kaum kita, sementara aku akan menikah dengan pria yang tak kukenali 2 hari.
gerutu Adelia dalam hati.
**
sementara di tempat lain di waktu yang sama.
di sebuah apartemen mewah, terlihat dua orang pria tampan yang sedang duduk di sebuah ruangan di apartemen itu di temani oleh 3 orang gadis cantik yang mengenakan gaun seksi, kedua pria itu tak lain Adalah Presidir ALICIA group' dan sekertaris nya yang kejam.
kedua pria itu tengah meminum minuman keras.
sebenarnya mereka berdua ini memiliki kebiasaan buruk jika di luar waktu kerja, namun masyarakat luas tidak mengetahui hal ini karena memang informasi tentang kedua orang ini sangat sulit di dapatkan. di tambah lagi dengan sifat Hanz yang tidak suka berhadapan dengan kamera.
mereka suka mengkonsumsi miras dan berpesta.
tidak jarang mereka pergi ke sebuah bar besar dan terkenal milik sekertaris Hanz di kota ini jika tidak ada pekerjaan.
menurut mitos, selain mereka dingin dan kejam, kedua pria ini suka bermain wanita.
**
kembali di Rumah pak Ahmadi.
Adelia yang tengah asyik memainkan ponselnya di ruang keluarga di kagetkan dengan kedatangan ayahnya dari ruang kerja dan langsung duduk berhadapan dengan sebuah map di tangannya.
" Lia, maafkan ayah. waktu itu ayah benar benar lupa dengan ini " ucap Ahmadi sembari menyodorkan map di tangannya kepada Adelia anaknya.
" apa ini ayah" tanya Adelia sambil meraih map yang di sodorkan pak Ahmadi.
" bacalah, itu surat persyartan pernikahan. maaf, ayah lupa memberikan padamu waktu itu " ucap pak Ahmadi.
Adelia mengerutkan dahi sembari tangannya membuka map itu, namun belum membaca nya.
apa maksudnya ini pria sialan?
jangan jangan dia ingin mengambil alih perusahaan milik ayah yang di berikan orang tuanya.? hah, tidak boleh.
enak aja dia, perusahaan itu telah lama ayah kelola, meskipun itu pemberian kedua orangtuanya.
awas saja jika persyaratan ini aneh-aneh, aku akan membatalkan pernikahan ini meskipun aku telah siap sekarang.
gerutu Adelia dalam hati
lalu mulai membaca surat persyaratan itu.
setelah membaca surat persyaratan itu, Adelia menatap pada pak Ahmadi
" ayah, apakah salah satu poin dari persyaratan ini bisa di ganti " tanya Adelia kepada Ahmadi, ayahnya.
hmppppp, seperti nya benar kata ayah, dia pria yang baik. tapi aku tidak setuju dengan salah satu poin dari isi surat persyaratan ini.
ucap Adelia dalam hati.
" maaf nak, ayah telah menyetujui persyaratan itu. dan juga ini sudah dua bulan berlalu. " ucap pak Ahmadi lagi.
"yah sudah ayah, tidak apa-apa " ucap Adelia pasrah.
" ayah, Adelia ke kamar dulu yah. mau istirahat " sambung Adelia lagi.
pak Ahmadi pun mengiyakan perkataan anaknya itu sambil berdiri menuju ke ruang kerjanya. sementara Adelia berjalan menaiki tangga ke arah kamarnya di lantai 2.
setibanya Adelia di kamarnya, dia menyapa foto yang ada di lemari itu lagi seperti biasanya, kemudian merebahkan tubuhnya yang seksi itu ke tempat tidur sambil menatap langit langit kamar.
dia kembali mengingat isi dari setiap poin persyaratan yang tadi dia baca.
...surat persyaratan...
Yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama. : Fikhy yuan
umur. : 27 tahun
Alamat. : xxxxxxx
yang kemudian di sebut pihak pertama, dan
Nama. : Adelia zodiq
umur. : 24 tahun
alamat. : perumahan amban, jalan xx no 9
yang kemudian di sebut pihak kedua.
Kedua belah pihak bersepakat dan tunduk pada setiap poin dari persyaratan ini kedepannya ketika telah resmi menjadi suami istri dengan waktu yang tidak di tentukan.
poin pertama
• pihak pertama dan pihak kedua bersepakat untuk menyembunyikan dan merahasiakan status pernikahan mereka ketika telah resmi menjadi suami istri
poin kedua
• pihak kedua harus melepaskan orang tua dan segala kemewahan lalu tinggal bersama dengan pihak kedua yang telah berstatus suami
poin ketiga
• pihak pertama tidak akan menyentuh atau melakukan kontak fisik jika tidak mendapatkan persetujuan dari pihak kedua
poin keempat
• setiap pelanggaran dari persyaratan ini akan di selesaikan secara kekeluargaan, namun jika menemui kebuntuan maka akan di lanjutkan melalui Rana hukum.
demikian surat persyaratan ini di buat dan dipergunakan sebagaimana mestinya.
29 November 2019,
...mengetahui,...
pihak pertama. pihak kedua
ttd. ttd.
Fikhy Yuan Adelia zodiq
**
Bersambung....