My Unexpected Husband

My Unexpected Husband
kecemburuan



hari berlalu begitu cepat, tak terasa empat bulan berlalu begitu cepat dengan pekerjaan dan rutinitas mereka seperti biasanya.


sebangun pagi, fikhy selalu berusaha bangun terlebih dulu dari Adelia seperti biasanya.


dia menyiapkan sarapan untuk mereka,


kemudian makan bersama dan di lanjutkan dengan mengantarkan Adelia ke tempat kerja.


sekarang hari Sabtu, dan jam sudah menunjukkan pukul 11:50 siang,


Rudy sedang berada di ruangan Adelia untuk mengajak Adelia makan siang diluar.


sebenarnya Adelia ingin menolaknya seperti sebelumnya, namun


karena Adelia tidak mendapati pesan dari fikhy bahwa dia telah memesan makanan seperti biasanya, akhirnya Adelia menyetujuinya.


mereka pun beranjak dari ruangan adelia menuju ke luar gedung dengan hati Rudy yang berbunga bunga, pasalnya selama ini jika dia mengajak Adelia makan bersama Adelia selalu menolak.


di areal parkir, ketiga sahabat Adelia sedang menunggu Adelia untuk mengambil makan di pos sekuriti. seolah pos sekuriti itu menjadi pentri makan bagi mereka berempat sejak di saat pertama kali fikhy menitipkan makan bagi mereka berempat.


" maaf mir, jhe Nia, seperti nya kali ini kita tidak dapat jatah seperti sebelumnya deh. sepupuku belum mengirimkan pesan kepada ku sejak tadi " ucap Adelia kepada ketiga sahabatnya itu yang seolah menantikan sesuatu yang sangat spesial.


seketika raut wajah kecewa muncul bersamaan di wajah ketiga sahabatnya itu.


pasalnya, mereka sudah menyelesaikan pekerjaan Mereka secepat mungkin lalu keluar dari gedung, berharap bisa melihat wajah fikhy yang sudah beberapa hari ini tidak mereka lihat.


..


beberapa hari lalu, mereka Masi sempat bertemu dengan fikhy di area parkir kantor saat mengantar Adelia. kesempatan itu mereka gunakan untuk berbincang dan menatap wajah fikhy sepuas hati mereka.


namun akhir akhir ini mereka sama sekali tidak bertemu dengan pria idaman ketiga sahabat Adelia itu. ketika mereka sampai di kantor hanya ada Adelia sendiri yang menunggu kedatangan mereka bertiga.


tanpa mereka ketahui Adelia sangat kesal dengan hal itu, karena dia sudah mulai berusaha untuk menerima profesi suaminya dan mulai mencintai fikhy sedikit demi sedikit.


oleh karena itu dia meminta fikhy suaminya untuk mengantarnya lebih awal lagi dan menyuruhnya untuk langsung pergi ke tempat kerja nya agar tidak di goda oleh ketiga sahabatnya.


...


**


sebenarnya Adelia hendak mengakhiri sandiwara ini, namun dia bingung harus memulai nya dari mana. dia juga bahkan telah mengatakan kepada ketiga sahabatnya itu kalau fikhy itu suaminya dan bukan sepupu.


namun ketiga sahabatnya itu tidak percaya dengan perkataan Adelia.


ketiga sahabatnya itu meminta Adelia menunjukkan bukti bahwa benar fikhy suaminya dengan menunjukkan cincin pernikahan dan surat nikah, namun Adelia tidak memilikinya.


Di jari Adelia tidak ada sesuatu yang melingkar disana, sementara untuk buku pernikahan, bentuk nya saja Adelia tidak tau.


Di sisi lain, dia belum sanggup mengakui perasaannya bahkan kepada dirinya sendiri.


Mira, Nia, dan jejhe berpikir bahwa Adelia hanya takut dengan kejadian beberapa tahun lalu sewaktu mereka masih duduk di bangku perkuliahan terulang lagi, di mana ketiga sahabatnya itu bertengkar besar hanya karena seorang pria yang mereka perebutkan dan berusaha untuk menghalangi usaha mereka untuk bersaing memperebutkan hati fikhy.


**


...


" yah,... padahal kami Uda buru buru keluar untuk melihat nya " ucap Nia dengan raut wajah kecewa.


" huhhhh kak tampan, aku kangen " ucap jejhe polos.


" hedeh nasib, " ucap Mira menimbal.


lagi lagi ketiga sahabat Adelia itu tidak menyadari perubahan raut wajah Adelia.


Adelia yang sudah di buat kesal oleh fikhy suaminya karena tidak mengirimkan pesan, bahkan makan siang yang selalu ia tunggu meskipun harus berbagi dengan ketiga sahabatnya sehingga dia melampiaskan untuk menerima ajakan Rudy,


di bikin tambah kesal oleh perkataan ketiga sahabatnya barusan.


lagi lagi terasa ada sesuatu yang terbakar di dalam dadanya.


Dia hendak menjambak dan mencakar ketiga sahabatnya itu namun tidak bisa ia lakukan.


Dia sendiri yang memulai sandiwara ini, jadi dia harus bisa menerima konsekuensinya.


Dia sedang terbakar api cemburu saat ini.


jika seandainya Adelia mengatakan dari awal bahwa fikhy suaminya, namun ketiga sahabatnya masih seperti itu. sudah pasti Adelia telah menerkam ketiga sahabatnya itu hidup hidup.


namun apalah dayanya, dia sendiri yang mengatakan bahwa fikhy suaminya itu adalah sepupunya. yah tanggung resiko dong.


Adelia yang sudah sangat kesal langsung berjalan meninggalkan ketiga sahabatnya itu tanpa berkata.


dia takut jika dia sampai lepas kontrol lagi seperti beberapa tahun lalu. karena memang saat ini yang di rasakan Adelia bahkan lebih kesal dari pada waktu itu.


**


sewaktu Adelia Masi duduk di bangku SMP dan SMA, dia sempat mengikuti ilmu beladiri sampai di beberapa tingkatan.


Dan ketiga sahabatnya itu juga tau dengan hal itu.


bahkan Mira, Nia dan jejhe pernah di Hajar Adelia babak belur waktu Masi duduk di bangku perkuliahan.


flash back on


saat itu Mira, Nia dan jejhe menyukai lelaki yang sama. sama seperti saat ini.


namun kala itu, mereka bersaing dengan cara yang tidak baik.


mereka bahkan saling membentak, dan mencaci maki satu dengan lainnya.


Adelia yang tidak mau persahabatan mereka hancur hanya karena seorang lelaki yang di perebutkan ketiga sahabatnya itu, berusaha untuk mendamaikan. Adelia berusaha melerai ketiga sahabatnya itu.


namun bukannya saling berdamai, ketiga sahabatnya malah semakin menjadi.


tidak puas dengan saling menghina, memaki dan melemparkan kata kata kotor, mereka saling mendorong dan menjambak rambut.


Adelia yang sudah sangat marah tidak dapat lagi mengendalikan emosi nya, dia lepas kontrol dan bruk, bruk,.. bruk,..


ketiga sahabatnya itu jatuh bersungkuran ke tanah. Adelia menghajar ketiga sahabatnya itu bersamaan.


melihat ketiga sahabatnya jatuh tersungkur, bukannya Adelia berhenti, malah dia menghajar ketiga sahabatnya itu sampai wajah mereka babak belur.


emosi telah menguasai Adelia kalah itu.


" dasar wanita ******, sudah kukatakan berhenti" ucap Adelia namun kaki dan tangannya juga bergerak bersamaan memukuli ketiga sahabatnya itu.


" sudah sangat lama kita bersahabat namun kalian akan menghancurkan persahabatan ini hanya karena seorang pria ***** itu " ( pluakkkkkk,, pluak,.. pluakkk) dia berbicara sembari masih memukuli ketiga sahabatnya itu.


sementara itu, Mira, Nia dan jejhe sudah menangis dan menjerit kesakitan.


ketiganya duduk bersimpuh lutut di tanah dengan kedua tangan mereka berusaha menutupi wajah cantik mereka yang sedang di pukuli Adelia membabi buta.


Adelia memang lepas kontrol saat itu.


" maafkan kami Lia, kami tidak akan mengulanginya lagi " ucap ketiganya sembari melindungi wajah cantik mereka yang sudah babak belur di pukul Adelia.


tak lama kemudian kesadaran Adelia kembali, dia terkejut mendapati ketiga sahabatnya itu sudah babak belur.


Adelia pun langsung menelpon ayahnya untuk meminta pak Munir menjemput mereka lalu membawa ketiga sahabatnya yang sudah babak belur itu ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.


setelah selesai di obati, mereka berempat menangis saling berpelukan, mereka saling meminta maaf dan memaafkan di ruang itu.


sejak hari itu mereka sudah tidak lagi bertengkar, apalagi hanya karena masalah pria.


mereka bahkan saling menyemangati ketika mereka saling bersaing.


flash back off


**


kenapa lagi dia, apakah dia cemburu dengan sepupunya?


ada hubungan apa sebenarnya antara dia dan sepupunya itu?


...


.


Adelia berjalan ke arah mobil Rudy yang terparkir tidak terlalu jauh dari situ, sementara Rudy yang melihat Adelia berjalan ke arah mobil Honda jazz keluaran terbaru miliknya berlari mendahului Adelia kemudian membukakan pintu mobil untuk Adelia masuk.


setelah itu dia berjalan cepat memutar mengintari mobilnya lalu duduk di kursi depan kemudi di samping kursi depan yang Adelia duduk dengan wajah datar nya.


sementara, di depan gerbang terlihat fikhy dengan wajahnya yang memelas. hatinya agak sakit ketika melihat istrinya naik ke mobil dengan di bukakan pintu oleh si pria.


begitu terlihat romantis di mata fikhy kejadian tersebut.


dia memang sengaja tidak mengirimkan pesan ke istrinya bahwa dia telah menitipkan makan di pos securiti. Dia hendak memberi kejutan dengan mengajak Adelia dan ketiga temannya itu untuk makan di rumah makan ternama yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kerja Adelia.


apakah pria itu pacarnya? apakah Adelia mempunyai pria lain di belakang ku?


apakah mereka sudah lama berpacaran?


ataukah itu kekasihnya sebelum menikah dengan ku??


semua pikiran buruk berkecamuk di kepala fikhy mengenai istrinya itu.


tapi ini sudah menjadi konsekuensiku sendiri, aku sendiri yang memaksa ayah mertua untuk menikahkan dia dengan ku.


aku memang sedikit egois, tapi aku benar benar mencintai nya selama ini.


aku sudah bersabar selama 17 tahun untuk menunggu ini.


tanpa terasa fikhy mengeluarkan air mata. dia begitu merasa sesak di dalam dadanya.


dia langsung melajukan motornya ke sembarang arah menyusuri jalanan kota,


sementara di tempat lain, di sebuah rumah makan bersama Rudy, Adelia masih kesal.


sampai saat ini fikhy suaminya belum mengirimkan pesan atau menelepon dirinya.


selama ini fikhy suaminya itu selalu mengirimkan pesan meski hanya menanyakan hal-hal yang tidak terlalu penting.


suaminya itu begitu perhatian terhadap Adelia meski sifat Adelia yang selalu dingin terhadapnya.


namun berbeda kali ini, entah kenapa dengan suaminya itu.


sementara Adelia sendiri masih malu untuk memulai percakapan atau sekedar mengirimkan pesan kepada fikhy, meski sebenarnya dia ingin suaminya selalu menghubunginya.


Adelia makan dengan moodnya yang tidak enak, sehingga makanan yang dia makan terasa hambar di mulutnya.


pria sialan, apa yang kamu lakukan seharian ini?!! mengapa mengirim ku pesan saja kamu tidak bisa hah..???


udah gitu gak belikan aku makan siang seperti biasa pulak, jadinya aku harus makan siang dengan manajer gak tau malu ini...


udah ku tolak berkali kali pulak tetap aja gak ngerti...


Lagian kenapa juga kamu tampan gitu, sahabat ku jadi pada ngiler sama kamu pria sialan ...


gerutu Adelia dalam hatinya menyalahkan fikhy karena dia menerima ajakan makan siang ini.


sifat ego kewanitaan nya muncul...


...


.


waktu menunjukkan pukul 15:46,


Adelia telah berada di rumahnya, dia sedang duduk di sofa ruang tamu dengan ponsel nya. tadi dia pula naik taksi Karen masih jengkel dengan fikhy, dia memilih pulang duluan dan tidak menunggu suaminya menjemput seperti biasanya.


sementara fikhy suaminya belum juga memberi kabar sejak tadi pagi,..


apakah seorang pekerja buruh pelabuhan sesibuk ini? bahkan mengabari istri saja tidak bisa. gerutu Adelia kepada suaminya.


Adelia kembali mengecek ponselnya, dia berharap fikhy telah mengirimnya pesan atau apalah gitu, namun kembali dia kecewa.


di ponselnya tidak ada notifikasi satupun dari kontak suaminya.


waktu terus berputar, tak terasa tiga jam berlalu namun fikhy Masi belum juga memberi nya kabar.


hendak Adelia beranjak dari sofa duduknya, suara motor terdengar masuk ke halaman rumah lalu menuju garasi, sudah di pastikan itu fikhy, suaminya.


Adelia pun duduk kembali di sofa duduknya tadi dengan wajah datar.


fikhy hendak masuk ke dalam rumah di kejutkan oleh istrinya yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan wajah yang cukup menakutkan.


" eh dek, udah lama pulang " tanya fikhy yang nyalinya sedikit menciut menatap istrinya.


" Iyah,..!!! dari mana saja kamu seharian ini? mengapa tidak menelepon atau sekedar mengirimkan pesan kepada ku? " ucap Adelia dengan nada membentak


fikhy tersenyum,


" kakak pikir nanti akan mengganggu adek dengan pria tadi, kakak tidak mau merusak suasana " ucap fikhy


" siapa pria itu dek,? apakah kamu sudah lama berhubungan dengannya? " lanjud fikhy


mendengar penuturan suaminya itu, Adelia tambah marah, pasalnya dia menerima tawaran makan tadi karena fikhy tidak menitipkan makan siang seperti biasanya, namun dia malu untuk mengakui perasaannya.


Dia pun membalikkan fakta untuk melampiaskan kekesalannya.


" emang kenapa? tidak ada urusan nya dengan mu. mau dia siapa kamu tidak perlu mengurusnya."


" maaf dek, tapi kamu wanita bersuami. tidak sepantasnya kamu berduaan dengan pria lain di luar sana" ucap fikhy, dia terlihat sedih namun masih berusaha untuk senyum.


" aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini, itu semua kulakukan hanya untuk menuruti keinginan ayah. sebelumnya aku tidak pernah mencintai mu. pria sialaaaannnnnnnn " sebenarnya Adelia sudah sangat marah karena dia cemburu terhadap ketiga sahabatnya, namun dia kebingungan harus berbuat apa.


emosi Adelia memuncak


dia tidak bisa lagi mengontrol kata katanya.


di sisi lain, dia tidak sadar bahwa fikhy suaminya sudah sangat tersakiti mendengar perkataannya itu. di tambah apa yang di lihat fikhy tadi siang, hatinya semakin terasa perih.


namun lagi, dia berusaha tetap tersenyum terhadap perlakuan istrinya.


" tapi dek, kamu itu istriku "


" istri,.... katamu istri? cincin pernikahan saja kamu tidak memberikan nya kepadaku. lalu kamu mengatakan kalau aku ini istrimu hah?!"


Adelia membentak suaminya, dia semakin marah.


Dia terbakar api cemburu terhadap ketiga sahabatnya yang selalu berusaha menggoda suaminya dan tidak mempercayai perkataan Adelia beberapa waktu lalu. kala itu Adelia telah berusaha meyakinkan ketiga sahabatnya bahwa fikhy suaminya bukan sepupu.


namun Mira, Nia, dan jejhe malah meminta Adelia menunjukkan bukti dengan menunjukkan cincin pernikahan dan buku nikah.


jadi Adelia melampiaskan amarah dan kekesalannya kepada fikhy.


Adelia berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah fikhy dan bruk,


satu pukulan telak masuk ke wajah fikhy. tidak sampai disitu saja, dia kembali memukul suaminya itu beberapa kali tanpa berpikir lagi.


sepertinya Adelia lepas kontrol lagi saat ini.


sementara fikhy, dia hanya diem menerima pukulan istrinya itu tanpa menghindar ataupun menangkisnya. dia membiarkan istrinya melakukan itu.


fikhy berpikir bahwa itu adalah kesalahannya.


...


.


**


Bersambung,.,.......