My Unexpected Husband

My Unexpected Husband
Kakak sepupu tampan



" ah hahahaha, dasar mata keranjang, " ucap jejhe kepada Mira dan Nia yang berada di belakangnya sambil menoleh ke arah Mira dan Nia.


" eh,.. ehh.. siapa maksud mu yang mata keranjang jhe? " ucap Nia yang masih tertawa


" Iyah nih, kamu tuh yang mata keranjang. kenapa coba ngerem mendadak & berhenti tiba tiba tadi ?!! hahahhahaa " Mira menimbal.


ketiga sahabat Adelia itu Masi tertawa lepas dengan kejadian barusan.


mereka bertiga terpanah dengan pria yang baru saja keluar dari area kantor dan berpapasan dengan mereka.


sementara fikhy yang baru saja keluar dari halaman kantor yang sudah berjarak sekitar 6 sampai 7 meter menghentikan motornya di pinggir jalan lalu berjalan kembali menuju ke arah tiga gadis yang sedang tertawa lepas itu di depan pintu gerbang kantor.


Dia hendak memastikan bahwa tidak ada yang terluka atau kenapa kenapa, karena memang tadi fikhy melihat dengan jelas seorang wanita yang berkendara sendirian menghentikan motornya tiba tiba lalu langsung di tabrak dari belakang oleh kedua sahabatnya.


" hai nona nona cantik, apakah kalian baik baik saja? tidak ada yang terluka kan ? tanya fikhy kepada ketiga sahabat Adelia itu yang langsung mengagetkan mereka.


fikhy kini telah berada di dekat mereka sambil melihat lihat, memastikan tidak terjadi sesuatu yang membahayakan.


sontak yang di tanyakan keadaan mereka terperanjat kaget, pria yang baru saja mengalihkan perhatian dan fokus ketiga gadis itu kini sudah berada di dekat mereka dan menanyakan keadaan mereka.


wajah ketiga gadis itu memerah merona, mereka salah tingkah.


" ti.. tidak mas tampan, kami baik baik saja " jawab Mira yang menundukkan kepalanya, dia sangat malu dan gugup.


aduh, tampan banget. aku bisa pingsan jika menatap matanya.


" Iyah mas, kami tidak apa-apa. kami baik baik aja " ucap Nia menimbal. dia juga sama gugup dan groginya.


sementara jejhe yang terkejut mendengar suara seseorang langsung memalingkan wajahnya refleks,


matanya melotot, mulutnya ternganga. tanpa sadar dia berkata


" malaikat tampan,.... ehh maksud ku kak tampan, kami tidak apa-apa. kami baik baik saja kak "


ucap jejhe salah tingkah.


" oh,.. baiklah jika kalian baik baik saja. lain kali hati hati nona kalau sedang berkendara. bahaya " ucap fikhy dengan senyum nya yang menawan.


" klau begitu saya pamit pergi dulu yah, sampai jumpa." sambung fikhy Masi dengan senyum nya.


Dia hendak beranjak pergi ke arah motornya yang terparkir di pinggir jalan.


Namun belum sempat ia melangkah,


" maaf mas, tunggu sebentar " ucap Mira menghentikan langkah fikhy.


fikhy berhenti di satu langkah pertamanya lalu membalikkan badannya.


" ada apa nona? "


" eh gini mas, maaf maksud ku.." Mira salah tingkah.


aduhhhh,, apa sih yang mau kukatakan tadi?!!


( fikhy hanya tersenyum melihat kekonyolan Mira yang salah tingkah )


" maaf mas, apakah mas pegawai baru di kantor kami ? maksud saya, apakah mas mengajukan lamaran bekerja disini? " ucap Mira ketika dia sudah bisa mengontrol dirinya.


Dia sangat terlihat bodoh kali ini, pasalnya jelas jelas fikhy mengenakan seragam buruhnya.


" ohh, tidak nona. Saya hanya seorang buruh pelabuhan, mana sanggup bekerja kantoran seperti anda " jawab fikhy tersenyum.


" oh,... maaf mas. saya pikir anda akan bekerja dan menjadi rekan kerja kami disini "


" ah,. tidak nona. saya hanya mengantar adek Lia. " ucap fikhy kemudian yang membuat mata ketiga gadis cantik itu melotot


yah, ternyata pacarnya kak Lia. ah kak Lia, kenapa gak pernah ngomong kalo udah punya pacar. Tampam begini pulak. ucap jejhe dalam hati, dia tampak kecewa


mungkin kah pria ini pacarnya Ly??? tapi Lia tidak pernah cerita kalau dia sudah punya pacar. gerutu Nia dalam hati


*yah,


.... hilang sudah harapanku, huh*...


Mira


" oh, Iyah mas. maaf udah menyita waktunya " ucap Mira. terlihat dia agak kecewa


" tidak apa-apa nona, saya juga sedang tidak buru buru."


" eh mas, bolehkah kita berteman? maksudku apakah kita masih akan ketemu di lain waktu ? " tanya Mira lagi.


" yah,... kita akan sering bertemu " jawab fikhy sambil tersenyum.


" oh iyah mas, terimakasih." ucap Mira


"hmm',, baiklah. saya pergi dulu. sampai jumpa besok " ucap fikhy yang kemudian berjalan menuju motornya yang terparkir di pinggiran jalan.


Dia melanjutkan motor nya ke arah jalan lalu menghilang bersama kerumunan pengguna jalan lain.


sementara ketiga sahabat Adelia itu langsung beranjak juga dari tempat itu dan masuk ke dalam gedung tempat mereka bekerja.


mereka bertiga Masi bertanya tanya dalam hati mereka masing-masing mengenai siap pria tadi, dan apakah hubungan fikhy dengan Adelia.


setibanya di dalam gedung itu, mereka tidak melihat Adelia di kursi tunggu Nasabah, dan mereka pun langsung ke meja kerja mereka dan siap untuk bekerja.


Biasanya Adelia akan menunggu ketiga sahabatnya ( dan begitu juga sebaliknya ) sebelum mereka memulai pekerjaan Mereka,


Namun kali ini mungkin Adelia langsung masuk ke ruangannya karena seminggu dia cuti jadi banyak kerjaannya yang tertumpuk.


Hati ketiga sahabat Adelia ini masih begitu penasaran dengan sosok pria tampan tadi, namun mereka berusaha menahan diri. tadi mereka hendak akan menanyakan langsung kepada Adelia namun Adelia sudah masuk ke ruang kerjanya duluan sebelum mereka datang bertanya.


Di dalam ruangan, Adelia terlihat begitu sibuk dengan komputer dan beberapa tumpuk laporan, seminggu dia cuti.


Setibanya tadi pagi di kantor, Adelia langsung masuk ke ruang kerjanya dan langsung mengerjakan pekerjaan nya yang tertumpuk selama seminggu dia cuti.


..


.


waktu berlalu begitu cepat, Adelia menatap jam dinding yang ada di ruangannya,


pukul 12:26,


hmmmm, sepertinya dia begitu sibuk bekerja sampai lupa untuk makan siang.


Adelia pun meninggalkan komputer dan beberapa tumpukan kertas di meja kerjanya kemudian berjalan keluar dari ruangan nya.


Hendak dia menuju meja ketiga sahabatnya namun di lihatnya mereka tidak ada disana


pasti mereka sedang menunggu ku di area parkir.


Benar saja, ketiga sahabat Adelia sedang menunggunya disana,


terlihat mereka sedang heboh membicarakan sesuatu sampai tak menyadari kehadiran Adelia yang kini sudah berada disitu.


" hey,,.... sedang heboh ngobrolin apa nih?" tanya Adelia yang mengagetkan ketiga sahabatnya yang sedang heboh hebohnya.


" eh kak Lia, " ucap jejhe sembari berjalan menuju Adelia dan langsung memeluk nya yang kemudian di susul oleh Mira dan Nia yang juga langsung memeluk Adelia.


mereka begitu senang bisa bertemu kembali.


mereka berpelukan melepas rindu seakan sudah bertahun-tahun terpisah.


" bagaimana kabar kalian? " tanya Adelia.


" kami baik baik saja ly,, hanya sedikit merindukanmu bagaimana denganmu? " jawab Mira


" yah, hanya sedikit.. hmmmmppp " jawab Adelia manja dengan wajah yang di buat buat sok imut


" hahahaha,, gak kok. kami sangat merindukan mu ' Nia menimpali.


tak lama kemudian mereka saling melepas pelukannya dengan senyum bahagia yang mengambang di bibir keempat gadis itu.


*eh, maksud nya tiga gadis, kan satunya IRM ( ibu Rumahtangga Muda )😅😅😅, sory author lupa*


" eh, yuk makan. ntar telat lagi " ucap Nia


" oh Iyah, yuk yuk " ucap ketiganya serempak


hendak Adelia naik ke atas motor di boncengan jejhe, ponselnya berdering tanda ada pesan WhatsApp masuk.


Adelia pun langsung membuka tasnya dan melihat siapa yang mengirimnya pesan.


" aduh maaf yah, sepupu ku udah mesan makan. dia menitipkan nya di pos sekuriti " ucap Adelia ketika selesai membaca pesan WhatsApp yang baru saja masuk.


wajahnya memelas.


" yah udah Ly, gak papa. ayok barengan aja ma jejhe, kan lumayan sampai di pos sekuriti " ucap Mira.


" Iyah kak Lia, gak pa pa. ayo aku bonceng sampe pos sekuriti " ucap jejhe.


Adelia pun naik di boncengan jejhe, mereka menjalankan motor pelan ke arah pos sekuriti.


Di dalam pos, sekuriti melihat keempat gadis yang sedang berboncengan itu langsung bergegas mengambil sesuatu dari dalam ruangan lalu keluar dengan menentengnya. dia sedikit berlari, takut kalau sampai kelewatan.


" maaf Bu lia, ada titipan untuk anda. sepertinya makanan " ucap pak sekuriti


mata Adelia melotot dengan dahinya yang mengkerut


heh, ada 4 kotak. maksudnya pria sialan itu apa?


dan ini, kotak makan ini terlihat mewah. sepertinya dia memesan di rumah makan berkelas.


gumam Adelia dalam hati.


" kata sepupu ibu, yang satunya buat ibu dan yang tiga sisanya buat teman teman ibu." ucap pak sekuriti lagi.


" maksud bapak pria tampan yang berpapasan dengan kami tadi pagi " tanya jejhe antusias


" Iyah non, pria itu yang mengantarkan ini beberapa waktu lalu. dia belum lama pergi " jawab pak sekuriti lagi.


mendengar kata sepupu, katiga Sahabat Adelia begitu kegirangan.


ternyata mereka masih punya kesempatan.


ternyata pria tampan itu bukan pacar sahabat mereka, melainkan sepupu Adelia.


sontak jejhe langsung menstandar motornya lalu dengan sedikit berlari ke arah kantong keset di tangan pak sekuriti yang di dalamnya ada 4 buah kotak makan kemudian langsung di susul Mira dan Nia yang tak kalah cepatnya.


tanpa aba-aba mereka mengambil satu persatu kotak makan bagian mereka seperti berebutan.


mereka menyisakan satu kotak untuk Adelia lalu memeluk kotak makan itu dengan hati hati, seolah-olah itu merupakan pemberian yang sangat berharga.


mata mereka berbinar memancarkan kebahagiaan.


" jangan berebutan gitu dong, kayak anak kecil aja" ucap Adelia dengan senyum nya, mengejek.


kenapa sih kalian?!! itu yang membelinya suamiku tau,.. dasar betina genit. gerutu Adelia dalam hati.


Terasa seperti ada sesuatu yang terbakar di dalam dadanya ketika melihat tingkah dari ketiga sahabatnya.


Namun ia berusaha untuk menahan hal itu.


keempat gadis itu kembali ke area parkir untuk memarkirkan kendaraan mereka lalu menuju ruangan khusus yang disiapkan di kantor itu untuk makan.


setelah selesai mereka berempat makan, Adelia dan ketiga sahabatnya pun kembali ke ruang kerja mereka masing-masing dengan wajah Adelia yang tampak kesal.


pasalnya selama mereka berempat makan, ketiga sahabatnya itu hanya bertanya dan membicarakan si pria sialan suaminya.


.


**flash back on


" kak** Lia, sepupu kakak baik banget yah " ucap jejhe tersenyum bahagia


" iyah Ly, udah gitu ganteng nya minta ampun pulak. aku mau dong Ly, buat aku yah " ucap Nia menimbal


" ehh ehh, gak... enak aja. buat aku dong Ly, yah.... plis" ucap Mira tak mau kalah.


" huhhhh, apaan sih kalian ini. apa yang mau kalian banggain dari dia sih?" tanya Adelia


" yah ampun Ly,... apakah matamu gak berfungsi" ( Nia )


hmppppp, Iyah sih. dia emang ganteng tapi....... gerutu Adelia dalam hati


tanpa disadari nya kalau dia juga telah mengagumi fikhy, suaminya itu.


" iyah kak Lia, udah gitu dia kelihatan baik. tuh buktinya dia membelikan kita makan siang" ( jejhe ) menimbal


" iyah Ly, yah ampun. aku mau jadi istrinya dong " ( Mira ) sembari menongkak dagu dengan kedua telapak tangannya di meja sembari mengedipkan cepat kedua matanya


" cihhh, apaan.....!! dia itu cuman seorang buru pelabuhan tau gak?!! " ( Adelia ) mulai kesal


" gak pa pa Ly, aku tetap cinta " ( Mira )


" iya Ly, itukan cuman profesi dan pekerjaan. buat aku mah yang penting kerjaannya halal & gak nyusahin orang aja. itu udah cukup" ( Nia )


" bener tuh kak Nia,...aku juga sama. emang kenapa dengan seorang buruh pelabuhan, kan itu juga pekerjaan. yang penting halal, mau berusaha & bekerja keras itu sudah cukup " ( jejhe ) membenarkan perkataan Nia


" beberapa hari lagi aku akan melamarnya menjadi suami ku, lalu mengurungnya dalam kamar. biar aku aja yang kerja. takut nanti kegoda sama betina genit " ( Mira ) sambil tertawa.


" yah Mira, jahat banget. jangan gitu dong " ( Nia ) hahahahahaa


" kalau gitu aku bakal minta ke ayah melamar nya untuk menjadi suamiku besok ah " ( jejhe ) gak mau kalah.


tanpa mereka sadari Adelia sudah sangat kesal, terlihat jelas dari wajah nya.


dia langsung beranjak dari duduknya lalu berjalan cepat ke arah ruangannya.


" aku sudah selesai, duluan yah " ucapnya datar tanpa ekspresi kemudian berlalu pergi.


ketiga sahabat Adelia pun terlihat bingung dengan tingkah sahabatnya barusan.


mereka saling memandang wajah satu sama lain dengan diam.


*mungkin kah dia cemburu dengan sepupunya?


apakah mungkin dia menyukai sepupunya itu?*


itulah yang ada di pikiran ketiga sahabat Adelia itu.


Flash back of


....


..


Bersambung,....