
setelah selesai mereka berempat makan, Adelia dan ketiga sahabatnya pun kembali ke ruang kerja mereka masing-masing dengan wajah Adelia yang tampak kesal.
pasalnya selama mereka berempat makan, ketiga sahabatnya itu hanya bertanya dan membicarakan si pria sialan suaminya.
waktu berputar begitu cepat, tak terasa skrang sudah pukul 17:15.
Adelia langsung berjalan ke arah pintu ruangannya lalu berjalan ke arah luar gedung kantornya itu tanpa memperdulikan ketiga sahabatnya yang memanggil Adelia.
tampaknya dia begitu kesal sore itu.
Adelia langsung berjalan ke arah pintu keluar lalu masuk ke dalam taksi yang memang sudah ia pesan sewaktu Masi di dalam ruangan nya tanpa mengubris ketiga sahabatnya yang sedang memanggilnya.
ketiga sahabatnya itu mencoba mengejar Adelia namun tidak sempat karena Adelia sudah lebih dulu masuk ke mobil lalu pergi.
tak lama kemudian fikhy datang untuk menjemput Adelia, dia berhenti di depan pagar depan kantor lalu hendak masuk Dengan berjalan kaki ke arah pos sekuriti untuk menanyakan keberadaan istrinya itu.
namun sebelum dia sampai di pos sekuriti, dia bertemu dengan ketiga sahabat Adelia.
" eh mas, mau jemput Lia? ( Mira ) bertanya dengan nada manja yang di buat buat
" iyah nona, apakah dia masih bekerja di dalam?" ( fikhy ) sambil melihat lihat sekeliling
" itu kak, kak Adelia nya sudah pulang naik taksi online barusan kak. belum lama pergi " ( jejhe )
" oh iya, makasih yah. kalau begitu saya pamit dulu" ( fikhy ) berpamitan hendak pergi mengejar Adelia.
kenapa yah sih adek, katanya tadi mau ngasi info kalau udah mau pulang,,. hedeh.. ucap fikhy dalam hati
" oh Iyah kak, hati hati yah " ( Nia ) sambil tersenyum menggoda
" yah udah semua, aku jalan yah. sampai jumpa besok
" Iyah kak/mas, " ( jejhe, Nia dan Mira ) serempak.
fikhy pun berjalan kembali ke arah motornya dan berlalu pergi dari ketiga sahabat Adelia yang masih menatap punggung fikhy dengan mata mereka yang berbinar.
..
sampai di dekat rumah, fikhy melihat istrinya turun dari mobil taksi lalu masuk ke dalam rumah.
tak berselang selang lama fikhy pun sudah tiba di halaman rumah itu kemudian memarkir motornya di garasi.
lalu masuk menyusul Adelia ke dalam rumah.
dia berpapasan dengan Adelia yang hendak keluar dari dalam kamarnya setelah menaruh tas kerjanya dan hendak ke dapur mengambil minum.
" eh, kamu udah pulang? " tanya Adelia terkejut melihat suaminya sudah ada di ruang juga
" iyah dek, tadi kakak rencana mau jemput adek langsung. jadi tadi kakak langsung ke kantor mu, tapi adek sudah pulang naik taksi katanya " ucap fikhy
" kenapa gak ngabarin tadi dek kalau udah mau pulang " ( fikhy ) sambungnya, bertanya.
" oh iyah, maaf saya lupa tadi " ( Adelia ) dia berbohong.
" yah udah, gak pa pa. mau makan malam apa dek? " ( fikhy ) bertanya lagi
" gak usah, aku udah memesan makan malam kita tadi, sedikit lagi pasti sampai "
" oh, baiklah. makasih yah dek "
" yah,, masama" jawab Adelia singkat tanpa ekspresi
tak lama berselang bel rumah berbunyi, seorang pengantar pesanan baru saja tiba . fikhy pun langsung bergegas ke arah pintu lalu membuka nya.
" permisi pak, mau antar pesanan " ucap si delivery makanan itu
" oh Iyah, terimakasih. berapa totalnya.? "
" sekian pak " ucap si pengantar itu.
fikhy pun membuka dompetnya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang kertas lalu membayar pesanan itu.
" nih pak kembalian nya " ucap si pengantar ketika telah mengambil beberapa lembaran uang kembalian.
" ah, tidak perlu. buat kamu ajah, terimakasih yah " ucap fikhy
" oh Iyah pak, terimakasih banyak " ucap delivery makanan itu lalu beranjak pergi setelah sebelumnya berpamitan.
fikhy pun langsung membawa bingkisan makan itu ke meja makan lalu menuangkan nya ke dalam nampan di meja makan
sepasang suami istri itupun makan malam bersama. setelahnya Adelia kembali di kamarnya sedang fikhy membereskan meja makan lalu mencuci piring.
....
.
waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa dua hari telah berlalu.
**
dua hari sebelumnya, Adelia dan sahabat nya selalu mendapat makan siang yang di belikan fikhy dan selama dua hari itu juga Adelia kesal kepada ketiga sahabatnya, namun Adelia sendiri berusaha untuk tidak menunjukkan kekesalannya itu lagi kepada ketiga sahabat nya seperti sebelumnya.
Pasalnya dia sendiri tidak tau apa yang membuatnya kesal
**
..
sekarang jam menunjukan pukul 07:21 malam,
kini Adelia dan fikhy sedang berada di meja makan, mereka sedang makan bersama.
" besok kita pergi agak lebih awal yah, tadi pimpinan mengatakan bahwa besok pagi ada briefing " ucap Adelia membuka obrolan
" hm, baiklah. dari adek aja, kka mah ngikutin aja " ucap fikhy
" baiklah kalau kamu tidak keberatan, besok kita berangkat agak lebih awal " ucap Adelia
tak lama kemudian acara makan malam mereka pun selesai.
seperti biasanya, Adelia langsung ke kamar sedang fikhy membersihkan meja makan dan mencuci piring.
fikhy begitu tau diri dengan profesi nya sehingga hampir semua pekerjaan rumah dia sendiri yang melakukan.
terkadang Adelia juga berusaha membantu meskipun dia sedikit kewalahan.
keesokan paginya.
pukul 06:45,
Adelia dan fikhy suaminya sudah selesai sarapan, mereka langsung menuju motor fikhy lalu melaju ke jalan ke arah kantor tempat Adelia bekerja
setibanya di halaman kantor, ketiga sahabat Adelia juga sudah menunggu disana.
sekarang pukul 07:20, Masi ada sekitar 10 menit sebelum briefing. karena memang briefing di mulai pukul 07:30
" ayo buruan masuk, sudah mau briefing nih...." ucap Adelia kepada ketiga sahabatnya. dia tidak memberikan sedikit pun kesempatan kepada ketiga sahabatnya untuk menyapa fikhy.
keempat gadis itu pun masuk dengan wajah ketiga sahabat Adelia yang musam.
sementara fikhy pun hanya tersenyum melihat keempat gadis itu beranjak masuk dengan wajah jejhe yang berusaha memalingkan wajahnya mencoba melihat fikhy.
kemudian fikhy pun pergi.
Di dalam gedung kantor
terlihat beberapa karyawan kantor itu sedang berdiri berjejer rapi menghadap ke arah dua orang pria yang sedang berdiri didepan mereka.
yang satunya adalah perusahaan pimpinan kantor dan yang satunya lagi merupakan manajer baru disitu.
" selamat pagi, terimakasih banyak untuk waktunya. seperti yang saya katakan kemarin bahwa saya ada sedikit informasi yang akan saya beritahu kepada rekan kerja semua.
perkenalkan, pak Rudy, beliau akan bekerja disini sebagai manajer baru kalian.
untuk beberapa waktu kedepan saya cukup sibuk dengan urusan saya.
jadi saya berpikir untuk mencari seseorang yang mampu memimpin kalian.
silahkan pak Rudy memperkenalkan diri "
ucap pria paru baya yang merupakan pimpinan di kantor Adelia.
" Baiklah, terimakasih untuk kesempatan yang di berikan, perkenalkan nama saya Rudy Hartono, umur 28.
status saya masih dalam pencarian.
saya harap kita bisa bekerja sama kedepannya,
saya mohon dukungan dan support dari rekan kerja semua mengingat saya masih baru dan masih harus belajar banyak untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Terimakasih atas kesempatan ini " ucap Rudy yang merupakan manajer baru disitu.
Rudy Hartono merupakan seorang pria dengan tubuh nya yang sedikit suspek, dengan perutnya yang sedikit membuncit, menandakan dia sosok pria yang sukses. tinggi badannya sekitar 180 cm atau lebih dan berkulit putih,
berjenggot tipis, terlihat mohawk.
idaman lah buat beberapa tipe wanita.
terdengar bisikan dari beberapa karyawan wanita yang menghadiri briefing tersebut, karena memang Rudy yang merupakan manajer baru itu cukup tampan dari segi penampilan dengan setelan jas coklat tua yang ia kenakan.
di sisi lain, dia sudah cukup mapan di usia 28 tahun dengan telah menjadi manajer di sebuah bank.
namun berbeda dengan ketiga Sahabat Adelia.
mereka sama sekali tidak menghiraukan pria yang sedang bicara di depan mereka.
ketiga gadis itu malah asik berbisik tentang fikhy,,.. fikhy,... fikhy dan fikhy.
bahkan mereka sama sekali tidak mendengar apa yang di katakan oleh kedua pria yang ada di depan mereka yang merupakan pimpinan mereka di kantor itu.
sementara Adelia nyimak. lagi lagi Adelia di buat kesal, namun dia berusaha menahan agar dia tidak lepas kontrol.
lagian dia sendiri yang mengatakan kepada ketiga temannya bahwa fikhy suaminya itu adalah sepupunya.
sementara itu, Rudy yang merupakan manajer baru itu pandangan nya tertuju kepada Adelia dari sekian banyak karyawan gadis yang mengikuti briefing tersebut.
dia tampak memperhatikan Adelia secara seksama, sepertinya dia sudah jatuh hati terhadap iRM itu.
( jangan lupa yah, iRM \= ibu Rumahtangga Muda )
..
beberapa menit kemudian briefing selesai, Mereka kembali ke porsi mereka masing-masing.
hari itu pekerjaan di kantor Adelia tidak terlalu padat, dan juga hanya ada beberapa nasabah yang datang.
Rudy yang merupakan manajer baru itu menggunakan kesempatan itu. dia bertujuan untuk mengenal lebih dekat setiap bawahannya agar kedepan dia bisa lebih kompak dan dapat bekerja sama dengan rekan kerjanya dengan baik.
Dia berjalan dari satu ruangan / meja kerja ke ruangan/meja kerja yang lain dari semua karyawan di kantor itu.
Dia berkenalan dan bertanya tentang beberapa hal mengenai pekerjaan mereka masing masing.
kini Rudy berjalan menuju ke meja kerja Mira,Nia dan jejhe.
dia berkenalan satu persatu dengan ketiga gadis itu, lalu bertanya beberapa hal tentang pekerjaan mereka.
beberapa menit kemudian percakapan mereka selesai.
sekarang dia berjalan menuju ke ruangan Adelia yang merupakan ruangan terakhir yang belum ia masuki.
sebenarnya Rudy sengaja menyisakan ruangan Adelia untuk yang terakhir dia masuki.
dia hendak mendekati Adelia karena memang Rudy sudah jatuh hati di saat pertama dia melihat Adelia