My Unexpected Husband

My Unexpected Husband
Sebuah surat



Adelia berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah fikhy dan bruk,


satu pukulan telak masuk ke wajah fikhy. tidak sampai disitu saja, dia kembali memukul suaminya itu beberapa kali tanpa berpikir lagi.


sepertinya Adelia lepas kontrol lagi saat ini.


sementara fikhy, dia hanya diem menerima pukulan istrinya itu tanpa menghindar ataupun menangkisnya. dia membiarkan istrinya melakukan itu.


fikhy berpikir bahwa itu adalah kesalahannya.


Adelia dengan keras menggenggam kerah baju fikhy lalu mendorong nya sekuat tenaga, namun yang di dorong tidak terseok sedikit pun malah Adelia jatuh terduduk


dengan refleks fikhy langsung berjongkok di hadapan istrinya, memastikan jika Adelia tidak kenapa kenapa.


" pergi kau dari hadapan ku, pergi,....aku tidak ingin melihat wajah mu" ucap Adelia membentak, dia sedang menangis terisak.


" aku sudah muak dengan semua ini." ucap Adelia sembari menangis lalu masuk ke arah kamarnya, namun tidak mengunci pintu kamarnya.


Adelia berharap suaminya akan masuk lalu membujuknya dan meminta maaf seperti sebelumnya karena tidak memberikan kabar seharian kepadanya.


Jika boleh jujur, saat ini Adelia ingin suaminya itu memeluknya tadi. namun ternyata tidak, fikhy hanya berjongkok dan melihat lihat saja.


bahkan sama sekali tidak tersentuh sedikitpun tubuh Adelia.


sejak dari hari pertama pernikahan sampai saat ini usia pernikahan Adelia dan fikhy sudah empat bulan lebih dua Minggu, namun fikhy Masi selalu menjaga jarak dari istrinya.


bahkan menyentuh bagian tubuh Adelia sedikitpun tidak meski dia selalu baik dan lembut terhadap istrinya itu.


sementara fikhy juga langsung beranjak masuk ke kamar belakang yang merupakan kamarnya, karena memang sejak dari hari pertama pernikahan sampai saat ini dia tidak pernah tidur seranjang dengan istrinya.


Dia sangat menyesal dengan pernikahan ini, fikhy menyesal bukan karena pernikahan itu sendiri melainkan dia telah membuat gadis kecilnya itu begitu menderita bersama dirinya yang tidak di kenal lagi oleh Adelia.


fikhy beranggapan bahwa Adelia istrinya begitu tersiksa bersamanya tanpa dia ketahui bahwasanya Adelia tersiksa dengan sandiwara yang adelia mulai sendiri.


memang di awal pernikahan Adelia tidak mengakui fikhy sebagai suaminya. Namun seiring berjalannya waktu, sikap baik dan lembut fikhy membuat Adelia menaruh hati ke suaminya itu namun Adelia sendiri belum bisa meyakinkan dirinya sendiri.


Dia belum berani jujur dengan perasaannya.


sepertinya aku harus menyerah disini. aku tidak bisa lagi membuat dia membuka hatinya untuk ku.


sepertinya pria yang waktu itu begitu berarti baginya.


aku harus mundur sekarang jika tidak ingin melihat dia menangis dan terluka lagi seperti ini.


fikhy berucap dalam hati.


dia berencana akan pergi dari kehidupan Adelia, gadis kecilnya yang ia cintai sejak 17 tahun lalu sampai saat ini.


Di kamar depan, Adelia sedang menunggu kedatangan suaminya namun tak kunjung datang, sampai akhirnya dia ketiduran.


jam menunjukkan pukul 11:55 malam,


fikhy masih belum tidur, terlihat dia membuka jendela kamar nya lalu memasang sebatang rokok untuk menenangkan hatinya.


malam ini keputusannya sudah bulat, dia akan benar-benar pergi dan kembali ke negaranya.


fikhy memasukkan handuk dan beberapa pakaian nya ke dalam tas, namun masi ada beberapa pakaian yang dia tinggalkan di dalam lemari.


kembali dia memasang sebatang rokok, karena yang pertama dia pasang tadi sudah habis, dia menunggu Adelia benar benar sudah tertidur baru dia akan jalan.


satu jam kemudian fikhy berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah jendela kamarnya yang masih terbuka, dia menutup jendela kamarnya sepelan mungkin agar tidak menimbulkan bunyi.


setelah dia yakin Adelia istrinya sudah tertidur lelap,


fikhy meraih tasnya yang sudah ada beberapa pakaian yang hendak dia bawah sebagai gantinya.


lalu berjalan menjinjit seperti pencuri agar tidak menimbulkan suara. dia berhenti sejenak di depan pintu kamar Adelia yang memang terbuka lebar sejak tadi, disana dia melihat Adelia tertidur tanpa selimut.


Dengan hati hati fikhy masuk ke kamar istrinya itu lalu menyelimuti istrinya itu selembut mungkin agar Adelia tidak terbangun, lalu mengecup kening istrinya seperti yang dia lakukan selama ini tanpa sepengetahuan Adelia. namun kali ini merupakan ciumannya yang terakhir untuk istrinya itu. dia akan benar-benar pergi.


semoga harimu kedepannya akan menyenangkan, kakak akan pergi seperti yang kamu minta.


selamat malam gadis kecilku.


setelah fikhy mengecup lembut kening istrinya, dia berjalan keluar menuju ruang tamu lalu meletakkan surat kecil yang tadi dia tulis di atas meja di ruang tamu bersama sebuah buku rekening dan ATM nya.


setelah itu dia keluar lalu menutup pintu rumah itu dari luar, karena memang dia dan Adelia memegang kunci rumah itu masing-masing.


fikhy berjalan ke arah garasi, mendorong motornya keluar halaman rumah lalu menutup lagi pintu pagar.


setelah menutup pintu pagar, dia kembali mendorong motornya beberapa puluh meter lagi menjauh dari halaman rumah sehingga ketika dia menghidupkan mesin motornya tidak menimbulkan suara yang dapat di dengar Adelia.


Dia memasang lagi sebatang rokok lalu pergi dengan motornya ke arah jalanan.


setelah beberapa menit mengendarai motornya, fikhy berhenti di sebuah bar. malam ini dia begitu sedih, dia akan menghabiskan malam ini di club' malam lalu melanjutkan perjalanannya.


dia masuk lalu membooking sebuah room VIP, dengan 4 ledies yang menemaninya malam itu.


Lalu memesan beberapa botol minuman berkelas. dia akan mabuk sepuasnya malam ini sebelum memulai hidup baru tanpa Adelia istrinya.


hendak dia mengambil ponselnya dalam saku lalu,


aduh,, ponselku ketinggalan di meja kerja kamarku


udahlah, pagi besok setelah Adelia pergi bekerja baru aku balik mengambilnya. gumam fikhy dalam hati.


karena sudah agak sedikit mabuk Dia lupa bahwa hari ini sudah hari Minggu dan Adelia libur bekerja. ( kan udah jam 2 malam )


fikhy pun melanjutkan minumnya di temani 4 gadis cantik yang menggunakan pakaian seksi ( Taukan bagaimana cara berpakaian ledis club' ).


meskipun begitu, fikhy tidak berniat menyentuh satupun para gadis cantik yang menemaninya minum, bahkan mereka duduk berjarakan.


mereka minum sembari mengobrol hal hal konyol.


sejenak fikhy melupakan Adelia, namun sesaat kemudian dia kembali bersedih. sebenarnya dia tidak sanggup dengan keputusan nya meninggalkan Adelia, namun dia tidak ingin melihat Adelia bersedih lagi.


dan membiarkan istrinya itu mengejar pria yang ia cintai.


waktu berputar begitu cepat, tak terasa 4 jam dia di dalam room bar dengan keempat wanita yang menemaninya minum tadi sudah tertidur pulas karena mabuk berat,


keempat gadis itu masih tertidur pulas di sofa dalam room.


fikhy berjalan ke arah kasir lalu membayar room yang iya gunakan kemudian berjalan dengan gontai ke arah parkiran dimana motornya terparkir lalu melaju dengan kecepatan sedang ( tidak terlalu cepat, namun tidak terlalu lambat juga ) ke jalanan.


dia hendak kembali ke rumahnya untuk mengambil ponselnya.


Dia tidak bisa menghubungi siapapun.


........


..


Di rumah, Adelia baru saja bangun. dia melihat jam di ponselnya, jam menunjukkan pukul 06:35,


dia hendak bangun menuju kamar mandi namun dia menyadari sesuatu yang tidak biasanya.


biasanya jam segini fikhy suaminya telah selesai memasak sarapan pagi dengan aroma masakan yang menggugah selera.


namun kali ini tidak. rumah mereka terlihat seperti mati tidak berpenghuni.


Adelia berjalan pelan ke arah dapur untuk memastikan, namun hal yang dia kuatirkan benar terjadi.


di sana dia melihat dapur yang kosong tanpa aktivitas.


Adelia semakin panik, dia takut jika suaminya benar pergi Karena Adelia mengusir nya semalam.


Dia berjalan cepat menuju ke kamar fikhy dan tidak di temukan suaminya di dalam kamar itu .


Adelia semakin gelisah dan panik, lalu berjalan ke arah ruang tamu, dia berharap fikhy tidur di sofa ruang tamu. dan lagi, dia tidak menemukan siapa pun disana.


air matanya langsung menetes, ternyata benar suaminya benar benar pergi menuruti perkataan Adelia yang mengusirnya semalam. Hati Adelia terasa seperti di remas, sangat sakit jika di jelaskan dengan kata-kata.


pikirannya kalud, dia tidak bisa lagi berpikir panjang.


namun dia berusaha untuk menahan tangisnya.


Di tengah kesedihan nya, mata Adelia menangkap Sebuah kertas kecil yang tak lain adalah sebuah surat yang ditinggalkan suaminya bersama buku rekening dan ATM di meja ruang tamu.


Dengan cepat Adelia mengambil sepucuk surat itu lalu duduk di sofa dan membacanya dengan air mata yang menetes di pipinya.


**


untuk Adelia tercinta


maafkan kakak jika membuat mu tersiksa beberapa waktu ini bersama kakak.


maafkan kakak yang selalu membuatmu kecewa dan menangis sejak awal pernikahan kita.


maafkan kakak karena tidak bisa memanjangkan mu seperti wanita lain di luar sana yang memiliki kemewahan.


kakak hanya ingin mencintai dan dicintai dengan sederhana.


apakah kamu tau? di dalam hati kakak hanya ada kamu seorang.


tidak ada wanita lain selain kamu. kakak begitu mencintai mu sejak dahulu.


kakak akan melakukan apapun asal adek bahagia, termasuk pergi dari kehidupan adek seperti yang adek minta meski hati dan perasaan kakak tidak sanggup menerima ini.


kakak tidak ingin melihat adek bersedih dan menangis lagi seperti itu.


jika memang ada pria lain yang adek cintai, maka kejarlah. kakak berhenti disini.


kakak berharap, pria yang adek cintai itu adalah seorang pria baik yang akan berusaha untuk membahagiakan adek.


Berbahagialah dek, kakak mohon untuk adek bahagia setelah kakak pergi.


kakak berjanji tidak akan kembali ke kehidupan mu lagi dek.


semoga kedepannya adek selalu mendapatkan kebahagiaan.


oh iyah, jika adek ingin kembali ke rumah ayah, jualah rumah ini karena rumah ini atas nama adek.


kakak juga meninggalkan sebuah ATM dan rekening nya di atas meja bersama surat ini.


di dalam ATM itu ada sedikit tabungan kakak yang kakak persiapkan jika suatu ketika adek menginginkan sesuatu untuk membelinya, namun sejak awal pernikahan adek tidak pernah meminta apapun,jadi saldo di dalam ATM itu masih tetap.


jika kakak tidak salah, di dalam ATM itu ada sekitar 500 juta, pakailah uang itu.


jika habis, hubungi nomor kakak, kakak akan mengirimkannya lagi.


Dan satu lagi, untuk cincin pernikahan kakak lupa memberikan nya kepada mu. cincin itu ada di dalam laci kecil di lemari pakaian yang ada di kamar mu dek


sebenarnya kakak telah membelinya sebelum pernikahan kita, namun pas acara pernikahan kakak lupa membawanya waktu itu,...


maafkan kakak yah.


selamat tinggal dek,


kakak pergi.


....


..


setelah selesai membaca surat yang ditinggalkan suaminya itu, air mata Adelia mengalir lebih deras, dia tidak bisa lagi menahan tangisnya dan akhirnya pecah.


waktu berputar begitu cepat tanpa memperdulikan Adelia yang terduduk dilantai ruang tamu rumahnya.


sekarang jam menunjukkan pukul 15:45 sore


Adelia masih terduduk bersimpuh di lantai dengan kedua lututnya yang terlipat ke arah dadanya dan di peluk nya.


Adelia masih menangis sesenggukan, keadaan nya tampak memiluhkan.


jam demi jam berlalu dengan tangisan dan kesedihan Adelia.


Dia bahkan belum makan sejak pagi tadi.