
tak terasa malam pun berlalu begitu cepat, dan pagi pun tiba.
di upuk timur matahari mulai memancarkan sinarnya
memulai hari baru dengan semangat yang baru.
fickhy yang baru saja bangun langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka. kemudian dia mengambil handphone milik Susan yg ada di meja dari semalam karna di pinjam dia.
dan Susan pun tidak keberatan karna memang yg membeli ponsel tersebut adalah fickhy.
tok juga gak ada yg mau di hubungi Susan
tak berselang lama, Susan pun keluar dari kamar tidur. dia juga baru bangun dan agak kesiangan kali ini
" selamat pagi kak yhu "
sapa Susan ketika melihat fickhy yg sedang asik mengetik di hp nya.
" eh, dek Susan. udah bangun yah dek " balas fickhy ketika melihat Susan yg sedang mengucek matanya dengan polos
" langsung aja mandi dek, biar kita sarapan. kakak sudah memesan sarapan buat kita berdua " lanjutnya
" eh, kak. gak usa mesan makan lagi kak. biar aku masak aja, gak lama kok kak
aku cuci muka bentar, mandinya nanti aja,.. heheheee "
jawab Susan
" yah,... gmna dong. kakak Uda terlanjur memesan nya" hehehehe....
jawab fickhy lagi
" yah kak yu, mending uang buat bayar makan kita belanja di pasar aja kak. kan lumayan lebih murah, dan juga dapat banyak " jawab Susan dengan nada yg agak manja
" heheheee, gak papa kok dek Susan. kalau memang adek mau ke pasar buat belanja, yah nanti kita pergi. tapi nanti selesai sarapan, yah " jawab fickhy lagi
" pergi mandi sana" lanjut nya sambil tersenyum manis ke gadis yg telah menolongnya wktu dia mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu
setelah Susan masuk ke kamar mandi, fickhy beranjak dari sofa tempat duduknya, yg juga merupakan tempat tidurnya itu.
dia menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum.
seketika mata fickhy tertuju ke suatu objek yg kelihatan sudah sangat tua dan kumuh.
di sudut ruangan itu, terlihat sebuah lemari es yg sudah sangat tua, dia membukanya dan melihat apa saja isi di dalamnya.
seketika hatinya seperti merasa tersayat. fickhy sedih melihat keadaan ini
seorang gadis yg berusaha bertahan hidup sebatang kara dengan segala keterbatasan.
setelah meneguk segelas air, dia kembali ke sofa depan tempat duduknya dan kemudia mengetikan sesuatu.
di tmpat lain di jam yang sama, seorang gadis cantik nan rupawan masih dalam keadaan bersedih.
keadaannya begitu memprihatinkan.
badannya kurus, matanya masih bengkak dengan wajah yang begitu sangat pucat.
dia menangis terus menerus setiap malam sejak kepergian suaminya fickhy beberapa hari yg lalu.
Adelia tidak pernah berpikir bahwa suaminya akan beneran pergi darinya pada waktu itu.
Dia terus menerus menyalahkan dirinya karna bodohnya sendiri.
Adelia terus menerus mengutuk dirinya karena
dia tidak berani dan malu mengungkapkan apa yang sebenarnya ada di dalam hatinya yang di mana Bahwa Adelia sudah sangat mencintai fickhy suaminya.
setelah bersama hampir empat bulan lebih, Adelia sudah menaru hati kepada fickhy suaminya itu, meskipun sebenarnya sejak awal pernikahan mereka sama sekali belum melakukan hubungan suami-istri.
selama kurang lebih empat bulan bersama, fickhy selalu baik kepada Adelia.
dia selalu lembut dan memancarkan senyum yg tulus kepada Adelia meskipun Adelia selalu dingin dan datar terhadapnya
Fickhy juga selalu meminta maaf kepadanya meskipun bukan fickhy yang salah.
mungkin hal inilah yang membuat Adelia jatuh hati dan mulai benar'Β² mencintai suaminya itu.
akan tetapi, dia selalu di buat kesal oleh ke tiga sahabat nya yang tidak memercayai Adelia ketika Adelia mengatakan bahwa fickhy suaminya dan bukan sepupunya.
hal inilah juga salah satu penyebab pertengkaran pasangan suami istri itu yang berujung perpisahan.
sebenarnya malam itu Adelia ingin fickhy meminta maaf terhadap nya. dia ingin fickhy masuk ke kamarnya dan meminta maaf kepadanya seperti yg di lakukan fickhy sebelumnya.
Pada beberapa waktu sebelumnya, selama hampir 4 bulan lebih mereka menikah,
fickhy akan selalu datang dan meminta maaf kepada Adelia meski dari luar kamar karena Adelia selalu menutup pintu kamarnya dan membiarkan fickhy meminta maaf dari luar.
namun kali itu berbeda. Adelia sengaja membuka pintu dan tanpa di sadari fickhy bahwa Adelia telah memberikan nya akses untuk masuk berharap fickhy akan masuk untuk memeluknya, lalu meminta maaf kepadanya.
sebenarnya pada malam itu Adelia akan berterus terang tentang perasaan nya yang sebenarnya telah sangat mencintai suaminya.
Adelia juga akan berterus terang kepada suaminya yang di mana hatinya sering sakit dan di buat cemburu oleh ketiga sahabat nya yg telah menaru hati ke fickhy suaminya itu., dan tidak pernah mau mempercayai Adelia yang mana fickhy adalah suaminya...
namun ternyata Adelia mendapati kenyataan yang berbeda.
sampai dia tertidur pun fickhy tidak mendatanginya. malah sebaliknya, fickhy suaminya pergi setelah pertengkaran itu.
***
*
Adelia kembali menangis sedih ketika dia bangun dan mendapati suaminya belum juga kembali ke rumah, kamar suaminya masih kosong. dapur juga tidak ada aktifitas.
rumah itu serasa begitu sepi sperti tak berpenghuni.
"suamiku,.. pria sialanku. aku merindukanmu,...
hikssz . hikssz,. hikssz,..." ucap Adelia dalam tangisnya
" kamu dimana,? sudah 2 hari kmu pergi dari rumah dan ninggalin aku sendirian dalam tangis kesedihan ini
ππ
" kamu pernah bilang bahwa kamu sangat mencintai ku, dan tidak akan meninggalkan ku seperti iniππ
" aku mencintaimu,.. aku menyayangimu. aku sadar telah benar benar mencintaimu ππ,
pulanglah suamiku, ku mohon pulanglah..ππ...
dia terus saja menangis karna merindukan suaminya yang selalu lembut terhadapnya.., sampai dia ketiduran karena kecapean menangis
keadaan Adelia saat ini sungguh memprihatinkan.
badannya kurus, lesuh dan letih. wajahnya yang cantik rupawan yang selalu memancarkan pesona bagi pria manapun yang melihat nya, kini berubah menjadi wajah yang sangat memilukan nan menyedihkan.
Bodi tubuhnya yg begitu seksi meskipun berpakaian formal, kini terlihat begitu kurus bagaikan seorang yang tidak pernah makan.
***
*
Di tempat lain, di jam yg sama.
ketiga sahabat Adelia, yaitu Nia jejhe dan Mira bersamaan masuk ke ruang manajer tempat mereka bekerja.
mereka hendak menyerahkan surat pengunduran diri dari Adelia yang di titipkan kemarin waktu mereka menemui sahabatnya.
dan juga mengajukan resign dari Bank tersebut.
mereka bertiga memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka tersebut dan sepakat untuk menemani sahabat mereka, Adelia yang sedang dalam masalah.
pimpinan tempat mereka bekerja sangat menyayangkan hal ini, karna memang ke 4 orang ini adalah karyawan senior dan bekerja dengan sangat kompeten dan profesional. Namun, pimpinan tidak dapat berbuat apa apa karena ini memang keputusan pribadi mereka.
setelah menerima loyalitas dari bank tempat mereka bekerja, ketiga sahabat Adelia itu langsung bergegas menuju ke rumah Adelia.
mereka ingin menemani sahabat terbaik mereka di saat waktu seperti ini.
**
*
kembali ke fickhy dan Susan yang sedang sarapan di rumah sederhana Susan,
tatapan fickhy tertuju di sebuah gambaran yang terpampang di sudut ruangan.
" dek, bukankah itu Yura enterprise,.? kantor pusat Alicia Groups,?? " tanya fickhy membuka obrolan
" Iyah kak yu, itu Yura enterprise. kantor pusat Alicia Groups.
aku sangat mengagumi tempat itu dan bercita-cita bisa dapat masuk ke perusahaan raksasa itu, ya setidaknya jadi montir di salah satu perusahaan penyedia suku cadang mobil mewah mereka. sekalipun seumur hidup tidak mampu membeli produk yang mereka jual, setidaknya aku bisa melihat dari dekat secara jelas dan bahkan bisanya menyentuh nya ketika saya merakitnya,... namun apala daya kak yu. pendidikan ku bahkan hanya tamatan SMA.
heheheee" jawab Susan polos
" apakah adek Susan beneran ingin bekerja di sana? kakak bisa memasukkan mu Bekerja di sana dek,ππ " jawab fickhy
" eh,.... sriusan kak yu? tapi pendidikan ku hanyalah tamatan SMA. studi kuliah ku kandas di jalan kak ketika ayah bangkrut dan kemudian pergi menghilang entah kemana " jawab Susan lagi yang kini wajahnya berubah muram sedih
" senyum dong dek Susan. gak perlu sedih begitu. Kakak janji, kamu akan masuk bekerja di sana. gak usa sedih lagi yah" jawab fickhy sambil mngacak acak rambut Susan dengan senyum yg manis mempesona yg tersungging di bibirnya...
Susan pun tersenyum bahagia karna ada teman bicara saat ini.
selama ini Susan selalu sendiri dan tidak punya siapa siapa semenjak ibunya meninggal dunia.
namun sekarang, dia telah memiliki seorang teman yang baik hati di rumah sederhana miliknya.
Susan telah menganggap fickhy yang dia kenal dengan kak yu seperti kakak kandungnya.
setelah sarapan mereka selesai, Susan langsung memberesi alat makan mereka, dan bergegas ke depan menuju usaha bengkel kecilnya dan mulai memperbaiki motor fickhy yang belum selesai di kerjakan kemarin,
sementara fickhy, terlihat dia mengetik sesuatu di ponsel milik Susan dan kemudian mengambil handuk lalu mandi...