
sebelumnya mereka berlima telah makan malam di sebuah warung makan di pinggir jalan sewaktu perjalanan pulang tadi.
Mira, Nia dan jejhe juga telah memberi tahu orang rumah bahwa mereka akan menginap di rumah Adelia sahabat mereka.
**
keesokan paginya.
berhubung ini hari Minggu, Adelia dan teman-teman nya Masi bermalas-malasan di kamar mereka, karena memang mereka tidak masuk kantor hari ini.
sementara di lantai 2 di sebuah kamar,
Adelia duduk memandangi foto yang ada di lemari nya.
" selamat pagi kak Yu, apa kabar? aku merindukan mu kak " ucap Melisa sembari menatap foto itu.
" kak Yu, apakah kak tau?!! semalam aku bertemu dengan seorang pria jahat, sekertaris Alicia group, memang tampan sih. tapi dia begitu angkuh kak Yu " ucap Adelia lagi.
" kak Yu, beberapa waktu kedepan aku akan menikah, apakah kak Yu bahagia ? aku akan menikah dengan pria pilihan ayah, maafkan aku kak Yu "
" apakah kak Yu tau, aku telah menunggu selama 17 tahun sejak kepergian kakak, namun tidak ada sedikit pun kabar yang kakak berikan kepadaku." terlihat Adelia berusaha menahan cairan bening di matanya yang hendak menyeruak keluar.
" kak Yu, aku ini juga wanita, hatiqu begitu bersabar selama ini menantikan kedatangan kak Yu menjemput ku"
hiks hiks hiks,, kini Adelia menangis sesenggukan. dia tidak mampu menahan nya lagi. dan pecahlah tangisan seorang gadis di kamarnya.
...
..
bukan lah hal yang mudah bagi Adelia selama 17 tahun menantikan kedatangan sosok pria yang di cintai nya selama 17 tahun, dia bahkan menutup pintu hatinya rapat rapat untuk pria tersebut.
Namun hal lain begitu membuat nya terpojok. Ayahnya telah memilih seorang pria yang akan menjadi suami Adelia.
sbenarnya dalam hati kecil Adelia dia begitu menolak keputusan Ayahnya ini. Namun dia tidak memiliki pilihan.
Adelia takut akan mengecewakan ayahnya, sementara di sisi lain, sosok pria yang ia tunggu selama ini tak kunjung datang.
beberapa menit berlalu dengan Adelia yang menangis sedih sampai akhirnya dia di kejutkan dengan ketokan di pintu kamarnya.
" tokk tok tokk... permisi kak Lia " ucap seseorang dari balik pintu yang tidak lain adalah Artnya, Melisa.
sontak Adelia kaget dan segera menghapus air matanya yang membasahi pipinya.
dia beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu kamarnya lalu membukanya,
" ada apa Lisa ? " tanya Adelia setelah dia membuka pintu kamarnya.
" kak Lia,...... kak jejhe dan yang lain sedang menunggu kakak di ruang makan untuk sarapan" ucap Melisa
" ohh Iyah, ayo...." ucap Adelia sembari melangkahkan kakinya menuruni tangga ke lantai satu.
setibanya di ruang makan, di sana telah duduk ketiga sahabatnya yaitu Mira, Nia dan jejhe.
Adelia pun langsung duduk di kursi kosong di meja itu
" aduh maaf yah, sudah lama menunggu ? " tanya Adelia kepada ketiga sahabat itu.
" oh Lia, tidak apa-apa kok, " ucap ketiga sahabat Adelia itu serempak.
" hmmmm, lalu giliran siapa nih ? " tanya Adelia yang sudah duduk di kursi kosong di meja makan itu.
" saya kak, " ucap jejhe antusias.
" baiklah, ayo " ucap Mira menimbal.
setelah jejhe selesai dengan doa makan, mereka berempat pun makan bersama, sebenarnya Melisa juga di ajak untuk sarapan bersama oleh mereka berempat itu, namun dengan sopan Melisa menolaknya.
dia begitu tau diri meskipun sebenarnya Adelia tidak keberatan jika melisa sarapan bersama mereka.
40 menitpun berlalu.
keempat sahabat setia itupun akhirnya selesai dengan sarapan mereka. lalu beranjak duduk mereka di meja makan ke ruang tamu sambil bercanda riah, sementara Melisa melanjutkan pekerjaannya merapikan meja makan.
beberapa menit pun berlalu. akhirnya Mira, jejhe dan Nia pun berpamitan pulang ke Adelia. dan Adelia pun langsung beranjak meninggalkan ketiga sahabatnya menuju kamarnya.
Dia hendak melakukan kebiasaan buruknya yaitu berendam lama lama dalam bathtub kamar mandinya.
sementara ketiga sahabat Adelia itu beranjak menuju ruang kerja pak Ahmadi, mereka bertiga pun berterima kasih lalu berpamitan pulang.
..
memang pak Ahmadi dan sekertaris nya pak Munir tidak sarapan bersama mereka tadi. pak Ahmadi dan sekertarisnya sudah terlebih dahulu sarapan di ruang kerja pak Ahmadi dengan roti bakar dan kopi.
...
..
setibanya di garasi, Nia dan Mira langsung duduk di motor sementara jejhe Masi berdiri.
dia hampir saja melupakan sesuatu yang sangat berbahaya,
yah .. titipan sekertaris Hanz kepada calon istri masa depannya.
jejhe membuka tasnya lalu di lihat nya iPhone keluaran terbaru itu bersama kartu nama milik sekertaris Hanz masi ada di dalam tasnya.
" Mira, Nia tunggu sebentar. aku hampir saja melupakannya " ucap jejhe yang kemudian berlari ke arah rumah lalu Masuk ke dalam mencari Melisa.
jejhe mendapati Melisa sedang mencuci piring di dapur
" Lisa, nih. maaf aku lupa memberikan ini padamu semalam " ucap jejhe sembari menyodorkan barang yang ada di tangannya.
" ohh iyah kak jejhe, makasih kak. letakin aja disitu kak, tanganku lagi basah " ucap Melisa yang menolehkan wajahnya ke arah jejhe sembari tangannya masih tetap melakukan kegiatannya mencuci piring
" ok deh, aku taruh di sini yah dan jangan lupa untuk menghubunginya sesegera mungkin. jika tidak kita dalam masalah besar " ucap jejhe sembari meletakkan ponsel dan kartu nama di meja dapur.
Jejhe pun berpamitan pulang lalu berjalan menuju ke garasi yang di mana kedua teman jeje telah menunggu.
setibanya jejhe, mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan mereka ke tempat tinggal masing-masing.
sementara Melisa telah selesai dengan semua pekerjaan rumah nya itu lalu meraih ponsel dan kartu nama yang ada di meja dapur tanpa membaca kartu nama itu.
dia berpikir bahwa itu adalah titipan dari teman tampannya pemilik Alicia group, sewaktu dia pingsan. dia begitu senang dengan ponsel baru yang dipikirnya pemberian dari tuan Tampan yang baik hati.
memang sebelumnya Melisa mempunyai sebuah ponsel,
namun beberapa waktu lalu ketika dia dan bi Mila sedang berbelanja bahan dapur di pasar, ponselnya jatuh.
Melisa berapa kali bolak-balik di tempat yang di lalui nya berusaha mencari ponsel nya itu namun tidak ketemu.
Saat itu melisa begitu sedih, salah satu harta berharga nya hilang. ponsel itu sudah lama bersama Melisa.
Melisa berjalan ke arah bangku yang ada di halaman belakang dengan ponsel baru dan kartu nama di tangannya kemudian duduk di bangku itu.
dia melihat Ponsel itu lalu mengotak atiknya beberapa saat dan kemudian dia mengambil kartu nama itu dan membacanya.
wajah Melisa terlihat memelas ketika dia membaca kartu nama itu.
Dia sudah terlebih dulu berharap bahwa presidir Alicia group' yang memberikan itu,
ternyata si pria penjinak Bom,... gerutu Melisa dalam hatinya.
Tak berselang lama wajah Melisa merona meriah, Melisa tampak tersenyum bahagia.
dia tidak bisa berbohong terhadap hati kecilnya.
meskipun saat itu dia terkagum kepada tuan muda Yu yang baik terhadap nya, namun sejujurnya Melisa telah jatuh cinta kepada sekertaris Hanz yang kejam itu pada pandangan pertama. namun saat itu dia ketakutan setelah mendapat bentakan dari orang nomor 2 Alicia group yang terkenal kejam itu.
Melisa pun menyimpan nomor kontak Hanz lalu mengirim beberapa pesan kepadanya melalui pesan WhatsApp.
..
sementara itu di dalam kamar lantai 2, Adelia yang sudah selesai dengan acara berendam nya dalam kamar mandi, kini tengah berbaring di kamar tidurnya sembari memainkan ponselnya.
tak berselang waktu lama diapun tertidur.
..
.
jam menunjukkan pukul 12:ยน5,
Adelia turun dari lantai 2 menuju ke ruang makan karena memang saat ini sudah jam makan siang.
di meja makan mereka semua sudah berkumpul menunggu Adelia.
lalu acara makan siang bersama pun di mulai.
beberapa menit waktu berlalu dan acara makan siang bersama di rumah itupun selesai,
mereka semua kembali dengan kesibukan mereka masing-masing.
Adelia kembali menuju kamarnya untuk bermalas-malasan,
pak Ahmadi dan sekertarisnya kembali ke ruang kerja pak Ahmadi untuk melanjutkan pekerjaan mereka,
bi Mila dan Lisa pun merapikan meja makan dan melanjutkan beberapa pekerjaan mereka.
selesai berbenah, Lisa pun kembali ke bangku yang ada di halaman belakang, dia manatap ponselnya menunggu balasan pesan dari nomor yang telah di kirimnya pesan terlebih dahulu namun belum ada balasan.
wajah Melisa menjadi cemberut.
...
malampun tiba, kembali lagi anggota rumah itu berkumpul bersama di ruang makan untuk makan bersama dan kembali dengan kegiatan mereka masing masing.
Keesokan paginya
..
kali ini kembali seperti biasanya, Adelia sudah duduk di ruang makan sambil menunggu ayahnya dan pak Munir untuk sarapan.
selesai sarapan mereka pun berangkat ke tempat kerja bersama menggunakan mobil.
setibanya di depan kantor, mobil berhenti dan Adelia pun turun menuju gedung kantor tempat Iyah Bekerja.
sementara pak Ahmadi dan sekertaris nya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju perusahaan ' Wijaya makmur ' milik pak Ahmadi Wijaya.
"selamat pagi kak Lia," ucap ketiga sahabat yang juga merupakan bawahannya itu.
" selamat pagi juga Mira, Nia, jejhe " jawab Adelia dengan senyum lalu menuju ruangannya untuk memulai pekerjaan.
..
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah jam makan siang, Adelia keluar dari ruang kerjanya dan sudah di tunggu ketiga sahabatnya itu.
mereka pun keluar dari ruang kantor itu menuju parkiran motor., lalu pergi berboncengan menuju rumah makan yang tidak terlalu jauh dari kantor tempat mereka bekerja.
mereka memang sering makan siang di rumah makan ini karena begitu banyak pilihan yang di sajikan. jadi mereka tidak pernah bosan.
beberapa menit pun berlalu, akhirnya mereka telah selesai dengan makan siang mereka lalu kembali ke kantor tempat mereka bekerja.
sesampainya di kantor tempat mereka bekerja, Adelia langsung masuk ke ruang nya sedang ketiga sahabatnya kembali ke meja kerja mereka.
mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka seperti seharusnya.
...
pukul 16:45
kembali keempat sahabat itu berkumpul, mereka telah selesai dengan pekerjaan mereka dan kini telah berada di halaman parkiran kantor.
mereka bercanda dan tertawa bersama sebelum akhirnya mereka berpisah, pulang ke kediaman mereka masing-masing.
Nia dan Mira berboncengan di satu motor milik Nia, sementara Adelia di antar pulang oleh jejhe.
yahh... seperti biasanya rutinitas mereka sehari-hari selama ini.
Dan lagi-lagi keempat sahabat sejati itu sama sekali tidak menyadari 2 sosok pria misterius yang sedang mengawasi gerak-gerik mereka.
sekitar 25 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di tujuan.
setibanya di rumah Adelia, jejhe pun berpamitan pulang, dan Adelia pun masuk ke dalam rumah lalu menuju kamarnya yang ada di lantai 2. dia melanjutkan kegiatan nya dengan kebiasaan buruknya yaitu berendam lama lama dalam bathtub di kamar mandinya itu sembari menunggu jam makan malam.
**
...
.
jam berputar, hari berlalu, Minggu berganti.
Tak Terasa dua bulan telah berlalu dengan kesibukan dan rutinitas mereka sehari-hari.
pak Ahmadi ayahnya Adelia telah menentukan tanggal pernikahan.
tiga hari lagi Adelia akan menikah.
seminggu yang lalu, Adelia begitu menyibukkan dirinya dengan pergi ke salon dan klinik kecantikan.
.......
..
Bersambung..
***
hy readers, maaf yah kalau ceritanya agak sedikit menyeleweng Karen di episode sebelumnya Melisa yang sedikit author tekankan.
hal ini bukan tanpa alasan, mengingat sosok Melisa yang juga adalah salah satu karakter penting di cerita ini. dia akan sedikit berperan penting di episode selanjutnya.
ohh iyah, author minta maaf yah kalau ada sedikit salah pengetikan atau tulisan author agak typo, author mengetik dengan hp soalnya..๐๐
semoga para readers sehat selalu dan di limpahkan berkatnya.
Amin...