
" terimakasih nak, ayah sangat bahagia memiliki putri sepertimu. " ucap pak Ahmadi membalas pelukan putrinya sambil tangan kanannya membelai lembut puncuk kepala Adelia.
Lia,.... maafkan ayah nak. ayah sedikit berbohong dengan cerita itu. ayah harap suatu saat nanti kamu dapat menerima kenyataan nya.
ucap pak Ahmadi dalam hatinya.
" terimakasih ayah, Lia juga bahagia kok, yang penting ayah juga bahagia,.?!!" ucap Adelia yang masih memeluk ayahnya.
" tapi ayah, boleh kah Adelia meminta sedikit waktu untuk mempersiapkan diri dan perasaan Lia sebelum pernikahan ini.?" sambung nya lagi.
" baiklah putriku, ayah kasi kamu waktu 2 bulan ya.." ucap pak Ahmadi yang masih membelai rambut anaknya itu lalu melepaskan pelukannya secara perlahan.
" pergilah bersihkan dirimu nak, ayah tunggu di ruang makan, sudah waktunya makan malam " ucap pak Ahmadi lagi.
" baiklah ayah, terimakasih. " Adelia berjalan ke arah meja yang di sana ada tas kerjanya, menenteng tas iti dan kemudian berjalan kearah tangga lantai 2 menuju kamarnya.
pak Ahmadi menatap punggung putrinya itu yang berjalan menaiki tangga rumahnya.
maafkan ayah nak, semoga saja kamu dapat menerima kenyataan suatu saat nanti. pak Ahmadi berkata dalam hati lalu berjalan ke arah ruang kerjanya.
sementara Adelia yang sampai di kamar membuka pintu kamarnya lalu melempar tas kerjanya ke sembarang arah lalu duduk di meja rias dalam kamarnya.
dia manatap sebuah foto 17 tahun yang lalu.
di dalam foto itu terlihat 2 bocah yang tersenyum lebar yang saling bergandeng tangan, seorang bocah wanita yang berusia sekitar 7 tahun menggenggam erat tangan seorang bocah lelaki yang berusia sekitar 10 tahun, seakan tak mau melepaskan nya walau sedetik.
"kak Yu, panggil aku kak Yu. aku adalah tuan muda keluarga Yu. namaku bukan kak tampan, jangan menangis lagi."
ucap seorang bocah lelaki yang berusia 10 tahun dengan polosnya 17 tahun yang lalu terngiang ngiang di kepala Adelia.
seketika air mata Adelia menetes. Dia begitu merindukan kak Yu nya.
setelah hampir 10 menit dia menatap foto itu dengan pikiran nya ( tidak tau apa yang di pikirkannya, author juga gak tau 😁😁 ), dia meletakkan kembali foto itu dengan hati hati ke tempat semula, seakan jangan sampai ada yang lecet dari foto itu.
Lalu dia beranjak dari duduknya yang meratapi foto itu, berjalan ke ruang ganti di kamarnya lalu menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi dia masuk ke dalam bathtub yang telah di siapkan nya sebelum nya. Adelia berendam air panas selama beberapa menit menghilangkan penat dan rasa capek di tubuhnya, pikiran nya, dan hatinya.
tubuhnya capek karena bekerja setiap hari, pikirannya capek karena memikirkan masalah pernikahan, dan hatinya... yah tentunya hati Adelia capek dengan penantian panjang. menantikan kedatangan kak Yu nya untuk menjemput dirinya, dan semua penantian itu sia-sia pasalnya dia akan menikah dengan pria yang di jodohkan ayahnya 2 bulan lagi dari Sekarang.
sementara di ruang makan, pak Ahmadi dan ke 3 asisten rumah tangga sedang duduk di ruang makan berhadapan dengan meja makan yang sudah tertata lauk dan Pauk sambil bercanda cengkrama layaknya sebuah keluarga besar menunggu kedatangan Adelia.
yah,.... memang di rumah ini tidak ada batasan antara pembantu dan majikan. sifat pak Ahmadi yang lembut, ramah, baik hati dan suka menolong menjadikan suasana rumah ini begitu hangat.
pak Ahmadi juga dulunya adalah seorang yang keadaan hidup keluarganya pas Pasan, dulunya pekerjaan pak Ahmadi hanyalah seorang supir angkot ( angkutan kota ) di kota ini, jadi dia tau cara menghargai sebuah kehidupan.
meskipun begitu, para pelayan di rumah ini selalu segan dan menghormati tuan besar dan nona muda mereka.
perbuatan baik pak Ahmadi yang suka menolong orang ini merubah kehidupan keluarganya ketika 20 tahun yang lalu dia menolong seorang wanita mudah yang berusia sekitar 27 tahun dan anaknya yang berusia 7 tahun.
Dengan senang hati pak Ahmadi dan istrinya menyediakan rumahnya yang agak kumuh waktu itu sebagai tempat tinggal bagi anak dan ibu itu selama 3 tahun sampai keluarga mereka menjemput nya dan membawa mereka kembali ke negaranya.
pukul 19:15 Adelia turun dari lantai 2 kamarnya menuju ruang makan. hampir 50 menit dia di kamar nya.
dia berjalan menuju ruang makan dan terdengar lah suara tawa dari ruang makan itu.
yah,.. selalu seperti itulah ruang makan keluarga ini ketika jam makan malam. suasananya selalu hangat.
melihat Nona mudanya datang mendekat, pak Munir sopir pribadi pak Ahmadi berdiri lalu menarik kursi di ruang makan
" silahkan nona muda " ucap pak Munir dengan sopan nya.
" terimakasih pak Munir,?! " ucap Adelia.
" tapi lain waktu tidak perlu sesegan ini pak " sambung Adelia lagi dengan senyum indah yang merekah di bibir mungil nan seksinya itu.
setelah membaca kan doa makan, acara makan malam bersama pun dilakukan..
pak Munir pun berpamitan pulang dengan membawa bungkusan makanan yang telah di siapkan bi Mila dari makanan sisa yang belum tersentuh untuk di bawakan kepada anak dan istri pak Munir. rumah pak Munir tidak terlalu jauh dari rumah pak Ahmadi, sekita 300 sampai 400 meter saja.
selain sopir pribadi, pak Munir merupakan sekertaris pak Ahmadi. jadi terkadang dia makan malam di rumah tuannya karena sepulang kantor pak Munir Masi membantu pak Ahmadi tuannya menyelesaikan pekerjaan kantor di ruang kerja pak Ahmadi.
ohh iyah, dulunya pak Munir adalah rekan kerja pak Ahmadi, dia adalah kondektur dari pak Ahmadi selama Masi menjadi supir angkot beberapa tahun yang.
sementara pak Ahmadi berjalan menuju ke ruang kerjanya karena Masi ada sedikit pekerjaan yang belum selesai di kerjakan sekertaris nya tadi.
dan Adelia kembali masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
tinggal lah 2 orang pembantu rumahtangga yaitu bi Mila dan ponakannya Melisa, yang masih berbenah merapikan meja makan dan kemudian mencuci piring.
bi Mila merupakan seorang janda yang di tinggal mati oleh suaminya, bi Mila sekarang berusia 31 tahun.
suaminya meninggal 5 tahun yang lalu akibat kecelakaan kerja. sebelumnya mereka tinggal di sebuah kontrakan yang kumuh dan padat penduduk.
setelah hari pemakaman pak Arif, suami bi Mila. pak Ahmadi membawa kedua wanita itu ke rumahnya sehingga bisa menjamin kelangsungan hidup mereka.
sempat ada penolakan waktu itu dari BI Mila karena alasan akan merepotkan pak Ahmadi. namun pak Ahmadi menawarkan mereka menjadi Art di rumah pak Ahmadi, dan akhirnya mereka pun mau.
suami bi Mila ( pak Arif ) sendiri merupakan karyawan pak Ahmadi. dia juga merupakan orang penting di perusahaan milik pak Ahmadi. dia di percayakan mengontrol dan mengawasi setiap proyek dari perusahaan. namun nasip malang menimpa nya 5 tahun yang lalu. terjadi kecelakaan kerja yang merenggut nyawanya.
sementara Melisa sendiri adalah seorang anak gadis yang berusia 24 tahun sama dengan nona mereka, Adelia. wajah mereka juga sangat mirip seperti pinang yang di belah 2. tingkah laku dan sifat keduanya juga sangat mirip, ketika salah satu dari mereka moodnya berubah, makah tenpa sebab dan akibat mood yang satunya lagi akan langsung berubah.
terkadang mereka merasa bahwa mereka adalah saudara kembar. akan tetapi itu camanlah perasaan mereka, nyatanya Adelia merupakan nona muda. anak dari pengusaha nomor 2 ternama di daerah itu, sedangkan Melisa hanyalah seorang pembantu rumah tangga di rumah itu.
Melisa merupakan ponakan dari pak Arif dan bi Mila, dia seorang anak yatim-piatu, ayahnya meninggal kan dirinya dan ibunya sewaktu Melisa Masi dalam kandungan, ibu Melisa meninggal seminggu setelah melahirkan Melisa karena frustasi.
kemudian Melisa di bawah neneknya ke sebuah desa, di rawat dan di besar kan di sana.
setelah Melisa berumur 2 tahun, neneknya yang sudah tua mulai sakit sakitan dan akhirnya meninggal dunia.
kemudian Melisa di bawah pak Arif yang merupakan kakak kandung dari ayah Melisa ke kota dan dirawat serta di besarkan di kota.
****
pukul 23:40
Di sebuah kamar di lantai 2 seorang gadis cantik yang sedang berbaring sambil memandang langit langit kamarnya belum juga tertidur.
dia Masi kepikiran dengan sosok pria calon suaminya itu..
bagaimana sosoknya si pria sialan itu ya? aku kok jadi penasaran..
apakah dia punya hidung untuk bernafas.?
apakah wajahnya memiliki bentuk.?
bagaimana dengan kejiwaannya yah..?!! jangan sampai dia stegi lagi ( stegi \= setengah Gila )
waduh.... gawat dah...
semua pikirkan yang tidak baik timbul di pikiran Adelia terhadap calon suaminya itu, sampai akhirnya dia terlelap tidur dengan pikiran joroknya sendri..
..........
**bersambung
hy readers,. maaf yah, episode kali ini agak muter muter mumet dikit 😂😂,.
yah berhubung dengan episode ini tentang rumah Adelia...
jadi di kesempatan ini author memperkenalkan semua karakter yang ada di rumah itu..
semoga para readers tersayang semua selalu dalam keadaan sehat yah di masa pandemi ini. dan juga makin di limpahkan berkat nya,.. Amin...