
waktu berputar begitu cepat tanpa memperdulikan Adelia yang terduduk dilantai ruang tamu rumahnya.
sekarang jam menunjukkan pukul 15:45 sore
Adelia masih terduduk bersimpuh di lantai dengan kedua lututnya yang terlipat ke arah dadanya dan di peluk nya.
Adelia masih menangis sesenggukan, keadaan nya tampak memiluhkan.
jam demi jam berlalu dengan tangisan dan kesedihan Adelia.
Dia bahkan belum makan sejak pagi tadi.
...
Di tempat lain,
di kamar pasien, di dalam sebuah rumah sakit terbaring seorang pria tampan yang mengalami kecelakaan tunggal.
kepalanya ada yang bocor akibat terbentur dan pergelangan tangan kanannya tergilir.
Dia di temani seorang wanita berparas cantik yang menggunakan dress sederhana yang sudah terlihat kusam.
wanita itu bernama Susan Aprilia, seorang gadis tukang bengkel yang bertemu dengan pria yang sedang dia jaga saat ini karena kecelakaan tadi pagi di dekat bengkel memiliknya, Susan lah yang menjadi pekerja di bengkel kecil miliknya.
sedangkan si pria yang mengalami kecelakaan itu tidak lain adalah fikhy yang beberapa bulan lalu memperbaiki motornya di bengkel kecil milik susan.
fikhy yang tengah mabuk berat hendak kembali ke rumah istrinya untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan.
namun karena keadaannya yang tengah mabuk membuat fikhy sedikit kehilangan kesadaran nya dan membuat nya menabrak tiang Listrik yang tak jauh dari bengkel milik Susan.
Susan yang kala itu hendak kembali ke rumahnya sehabis joging pagi melihat dengan jelas kecelakaan itu.
Susan juga lah yang membawa fikhy, pria baik hati yang dia kenal dengan kak Yu beberapa bulan lalu di bengkel nya, ke rumah sakit.
..
jam menunjukkan pukul 17:00 sore,
fikhy akhirnya sadar juga selama beberapa jam dia tertidur.
mungkin karena efek mabuk.
Dia hendak duduk dan,
" aduh,, ternyata beneran aku kecelakaan, ku pikir mimpi doang, " ucap fikhy ketika dia telah sadar dan hendak duduk di ranjang pasien yang saat ini dia tempati.
hal ini sontak membuat Susan yang menjaganya sewaktu tadi dia di rawat terbangun dari tidurnya.
Susan tidur di kursi samping ranjang pasien yang fikhy tempati.
Susan pun mengucek pelan matanya menandakan bahwa dia telah bangun dari tidurnya.
" eh kak Yu, udah sadar kak? " tanya Susan menatap wajah fikhy.
" eh, dek Susan. apa kabar dek, lama gak bertemu." bukannya menjawab, fikhy malah balik bertanya.
" kabarku baik baik saja kak, kak Yu yang terlihat menyedihkan tuh" ucap Susan sambil tertawa kecil yang di balas tawaan dari fikhy.
" hah, begitulah. kak pikir hanya mimpi, ternyata beneran kecelakaan. hahahahahaa, " ucap fikhy di iringi tawanya.
" yeh kak Yu, tadi pagi waktu kecelakaan kakak mabuk berat. tadi pagi aku sempat panik kak karena kak sudah gak sadar diri sejak nabrak tiang listrik dekat bengkel ku.
apakah kakak ada masalah dengan istri kakak? " tanya Susan berspekulasi, pasalnya dia tidak tau apakah fikhy udah menikah atau belum.
" hmm',,.. udahlah. gak penting." ucap fikhy berusaha tidak menjawab pertanyaan Susan, gadis yang membawanya ke rumah sakit.
" oh iyah, bolehkah kakak nginap di rumah mu sampai kakak pulih total?" sambungnya.
" boleh kak, tapi...." Susan menggantung kalimatnya.
" tidak apa-apa, " jawab fikhy, seakan dia tau apa yang hendak di katakan Susan.
" baiklah kak jika kakak tidak keberatan. oh Iyah, kata dokter kalau kakak udah siuman kakak sudah boleh pulang. luka kakak tidak terlalu parah, hanya saja pergelangan tangan kanan kakak terkilir."
" hmm', baiklah. ayo bantu kakak berdiri, kita ke ruang administrasi. kakak gak mau lama lama disini "
Susan pun beranjak dari duduknya. dia membereskan semua yang hendak di bawa kembali.
mereka pun lalu berjalan menuju ruang administrasi untuk melakukan pembayaran.
setelah itu berjalan keluar dari rumah sakit itu.
setelah di luar gedung rumah sakit, fikhy hendak meminjam ponsel Susan untuk menghubungi seseorang, namun Susan juga tidak memiliki ponsel.
ponselnya rusak beberapa Minggu lalu, lcd nya pecah, dia belum memiliki uang untuk memperbaiki nya ataupun membeli ponsel baru.
..
mereka berdua berjalan ke arah sebuah mobil taksi yang baru saja mengantarkan penumpang ke rumah sakit tersebut,
" pak, apakah bapak sedang menunggu seseorang? maksud saya apakah bapak ada penumpang?" tanya fikhy kepada sopir taksi tersebut.
" oh, tidak pak. kebetulan saya baru saja menurunkan penumpang. mau kemana pak? " tanya pak sopir kemudian
Susan pun memberikan alamat rumahnya, lalu mobil pun melaju kejalanan menuju rumah sederhana Susan.
Di perjalanan, fikhy menyuruh supir taksi yang sedang membawa mereka berhenti di sebuah toko penjual ponsel.
tokoh tersebut cukup besar, berlantai dua yang di dalam nya terdapat berbagai jenis smartphone dan benda elektronik lainnya yang mereka jual.
fikhy dan Susan pun masuk ke dalam toko itu, sementara pak supir menunggu mereka di areal parkir toko.
fikhy berjalan ke arah sebuah etalase yang di dalamnya terpajang Beberapa jenis i Phone lalu menunjuk salah satu diantaranya yang hendak fikhy beli.
Namun karyawati yang bertugas disitu malah mengabaikan nya.
" maaf pak, di sebelah sana ada phonsel dengan harga terjangkau, bapak dan ibu boleh kesebelah sana untuk membelinya. " ucap gadis bernama Susi, yang merupakan salah satu karyawan toko itu.
tak lama berselang, seorang pria tampan dengan setelan kameja kebiruan di padu dengan celana jeans hitam memakai sepatu yang menambah kesan elegan masuk ke toko itu.
dia terkejut melihat fikhy ada di tokonya. sepertinya dia mengenal siapa pria yang berdiri di samping Susan itu. matanya langsung melotot lalu berjalan ke arah fikhy dan Susan.
Pria itu menunduk hormat,
" maafkan karyawan saya pak, mari silahkan.
di sebelah sana ada tipe keluaran terbaru."
ucap pria yang berusia sekitar 28 tahun itu sambil menunjuk sebuah etalase kaca yang di dalamnya terpajang iPhone keluaran terbaru.
ternyata pria itu adalah pemilik dan juga manajer disitu.
"Susi,.. ke ruangan ku segera " ucap pria itu,
sontak semua karyawan yang ada di dalam toko ponsel yang juga cukup ternama di daerah itu saling pandang satu sama lain.
manajer mereka ini cukup baik orangnya, namun dia terkenal kejam, pria itu tak akan segan-segan memecat karyawan nya.
hanya ada dua alasan jika karyawan masuk ke dalam ruangan nya.
yang pertama, akan mendapatkan bonus dan yang kedua adalah pemecatan.
" ah, tidak apa-apa pak, saya hanya menginginkan yang itu. " ucap fikhy komitmen sembari menunjuk iPhone yang ingin dia beli tadi.
" nona Susi, tolong yah " sambungnya lagi sembari menyodorkan kartu kredit nya.
" apakah kamu tidak mendengar nya? segera persiapkan apa yang hendak mau di beli tuan ini " ucap manajer itu setengah membentak ketika melihat Susi karyawan nya hanya diam mematung.
" i-.. iyah pak, Maafkan saya" ucap Susi yang kemudian dengan sigap hendak melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
" nona, sekalian yang ini juga yah di totalin. " ucap fikhy sembari menunjuk sebuah iPhone lagi di samping pilihan nya tadi.
............
setelah selesai melakukan transaksi pembayaran,
Susi mengembalikan kartu kredit milik fikhy lalu membungkuk hormat
" terimakasih banyak tuan, maaf kan saya atas ketidak sopanan saya barusan "
" ah, tidak apa-apa nona. santai saja " ucap fikhy menenangkan sembari tersenyum ramah lalu berjalan ke arah pintu yang langsung di bukakan oleh manajer itu.
manajer toko itu membungkuk hormat di depan pintu.
lalu mengikuti fikhy dan Susan sampai ke depan mobil taksi di area parkir.
" tuan muda Yu, sekali lagi saya memohon maaf atas ketidak sopanan salah satu karyawan saya tadi " ucapnya sambil menunduk hormat.
" tidak apa-apa Richard, dia hanyalah seorang gadis polos" jawab fikhy sembari membalikkan badannya menghadap Richard yang merupakan pemilik toko tersebut.
" oh iyah, lain kali jangan terlalu kasar terhadap wanita seperti tadi " sambung fikhy.
" iyah tuan muda Yu, maafkan saya tuan" ucap Richard.
eh, tuan muda Yu ternyata masih mengenalku. ucapnya dalam hati
" apakah toko ini milikmu? "
" iyah tuan muda Yu," jawab Richard yang masih menunduk.
sementara Susan, dia masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini. otaknya tidak mampu mencerna kejadian yang dia lihat saat ini.
dia kebingungan dengan manajer yang juga pemilik toko itu begitu hormat dan sopan terhadap pria yang bersamanya sedari rumah sakit itu.
" hmm', baiklah. bekerja lah dengan lebih baik lagi. jadikan kesalahan di masa lalu sebagai tumpuan untuk lebih baik kedepannya." ucap fikhy lagi.
" terimakasih tuan, "
" hmm', aku pergi dulu" ucap fikhy sembari menuju mobil taksi yang dia dan Susan tumpangi tadi.
Richard pun berlari dan membukakan pintu mobil taksi itu dengan hormat.
setelah duduk di kursi dalam mobil, fikhy mengeluarkan sala satu iPhone yang baru saja dia beli.
" oh iyah Chard, tolong berikan ini kepada gadis itu" ucap fikhy dari dalam taksi.
sambil menunduk hormat, Richard meraih iPhone terbaru
" maksud tuan, Susi? "
" iyah, dan terimakasih karena tidak mengungkapkan identitas ku di dalam tadi. "
" iyah tuan, saya hanya melakukan sesuatu yang seharusnya saya lakukan";
" tuan muda, bolehkah saya menitipkan sesuatu ? " sambungnya
" apa itu?" tanya fikhy
" titipkan salamku kepada sekertaris Hanz, saya sangat berterimakasih atas kebaikan hatinya."
" baiklah "... ucap fikhy menutup percakapan dan mobil pun melaju dari areal parkir toko menuju rumah Susan.
di dalam mobil Susan masih kebingungan dengan kejadian itu, dia hendak bertanya langsung kepada pria yang di kenalnya dengan kak Yu itu namun di urungkan niatnya.
sementara di toko tadi, Richard masuk kedalam toko lalu memanggil Susi ke ruangan nya.
Susi pun langsung berjalan masuk mengikuti manajer nya dari belakang dengan perasaan yang Kelud dan takut.
dia berusaha menahan air mata nya, dia akan kehilangan pekerjaan yang selama ini menopang hidupnya.
" duduk lah" ucap Richard setelah mereka masuk ke dalam ruangan Richard yang ada di lantai dua gedung itu.
" pak Richard, saya mohon jangan pecat saya tuan, saya benar benar tidak tau apa apa " ucap Susi yang duduk di depan meja kerja Richard sambil menangis.
dia sudah tidak kuasa menahan tangisnya.
" hey hey, mengapa kamu menangis? dan siapa yang hendak memecatmu? -
saya memanggil mu kesini untuk menyerahkan ini " ucap Richard sembari memberikan titipan fkhy tadi.
" terimakasih pak, tapi bukankah ini iPhone yang baru saja di beli tuan tadi? "
" iyah, sepertinya dia tertarik dengan mu, apakah kamu mengenal pria tadi? "
" tidak pak, sama sekali saya tidak mengenalnya"
" apakah kamu ingin tau? maksud saya apakah kamu tidak ingin tau mengapa aku tadi menyuruh mu untuk masuk ke ruang ini? - tapi berjanji lah untuk tidak mengatakan kepada siapapun. "
" jika pak Richard tidak keberatan memberi tahukan, saya berjanji tidak akan bicara ke siapapun. "
" hmm', baiklah. pria tadi adalah Presidir Alicia group, dia di kenal kejam, dingin dan kasar. dia tidak segan-segan memukuli seseorang. termasuk wanita sekalipun. - saya hendak menyelamatkan mu tadi, tapi ternyata di luar ekspektasi saya. saya juga heran mengapa tuan muda Yu menjadi lembut seperti tadi. "
susi yang mendengar perkataan manajer nya langsung bergetar ketakutan setelah mendengar bahwa pria tadi adalah Presidir ALICIA group',
bibir dan wajahnya memucat,
tubuhnya bergetar deras.
" hey Susi, jangan takut. dia tertarik dengan kepolosan mu tadi, makanya dia memberikan mu iPhone itu bukan?! " ucap Richard berusaha menenangkan Susi yang sedang di Landa ketakutan. seandainya bisa, dia akan lebih memilih masuk kedalam dasar bumi yang paling dalam.
" ta-... tapi tuan?!! " ucap Susi dengan bibir bergetar.
" tidak apa-apa, jika dia tidak mengasari mu tadi, itu berarti kau menarik perhatiannya. " ucap Richard menakuti karyawan nya itu.
di sisi lain, Susi tambah ketakutan. dia menundukkan kepalanya di iringi air matanya yang mengalir sendiri, sembari kedua jemarinya saling meremas menahan getaran di tubuhnya.
sementara Richard, senyum kecil tersungging di bibirnya. dia sedang mengerjai Susi yang ternyata juga memiliki hubungan khusus dengan Richard selain hubungan bos dan anak buah.
hahahahhaahahahah, ternyata kamu juga masih memiliki rasa takut wanita kasar. rasain, emang enak di kerjain.
tuan muda Yu memang dingin, kasar dan kejam. namun itu berlaku bagi orang-orang atau Perusahaan yang bermain curang dengannya.
dia adalah orang baik, buktinya saya sendiri yang merupakan mantan karyawan beliau.
memang mitos dan fakta tentang nya terbalik.
hahahahahaa
gerutu dan tawa Richard dalam hati sambil melihat Susi karyawan nya yang juga merupakan kekasihnya masih menggigil ketakutan.
.......
..
**
bersambung,,......