
setelah selesai makan, fikhy pun berjalan pergi kembali ke tempat kerja dan kali ini tidak berpamitan. hatinya sakit.
fikhy mengambil motornya di garasi lalu melajukan kendaraannya itu dengan kecepatan maksimal, dia berusaha melepaskan rasa sedihnya dengan mengebut di jalanan.
sementara di rumah, Adelia baru saja bangun dan hendak menuju meja makan untuk makan siang karena tadi pas sehabis mandi, dia bermalas-malasan di tempat tidur dengan ponsel nya sampai akhirnya ketiduran lagi.
perutnya sudah sangat kosong. tadi pagi dia lupa sarapan karena ketiduran, Adelia setengah berlari ke arah meja makan. dia ingin makan nasi goreng buatan suaminya karena dia memang sangat menyukai nasgor, bisa di katakan bahwa makanan kesukaan Adelia adalah Nasgor
lehhh... kok berubah nih makan??
mana nasigoreng tadi,.... aahhh padahal aku pengen banget makan itu, perasaan tadi aroma nya begitu menggoda.
pasti si pria sialan itu hanya masak untuknya. tunggu saja kamu pulang kerja nanti. wajah Adelia nampak kesal.
Dia hendak menelepon suaminya itu namun dia lupa bahwa mereka belum bertukar nomor ponsel.
karena memang Adelia sudah sangat kelaparan, dia pun mengabaikan rasa kesalnya terhadap fikhy, lalu menggilas habis masakan yang di masak oleh suaminya tadi dengan kesedihan.
sebenarnya porsi makan itu Masi cukup untuk dua orang, namun Adelia begitu kelaparan sampai di Gilas habis semua makan itu.
enak juga masakan suamiku.....
ehhh...
apa tadi.??!! suamiku? haduhhhh lagi lagi lidahku kepeleset. gerutu Adelia ketika telah selesai menggilas habis masakan suaminya.
..
terjadi kesalahpahaman antara dua sejoli ini, sang suami beranggapan bahwa sang istri tidak menghargai usahanya. sementara sang istri beranggapan bahwa suaminya tidak membagi makanan kesukaannya.
..
jam terus berputar,
tak terasa hari mulai gelap. Adelia mengambil ponselnya lalu memesan makan malam untuknya dan suami sialannya. ( menurut Adelia yah, 😁😁😁)
tak berapa lama pesanan pun datang. Adelia memesan beberapa menu sekaligus.
yah,... karena dia memang tidak bisa masak.
..
sebenarnya Adelia sangat menyesal dengan perlakuan kasarnya terhadap fikhy suaminya itu sehari yang lalu, bahkan dia sampai menolak ajakan suaminya untuk makan bersama.
Adelia meskipun dingin terhadap suaminya, namun dia tetaplah gadis yang baik, anak dari Ahmadi Wijaya yang baik hati.
..
sekarang jam menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh menit, namun suaminya yang di tunggu belum datang juga.
akhirnya Adelia memutuskan untuk makan sendiri. Dia bahkan semakin kesal terhadap suaminya itu.
setelah selesai makan, Adelia membereskan meja makan meskipun dia merasa sedikit ganjal. pasalnya dia tidak pernah melakukan hal ini di rumah ayahnya.
setelah selesai berbenah, Adelia pun duduk di sofa ruang tamu, dia akan menunggu kedatangan suami pelit itu, sembari memainkan ponselnya.
Adelia melirik jam dinding di ruangan itu.
pukul 9:50 malam, suaminya belum juga pulang.
apakah dia selalu seperti ini? dia bahkan belum pulang juga sudah sampai jam segini. gerutu Adelia dalam hati. tingkat kekesalan nya meningkatkan drastis.
" awas saja kamu pulang, akan ku cakar wajah tampan mu itu, akan ku jewer telinga mu itu suami pelllliiitttttttt " teriak Adelia semakin kesal.
dia kembali mengambil ponselnya dan mencoba menghilangkan kekesalannya sembari memainkan ponselnya sampai akhirnya tertidur di sofa.
pukul 11:35 malam, fikhy baru saja sampai di rumah.
dia memarkir motornya lalu masuk dan betapa terkejutnya dia melihat istrinya yang tertidur di sofa ruang tamu, seperti sedang menunggu kepulangannya.
Namun karena fikhy Masi kecewa terhadap istrinya, dia langsung berjalan ke arah dapur hendak mengambil minumnya.
matanya tertuju ke arah tumpukan piring kotor di wastafel tempat cuci piring.
Dia terkejut melihat nampan yang tadi siang di gunakan untuk menghidangkan masakannya ada bersama di tumpukan itu.
Pasti dia membuangnya. gumam fikhy dalam hatinya sembari berjalan ke arah tempat sampah.
dia berpikir bahwa istrinya membuang masakannya tadi siang.
Namun dia tidak melihat nya disana.
kini dia berjalan ke arah meja makan lalu membuka tutup saji, dan betapa terkejutnya dia melihat beberapa jenis lauk dan nasi yang telah di siapkan istrinya.
sontak senyum bahagia mekar di bibirnya. Kesedihan yang di rasakannya beberapa waktu lalu seketika sirna.
fikhy berjalan ke arah istrinya yang tengah tertidur di sofa ruang tamu lalu merangkul Adelia dan menggendongnya menuju kamar tidur.
Hendak dia membuka pintu kamar, fikhy terkejut dengan tangan Adelia yang tiba tiba menjewer telinganya.
" heiii,.. dari mana kamu ha..?? jam berapa sekarang.?? " Adelia berbicara namun matanya Masi terpejam, sembari tangannya Masi menjewer telinga fikhy
heeeeee.????
fikhy kebingungan melihat tingkah istrinya dengan mata yang masih terpejam.
sepertinya dia sedang bermimpi. gumam fikhy dalam hati.
" ada apa " ucapnya kemudian.
" ada apa-ada apa matamu. tidak bisakah kau menyisakan aku sedikit sarapan tadi? aku ketiduran dan kamu menghabiskan semua nasigoreng nya. " kini tangan Adelia dengan jari kukunya yang panjang mencakar wajah fikhy yang tengah menggendongnya.
" dasar suami jahat, suami pelitttt" ucap Adelia lagi yang masih mencakar wajah suaminya.
saking kesalnya dia menunggu kedatangan fikhy sewaktu tadi sampai sampai rasa marah dan kekesalannya terbawa dalam tidurnya.
sementara itu fikhy meringis kesakitan, pasalnya wajahnya kini terasa perih dengan bekas cakaran istri kesayangannya itu, sudah terlihat beberapa bercak darah segar yang mulai menetes, namun fikhy membiarkan aksi istrinya itu. meski wajah nya perih, namun hatinya kini berbunga bunga. dia merasa sangat bahagia.
fikhy merutuki kebodohannya yang sudah berpikiran buruk terhadapnya tadi dan mengatai istrinya kejam.
tak lama kemudian Adelia menghentikan aksinya, tubuhnya melemas.
dan akhirnya fikhy membaringkan istrinya di kamar itu.
Dia mengecup lembut kening istrinya,
" maafin kakak yah dek ", ucap fikhy yang kemudian keluar dari kamar Adelia.
...
.
keesokan paginya
Adelia bangun dari tidurnya, dia bergegas mengambil handuk lalu hendak menuju ke kamar mandi.
" eh adek, udah bangun " tanya fikhy ramah dengan senyum yang mengembang sempurna di bibir seksinya itu.
Dia sedang berada di ruang makan menata sarapan yang baru saja selesai dia masak.
" hmm',.... " ucap Adelia singkat
" semalam pulang jam berapa? " sambungnya lagi.
Adelia belum melihat bekas cakaran di wajah suaminya itu karena memang posisi fikhy saat ini sedang membelakangi Adelia karena dia sedang menaruh makanan di nampan di atas meja makan.
" sekitar jam 11 lebih dek " ucap fikhy yang masih membelakangi istrinya.
" apakah setiap hari kamu seperti itu "
" tidak juga dek, kadang bisa lebih larut malam lagi, tapi kadang seharian gak kerja. tergantung ada dan tidaknya kapal masuk ke pelabuhan " jawab fikhy
" hmppppp,, baiklah. tunggu aku sarapan bersama, aku terbiasa makan bersama di rumah ayah "
" okk bos nona, siap laksanakan " ucap fikhy menggoda
sepertinya mulai sedikit meleleh nih istri balok es ku,...
hahahahahaa, kamu pasti bisa fikhy. ucapnya dalam hati, menyemangati.
" ihh,, apaan sih " jawab Adelia sambil berlalu ke kamar mandi.
beberapa menit pun berlalu, Adelia telah selesai mandi, kini dia sedang berganti di kamarnya.
tak berselang lama dia pun keluar dari kamar menuju ke ruang makan di mana suaminya telah menunggunya di meja makan.
ketika sampai di meja makan, Adelia langsung duduk di kursi tepat berhadapan dengan suaminya.
Dia sempat terkejut katika melihat wajah suaminya itu di penuhi bekas cakaran kuku.
a..- apakah semalam aku yang melakukan ini terhadap nya? aduh,.. maafkan aku.
eh,.. tapi itu kan cuman mimpi, gak mungkin lah dia mau wajahnya ku cakar seperti itu. pasti dia bakal menghindar. gumam Adelia dalam hati.
" dek, kok makannya gak di makan. ayo makan, tidak baik jika sedang makan melamun " ucap fikhy membuyarkan lamunan Adelia.
" eh,.. Iyah iyah. silahkan " ucap Adelia, salah tingkah.
mereka pun makan bersama dalam diam dan pikiran mereka masing-masing.
Terlihat fikhy begitu asik dan menikmati sarapannya,
sementara Adelia sesekali mencuri pandang terhadap suaminya.
*buset, kenapa aku baru sadar kalau pria sialan ini begitu tampan.
astaga, bahkan luka di wajahnya itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap ketampanan nya itu.
sayang banget yah, profesinya hanya seorang buruh. kenapa gak jadi artis aja, atau model majalah.
tApi sebenarnya tidak apa apa sih pekerjaan nya seperti itu, asal dia mau bekerja keras dan berusaha seperti kata ayah.
ah,.. tidak tidak.
ogah ah aku mau sama dia, derajat & citra gue bakalan turun*.
sembari Adelia mengunyah makanannya,
Adelia kebingungan dengan apa yang iya rasakan sekarang, hati dan pikirannya sedang beradu argument.
Adelia benar-benar dilemah saat ini oleh hati dan pikirannya.
walaupun baru beberapa hari bersama, Adelia mulai merasa nyaman dengan kehadiran sosok pria yang kini telah menjadi suaminya, meskipun tidak ada cinta sedikit pun di hati Adelia.
Pria itu selalu baik dan lembut terhadapnya.
meskipun di hari awal pernikahan Adelia begitu dingin terhadap suaminya, namun pria yang menjadi suaminya itu selalu tersenyum terhadapnya. Bahkan pria itu selalu bangun pagi lebih awal dari Adelia untuk membuat sarapan mereka.
.........
( mungkin yang di katakan orang, dari mata turun ke hati. kini dari rasa turun ke hati.😁😁😁😁😁😁
menurut author yah )
.......
..
**
Bersambung,......