My Unexpected Husband

My Unexpected Husband
ajakan makan malam



kini Rudy berjalan menuju ke meja kerja Mira,Nia dan jejhe.


dia berkenalan satu persatu dengan ketiga gadis itu, lalu bertanya beberapa hal tentang pekerjaan mereka.


beberapa menit kemudian percakapan mereka selesai.


sekarang dia berjalan menuju ke ruangan Adelia yang merupakan ruangan terakhir yang belum ia masuki.


sebenarnya Rudy sengaja menyisakan ruangan Adelia untuk yang terakhir dia masuki.


dia hendak mendekati Adelia karena memang Rudy sudah jatuh hati di saat pertama dia melihat Adelia.


* tok tok tok*


terdengar ketukan pintu di ruang kerja Adelia.


" yah, silahkan masuk " ucap Adelia sembari perhatian nya masih terfokus di komputer kerjanya.


" maaf mengganggu Bu, apakah sedang sibuk ? " tanya Rudy sembari berjalan pelan ke arah kursi di depan meja kerja Adelia


" oh pak manajer, mari pak. silahkan duduk" ( Adelia ) sembari berdiri dari duduknya lalu mempersilahkan Rudy duduk di kursi depan mejanya.


" ada perlu apa yah pak? sampai harus datang ke ruangan saya, kan bapak bisa memanggilku ke ruangan bapak " sambungnya.


" ah,.. tidak apa-apa, saya memang hanya ingin berkenalan secara pribadi dengan semua rekan kerja disini. dan menanyakan tentang beberapa hal tentang pekerjaan, sehingga saya bisa lebih cepat beradaptasi " jawab Rudy.


" oh Iyah pak, nama saya Adelia zodiq...


bla....bla....bla.... "


.........


..


pertemuan pertama mereka ini bisa di katakan cukup akrab, mereka begitu antusias berbincang mengenai pekerjaan dan pengalaman mereka masing-masing dalam pekerjaan mereka.


kadang Rudy meminta Beberapa laporan Adelia yang kemudian di bacanya untuk di pelajari, kadang juga di mengkomplein beberapa pekerjaan Adelia yang dia sangat pahami.


dia juga memberikan pendapat dan saran kedepannya untuk Adelia dalam bekerja sehingga pekerjaan Adelia bisa di katakan propesional.


Adelia begitu kagum dengan pria yang ada di hadapannya saat ini, dia melihat Rudy menjelaskan dan mengajarinya dengan beberapa pekerjaan yang sulit Adelia selesai kan.


seharusnya dia ini yang menjadi suamiku. dia begitu pintar dan telaten, bahkan dia baru saja masuk menjadi manajer dia sudah paham dengan beberapa pekerjaan ku, bahkan yang sulit aku kerjakan begitu dengan mudahnya dia menjelaskan kepada ku.


pikiran kotor Adelia berbicara, dia kagum terhadap Rudy.


ehh,.. apaan itu tadi...


puiihhhhh, menjijikkan. sadarlah Adelia, kamu sudah menikah dan telah menjadi istri dari seorang pria. gerutu Adelia dalam hati, dia memaki dan merutuki pikiran kotornya barusan.


" adu maaf Bu, bukan maksud saya menggurui. namun saya rasa dengan cara itu ibu akan lebih mudah mengerjakan pekerjaan itu " ucap Rudy yang membuyarkan lamunan Adelia.


" ohh Iyah pak, maaf. terimakasih atas saran dan masukan. saya akan mencoba menerapkan ide yang baru saja bapak sarankan kepada saya. sekali lagi terimakasih banyak pak" ucap Adelia berbohong.pasalnya dia sama sekali tidak mendengar apa yang di jelaskan Rudy. dia melamun.


Rudy melihat jam di tangannya.


" Bu Adelia, sepertinya kita melanjutkan obrolan nya di lain waktu. ini sudah waktunya istirahat, bagaimana kalau kita pergi makan siang bersama " tanya Rudy yang sekaligus mengajak.


" aduh pak maaf, bukan maksud saya menolak. namun saya sudah memesan makanan tadi sebelum bapak masuk, sekarang ada di pos sekuriti " ucap Adelia berbohong. sebenarnya yang mengantarkan makan itu fikhy, suaminya. namun dia bingung harus mengatakan apa kepada Rudi. dia malu mengakui bahwa dia telah menikah karena status suaminya yang begitu buruk menurut Adelia.


di sisi lain, dia ragu untuk mengatakan sepupu.


" bagaimana kalau makan malam Bu Adelia ?" tawar Rudy lagi


" maaf pak Rudi, saya rasa itu terlalu cepat " tolak Adelia secara lembut, dia takut akan menyakiti hati manajer barunya itu


" oh Iyah Bu Adelia, tidak apa-apa. panggil saja Rudy. tidak perlu terlalu segan" sambil tersenyum.


"hmm' baiklah pak Rudy, eh... maksudku Rudy"


jawab Adelia.


" oh iyah, boleh kita bertukar kontak?" tanya Rudy.


" boleh pak, " Adelia menyodorkan ponsel nya.


dia pikir jika hanya sebatas rekan kerja sepertinya tidak apa-apa.


" ok, udah. terimakasih Bu Adelia " ucap Rudy sembari mengembalikan ponsel Adelia.


" oh iyah Rudy, panggil saya Lia saja " sembari tersenyum.


" ok baiklah Bu Lia, aku pamit dulu" sembari berjalan ke arah luar ruangan Adelia.


Adelia pun langsung keluar ke arah meja kerja ketiga sahabatnya lalu berjalan ke arah pos sekuriti mengambil makan mereka, karena memang fikhy selalu membeli keempat gadis itu makan siang.


sesudah makan siang mereka pun kembali ke ruang kerja mereka masing-masing untuk mengerjakan pekerjaan mereka.


sementara di tempat lain, fikhy yang dalam perjalanan kembali ke tempat kerja dari mengantarkan makanan istri kesayangan dan ketiga sahabatnya mengalami sedikit musibah di jalan, panbel motor maticnya putus dan mengharuskan fikhy mendorong motor kesayangan nya itu.


beberapa puluh meter dia mendorong motornya kemudian mendapati sebuah bengkel kecil yang berada di samping jalan.


dia mendorong motornya masuk ke dalam bengkel tersebut lalu membuka standar dua motornya dan memarkir kendaraannya disitu.


setelah itu fikhy berjalan ke arah bangku panjang yang disana ada sepasang suami-istri yang sedang menunggu motor mereka juga sedang di perbaiki.


" permisi bapak, ibu. saya duduk di samping yah " ucap fikhy sopan.


" oh Iyah, mari nak. silahkan silahkan " jawab sepasang suami-istri itu.


" terimakasih" sambil menduduki bangku tersebut.


tak berselang lama terlihat seorang gadis cantik Dangan wajah dan pakaiannya yang terlihat begitu kotor. ( ala ala anak bengkel, pasti para readers tau kan )


gadis itu berdiri dari balik motor sepasang suami-istri itu, dia memang berada di sebelah motor mereka, jadi fikhy tidak melihatnya sedari tadi.


* fikhy terpanah dan kagum dengan kegigihan gadis itu. dia hampir tidak percaya dengan apa yang di lihatnya itu.*


..


" sudah selesai pak Bu motornya " ucap gadis itu sembari berdiri.


" oh iyah nak, terimakasih. jadinya berapa ? " tanya si suami


namun penampilan nya begitu prihatin di mata fikhy.


bahkan dia masih bisa tertawa dengan keadaannya ini. hati fikhy berbicara sembari matanya menatap gadis itu prihatin.


sepasang suami-istri itu pun membayar lalu pergi dari bengkel itu.


" aduh maaf kak, apakah sudah lama menunggu? " tanya gadis itu. dia memang tidak menyadari kedatangan fikhy tadi. dia begitu fokus dengan pekerjaannya.


" tidak apa-apa dek, saya juga belum terlalu lama tiba " ucap fikhy sembari tersenyum.


" hm, kenapa motornya kak? " tanya gadis itu, polos


" gak tau dik, tadi sewaktu di jalan tiba tiba saja gak bisa jalan padahal mesin nya masih nyala" Jawab fikhy jujur, karena memang dia tidak tau apa'apa.


" hmm', coba aku liat dulu yah kak, " ucap gadis itu.


..


setelah beberapa menit mengotak atiknya, gadis itu pun tau apa masalah pada motor fikhy.


..


" kak, sepertinya karet vanbel nya lepas atau putus, butuh beberapa menit untuk memperbaiki nya." ucap gadis itu.


" baiklah dik, kakak serahkan sepenuhnya kepadamu, kakak Benar-benar gak paham. sumpah " ucap fikhy sambil tertawa di ikuti tawaan gadis itu.


" lalu mana karyawan mu yang lelaki? masa Iyah gadis seperti mu bekerja ginian? " tanya fikhy membuka obrolan.


" maaf kak, untuk uang makan ku saja sehari susah kak, bagaimana mau gaji karyawan. " ucap gadis itu sembari tertawa kecil.


" aduh, maaf dik. kakak gak bermaksud menyinggung mu " ucap fikhy prihatin


" ah tidak apa-apa kak, aku sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini sendirian " ucap gadis itu. dia terlihat begitu menikmati pekerjaannya sampai membuat fikhy takjub terhadapnya.


fikhy terlihat mengambil ponsel dari sakunya lalu jarinya seperti mengetik sesuatu lalu memasukkan ponselnya lagi ke dalam saku.


tak berselang lama datang seseorang yang menenteng sebuah kantong keset yang di dalamnya terdapat dua kotak makan.


gadis pemilik bengkel itu melirik sekilas lalu kembali fokus dengan apa yang di kerjakan nya.


beberapa menit berlalu dan akhirnya motor fikhy selesai di perbaiki.


" kak, sudah selesai nih " ucap gadis itu sembari tersenyum dengan wajah nya yang terpenuhi dengan bekas oli


" terimakasih dek, siapa namamu" ucap fikhy sembari tangannya meraih dompet di saku celananya.


" Susan kak, panggil aja Susan " ucap gadis itu.


" Susan aja??" tanya fikhy lagi. dia mengalihkan perhatian Susan dengan pertanyaan sembari tangannya mengeluarkan beberapa lembar uang seratusan. lalu menggulung nya kecil di dalam kepalan tangannya.


"Susan Aprilia kak " jawab gadis itu polos.


" hmm', baiklah adik Susan, ini upahmu. terimakasih banyak yah " ucap fikhy sembari memberikan uang yang ada di tangannya.


Susan mengerutkan dahinya, dia bahkan belum memberi tahu fikhy berapa totalnya. namun dia tetap menerima dari tangan fikhy tanpa ia mengetahui berapa total uang itu.


setelah gadis itu menerima uang dari tangan fikhy, dia merasa sedikit aneh. uang yang ada di tangannya ini pecahan seratus ribu. sementara terlihat ada beberapa lembar yang tergulung kecil bersama


" eh kak, ini kelebihan banyak kak. totalnya se- '..." ucapnya tertahan karena fikhy langsung memotong perkataannya


" ambilah, itu hasil kerjamu. kakak menyukai kegigihan mu dalam menjalani hidup " ucap fikhy memotong kalimat Susan.


" tapi kak,.." ucap Susan lagi.


pasalnya uang yang di berikan fikhy ini telah dihitungnya dan totalnya satu juta rupiah.


" ambilah dik susan, tidak baik menolak berkat loh " ucap fikhy sembari memakai helm nya.


" terimakasih kasih banyak kak, siapa nama kakak? " tanya Susan sembari menundukkan kepalanya hormat.


" panggil aja kak Yu, " ucap fikhy sembari menghidupkan motornya.


" baiklah, kakak jalan dulu yah " ucap fikhy lagi.


" eh, tunggu sebentar kak," ucap susan sembari berlari kecil ke arah kantong keset berisi dua buah kotak makan yang berada di bangku panjang tempat fikhy duduk tadi.


" ini kak, barang kakak ketinggalan " ucap susan sembari mengangkat barang yang ada di tangannya.


" itu milikmu adik Susan, itu kotak makan. kakak membeli dua sekaligus tadi. jadi yang satunya kamu makan siang ini dan satunya lagi untuk makan malam mu nanti. " ucap fikhy.


" yah sudah, kakak pamit dulu yah " ucap fikhy lagi sembari menjalankan motornya. dia tidak mau Susan menolak kebaikan hatinya.


sementara Susan, dia duduk di bangku panjang tadi dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


dia begitu terharu dengan kebaikan hati pria tadi yang dia kenal dengan nama kak Yu.


aku tidak pernah mengira bahwa Masi ada orang baik seperti dia di dunia ini. aku sangat bersyukur bisa bertemu dengannya meskipun hanya beberapa saat. terimakasih banyak kak Yu, terimakasih.


adek akan selalu mendoakan kebaikan mu ini. adek Susan akan selalu merindukan kak Yu meski tidak ada lagi waktu untuk bertemu.


ucap Susan dalam hatinya saat dia menangis.


......


..


**


Bersambung,...


Hay reeders, apa kabar? author harap hari hari kalian selalu menyenangkan.


maaf yah kalau tulisan author ada typo nya, author menulis menggunakan hp soalnya..😁😁😁


oh Iyah, cerita nya baru akan mulai seru dari episode ini.


author up tiap hari yah.


oh iyah, jangan lupa tinggalkan jejak dong, setidaknya like gitu,..😂😂😂😂