
Beberapa menit pun berlalu.
sampailah mobil taksi yang di tumpangi fikhy dan Susan di alamat yang di berikan Susan kepada supir taksi tersebut.
selesai membayar, Susan bergegas membuka pagar rumahnya lalu mereka berdua pun masuk ke dalam rumah sederhana milik Susan.
di dalam rumah Susan hanya terdapat beberapa perabotan rumah tangga yang sudah terlihat sangat kusam dan menyedihkan di mata fikhy.
fikhy pun berjalan menuju ke arah sofa yang ada di ruang tamu lalu duduk disitu yang kemudian di susul Susan yang langsung duduk berhadapan dengan fkhy
" kak Yu, maaf yah kak. keadaan rumah ku seperti ini?! " ucap Susan membuka percakapan
" tidak apa-apa dek Susan, ini sudah lebih dari cukup untuk kakak" ucap fikhy
" terimakasih kak, saya masak dulu yah untuk makan malam kita, kakak istirahat aja dulu di kamar ku "
" terimakasih dek, tidak perlu. kakak istirahat disini aja "
" tapi kak?!! "
" tidak apa-apa dek, pergilah masak. kakak udah lapar nih. - yang enak yah " goda fikhy sambil tersenyum. kemudian dia mengambil iPhone yang tadi dia beli lalu menghidupkan nya.
terlihat jari jari fikhy seperti mengetik sesuatu, namun tidak tau apa yang dia ketik. hanya fikhy sendiri yang tau.
.........
..
Di rumah itu hanya terdapat sebuah kamar tidur, sebuah ruang tamu serta dapur dan kamar mandi yang kecil.
di ruang tamu hanya ada sofa yang entah sudah berapa tahun disana.
sofa itu sudah terlihat kumuh, namun bersih karena Susan memang selalu membersihkan rumahnya itu setiap hari.
rumah susan tepat berada di belakang bengkel kecil miliknya.
Dia memanfaatkan sisah lahan rumah nya untuk membuka bengkel kecil yang menjadi penopang hidupnya sejak 3 tahun silam.
..
jam menunjukkan pukul 07 malam, kini Susan telah selesai memasak.
dia pun menata makanan yang barusan selesai dia masak ke meja ruang tamu yang di sana fikhy sedang duduk bersandar, karena memang di rumah itu tidak ada ruang/meja makan.
akhirnya mereka pun makan bersama.
di selah makan mereka, fikhy membuka obrolan.
" dek, boleh kakak bertanya sesuatu kepadamu ? "
" silahkan kak, dengan senang hati " ucap Susan tersenyum.
" berapa umur mu sekarang dek ? "
" hmmmmm',...... kasih tau gak yah?!! heheehehhee. menurut kak Yu?" bukannya menjawab malah mengajukan pertanyaan balik sambil tertawa.
" yeh dek Susan, di tanyain kok " ucap fikhy di iringi tawa mereka berdua.
" sekarang umur saya 23 tahun kak Yu" ucap Susan sembari tersenyum.
" bagaimana dengan kakak? maksud ku umur kakak ? " sambungnya.
" hmm', kakak sekarang berumur 2 7 dek "
" bagus dong, gak terlalu jauh. hahahahahaa, maaf kak, Susan becanda "
" hahahahahaa, gak pa pa."
kedua orang itu terlihat bahagia sambil makan meskipun masakan yang sedang mereka cicipi hanyalah makanan sederhana.
tercipta kehangatan di rumah sederhana Susan itu saat kedatangan fikhy.
tanpa disadari Susan menitikkan air matanya. sudah 3 tahun lebih dia selalu menjalani hidupnya dengan kesendirian.
namun kali ini ada seorang teman yang menemaninya makan.
hati Susan begitu bahagia saat ini.
karena takut di lihat fikhy kalau dia sedang menangis, dia mengelap air matanya dengan cepat.
" dek, " panggil fikhy lagi
" hmm'.. " jawab Susan singkat karena memang mulut nya baru saja di darati sendok makan
" bolehkah kakak bertanya suatu hal lagi? "
" apakah kak Yu mau bertanya tentang ayah dan ibuku ? "
ucap Susan lagi, seakan dia tau apa yang hendak fikhy tanyakan.
" maafin kakak yah, adek tidak perlu menjawab nya jika keberatan "
" hmmmmppp, tidak apa-apa kak Yu tampan. tapi Susan bingung mau mulai dari mana" ucap Susan sembari bola matanya melirik ke berbagai arah menandakan dia Bingung mencari garis star untuk memulai ceritanya.
sontak fikhy pun tertawa melihat tingkah konyol Susan.
beberapa waktu berpikir akhirnya Susan pun mulai menceritakan tentang kehidupan keluarganya bahwa ;
Dulunya, dia adalah seorang anak dari pebisnis sukses dan kaya di kota ini.
namun karena suatu kejadian, ayahnya jatu bangkrut dan pergi meninggalkan Susan dan ibunya.
sedangkan ibunya meninggal sebulan setelah ayah Susan meninggalkan mereka karena sakit.
karena sudah tidak ada lagi yang tersisa dari keluarga nya, Susan pun menjual rumah besar di pusat kota yang merupakan satu satunya harta yang dia miliki saat itu lalu membeli sebuah rumah tua dengan halaman depan yang cukup luas.
Susan memanfaatkan lahan kosong depan rumahnya itu dengan membangun sebuah bengkel kecil yang akhirnya menjadi penopang hidupnya dari hari ke hari sampai saat ini.
memang sejak dari bangku sekolah menengah pertama ( SMP ), Susan sudah menyukai tentang manufaktur mesin dan aksesoris kendaraan.
tidak jarang Susan juga sering membaca buku mengenai otomotif.
kedua orangtuanya juga sangat mengsuport Susan saat itu.
sewaktu dia duduk di bangku sekolah menengah atas ( SMA ) Ayahnya bahkan pernah membeli sebuah mobil dan motor untuk di bongkar pasang Susan kala itu demi menunjang kemampuan Susan.
setelah lulus SMA, Susan berkuliah di sebuah universitas ternama di negeri ini. Dia mengambil jurusan otomotif.
setelah dia sudah sampai di semester enam kuliah nya, dia harus berhenti dari studi nya karena tidak mampu lagi membayar biaya kampus.
Akhirnya Susan harus mengubur dalam-dalam cita citanya untuk menjadi seorang desainer otomotif ternama di dunia.
Susan pun kembali tersenyum setelah dia selesai menceritakan itu kepada fikhy yang ia kenal dengan kak Yu.
..........
.....
sementara di tempat lain,
Di suatu rumah.
Tampak seorang gadis cantik yang sedang duduk di meja makan dengan dua buah piring berisikan makanan, gadis itu masih saja menangis sejak pagi tadi
dia makan dengan air matanya yang tak berhenti mengalir. sekujur tubuhnya kaku. matanya sembab karena kebanyakan menangis.
*pria sialan, kamu dimana?
mengapa seharian kamu tidak pulang makan,
mengapa kamu tidak memberi sedikit pun kabar kepada ku,
pulang lah,....
ku mohon pulang lah......
aku sangat merindukanmu,.
bukannya kamu berkata kepada ku bahwa kamu akan meluluhkan hatiku?
bukankah kamu pernah berkata bahwa kamu tidak akan pergi meninggalkan ku meski aku berkata kasar terhadap mu?
bukankah kamu pernah berjanji akan selalu berada di samping ku meski aku menolakmu?
ku mohon, pulang lah pria sialanku,...
aku benar-benar merindukan mu,...
aku berjanji akan menjadi istri yang baik,.
aku akan belajar memasak dan tidak akan mengijinkan mu di dapur membuat sarapan kita lagi*,..
hiks hiks hiks hiks hiks,...
tangisan Adelia pecah, dia benar benar merindukan fikhy suaminya saat ini.
Adelia benar-benar sangat hancur ketika mendapati surat yang di tinggalkan fikhy suaminya tadi pagi yang mengatakan bahwa fikhy telah pergi dari kehidupan Adelia.
tak berselang lama Adelia menghentikan makannya, dia merasa makanan itu hambar di mulutnya padahal makanan yang dia makan belum sampai setengah masuk ke dalam perutnya.
Adelia beranjak menuju ke kamar nya untuk beristirahat, setelah sebelumnya dia telah membereskan meja makan dan mencuci piring yang dia gunakan tadi.
tak lupa dia menutup sepiring makan tadi lagi ke dalam tutup saji, Adelia berharap suaminya akan pulang larut malam dan makan makanan yang dia simpan itu.
Di dalam kamar, mata Adelia kembali meneteskan air matanya.
dia merasa begitu sedih dan kesepian.
kesunyian malam terasa begitu mencekam diri Adelia saat ini.
Dia terus saja menangis sampai akhirnya ketiduran.
.........
..
keesokan paginya Adelia bangun, jam menunjukkan pukul 5:50 pagi.
dia langsung berlari ke arah pintu kamar belakang yang merupakan kamar fikhy, suaminya.
namun lagi lagi Adelia sedih, seperti kemarin. Dia tidak menemukan suaminya disana.
aku tidak boleh terpuruk terus terusan seperti ini.
pria sialanku pergi Karena salahku sendiri.
aku harus mencari nya meski ke ujung dunia sekalipun.
apa yang akan ayah katakan jika ayah tau hal ini, menantunya pergi karena ku usir.
gumam Adelia dalam hatinya, menyemangati dirinya sendiri.
dia pun bergegas mandi, selesai mandi dia mengganti piaman tidurnya menggunakan pakaian rumahan.
Adelia tidak akan pergi bekerja hari ini, dia memutuskan akan resign dari pekerjaannya.
setelah selesai mengganti pakaiannya, Adelia segera melakukan pekerjaan rumah yang memang tugas seorang istri, namun sejak awal pernikahan di lakukan suami.
Di awal' dia memang kesulitan, namun dia tetap berusaha untuk melakukan nya dengan segenap hati.
Dan ternyata hal itu dapat sedikit mengobati perasaan dan hatinya yang sedang kacau.
beberapa menit pun berlalu, akhirnya dia selesai berbenah dan langsung menuju dapur untuk mencoba memasak.
di ambilnya ponsel dari dalam saku dan Mbah Go*gle pun menjalankan tugasnya.
hampir dua jam dia di dapur dan jadilah masakan perdananya.
Di kantor, ketiga sahabat Adelia merasa tidak tenang.
mereka menghawatirkan sahabat baik mereka itu.
sejak kemarin nomor Adelia mereka hubungi namun tidak pernah di respon Adelia.
Mira, Nia dan jejhe pun berinisiatif ke rumah Adelia untuk mengunjungi nya.
mereka sangat menghawatirkan Adelia.
........
..
**
Bersambung,,......