
" Iyah Ly, dan katanya itu adalah mall terbesar di negara ini loh, dan terbesar ke 2 di Asia tenggara, coba liat deh di hp kalian. beritanya Masi menjadi top trending sejak di resmikan sampai sekarang. " kini jejhe yang sedari tadi nyimak pun bicara.
" Dan kalau tidak salah itu merupakan salah satu mall yang bernaung di bawah perusahaan besar nomor 1 di negara ini " sambung jejhe.
" maksud mu 'ALICIA GROUP' ? " Tanya Adelia yang terkaget mendengar ucapan jejhe.
" iayh,,, begitu informasi yang beredar " sambung Mira menimbal.
" hmmm' baiklah, sperti nya begitu menarik.. ayo pulang dulu, ganti pakaian biar bebas " ucap Adelia.
" lalu bagaimana dengan kalian bertiga ? gak pulang dulu ganti pakaian? masa Iyah jalan jalan ke mall besar pakai seragam ?!!" sambung Adelia lagi sambil tertawa mengejek.
" ohh iyah Ly, kami bawah baju ganti kok. ke rumah mu aja langsung.kami numpang mandi dan ganti pakai aja Di rumah mu,
yahh..." ucap Nia sambil tersenyum memohon.
" iihhh kalian, jahat banget. rencana gak mau ngajak yah" ucap Adelia memasang wajah cemberut manja,
" ihh kak Lia,, bukan begitu. tadinya memang gak ada rencana tapi tiba tiba si jejhe yang punya ide. tadi pagi kami mau ngasi tau kak Lia tapi pas datang kak Lia agak lain. makanya kami gak jadi ngasi tau. " jawab Mira sambil tersenyum.
" Iyah Ly, kamu ada masalah? curhat ke kami dong, kita ber4 kan sahabat " ucap Nia sambil meraih tangan Adelia.
" gak kok,, gak ada masalah. " ucap Adelia berbohong.
" yah udah, yuk jalan' kita boncengan aja. kak Lia aku bonceng yah, daripada naik taksi lagi." ucap Jeje
" baiklah,... ayo " sambung Adelia sembari naik duduk di boncengan jejhe.
Tidak mungkin Adelia akan memberi tahu kepada ke 3 sahabat yang juga merupakan bawahannya ini perihal pernikahan dirinya yang akan di langsung kan beberapa waktu terdekat dengan seorang pria pilihan ayahnya. pasalnya pria ini memiliki profesi yang tidak layak bersanding dengan Adelia. yah, seorang pria buruh pelabuhan. Bakalan turun citra seorang Adelia.
Di sisi lain, Adelia di kenal para sahabatnya dengan sifat dingin Adelia terhadap lawan jenis. tidak ada pria yang bisa meluluhkan hati Adelia, pasalnya Adelia sejak waktu SMA tidak pernah pacaran.
mereka berempat telah bersahabat sejak duduk di bangku sekolah menengah Atas, lalu mengambil kuliah di Universitas yang sama pula.
sebulan setelah mereka lulus dari studi S1 mereka, sebuah bank cabang di daerah itu baru selesai dari tahap pembangunan. sontak mereka berempat pun iseng memasukan lamaran ke kantor baru tersebut dan tanpa mereka duga, mereka berempat pun di terima di sana. Namun dengan posisi Adelia yang lebih 1 tingkat di atas mereka karena memang Adelia memiliki nilai yang sedikit lebih bagus sewaktu kuliah dari ke tiga temannya itu.
jadi ketiga sahabat Adelia ini sangat mengenal sosok Adelia.
sementara di waktu yang bersamaan di saat mereka berempat berbincang tadi, tanpa mereka sadari, di seberang jalan terlihat 2 orang sosok misterius yang sedang mengawasi mereka sedari tadi.
**
hampir 25 menit perjalanan akhirnya mereka berempat sampai di depan rumah Adelia yang langsung di sambut sekuriti dengan membukukan pintu pagar.
" selamat sore nona " ucap Deni
" selamat sore juga Deni " jawab Adelia sambil tersenyum manis.
Adelia turun dari motor, lalu Nia dan jejhe memarkir motor di garasi dan mereka masuk.
yahh.. mereka sudah sering ke rumah Adelia sewaktu mereka masih sekolah dan pak Ahmadi ayah Adelia sudah sangat mengenal ketiga sahabat Adelia ini.
tidak jarang juga Mira, Nia dan jejhe menginap di rumah ini. sewaktu kuliah mereka sering mengerjakan tugas kelompok di rumah ini.
" kita langsung siap siap aja yah,biar gak terlalu larut perginya. " ucap Adelia sembari menuju tangga ke lantai dua.
" baiklah " ucap ketiga sahabat Adelia itu sembari berjalan menuju kamar tamu di ruang depan.
yah kamar depan untuk tamu itu seolah sudah menjadi kamar pribadi bagi mereka ketika mereka berkunjung kerumah ini.
ketiga sahabat Adelia itupun mandi secara bergantian di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.
sementara di kamar Adelia di lantai 2,
" selamat sore kak Yu," ucap Adelia sambil tersenyum memandang foto yang ada di lemari lalu meletakkan tas kerjanya di atas kasur tempat tidurnya dan kemudian berjalan ke arah ruang ganti.
Adelia mengambil handuk yang tergantung lalu menuju kamar mandi untuk mandi.
35 menit berlalu,Adelia telah selesai dengan acara mandinya lalu turun ke lantai 1,
di sana ketiga sahabat nya telah duduk di ruang tamu sambil ditemani melisa dan 3 gelas jus jeruk.
" kak Lia, " Melisa berdiri dari duduknya lalu menyapa nona mudanya dengan hormat.
dia memang tidak membuat jus alpukat kesukaan Adelia karena memang Adelia tidak menginginkan Melisa jika dia tidak menyuruhnya.
" hmppptt Lisa..., mau ikut kami gak ? "
tanya Adelia kepada Art nya itu.
" boleh kak, tapi aku isin dulu yah sama bi Mila " ucap Melisa.
" baiklah, katakan ke bibi kalau aku yang ngajak yah, biar di kasi isin " ucap Adelia lagi..
Melisa lalu berjalan ke arah dapur sedangkan Adelia duduk bersama ketiga temannya di ruang tamu sambil bicara dan bercanda.
tak lama kemudian Melisa datang ke arah mereka dengan senyum.
" bagaimana? bibi mengijinkan mu." tanya Adelia.
" Iyah kak "
" aku telah meminjam mobil ke ayah, jejhe bisa nyetir kan " sambung Adelia lagi.
" Iyah kak, bisa " ucap jejhe antusias
memang tadi sewaktu di kamar Adelia telah menelepon ayahnya perihal meminjam mobil yang akan mereka gunakan ke pusat kota untuk jalan jalan.
tak lama kemudian pak Munir dan ayahnya tiba di rumah.
merekapun berpamitan dan kemudian berjalan ke arah mobil lalu masuk ke dalam mobil.
jejhe dan Adelia duduk di depan sementara Melisa, Mira dan Nia duduk di kursi belakang.
mobil pun melaju ke arah perkotaan di iringi oleh suara google map yang memandu mereka mencari lokasi 'Marina mall' yg akan di tuju.
karena memang sebelumnya di antara mereka tidak ada yang perna ke mall itu.
sementara di tempat lain di waktu yang sama.
Di sebuah ruangan khusus di lantai tertinggi Marina mall,
" apakah kau mendengar ku sekertaris Hanz? " ucap seorang pria yang sangat tampan, hidung mancung, mata sipit yang memakai kaos oblong putih dengan celana jeans hitam perawakan Indonesia Jepang. seorang pria yang menjadi dambaan para kaum Hawa.
bahkan menurut gosip yang beredar, ada beberapa wanita yang akan dengan suka rela memberikan tubuhnya untuk tidur dengannya.
" Iyah tuan muda Yu " jawab seorang pria yang memakai setelan jas hitam, pria ini juga tak kalah tampan nya dengan pria yang memakai kaos oblong putih itu.
dia adalah sekertaris Hanzo Zhu.
sekertaris pribadi, tangan kanan, asisten dan juga orang kepercayaan presidir 'ALICIA GROUPS' yang merupakan perusahaan no 1 di negara ini saat ini.
pria tampan ini begitu cerdik, telaten dan ulet, dia mampu melakukan segalah hal dengan kekuasaan dan kedudukan nya saat ini.
Sekertaris Hanz ini terkenal dengan sifat dingin, keras, kejam, dan tak pandang bulu. dia tidak akan segan-segan memukul atau menampar seseorang, bahkan seorang wanita sekaligus jika mengganggu atau menyulitkan dirinya, apalagi tuan mudanya.
di sisi lain, pria ini bahkan rela mengorbankan nyawa demi kelancaran apapun itu demi tuan mudanya.
....
..
.
1 jam 45 menit perjalanan.
mobil merekapun tiba di halaman mall besar itu. jejhe berputar ke arah parkiran dan kemudian memarkir mobil.
merekapun turun dari mobil tertegun dan takjub melihat besarnya bangunan ini dengan beberapa lantai dan kemegahan nya.
Tanpa membuang waktu mereka pun masuk, mereka berkeliling melihat lihat, bertanya beberapa produk dan bahkan mencoba nya. ( yah,, belanja ala para wanita, bertanya dan mencoba meski tidak membeli. 😁😁 )
dan sampailah mereka di suatu toko pakain yang ada di dalam mall besar itu.
Adelia , Mira, Nia dan jejhe bergegas masuk sementara Melisa terlihat kebingungan di luar toko, dia mencoba mencari letak toilet umum di mall itu.
masa Iyah gak ada toilet nya di mall sebesar ini. dari tadi aku tak melihat nya. gumam Melisa dalam hati sambil pandangan nya celiak celiuk mencari sesuatu.
melihat Art nya yang tampak kebingungan dari kaca toko. Adelia pun keluar.
" kenapa Lisa? kamu mencari seseorang ? " tanya Adelia
" tidak kak, aku hanya mencari letak toilet nya sebelah mana yah ? " ucap Melisa jujur. karena memang dia sudah kebelet pi*is...
" ohh, itu...., ikuti saja arah itu. pasti ketemu. kami tunggu disini yah.. " ucap Adelia sambil menunjuk ke suatu arah ( TOILET ➡️ )
" Oh Iyah kak Lia, makasih yah " sambil setengah berlari mengikuti petunjuk arah. dan sampailah Melisa di suatu ruangan besar yang di dalamnya terdapat beberapa bilik berpintu. itu lah toiletnya.
Melisa pun masuk dan tak berselang lama dia keluar dari dalam toilet dan mencuci tangan di wastafel di ruangan itu.
setelah itu Melisa berjalan keluar sambil setengah berlari menyusuri lorong yang dia lewati tadi, dia takut kalau nonanya sudah pergi dari toko tadi dan lupa terhadapnya. dia takut tersesat.
Dan,..
Brukkk.......
Melisa terpantul jatuh terduduk di lantai dengan beberapa tas belanjaan yang masih di genggamannya, dia menabrak seseorang.
Sementara yang di tabrak tidak terseok sedikit pun dari tempatnya dan kemudian menghentikan langkahnya.
" apakah matamu tidak berfungsi.? perlukah saya mencongkel matamu dan mengganti nya dengan kamera cctv " ucap pria yang menggunakan setelan jas hitam dengan papan nama yang menempel di saku jasnya. dengan jelas memperlihatkan namanya.
" m'- maafkan saya tuan, saya tidak sengaja. " ucap Melisa terbata masih tertunduk, dia menekuk lututnya dan mencoba berdiri, di tatapnya pria yang di tabrak nya barusan, ingin memastikan siapa orang itu.
terlihat lah sosok pria tampan dengan mata sipit dan hidung yang mancung berbadan kekar yang menatapnya seperti mata elang yang siap menukik menerkam mangsanya.
seketika tubuh Melisa lemas, darahnya seperti berhenti mengalir, bibirnya menggigil, tubuhnya gemetar.
Melisa ketakutan ketika matanya membaca nama pria yang di tabrak nya barusan.
........bersambung.........