
walaupun baru beberapa hari bersama, Adelia mulai merasa nyaman dengan kehadiran sosok pria yang kini telah menjadi suaminya, meskipun tidak ada cinta sedikit pun di hati Adelia.
Pria itu selalu baik dan lembut terhadapnya.
meskipun di hari awal pernikahan Adelia begitu dingin terhadap suaminya, namun pria yang menjadi suaminya itu selalu tersenyum terhadapnya. Bahkan pria itu selalu bangun pagi lebih awal dari Adelia untuk membuat sarapan mereka.
**
beberapa menit pun berlalu, kini sepasang suami-istri itu telah selesai dengan sarapan pagi Mereka,
Adelia berinisiatif untuk membereskan meja makan setelah mereka selesai sarapan namun fikhy suaminya melarang Adelia.
" biar kakak saja dek, kakak tau kamu gak terbiasa melakukan ini di rumah ayah" ucap fikhy yang langsung berdiri menghentikan niat istrinya. dia tau pak Ahmadi ayahnya Adelia begitu memanjakan putrinya ini.
jangankan memasak atau mencuci piring sehabis makannya, merapikan tempat tidurnya sendiri Adelia bahkan kewalahan.
" eh, tapi,...?!! " ucap Adelia
" gak pa apa, biar kakak aja yah " ucap fikhy sambil tersenyum.
" hmmmm, baiklah. terimakasih " jawab Adelia
wanita macam apa aku ini, bahkan aku membiarkan pria yang sudah menjadi suamiku melakukan pekerjaan yang harusnya di lakukan istri.
gerutu Adelia dalam hatinya merutuki dirinya sendiri.
" tidak apa-apa dek, kakak udah terbiasa melakukan ini. kan sebelumnya kakak sendiri, jadi kakak udah terbiasa "
" trus hari ini apakah kamu akan berangkat kerja seperti biasanya? " tanya Adelia membuka obrolan.
" ada apa dek, hari ini kakak nanti akan berangkat kerja jam delapan malam" jawab fikhy dari dapur, Dia sedang mencuci piring dan perlengkapan masak yang dia gunakan tadi.
" hmm',.. ada yang ingin aku bicarakan "
" baiklah dek, tapi selesai kakak membereskan semua ini yah " sambil menunjuk piring kotor yang masih menumpuk.
Sepertinya semalam fikhy capek, jadi piring kotor semalam ia biarkan sampai pagi tadi, jadi dia baru mulai mencucinya semua.
" kalau begitu aku tunggu di sofa ruang tamu yah " sambil berdiri lalu berjalan ke arah kamarnya mengambil ponsel lalu duduk di sofa ruang tamu.
..
tak berselang lama fikhy sudah selesai dengan kegiatannya mencuci piring lalu berjalan ke arah sofa dan duduk di sofa seberang.
fikhy memang masih sopan dan menjaga jarak dari istrinya itu, dia tidak ingin istri kesayangannya itu merasa tidak nyaman.
" ada apa dek? apa yang ingin kamu katakan?"
tanya fikhy setelah dia duduk bersama dengan istrinya di sofa ruang tamu.
" jadi gini, hari ini kan hari terakhir aku cuti bekerja dan besok sudah harus masuk kerja, apakah kamu keberatan jika mengantarkan aku ke kantor sebelum kamu berangkat bekerja? kan lumayan uang Ongkos naik taksi atau ojek. Biar aku bisa mengurangi pengeluaran dan bisa sedikit menyimpan. saya juga berencana membeli mu beberapa pakaian, ku lihat pakaianmu sudah pada kusam. " ucap Adelia
" ok bos, dengan senang hati " ucap fikhy antusias.
ternyata memang dia anaknya pak Ahmadi, baik hati meski kadang dingin dan keras.
ucapnya dalam hati
..
" adek masuk kerjanya jam berapa besok? kan lumayan jauh dari sini. biar gak telat " sambungnya.
" hmmmm, jam delapan tiga puluh sudah harus mulai kerja "
" baiklah dek, besok kita berangkat jam tujuh lima belas yah"
" terserah deh, yang penting ikhlas "...
**
waktu berlalu begitu cepat, tak terasa malampun tiba, fikhy telah berangkat kerja setelah sebelumnya mereka makan malam bersama.
Sementara Adelia sedang berada di kamarnya dengan ponsel yang menemaninya, dia sedang berkirim pesan dengan ketiga sahabat nya sampai akhirnya dia tertidur pulas.
..
.
Di tempat lain
Di sebuah apartemen mewah yang berada di lantai tertinggi bangunan tersebut terlihat seorang pria tampan duduk di sofa empuk apartemen tersebut dengan sekaleng bir dan sebatang rokok yang menemaninya, tak lain adalah sekertaris Hanz. orang nomor 2 di Perusahaan Alicia group yang menjadi perusahaan nomor satu di negara ini saat ini.
Dia sedang menikmati kesendiriannya karena tuan mudanya sedang berada di luar mengurusi keperluan pribadinya, dan menitipkan perusahaan kepada Hanz yang merupakan orang kepercayaan nya.
terlihat Hanz senyum senyum sendiri ketika membaca beberapa pesan di WhatsApp nya yang di kirim oleh seseorang.
..
Tiba tiba ponselnya berdering, ternyata panggilan dari seseorang yang hendak mengirimnya ke Afganistan untuk menjinakkan bom,
📳➡️" halo tuan muda, selamat malam. ada apa menghubungi ku semalam ini? "
📳⬅️" bagaimana keadaan mu pria telepati? ah,. aku hanya merindukan mu
📳➡️" sangat baik. bagaimana dengan mu pria pemilik pesona mematikan?
📳⬅️" hahahahhaa, berhentilah memanggil ku dengan sebutan itu pria telepati. bagaimana keadaan perusahaan?
📳➡️" hahahahhaa,. anda yang memulai perang duluan tuan muda.
kondisi perusahaan sangat baik tuan, beberapa anak perusahaan sedang membuka cabang di beberapa titik.
📳⬅️ hmmmm, baiklah. tapi bisakah kau berhenti sejenak memikirkan perusahaan dan mencoba mendekati seorang wanita? aku tidak mau lagi bersama pria jomblo 29 tahun.
hahahahahaa,..
📳➡️" maaf tuan, saya belum memikirkan hal itu. kapan tuan muda kembali? ucap Hanz mencoba mengalihkan pembicaraan.
📳⬅️" hei Hans, apakah kau sedang berpikir bahwa aku sedang bermain main dengan perkataan ku?
bersiaplah, besok pagi pukul 05:00 kamu berangkat.
📳➡️" eh,.... ti-..tidak tuan muda. Maksud saya, saya sekarang sedang berpacaran dengan seorang wanita tuan.
selalu saja itu yang menjadi senjata pamungkas nya. Gerutu sekertaris Hanz dalam hati
📳⬅️" Hanz, apakah barusaja kau merutuki ku dalam hatimu? hey.... beraninya kamu yah. dasar pria telepati.
sialan, aku lupa. lagian kamu yang pria telepati itu tuan muda. sesal sekertaris Hanz dalam hati.
📳➡️" maaf tuan
📳⬅️" hmppppp, baiklah. cobalah untuk berpacaran dengan 8 atau 9 wanita.
aku tak percaya jika hanya satu wanita, mengingat sifat keras dan dingin mu itu.
📳➡️" baiklah tuan muda, terimakasih atas saran Anda.
📳⬅️" hmppppp, baiklah. saya tutup teleponnya.
bunyi telpon terputus.
..
.
**
pukul 06:10
Adelia bangun dari tidurnya, dia langsung beranjak ke arah handuknya dan menuju kamar mandi.
sementara fikhy suaminya telah selesai dengan memasak sarapan dan kini telah memakai seragam buruh pelabuhannya.
Tadi selesai membuat sarapan, fikhy langsung bergegas mandi dan mengganti pakaiannya dengan seragam kerjanya yang sudah terlihat lusuh dan kusam, karena memang sudah lama pakaian itu.
......
..
Beberapa menit kemudian Adelia telah selesai dengan pakaian Seragam kerja yang membalut tubuhnya.
mereka berdua pun sarapan bersama.
selesai sarapan, suami istri itupun bergegas ke motor fikhy yang hendak mereka kendarai.
" nih dek, pakai helm nya yah"
" hm, helm siapa ini? perasaan aku tak pernah melihatnya di rumah ini "
" semalam kakak baru membelinya "
" oh, yah sudah. ayo jalan nanti telat "
" siap bos nona " sambil mengajukan jempol.
Dan whuzzz, mereka berlalu dari tempat mereka saat itu menuju ke kantor Adelia.
.....
..
beberapa menit berlalu, sampailah Adelia dan fikhy suaminya di kantor Adelia. sekarang waktu menunjukkan pukul 07:20
Fikhy langsung memasukkan motor sampai ke halaman area kantor itu yang di sambut sapa hormat oleh sekuriti yang bertugas jaga.
ketika sampai di parkiran, Adelia pun turun dari motor kemudian melepaskan helemnya. sama halnya dengan fikhy.
" aku simpan di kantor aja yah helmnya, daripada di bawa bawa nanti " ucap Adelia membuka obrolan
" terserah adek, itu kan kakak belikan untukmu dek " jawab fikhy lembut
" ok dah, makasih.,...
oh iyah, sebentar pulang kerja bisa jemput gak"
" emang adek pulang kerjanya jam berapa "
" gak tentu sih, kadang aku pulangnya jam 4 sore, tapi kalau lagi banyak kerjaan kadang pulangnya jam 9 malam "
" nanti aku telfon deh kalau udah mau siap siap pulang " sambungnya.
" yah udah, nanti kabarin aja kalau udah mau siap siap pulang. kakak usahain jemput "
" oh iyah, mana kontak ponselnya. kita belum bertukar kontak "
" oh iyah yah dek, nih " sambil menyerahkan ponselnya ke Adelia dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
" ok, udah " sembari menyodorkan ponsel kepada fikhy
" baiklah, kakak berangkat kerja dulu yah. yang semangat kerjanya. " ucap fikhy sembari melajukan pelan motornya menuju gerbang keluar meninggalkan istrinya di halaman parkir kantor.
karena baru saja terjadi percakapan antara fikhy dan istri kesayangannya yang selalu dingin, diam dan menjaga jarak dengannya, hati fikhy begitu bahagia sampai dia lupa memakai helmnya saat jalan tadi.
sementara Adelia pun langsung beranjak dari tempatnya menuju ruang gedung itu. Dia sudah sangat merindukan ketiga sahabatnya.
..
Di gerbang depan, fikhy berpapasan dengan ketiga sahabat Adelia yang baru saja tiba.
Dan, brukkk.....
terjadi kecelakaan kecil di halaman kantor.
sontak sekuriti yang sedang berjaga di post kaget dan terlonjak dari duduknya kemudian menuju ke arah tiga gadis yang sedang tertawa.
heh,.. ada apa dengan ketiga gadis ini. sekuriti mengerutkan dahi.
" apa yang terjadi nona nona ? " tanya pak sekuriti bingung
" ah ini,... eh,... tidak apa-apa pak " mereka bertiga kebingungan mau jawab apa, kemudian mereka bertiga kembali tertawa lagi..
" hmmmmppp, baiklah jika kalian bertiga tidak apa apa," ucap pak sekuriti yang kemudian beranjak pergi dari situ menuju ke pos jaganya. dia kebingungan.
..
kembali tawa pecah di antara tiga gadis yang baru saja mengalami kecelakaan kecil di depan pintu masuk kantor mereka bekerja.
jejhe yang berada didepan dengan motornya tiba tiba berhenti mendadak, perhatian dan fokusnya teralihkan.
sementara Mira dan Nia yang sedang berboncengan berada tepat di belakangnya fokus dan perhatian mereka juga teralihkan dan langsung menabrak belakang motor jejhe dengan keras.
untung saja jejhe tidak kehilangan keseimbangan nya dan sampai terjatuh.
spatbor depan motor Mira hancur, sedangkan motor milik jejhe spatbor belakang nya patah.
..
" ah hahahaha, dasar mata keranjang, " ucap jejhe kepada Mira dan Nia yang berada di belakangnya sambil menoleh ke arah Mira dan Nia.
" eh,.. ehh.. siapa maksud mu yang mata keranjang jhe? " ucap Nia yang masih tertawa
" Iyah nih, kamu tuh yang mata keranjang. kenapa coba ngerem mendadak & berhenti tiba tiba tadi ?!! hahahhahaa " Mira menimbal.
ketiga sahabat Adelia itu Masi tertawa lepas dengan kejadian barusan.
mereka bertiga terpanah dengan pria yang baru saja keluar dari area kantor dan berpapasan dengan mereka.
....
.
**
Bersambung,......