My Sexy Husband (Love Or Obsession)

My Sexy Husband (Love Or Obsession)
Bab 9 Keputusan Jia



Keesokan harinya, usai menyuapi sang istri. Bryan tampak memperhatikan wanitanya dengan lekat. Jia menoleh, menatap sang suami dengan raut heran.


"Kenapa mas? " tanya Jia.


"Tak apa sayang. Apapun yang terjadi tetap percayalah padaku. " ujat Bryan dengan serius.


Jia mengangguk. Wanita cantik itu meminta suaminya mendekat. Keduanya kembali berciuman dengan mesra. Jia membenamkan wajahnya dalam dekapan suaminya.


Tak lama dia melepaskan pelukannya. Wanita itu meminta suaminya untuk meminta izin pada dokter namun Bryan tetap kekeh dengan keputusannya.


Pria tampan itu begitu suka saat istrinya tak ingin berjauhan dari dirinya. Jia kembali mengusap perutnya penuh kelembutan.


"Aku bosan mas. " keluhnya lagi.


"Kamu boleh pulang besok sayang. Aku tak ingin mengambil resiko kesehatan kamu dan calon anak


kita. " ujar Bryan.


Jia menghembuskan nafas panjang. Wanita itu mengalah dan menuruti ucapan sang suami. Bryan sendiri mencium keningnya kemudian beranjak ke luar setelah dering ponselnya berbunyi.


Sementara di sisi lain, seorang pria paruh baya mengerahkan anak buahnya untuk mencari putri kandungnya. Pria itu Alan Davidson, menatap sendu putri tercintanya.


"Kau di mana nak, daddy sangat merindukan kamu princess. " gumam Tuan Alan.


"Daddy sangat yakin jika kamu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. "


Rasa penyesalan kini menghinggap di dadanya. Pria paruh baya itu menyesali perbuatannya di masa lalu yang membuat dirinya menyakiti mendiang istri dan calon anak mereka.


Drap Drap


Seorang pria menghampirinya, memberikan informasi mengenai orang orang yang menculik putri majikannya. Tuan Alan mengetatkan rahangnya, meminta orang kepercayaannya untuk mengawasi keluarga penculik itu.


"Lalu di mana putriku sekarang? "


"Nona berada di rumah sakit tuan, dia terjatuh akibat perbuatannya nona Hanna, putri kandung keluarga Leonardo. "


"Nanti sore kita ke sana, aku ingin memastikan keadaan putriku. " ujarnya.


"Baik Tuan. " Romi membunuh sebentar lalu pamit ke luar. Tuan Alan sendiri tampak menahan amarah. Dia begitu merindukan sosok putri kandungnya.


Terdengar suara helaan nafas berat ke luar dari bibir pria paruh baya itu. Rasa rindunya pada sang anak selama belasan tahun, tak lagi bisa dia bendung saat ini.


Sore harinya, paruh baya itu pergi ke rumah sakit di mana Jia di rawat. Tiba di sana Tuan Alan lekas menuju ke ruangan Jia berada. Pria itu meminta Romy menjaga sekitarnya dan memastikan keadaan aman.


Cklek Tuan Alan masuk ke dalam. Dia terkejut melihat sosok putrinya yang begitu mirip dengan mendiang istri pertamanya.


"Putriku. " gumam Tuan Alan lirih. Terdengar suara isakan tangis membuat Jia terbangun. Wanita hamil itu tentu saja terkejut melihat kehadiran pria yang tak dia kenal.


"Anda siapa? " tanya Jia dengan panik.


"Jangan cemas, saya bukan orang jahat nak. " ujarnya dengan lembut. Tuan Alan memperkenalkan dirinya pada putrinya yang telah lama hilang itu.


"Aku Alan Davidson, Daddy kandung kamu Jia. " jelasnya. Jia tentu saja terkejut mendengar pengakuan pria di depannya ini.


Tuan Alan menunjukkan bukti buktinya pada sang anak. Jia tentu saja tak percaya begitu saja dengan pria yang mengaku sebagai ayah kandungnya. Wanita itu berusaha mengusirnya agar menjauh.


"Nak tenanglah, Daddy tak mungkin membohongi kamu. Maafin Daddy yang terlambat menemukan kamu. " sesal tuan Alan. Pria itu mengatakan perihal kejadian dulu pada sang anak.


"Beri aku waktu. " ujar Jia. Tuan Alan mengangguk, pria paruh baya itu lekas bangkit, menyerahkan nomor nya pada sang anak setelah itu pergi.


Jia kembali berbaring, mengusap perutnya dengan lembut. Banyak hal yang saat ini membuatnya terkejut. Dia menyimpan nomor dari sang daddy di atas meja.


"Apa benar dia daddy kandungku? " tanya Jia penasaran.


Bryan kembali, pria itu membawakan camilan untuk sang istri. Dia memperhatikan raut wajah wanitanya yang tampak memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa sayang? " tanya Bryan.


"Aku enggak papa mas, hanya saja aku penasaran di mana keluarga kandungku sekarang? "


Bryan menghembuskan nafas berat. Dia menggenggam tangan sang istri tercinta tak terlalu erat. Pria itu berusaha menenangkan istrinya, dia akan membantu istrinya mencari keberadaan keluarga kandung.


"Mas, sebaiknya kita pulang aja yuk. Aku enggak betah di rumah sakit


ini. " rengek Jia. Bryan mengangguk, pada akhirnya mengalah. Dia lekas turun dan membantu wanitanya.


Keduanya ke luar dari area rumah sakit. Mereka lekas masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana. Kini keheningan melanda di antara dua pasutri tersebut.


Beberapa menit berlalu mereka tiba di kediaman Smith. Bryan segera turun dan membantu sang istri. Mommy dan daddy tentu saja terkejut akan kepulangan anak dan menantu mereka.


Jia izin langsung ke kamarnya. Wanita hamil itu segera merebahkan dirinya di atas ranjang. Percakapan dengan sang ayah kandung kembali terngiang. Dia kembali duduk dengan pelan pelan, segera meraih ponselnya dan memasukkan nomor daddy Alan.


"Sepertinya besok aku harus berbicara dengan daddy Alan secara leluasa. Aku semakin penasaran, ingin tahu bagaimana wajah mendiang ibuku. " gumam Jia.


Calon hot mommy itu mengurungkan niatnya menghubungi daddy Alan. Jia memilih bangkit dan pergi ke kamar mandi.


Beberapa menit berlalu, wanita itu selesai bersih bersih dan sekarang tengah berpakaian. Rasa penasaran nya saat ini semakin membumbung tinggi. Jia tentu saja merasa tak tenang, dia memutuskan menghubungi Daddy Alan.


"Halo Daddy Al, ini aku Jia. " ucap Jia dengan lembut.


"Jia putriku. " sapa Daddy Alan dengan nada terharu.


"Bisakah kita bertemu Dad, besok pagi. Saat ini aku tinggal di kediaman mertuaku. " Jia memberikan alamat mertuanya pada sang daddy.


"Tentu saja nak! "


Keduanya berbincang sebentar guna melepaskan rindu satu sama lainnya. Tak lama Jia mengakhiri sambungan teleponnya. Tak lama mommy masuk ke dalam kamarnya, mengantarkan susu ibu hamil untuk Jia.


"Ayo minum dulu nak. " ucap Mommy Retha pada sang menantu.


"Terimakasih mommy. " Jia segera meneguk minuman bergizi dengan pelan pelan. Mommy Retha langsung duduk di sebelah sang menantu. Setelah menaruh gelasnya di atas meja, fokusnya kembali tertuju pada mertuanya.


Mommy Retha benar benar posesif akan keadaan sang menantu dan calon cucunya dalam kandungan Jia. Hati Jia menghangat seketika, dia merasakan kasih sayang dari ibu mertuanya tersebut.


"Aku merasa begitu di sayangi oleh seorang ibu. " ungkap Jia.


"Kamu sudah seperti putri momny sendiri sayang. Kamu jangan pernah merasa kesepian ataupun sendirian, kami semua menyayangimu! "


"Terimakasih mommy. "


Mommy Retha menanggapinya dengan senyuman. Wanita paruh baya itu menyentuh perut sang menantu. Jia memekik kala merasakan tendangan dari dalam perutnya.


"Ya sudah kamu istirahat saja nak. " ujar mommy yang di angguki Jia. Wanita hamil itu membiarkan sang kertua ke luar dari kamarnya.