
Pada akhirnya Azura memilih mengambil keputusan untuk bercerai dari Dani. Saat ini dia telah menyiapkan barang barangnya segera. Wanita itu tak tahan lagi, masih sakit hati akan pengkhianatan suaminya.
"Kau mau ke mana Zura? " tanya Dani. Pria itu menghampiri istrinya namun tak di tanggapi Zura sendiri.
Sret dia mencekal tangan sang istri namun di tepis. Azura menoleh, menatap datar wajah suaminya.
"Aku sudah mengirimkan berkas perceraian kita ke pengacaraku. " tegas Azura.
"Aku enggak mau bercerai dari kamu sayang. " tolak Dani. Azura pun menghindari sentuhan dari suaminya. Rahang Dani mengetat, tatapannya berubah tajam.
"Pokoknya aku tak setuju kita bercerai. " tegas Dani. Azura memilih acuh tak acuh. Dia lekas ke luar dari kamar dan menyeret kopernya. Dani tentu saja tak tinggal diam, pria itu berusaha menahan istrinya dengan cara apapun.
"Lepaskan aku mas. " pekik Azura. Dani tetap mencekalnya dengan erat. Caleb masuk ke dalam mansion, pria itu segera menolong Azura.
Bug Dia melayangkan pukulannya ke wajah Dani. Azura tentu saja memekik kaget, memundurkan langkahnya ke belakang. Terjadi perkelahian di antara Caleb dengan Dani.
Huh
"Jadi kau membawa pria lain ke sini huh? " ujar Dani dengan tatapan sinisnya.
"Kenapa mas, kau tak terima? "
"Pikirkan Lista yang membutuhkan keluarga utuh. " bujuk Dani dengan kata kata manisnya.
Azura mendesah pelan. Dia pun berusaha untuk tetap menjaga emosinya yang hampir meledak. Caleb sendiri mengusap darah di sudut bibirnya.
"Apa kau juga memikirkan putri kita saat kamu berselingkuh dan bercinta dengan wanita lain mas? " sentak Azura.
Ardani terdiam. Pria itu seketika bungkam setelah mendengar pernyataan istrinya barusan. Azura pun milih ke luar dari mansion suaminya. Wanita itu segera masuk ke mobil milik Caleb. Caleb berjalan melewati Dani dengan ekspresi datarnya.
"Kau tak malu membawa pergi istri orang hah. " teriak Dani emosi.
Caleb tak peduli. Dia terus berjalan hingga ke luar dari mansion. Pria itu melajukan roda empatnya dengan kencang.
Sepanjang perjalanan tak ada obrolan apapun di antara mereka. Diam diam Azura menangis, wanita itu segera menghapus air matanya. Terbayang suaminya bercinta dengan wanita lain selama ini di belakang dia.
Caleb ternyata membawa Zura dan Lista ke salah satu apartemen. Sampai di sana, dia langsung mengeluarkan koper Zura lalu menyeretnya ke dalam di susul Zura.
Lista langsung memeluk sang mama. yang di balas wanita cantik itu. Setelah itu dia mengajak putrinya ke kamar. Caleb mengantarkan koper Zura hingga ke depan kamar perempuan itu lalu pergi dari sana.
"Ma, apa kita akan tinggal di sini? " tanya Lista.
"Iya sayang, untuk sementara tinggal di sini. Kamu enggak papa kan sayang jika jauh dari papa kamu? " tanya Zura pada sang anak.
"Enggak papa ma, Lista justru senang. Lagipula selama ini mama selalu menangis setiap malam, ini semua karena papa Dani. " ungkap Lista.
Hati Zura terasa tertusuk mendengar pernyataan putrinya. Dia tak menyangka jika sang anak mengetahui dirinya selalu menangis setiap malam. Wanita cantik itu langsung mengusap pipi anaknya sambil tersenyum. Dia menasehati putrinya untuk tidak membenci Dani, papa kandungnya.
"Ya sudah sekarang waktunya mandi sayang. " ujar Zura yang di angguki Lista. Dia membiarkan putrinya pergi ke kamar mandi.
Zura sendiri menata pakaian sang anak ke dalam lemari setelah itu baru pergi ke kamarnya yang terletak di sebelahnya.
"Ya Tuhan, ini bagaikan mimpi buruk untukku. Ternyata suamiku sendiri memiliki wanita idaman lain. " gumam Zura.
Tok
tok
Zura lekas bangkit, dia memilih ke luar dari kamarnya. Caleb datang mengantarkan paperbag untuk Zura. Zura menyimpannya lebih dulu setelah itu turun ke bawah.
Dia langsung bergabung dengan Caleb dan Lista di ruang tamu. Gadis manis itu memuji kehebatan Caleb di depan Zura, mommynya.
"Uncle Caleb begitu baik ma, katanya aku boleh memanggil uncle Caleb dengan sebutan papi! "
Zurs tentu saja terkejut. Wanita itu melirik kearah Caleb yang hanya menatapnya datar. Dia merasa canggung dengan pria yang telah menolong dirinya dan Lista.Fokusnya kembali tertuju pada sang putri. Wanita itu mengelus kepala Lista dengan penuh kelembutan.
"Sayang, kamu sudah berterimakasih pada Uncle Caleb? " tanya Zura sambil tersenyum.
"Sudah ma! "
"Ya sudah kamu lanjut mainnya di sana ya, mama ingin bicara dengan uncle Caleb. " ujar Zura yang di anggguki sang anak. Setelah kepergian putrinya, hot mommy itu kembali fokus pada pria di hadapannya saat ini.
Caleb sendiri masih tetap sama dengan raut datarnya. Dia pun menunggu dengan apa yang ingin di bicarakan Zura padanya.
"Kenapa kamu memperbolehkan Lista memanggilmu papi? " tanya Zura tanpa basa basi.
"Aku hanya ingin membuatnya senang dan ceria. Lagipula tak ada maksud apapun dari niatku! " ujar Caleb.
"Tapi aku tak ingin putriku bergantung sama kamu Cal. Kau dengar sendiri bukan, bagaimana Lista memuji dan membanggakan kamu? "
Caleb membuang nafas kasar. Raut wajahnya tampak semakin dingin, dia tak mengatakan apapun. Zura sendiri merasa canggung, takut dengan tatapan Caleb terhadapnya.
"Kenapa kau begitu resah. Apa kau takut Lista menganggapku sebagai papinya dan melupakan sosok papa kandungnya? " tebak Caleb.
Kini giliran Zura yang bungkam. Wanita itu memalingkan wajahnya, tanpa menjawab pertanyaan Caleb. Caleb lekas bangkit pergi meninggalkan sendirian. Zura diam diam menatap kepergian Caleb dengan sendu.
"Ya kau benar Cal, aku takut Lista dan kamu kian dekat. Putriku masih membutuhkan sosok papi untuknya, namun aku gagal menjaga keutuhan rumah tanggaku! "
"Suamiku sendiri telah berkhianat, membuatku dan Lista terluka. Aku takut putriku itu kembali tersakiti jika dekat dan mengharapkan kamu menjadi papinya. "
Zura menghempaskan tubuhnya ke sofa. Dia menghapus setitik lelehan air di sudut matanya. Saat ini dia tak bisa berbuat apa apa. Zura akan memberitahu putrinya pelan pelan agar menerima kenyataan.
"Maafin mama ya sayang, mama telah gagal membuat papa kamu bertahan pada mama. "
"Mungkin saja aku wanita yang membosankan hingga suamiku berpaling begitu cepat. "
Zura kini menutup wajahnya mengunakan tangan. Tak lama dia menurunkan tangannya, wanita itu menunduk dan melepaskan cincin pernikahannya dengan nanar.
Huh Wanita cantik itu membuang nafas berat. Dia kembali menatap cincin dalam genggaman tangannya. Masih teringat bagaimana awal pernikahan dirinya dengan Dani yang begitu indah dan manis. Kini semuanya sirna kala sang suami terpergok berselingkuh.
"Kisah kita sebentar lagi usai. Setelah bercerai nanti, tak ada lagi kata kita dalam hidup. Hanya ada aku dan kamu, dua orang yang sempat membina cinta bersama pada akhirnya menjadi orang asing. "