My Sexy Husband (Love Or Obsession)

My Sexy Husband (Love Or Obsession)
Bab 8 Masalah Baru



Dua hari kemudian


Jia tampak bersantai di kediaman nya. Wanita itu baru saja mengantarkan suaminya ke bandara.


"Ternyata kamu tengah bersenang senang dengan posisi yang seharusnya menjadi milikku adikku. " ujar Hanna berjalan kearah Jia.


Jia tentu saja terkejut melihat kehadiran sosok kakaknya. Wanita hamil itu mengusap perutnya, menatap datar kearah Hanna.


"Akhirnya kamu muncul juga kak, apa kakak kehabisan uang hingga memilih kembali? " tanya Jia.


Hanna berdecak pelan melihat sikap sombong adiknya. Wanita itu berusaha tetap tenang, raut wajahnya berubah sendu.


"Aku hamil Ji. " ungkapnya yang membuat Jia terkejut.


"Siapa ayah anak kamu kak? " tanya Jia penasaran.


"Bryan, suamimu. " ungkapnya pelan. Jia menggeleng tak percaya. Selama ini suaminya itu selalu berada di sisinya.Wanita itu tak lantas percaya dengan pernyataan Hanna barusan. Terjadi perdebatan di antara kedua wanita hamil itu.


Hanna langsung bangkit, kemudian mendekati Jia dan berlutut. "Aku mohon lepaskan Bryan untukku Ji. " pintanya.


Plak Jia justru melayangkan tamparannya dengan keras ke wajah sang kakak. Hanna terkejut dengan tindakan Jia barusan.


"Kalau begitu kita tes dna sekarang. Apa betul janin itu milik mas Bryan apa tidak? " tegas Jia.


"Buat apa Jia, jelas jelas ini anaknya Bryan. " elak Hanna. Jia tetap kekeh dengan keputusannya. Wanita itu mendorong sang kakak menjauh. Wanita hamil itu terpaksa beranjak, berusaha menyeret Hanna ke luar.


"Jia. " pekik Nyonya Retha menghampiri sang menantu. Wanita itu lantas menghampiri menantunya yang terbentur lantai kepalanya dan bagian kaki mengeluarkan darah.


Hanna sendiri membulatkan mata. wanita itu lantas pergi begitu saja. Nyonya Retha segera memanggil suaminya lalu membawa Jia ke dalam mobil. Kedua orang tua Bryan baru kembali dari negara Y.


Skip


Kini keduanya tampak panik. Salah satu dari mereka telah menghubungi Bryan untuk membatalkan penerbangannya. Nyonya Retha begitu khawatir dengan Jia dan calon cucu dalam perut sang menantu.


Bryan datang dengan nafas memburu. Pria itu meminta penjelasan dari orang tuanya. Nyonya Aretha langsung menjelaskan apa yang terjadi. Tangan Bryan terkepal kuat, dia sekuat tenaga menahan amarahnya.


Beberapa jam berlalu dokter akhirnya ke luar. Bryan dan orang tuanya segera mendekat.


"Kandungan nyonya Jia baik baik saja. Bayi dalam kandungannya begitu kuat selain itu Nyonya Jia tak boleh stress. " jelas dokter panjang lebar.


"Untungnya anda membawanya segera ke sini tuan, nyonya! "


Bryan segera pergi ke ruangan Vip setelah istrinya dipindahkan. Pria itu begitu cemas dengan istri dan calon anaknya.


Clek


Calon hot daddy itu segera masuk ke dalam. Dia berjalan cintai menuju ranjang rawat istrinya. Bryan mencium kening wanitanya sambil mengumamkan kata maaf. Dia segera menarik kursi kemudian duduk di sebelahnya.


Bryan menciumi perut buncit istrinya berulang kali. Dia sangat takut kehilangan Jia dan calon anak mereka.


Setelah menunggu cukup lama, Jia mulai membuka kedua matanya. Wanita itu menatap sekitarnya lalu teringat kejadian tadi. Dia berusaha bangun namun di tahan Bryan.


"Mas, calon anak kita bagaimana? " tanya Jia.


"Dia sangat kuat sayang! "


"Apa benar kamu menodai kak Hanna? " tanya Jia dengan tatapan penuh kekecewaan. Bryan menggeleng, diapun langsung menjelaskan semuanya pada sang istri.


Pria tampan itu melepaskan pelukannya. Dia mencium bibir istrinya dengan rakus yang di balas Jia. Ciuman keduanya mampu meredakan perasaan keduanya yang campur aduk. Bryan mengakhiri ciumannya.


"Kamu istirahatlah sayang. " ucap Bryan dengan lembut. Jia mengangguk, wanita hamil itu kembali berbaring di bantu sang suami. Tak lama mommy dan daddy masuk ke dalam ruangan.


Bryan sendiri meminta sang mommy menjaga sang istri. Lalu dia mengajak daddy ke luar untuk mengurus masalah Hanna.


"Bagaimana calon cucu mommy nak? " tanya Mommy Retha.


"Dia sangat kuat mom, aku sempat ketakutan jika harus kehilangan dia. " gumam Jia sambil mengusap perut buncitnya.


"Kamu jaga kondisi kamu nak, mulai sekarang sebaiknya kamu dan Bryan tinggal bareng mommy dan daddy. " tegas mommy.


Jia mengangguk setuju. Dia percaya dengan keputusan dari sang mertua demi kebaikan dirinya. Keduanya terus mengobrol ringan. Jia sendiri merasa senang dengan kehangatan dsri sang mertua yang begitu peduli padanya. Dia merasa memiliki orang tua yang menyayangi dirinya dengan tulus.


"Sayang, kamu kenapa nak? " tanya Mommy dengan raut khawatirnya.


"Aku merindukan orang tua kandungku mom. " balas Jia dengan sendu.


Mommy Retha berusaha menenangkan sang menantu. Wanita paruh baya itu sangat tahu perasaan Jia. Jia sendiri berusaha tegar, menerima semua jalan takdir yang di gariskan Tuhan padanya.


Suster datang mengantarkan makanan. Mommy lekas menyuapi sang menantu dengan sabar. Jia merasa terharu dengan sikap hangat mertuanya.


Usai makan, Jia kembali istirahat. Dia begitu menuruti setiap perintah sang mertua dengan hati yang bahagia. Jia telah menganggap mommy Retha seperti ibunya sendiri.


Di sisi lain Bryan memerintah asistennya untuk mencari keberadaan Hanna. Pria itu akan memberikan pelajaran pada wanita yang hampir mencelakai istri dan calon anaknya.


"Wanita si4l4n itu perlu di beri pelajaran. " geram Bryan.


"Son, kau harus perketat keamanan. Sebaiknya kamu membawa istrimu tinggal bersama kami. " ujar Daddy dengan bijak.


Bryan tentu saja setuju dengan ide yang di berikan sang daddy. Pria itu melajukan roda empatnya menuju kediaman Leonardo. Setelah tiba di sana, keduanya segera turun dari mobil.


Drap


Drap


Tanpa basa basi Bryan mendobrak pintunya dengan kasar. Daddy hanya menggeleng melihat kelakuan sang anak. Mereka segera menemui tuan Arnold dan istrinya.


"Apa apaan ini? " geram Tuan Arnold dengan tatapan tajamnya.


"Dimana putrimu yang tak berguna itu? " desis Bryan.


"Apa maksudmu, Bryan? "


Brak Bryan menggebrak meja dengan keras. Pria itu berlalu begitu saja, berteriak memanggil Hanna. Daddy sendiri menjelaskan kejadiannya pada keluarga Leonardo.


Tak lama Bryan kembali setelah menemukan Hanna. Pria itu sempat mengancam keluarha angkat istrinya itu. Merasa hasilnya sia sia Bryan mengajak sang daddy pergi. Sepanjang perjalanan Bryan tak henti hentinya mengumpat.


"Aku gagal melindungi istriku sendiri, Dad! "


"Sudahlah son, sebaiknya fokus saja pada Jia dan calon anak kalian. Jangan lupa kirim beberapa bodyguard untuk menjaga dan melindungi istrimu. " pungkas Daddy.


"Daddy benar. " sahutnya singkat. Meski kali ini gagal namun Bryan tak akan membiarkan Hanna hidup dengan tenang. Dia akan terus memburu wanita itu dan memberinya hukuman berat.


Terdengar suara gembira nafas berat. Setelah itu dia kembali fokus ke depan. Daddy sendiri menghubungi mommy, memberitahu rencananya.