My Sexy Husband (Love Or Obsession)

My Sexy Husband (Love Or Obsession)
Bab 35 Penyesalan dan Kehancuran Rigel



Keesokan harinya, Tuan haidar kini telah sampai berada di rumah sakit begitu juga dengan Rigel dan orang tuanya. Semalam mereka kaget setelah mendapat kabar Zoya yang kecelakaan.


"Bagaimana kabar putriku


sekarang? " tanya Tuan Haidar pada orang orang di sana.


"Keadaan Zoya cukup parah dan memprihatinkan. " jelas Nyonya Agatha. Wanita paruh baya itu menangis mendapati keadaan sang calon menantu.


Saat ini Rigel berada di dalam ruangan sang pujaan hati. laki laki itu menyesali keegoisannya yang membuat kekasihnya mengalami kecelakaan.


"Zoya maafin aku hiks, segeralah bangun. " gumam Rigel lirih. Laki laki tak kuasa menahan tangisannya melihat wajah kekasihnya di perban. Zoya baru saja menjalani operasi di wajah dan kakinya tadi pagi.


Rigel lekas duduk sambil mengenggam tangan sang pujaan hati. Dia tak henti hentinya menangisi keadaan Zoya saat ini. Lelaki itu benar benar menyesali sikapnya yang sekarang.


Suasana terasa sunyi, hanya terdengar suara isakan tangis dari Rigel.


Satu jam berlalu, Zoya telah sadarkan diri. Dia tak bisa bergerak bebas, merasakan sakit di sekitar wajah dan kakinya. Rigel segera menghapus air matanya, menggenggam tangan gadisnya sambil tersenyum.


"Jangan bergerak baby. " pinta Rigel.


"Kenapa wajahku di perban? "


"Kamu mengalami kecelakaan sayang. " balas Rigel sambil mengumamkan kata maaf.


Zoya tersenyum tipis, dia tak menyalahkan sang kekasih atas apa yang dia alami sekarang. Gadis itu berusaha bicara, mengungkapkan apa yang dia rasakan selama ini.


Rigel kembali menangis, dia sangat yakin jika keadaan Zoya akan kembali pulih seperti semula.


"Berjanjilah padaku, Rigel! "


"Aku tidak mau, aku sangat yakin kau pasti akan sembuh. " sahut Rigel dengan mata sembabnya. Zoya sendiri meminta Rigel memanggil sang papi dan orang tua Rigel. Rigel langsung menurut dan memanggil keluarganya.


Tuan Haidar langsung mendekati putrinya dengan raut sedihnya. Pria paruh baya itu mengecup kening sang anak dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Cepat sembuh ya nak, papi sangat yakin jika kamu pasti akan segera sembuh. "


Zoya sendiri merasakan sesak melihat orang orang terdekatnya menangisi dirinya. Namun tentu saja dia harus mengatakan hal ini pada semua orang.


"Zoy, sangat sayang pada semua orang. Tapi waktu aku sudah tak banyak lagi Papi. " ucap Zoya. Terdengar suara jeritan tangis di dalam ruangan Zoya.


Semua orang tentu saja tak terima dengan permintaan Zoya. Zoya menghela nafas berat, rasa sakit kembali menyerang dirinya. Gadis itu meminta semua orang merelakan dirinya pergi.


"Papi, Zoya mohon jangan salahkan Rigel. Bukan salah dia yang membuat Zoya kayak gini! "


"Buat kamu Rigel, aku selalu mencintai kamu sampai kapanpun. maaf tak bisa menemani kamu sampai kita jadi tua nanti. "


Nafasnya mulai tersendat sendat. Rigel menangis sesegukan. Daddy Alan segera memanggil dokter untuk memeriksa Zoya. Zoya sendiri menangis, air matanya meluncur membasahi perban yang membalut wajahnya.


Tuan Haidar tentu saja hancur melihat keadaan anaknya semakin parah. Dia mencoba kuat, lalu mendekati sang anak sambil meminta maaf.


"Maafin papi ya nak, papi gagal menjadi orang tua yang baik untuk kamu. " bisiknya.


Zoya kembali membuka matanya, tersenyum tipis sambil menangis di sudut matanya. Tubuhnya langsung kejang kejang kemudian kedua matanya terpejam erat. dokter segera mendekat dan memeriksa keadaan Zoya.


Beberapa saat berlalu dokter menatap keluarga pasien sambil menggeleng. Jerit tangis mewarnai ruangan Zoya. Suster segera menutup jenazah Zoya dengan kain.


"Zoya. " teriak Rigel dengan perasaan hancurnya. Laki laki itu berusaha mengguncang tubuh gadis yang dia cintai. Dia menangis meraung raung di tubuh Zoya yang sudah dingin.


Semua orang tampak hancur atas kepergian Zoya untuk selamanya. Rigel terus menyalahkan dirinya atas kepergian sang kekasih hati.


Daddy Alan mendekati putranya lalu menariknya menjauh, membiarkan suster mengurus jenazah Zoya. Rigel tentu saja berontak, laki laki itu tak membiarkan Zoya di mandikan. Tuan Haidar turut mencekalnya dengan kuat, meminta Rigel menerima kenyataan pahit ini.


"Harusnya Uncle tak membiarkan Zoya pergi hiks. " gumam Rigel.


"Apa kau ingin membuat Zoya semakin menderita Rigel. " pekik Tuan Haidar. Mereka langsung ke luar dari sana, sama sama menangisi kepergian Zoya.


Sore harinya mereka semua mengantarkan Zoya ke peristirahatan terakhirnya. Rigel terus menangis di pemakaman mendiang kekasihnya itu. Bryan dan Jia turut hadir di sana, wanita cantik itu begitu terpukul akan kepergian Zoya yang dia anggap seperti adiknya sendiri.


"Harusnya kamu hukum aku tidak dengan cara begini Zoy. Kamu sangat jahat, apa yang kamu lakukan ini benar benar keterlaluan. " racau Rigel.


Hati Rigel begitu remuk setelah sang belahan jiwa meninggalkan dirinya untuk selamanya. Semua orang menatap iba kearah Rigel. Cleo dan Davin juga hadir di sana. Gadis itu begitu syok setelah mendengar kabar kematian sang adik.


Kepergian Zoya cukup menorehkan luka untuk orang orang terdekat yang menyayangi dan mencintainya. Kebaikan Zoya selama ini akan selalu di kenang oleh keluarganya terutama keluarga Davidson.


"Maafkan aku Zoya, gara gara diriku kamu harus mengalami semua ini. " rutuknya pada diri sendiri.


Mommy Agatha tak kuasa menahan tangisnya. Wanita paruh baya itu menangis sesegukan dalam pelukan sang suami. Dia tak sanggup melihat keadaan putranya yang tampak frustasi dan hancur. Setelah merasa tenang, mommy Agatha langsung mendekati sang anak.


"Rigel yuk kita pulang nak, relakan kepergian Zoya. Mommy tahu ini sangat sulit untuk kamu. " bujuk mommy.


"Aku masih ingin di sini mom. "


Mommy dan lainnya telah pulang. Menyisakan Rigel, Cleo dan Davin yang masih di sana. Gadis itu langsung mendekati Rigel yang tampak histeris.


"Rigel. " panggil Cleo.


Rigel menoleh, laki laki itu langsung bangkit di susul Cleo. Tangannya terkepal kuat, raut wajahnya tampak tajam. Tanpa aba aba dia langsung mencengkram leher Cleo membuat Davin terkejut.


"Gara gara kamu sialan, Zoyaku pergi. " bentak Rigel dengan emosi meledak ledak.


"Harusnya kamu yang pergi Cleo, bukan Zoya! " teriaknya.


Cleo sendi berusaha melepaskan tangan Rigel dari lehernya Davin terus berusaha hingga pada akhirnya berhasil menenangkan Rigel.


"Seret dia pergi dari sini, wanita hina itu tak pantas di makam Zoyaku! "


Cleo tertegun, melihat tatapan penuh kebencian dari pria yang dia cintai. Davin lekas menyeretnya pergi dari sana. Tubuh Rigel kembali luruh ke atas tanah, berlutut di depan makam mendiang Zoya.


Lagi lagi permintaan maaf terus ke luar dari bibir Rigel. Laki laki itu merasa dirinya begitu bodoh dan penyebab Zoya nya tiada. Kini semuanya telah terjadi, penyesalannya hanya menjadi sia sia sekarang.