My Sexy Husband (Love Or Obsession)

My Sexy Husband (Love Or Obsession)
Bab 22 Bulan Madu & Liburan



Berbeda dengan Rigel yang tampak cemas pada Zoya, Jia dan suaminya menikmati honeymoon mereka yang kedua. Saat ini keduanya tengah berjemur di pantai, menikmati keramaian pantai yang banyak di kunjungi wisatawan.


"Di sini bisa lihat pria tampan. " ceplos Jia. Bryan langsung meliriknya dengan sorot tajam. Jia terkekeh pelan, wanita cantik itu memeluk sang suami dari samping.


Cup


"Aku hanya bercanda, hubby! "


Cih Bryan berdecak pelan, melipat tangannya ke depan. Jia mengulas senyumnya, wanita cantik itu berusaha mengambil alih perhatian sang suami.


Bryan langsung luluh, memeluk istrinya dari belakang. Keduanya menikmati suasana sejuk di sekitaran pantai. Angin sepoi sepoi menambah suasana menjadi adem, membuat siapapun mengantuk.


"By, aku mau beli minuman. " ucap Jia. Bryan lekas melepaskan pelukannya. Dia membiarkan istrinya pergi, sedangkan dirinya mengeluarkan ponsel, lekas menghubungi Caleb.


"Nona Hana berniat melaporkan nyonya Jia ke polisi, saat ini polisi tebgah mencari istri Anda. " ujar Caleb.


"Suruh Riko menyebarkan video Hanna ke seluruh sosial media." tegas Bryan.


"Baik Tuan! "


Bryan menyimpan ponselnya dalam saku celana. Rahangnya mengetat, ke luar umpatan dari bibir Bryan. Pria itu merasa Hanna semakin menantangnya.


"Mas. " Jia kembali sambil membawa minuman dingin. Bryan pun menerima lalu meneguknya langsung. Usai minum, keduanya kembali berbicara.


Pria tampan itu sengaja merahasiakan hal ini dari istrinya. Dia tak ingin Jia kepikiran hingga membuatnya stres, berpengaruh pada kesehatan wanitanya.


Jia sendiri menatap lekat wajah tampan suaminya. Dia begitu penasaran dengan apa yang di pikirkan Bryan saat ini. Wanita cantik itu memilih diam, menatap lurus ke depan.


"Kenapa sayang? " tanya Bryan sambil tersenyum.


"Enggak ada, hanya teringat kejadian kemarin. "


Bryan menghela nafas panjang. Pria itu mengecup kening sang istri kemudian memeluknya. dia mengatakan perihal masa kecilnya pada sang istri. Jia tampaknya tertarik dengan masa kecil suaminya.


"Siapa cinta pertama kamu mas? " tanya Jia.


"Enggak ada. " jawab Bryan singkat. Jia tak percaya begitu saja, wanita itu berusaha mendesak suaminya untuk bicara.


Bryan mencubit hidung istrinya dengan gemas. Lalu mengelitiki pinggang Jia. Jia tertawa, berusaha menghentikan aksi suaminya. Pria tampan itu mengulas senyumnya melihat tawa istrinya kembali lepas.


Pria itu menghentikan aksinya. Dia lekas bangkit kemudian membantu istrinya berdiri. Keduanya menyelusuri pantai dengan kaki tanpa alas. Bryan pun terus menggenggam tangan istrinya.


pukul dua siang, mereka kembali ke Resort. Jia duduk di kursi, memperhatikan suaminya yang asyik berenang.Dia memperhatikan suaminya sambil tersenyum.


"Aku bahagia memiliki kamu, By. " gumam Jia dengan pelan.


Selesai berenang Bryan langsung naik ke atas, dia mengambil handuk yang di sodorkan istrinya. Tanpa aba aba pria itu membopongnya lalu membawanya menuju ke kamar mereka.


Jia tentu saja terkejut, sempat mencubit pipi suaminya. Bryan menanggapinya dengan tawa, membawa sang istri menuju ke kamar mereka.


Jia membuatkan kopi untuk suaminya lalu bergabung di ruang tamu. Keduanya berdiskusi mengenai rencana mereka esok hari. Dia menginginkan berkeliling di beberapa tempat di negara M.


"Kamu harus menepati janji kamu sayang. Besok temani aku pergi ke kota, ingin melihat.pertunjukkan di sana. " pekik Jia dengan antusias.


"Baiklah, aku akan menyewa mobil untuk kita gunakan besok dan selama kita berada di sini. " ujar Bryan.


Jia mengangguk setuju dengan pernyataan suaminya barusan. Wanita itu lekas mengambil ponselnya, ya dia mengunakan ponsel yang baru. Wanita itu kini tengah berbicara dengan sang mami, menanyakan kabar orang tuanya.


"Apa yang kau khawatirkan mami? " tanya Daddy Alan pada istrinya.


"Aku khawatir dengan Jia, Dad. Meski Jia tak lahir dari rahimku namun dia tetaplah putri kesayanganku. " ungkap nya penuh kekhawatiran.


"Tenanglah Mami, Bryan saat ini bersamanya. Tak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang tak terjadi. "


Mami menghembuskan nafas berat kemudian mengangguk kecil. Daddy Alan tersenyum kecil, dia memang juga mengkhawatirkan putri mereka namun sekarang ada Bryan yang menjaga Jia. Lagipula Daddy Alan telah menerima Bryan sebagai menantunya.


"Oh ya bagaimana dengan Rigel, bukankah dia tengah panik mencari Zoya yang pergi? " tanya Daddy.


"Iya Dad, aku harap putra kita itu berhasil menemukan Zoya! "


Daddy Alan berharap sama seperti sang istri perihal Rigel menemukan Zoya. Pria paruh baya itu kembali menyesap kopinya perlahan. Mami Agatha menghela nafas panjang, kembali bersandar di sofa.


Daddy memeluk istrinya dari samping, berusaha menenangkan Mami Agatha.


Drap


drap


Rigel menjatuhkan dirinya di sofa. Mami dan daddy menatap putra mereka itu dengan lekat. Rigel memijit kepalanya yang terasa pusing, mengatakan keluh kesahnya.


"Aku belum berhasil menemukan Zoya, Mam. " ucap Rigel lirih.


"Berikan dia waktu Rigel, mungkin saja Zoya perlu suasana tenang. Selama ini dia telah banyak tekanan dari kakaknya. " ujar Mami dengan bijak.


Rigel terdiam. Dia memikirkan nasehat dari sang mami mengenai Zoya. Laki laki itu begitu merindukan sang pujaan hati. Dia pun telah melakukan cara untuk mencari Zoya namun belum ketemu.


Tepat pukul delapan malam, mereka berkumpul di meja makan. Mami Agatha melayani sang suami lalu putranya kemudian lekas makan. Wanita paruh baya itu menatap sendu kearah putranya yang tampak lesu.


"Bersabarlah nak,jika memang kalian di takdirkan bersama. Mami yakin kelak kalian akan di pertemukan


lagi. "


"Mungkin saja mom. Apa yang di katakan mami benar, aku harus memberinya waktu dan ruang. " balas Rigel. Rigel mengungkapkan keputusannya yang akan fokus pada kuliahnya lebih dahulu. Mami dan daddy tentu saja mendukung keputusan sang anak.Ketiganya kembali melanjutkan makan malamnya dalam suasana hening.


Sekitar lima belas menit berlalu, Daddy dan Rigel beranjak dari sana. Mami lebih dulu membereskan meja makan setelah itu menyusul suaminya ke kamar.


Cklek Mami masuk ke dalam kamar lalu menguncinya. Dia lekas mengganti pakaiannya kemudian berbaring di atas ranjang.


"Dad, aku rencananya besok akan ke makam Syera. Tiba tiba aku pun merindukan dia. " ungkap Mami.


"Daddy antar mami ke sana. Sudah lama daddy tak ke sana. " balas Daddy tersenyum tipis. Pria itu mendaratkan kecupan di bibir wanitanya. Keduanya mengobrol ringan kali ini.


"Terimakasih ya Mami, kamu telah menerima Jia dengan hangat dan menyayanginya dengan tulus! "


Mami Agatha tersenyum tipis. Dia sangat menyayangi Jia layaknya anak kandungnya sendiri. Tak ada ibu sanbung dan anak sambung, hanya ada ibu dan anaknya yang saling menyayangi satu sama lain.


"Mami sangat sayang sama Jia. Bagiku Jia adalah putri kesayangan aku! "


Usai berbicara keduanya lekas memejamkan mata. Tak lama mereka terlelap dalam mimpi.