My Sexy Husband (Love Or Obsession)

My Sexy Husband (Love Or Obsession)
Bab 23 Kesialan Hanna & Kebahagiaan Jia



Tiga bulan kemudian


Hanna hanya bisa mengeram rendah, berusaha menahan amarahnya. Dia menjadi bulan bulanan netizen di sosial media. Video panasnya bersama Dani telah tersebar luas.


"Sialan, kupingku panas. Mereka masih saja membicarakan aku. " gerutu Hanna.


Wanita itu berjalan cepat meninggalkan area mall. Dia pun langsung masuk ke dalam mobilnya. Tanpa dia sadari ada seseorang yang mengawasi gerak gerik dari belakang.


Tiba di apartemen


Hanna menaruh barang belanjaan nya. Dani telah menunggunya dengan raut wajah sulit di artikan.


"Sayang kamu sudah nunggu aku lama ya? " tanya Hana dengan senyuman tipisnya.


Dani menepisnya dengan kasar. Dia langsung melempar hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Hanna tertegun, kedua matanya membulat sempurna dan tampak was was. Wanita itu lekas membukanya dengan hati berdebar.


"Jadi selama ini kau telah keguguran dan rahimmu rusak. " pekik Dani.


"Pantas saja perutmu tak besar besar. "


Dani langsung merutuki kebodohan, memaki Hanna dengan emosi meledak ledak. Hanna tentu saja panik, berusaha menenangkan dan meminta maaf pada Dani.


Plak Dani melayangkan tamparannya ke wajah Hanna. Hanna menangis sesegukan, dia berusaha meminta maaf pada Dani.


"Ini semua ulah Jia, dia menendang perut aku. " Hanna mulai memainkan dramanya di depan Dani. Dani mengumpat pelan, pria itu memilih ke luar dari apartemen dengan membawa ke marahan.


Hanna berteriak memanggilnya namun tak di gubris. Wanita itu langsung mengamuk, meluapkan kemarahannya.


"Akhh si4l, kenapa rahasiaku bisa bocor. " umpat Hanna kesal sekaligus emosi.


Wanta itu mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang. Sepertinya dia melakukan rencana B, dia akan membalas dendam pada Jia. Lalu Hanna berusaha menghubungi Dani namun nomor peia itu tak aktif.


Berbeda dari Hanna yang tampak marah dan kesal, Jia sendiri bahagia. Wanita itu telah kembali hamil, dia merasa Tuhan masih berbaik hati padanya. Saat ini dia dan sang suami pergi ke dokter kandungan.


"Selamat tuan, calon anak kalian berjenis kelamin kembar. " ujar Dokter setelah melakukan serangkaian pemeriksaan kehamilan Jia.


Jia dan Bryan saling melempar senyuman bahagianya. Keduanya lekas saling memeluk satu sama lainnya. Mereka kembali mendengarkan penjelasan dari dokter hingga selesai.


Pasangan suami istri langsung pamit setelah mengambil hasil usgnya. Bryan merangkul istrinya, seringkali menegur wanitanya untuk pelan pelan. Sepanjang langkah hingga menuju ke parkiran, keduanya tak henti hentinya tersenyum.


"Kita kembali di percayakan Tuhan untuk menjadi calon orang tua


mas. "


"Iya sayang kamu benar, mulai sekarang kurang kurangi kegiatan senam dan olahraga kamu. " ucap Bryan dengan posesif.


Mereka masuk ke dalam mobil. Bryan melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang. Jia menyentuh perutnya penuh kasih sayang. Wanita itu begitu terharu mendengar calon baby twins sangat sehat dalam perutnya. Bryan sesekali meliriknya kemudian kembali fokus ke depan.


Tiga puluh menit berlalu, mereka sampai di kediaman Davidson. Bryan lekas turun lalu menggandeng istrinya. Jia hanya menggeleng pelan melihat sikap posesif dan over protektif sang suami.


"Mami, Daddy. " sapa Jia dengan senyuman lebarnya. Mami Agatha langsung bangkit, menyambut kedatangan sang anak. Seperti biasa keduanya berpelukan sebentar lalu duduk di sofa.


"Sepertinya kalian tampak


bahagia? " tanya Daddy.


"Iya Daddy, bayi dalam kandunganku berjenis kelamin kembar. " ungkap Jia.


"Wah selamat ya nak. " Mami Agatha tampak bahagia sekali mendengar kabar mengharukan ini. Saat ini keduanya saling berpelukan satu sama lain.


Daddy Alan memberikan selamat pada sang menantu yang di tanggapi senyuman tipis oleh Bryan. Tak berselang lama orang tua Bryan datang dan bergabung bersama mereka.


Wanita hamil itu memeluk sang mertua sebentar, kemudian menunjukkan hasil USG nya. Mami Retha langsung mengambilnya, wanita paruh baya itu tersenyum lebar melihat hasilnya.


Beberapa saat berlalu Jia dan suaminya pamit ke kamar, semua orang membiarkannya.


Skip


Kamar Jia & Bryan


"Aku bahagia mas. " ucap Jia dengan senyuman manisnya.


"Aku pun bahagia juga sayang. Tapi sekarang izinkan aku menjenguk calon anak anak kita. " Seringai terbit di bibir Bryan yang membuat Jia melotot.


Pria tampan itu melepaskan pakaiannya kemudian menggendongnya ke atas ranjang. Siang itu menjadi siang yang panas untuk mereka berdua.


Satu jam lebih, Bryan mengakhiri percintaan panas mereka. Pria itu bernafas lega setelah berhasil memuaskan dahaganya. Jia sendiri mengerucutkan bibir lucu, segera menarik selimut menutupi tubuhnya.


"Kenapa hm? " tanya Bryan sambil tersenyum.


"Pelan pelan, kasihan baby twins di dalam perutku. Mereka pasti mengira ada gempa mas, padahal daddy nya lagi mengajak mommynya senam. "


Tawa Bryan langsung pecah mendengar pernyataan istrinya barusan. Dia tak menyangka sang istri menemukan istilah senam untuk percintaan mereka yang panas.


Bryan menghentikan tawanya, mencium istrinya dengan gemas. Pria itu mengusap perut wanitanya, menyapa calon baby twins.


"Sehat sehat terus dalam perut mommy ya sayang. Kami sangat mencintai kalian dan tak sabar menantikan kalian lahir. " gumam Bryan.


"Iya Daddy. " Jia menirukan suara anak kecil, keduanya tertawa bersama.


"I love you. " bisik Jia di depan wajah sang suami. Bryan tersenyum lebar, pria itu memagut bibirnya. Dia sangat bahagia dengan pernyataan cinta dari sang istri yang selama ini dia tunggu.


"Love you too! "


Jia kembali memeluk suaminya. Wanita itu begitu suka dengan aroma maskulin dari tubuh Bryan. Bryan sendiri tersenyum tipis, sesekali menciumi pucuk kepala wanitanya.


Keduanya pun benar benar menghabiskan waktu bersama. Setelah merasa cukup, Bryan menyibak selimutnya lalu membawa istrinya ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, keduanya segera berpakaian dan beres beres kekacauan di atas ranjang.


"Yuk mas kita ke luar. " ajak Jia pada sang suami.


"Ayo, jangan lari dan tetap perhatikan langkah kamu! " tegas Bryan.


Jia menghela nafas panjang kemudian mengangguk. Mereka ke luar dari kamat dan turun ke bawah. Mami Agatha membuatkan puding untuk putrinya di bantu sang besan.


"Terimakasih mami. " ucap Jia sambil tersenyum. Dia lekas mencicipi puding buatan mami Agatha. Semua orang tampak tersenyum melihat kedekatan ibu dan anak tersebut.


para pria memilih menyingkir, membahas bisnis di ruangan kerja Daddy Alan. Mami Retha turut posesif terhadap menantunya tersebut.


"Sayang kalau kau mau apa apa, tinggal bilang saja mami atau mommy kamu. " ujar Mami Retha.


"Eh iya Mami. " Jia pun merasa merepotkan semua orang, namun di sisi lain dia begitu bahagia. Wanita hamil itu kembali melanjutkan makannya.


Mami Agatha menghela nafas panjang. Wanita paruh baya itu mengulas senyumnya melihat putrinya kembali ceria seperti dulu.


"Semoga kamu selalu bahagia nak. " ucap Mami Agatha penuh harap.