
Sore harinya mommy dan daddy datang berkunjung. Keduanya memberitahu perihal pertunangan Rigel dan Zoya. Jia tentu saja bahagia mendengar kabar mengenai adiknya. Mereka mengobrol di ruang tamu dengan suasana santai.
Di sisi lain Rigel dan Zoya sibuk mencari cincin untuk pertunangan mereka. Pesta mereka akan di adakan berbarengan dengan Davin dan Cleo.
Setelah mendapatkan apa yang mereka butuhkan, Rigel lekas mengajak kekasihnya menuju ke mall.
"Kau nanti malam harus tampil luar biasa sayang. " ucap Rigel pada sang kekasih hati.
"Pasti. " jawab Zoya sambil tersenyum. Dia kembali fokus memilih pakaian.
Beberapa saat berlalu, Rigel segera mengurus pembayaran. Setelah selesai keduanya bergegas pergi dari sana.
Zoya tampak gugup, nanti malam hari spesial dirinya dan Rigel. Dia begitu tak sabar meresmikan hubungan mereka.
Beberapa jam berlalu.
Pukul tujuh Malam. Pesta di adakan di kediaman Angkasa. Para sahabat dan keluarga telah hadir di sana. Suasana tampak ramai dan meriah. Pasangan Bryan dan Jia telah hadir dan saat ini bersama para sepupu mereka.
visual Cleo dan Davin
Visual Zoya dan Rigel
Kini dua pasangan itu berdiri di depan panggung. Berbeda dengan Davin dan Cleo yang mengenakan pakaian berwarna cokelat. Sedangkan Zoya dan Rigel kompak mengenakan pakaian berwarna hijau.
Sementara orang tua masing masing memberikan ucapan pembuka
memulai acara penting malam ini.
Cleo diam diam melirik datar kearah Zoya yang mengandeng tangan Rigel.
"Acara malam ini, bisa kita mulai sekarang. "
"Silakan pasangkan cincinya ke jari pasangan masing masing. "
Rigel langsung menyematkam cincin ke jari Zoya begitu juga dengan Davin ke Cleo. Suara tepuk tangan memeriahkan acara. Zoya dan Rigel tampak bahagia, keduanya tak berhenti menunjukkan senyuman manisnya.
Rigel mengajak tunangannya menemui keluarga. Banyak yang memberikan selamat untuk dua pasangan tersebut.
Jia datang memberikan selamat pada Rigel dan Zoya. Kini mereka tampak mengobrol bersama para sepupu. canda tawa mewarnai obrolan mereka. Zoya merasa senang berada di tengah tengah keluarga Rigel yang begitu baik dan hangat padanya.
"Sayang, aku sangat suka berada di tengah keluarga kamu. " bisik Zoya di dekat Rigel.
"Kalau gitu kita nikah besok, biar kamu secepatnya menjadi anggota keluarga davidson. " celetuk Rigel.
"Ya Playboy cap plastik mulai beraksi. " sahut Jia. Semua orang tampak tertawa mendengar panggilan Jia pada Rigel.
Rigel mendengus pelan. Dia menatap kesal kakaknya yang merusak suasana. Zoya mengusap lengan sang kekasih. Jia tertawa melihat raut kesal adiknya tersebut. Pemuda itu mengajak tunangannya berdansa.
Kini mereka tengah berada di aula, dengan di iringi musik romantis. Keduanya tampak bergerak seirama menciptakan gerakan gerakan yang indah.
Hal sama juga dilakukan Cleo yang memaksa Davin berdansa. Tatapan gadis itu terus terfokus pada Rigel dan Zoya.
"Apa kau tak bosan, terus memperhatikan Rigel dan Zoya? " tanya Davin dengan nada jengahnya.
Cleo menoleh, menatap kesal kearah lelaki di depannya ini. Dia pun mencebikkan bibirnya, merasa Davin hanyalah penganggu untuknya.
Setelah selesai Cleo langsung melepaskan pelukannya kemudian berjalan ke sudut ruangan. Tatapannya tertuju pada Zoya yang berada di sudut ruangan. Dia lekas mengambil minuman kemudian berjalan kearah Zoya.
Zoya tentu saja terkejut kala Cleo menyiramnya dengan air. Gadis itu menatap kesal kearah Cleo. Rigel menyusul, dia tentu saja marah melihat pakaian sang kekasih basah. Dia langsung melirik kearah Cleo dengan tatapan tajamnya.
"Apa kau gila Cleo. " bentak Rigel dengan keras. Sontak semua orang terkejut mendengar suara keras Rigel. Orang tua Rigel datang, menanyakan apa yang terjadi.
"Sudahlah Rig, aku tak papa kok. " ujar Zoya dengan lembut.
"Astaga gaun kamu basah sayang, ayo aunty antar kamu ke kamar untuk ganti. " ujar nyonya Agatha. Zoya mengangguk, dia mengikuti langkah calon mertuanya.
Tubuh Cleo tampak bergetar saat semua orang menatapnya datar. Papi Haidar mendekati putrinya, berniat menamparnya namun di tahan tuan Alan.
"Tak perlu menamparnya, kau hanya perlu menasehati Cleo, Ar. " ujar Alan pada calon besannya.
Tuan Haidar menurunkan tangannya. Dia memilih menyambut tamu dan mengalihkan perhatian mereka semua.
Setengah jam berlalu Mami Agatha dan Zoya telah kembali. Gadis itu tampil cantik mengenakan gaun berwarna pink. Rigel langsung mendekat, memeluk Zoya dengan erat.
"Rig, aku enggak papa. kamu tak perlu marah marah seperti tadi. " tegur Zoya.
"Maafkan aku! "
Zoya melepaskan pelukannya. Fokusnya teralihkan pada sosok kakaknya yang berdiam diri tak jauh darinya. Dia memilih tak memperpanjang masalah ini, kembali menikmati pesta istimewa miliknya.
Larut malam, mereka berniat pamit pulang namun di halangi nyonya Agatha. Wanita paruh bata itu menunjukkan kamar untuk masing masing tamunya. Zoya sendiri telah mengganti pakaiannya, saat ini berada di balkon.
"Aku kira kak Cleo sudah berubah namun ternyata tetap sama saja. " gumam Zoya. Dia menunduk, menatap cincin di jemarinya.
Dia menatap indahnya langit malam. Apalagi cahaya bintang memantulkan cahayanya yang begitu terang. Zoya sibuk menatap langit dalam diam. Terdengar suara helaan nafas berat ke luar dari bibirnya.
Setelah hawa dingin menerpa kulitnya, Zoya kembali ke dalam dan menutup pintu balkon.Gadis itu aegera membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Hari berikutnya
Pagi ini Zoya telah mengganti pakaiannya dengan dress yang di berikan mami Agatha padanya. Gadis itu segera turun ke bawah, bergabung dengan yang lainnya.
"Papi, kejadian semalam tak perlu di bahas lagi. Aku tak masalah dengan apa yang terjadi. " ujar Zoya pada papinya.
Tuan Haidar menatap sendu putri sambungnya. Lagi lagi putrinya kembali tersakiti oleh ulah si sulung.
Mereka sarapan bersama dalam suasana tenang.Cleo dan Davin telah pulang duluan tadi. Pria paruh baya iru mengikuti keinginan sang anak.
setelah beberapa menit, ayah dan anak itu langsung pamit pulang. Rigel pamit pada keluarganya, hari ini dia harus ke kampus.
Kini hanya menyisakan Jia dan mommy di sana. Para suami mereka telah berangkat ke kantor. Keduanya hanya bisa saling melirik satu sama lainnya.
"Kasihan Zoya ya mom. " ucap Jia pada sang mommy.
"Iya sayang, selama ini Zoya banyak mengalah dari Cleo. " ungkap Mami Agatha memikirkan calon menantunya tersebut. Jia hanya diam saja tak lagi bertanya pada sang mommy.
Mommy Agatha beranjak segera beres beres. Dia melarang putrinya untuk membantu dirinya. Jia berdecak pelan, mengerucutkan bibirnya. Semua orang tampak posesif padanya. Wanita hamil itu beranjak, melangkah ringan menuju ke ruang tamu. Di sana dia memilih membuka majalah, guna menghilangkan rasa jenuh dari dirinya.
Huft
"Ya Tuhan, kak Hanna? " Jia tampak terkejut setelah tahu video Hanna menjadi trending panas di sosial media. Wanita hamil itu tentu saja tahu jika sang suami pasti yang melakukannya.
"Mungkin ini hukuman untuknya. " Jia sama sekalii tak iba dengan Hanna. Mengingat bagaimana perlakuan Hanna padanya.