My Sexy Husband (Love Or Obsession)

My Sexy Husband (Love Or Obsession)
Bab 24 Pertemuan pertama Rigel & Zoya



"Kenapa kamu terlihat lesu, Rigel? " tanya Jia pada adiknya.


"Aku kangen sama Zoya, kak. " jawab laki laki itu.


"Memangnya dia ke mana? " tanya Jia tak mengerti. Rigel menjelaskan inti masalahnya dengan sang pujaan hati.


Sang kakak pun mengerti. Wanita itu mengusap pundak adiknya, memberikan nasehat untuk Rigel.


"Lelaki sejati tak akan berhenti berjuang Rig. " ucap Jia sambil tersenyum. Rigel terdiam, mencerna nasehat kakaknya kemudian tersenyum tipis.


"Tidak sia sia aku memiliki kakak cantik sepertimu yang pintar. " ujarnya dengan senyuman tengilnya. Pemuda itu langsung bangkit dan melarikan diri.


Jia berdecak pelan menatap kepergian adiknya dengan kesal. Wanita hamil itu kembali memakan camilannya. Tak henti hentinya Jia mengerutu kesal akibat ulah jahil adiknya.


Sementara di dalam kamar, Jia telah selesai mandi dan berganti pakaian. Kini dia tengah termenung di atas ranjangnya sambil menatap sendu photo Zoyanya.


"Ini sudah tiga bulan berlalu namun kamu belum menampakkan diri Zoy. Apa kau sengaja tak ingin bertemu denganku? "


Rigel benar benar merindukan sang kekasih hati. Selama ini dia memendam rasa rindunya sendirian, hanya memfokuskan diri pada kuliahnya.


Samar samar dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Rigel menatap ragu nomor asing yang menghubungi dirinya. Tanpa ragu laki laki itu langsung menerimanya.


"Halo. " sapa Rigel dengan nada datarnya.


"Apa kabar, Rigel? "


Deg


Rigel tertegun mendengar suara yang begitu familiar dan sangat dia rindukan. Bibirnya melengkung, membentuk seulas senyuman samar.


"Zoyaku, Zoya Alinea Angkasa. "


Terdengar suara kekehan di ujung sana. Tak berselang lama Rigel mendengar permintaan maaf dari Zoya.


"Kapan kita bisa bertemu, Zoya? " tanya Rigel dengan nada bergetar.


Suasana berubah hening, tak lama sambungan terputus begitu saja. Rigel sontak panik, berusaha menghubungi Zoya lagi namun tak bisa. Laki laki itu mengumpat kasar, dia lekas bangkit dan ke luar dari kamar.


Setelah pamit pada mommy dan kakaknya, Rigel melajukan roda empatnya meninggalkan kediaman Davidson. Dia begitu resah dan khawatir jika terjadi sesuatu pada Zoya nya.


Skip


Pantai


Rigel berjalan sendirian di sana. Dia merasa iri dengan pasangan lain yang tampak bahagia. Lagi lagi ponselnya kembali berdering, Rigel mengeluarkan ponselnya.


"Apa sih maunya Cleo, sepertinya dia tak jera dengan peringatanku kemarin. " geram Rigel. Dia memilih mematikan, lalu mengembalikan ponselnya ke dalam saku.


Mood Rigel saat ini kembali buruk. Dia berjalan menyelusuri pantai dengan perasaan kacau balaunya. Dalam pikirannya saat ini hanya ada nama Zoya seorang. Terdengar lebay memang, namun itulah kenyataannya.


Bruk


"Aw. "


Rigel tersadar dari lamunannya. Diapun menatap seorang gadis yang tanpa sengaja dia tubruk. Pria itu langsung menolong gadis tersebut.


Gadis itu tampak cantik dengan pakaian berwarna merah muda. Dia pun menoleh dan tersenyum lebar kearah Rigel.


"Hai Rigel. "


Rigel tampak terkejut. Dia berusaha menepuk pipinya, berharap semua ini nyata adanya. Laki laki itu langsung menarik Zoya ke dalam dekapannya.


"Kau jahat tahu. Kenapa pergi tanpa mengatakan apapun? " protes Rigel.


"Maafkan aku Rigel! "


Zoya mengeratkan pelukannya. Dia juga merindukan laki laki yang memeluknya saat ini. Tak lama Rigel mengurai pelukannya, menatap wajah cantik sang pujaan hati. Dia lekas menariknya hingga duduk di kursi panjang.


"Ke mana saja kau selama ini,


Zoya? " desak Rigel.


"Aku tinggal di villa bibiku. " ungkapnya.


Zoya mengulas senyumnya, tangannya terulur menyentuh rahang kokoh milik Rigel. Diapun menciumnya hal itu membuat Rigel terkejut, tak menyiakan kesempatan.


Beberapa saat berlalu keduanya mengakhiri ciuman manis itu. Rigel tampak sangat bahagia mendapati pujaan hatinya telah kembali. Zoya menatap lekat wajah Rigel dengan tatapan menyesalnya.


"Selama ini aku selalu mencarimu Zoya. " ungkap Rigel.


"Maafkan aku Rigel. Aku hanya tak ingin egois, berpikir jika kamu lebih pantas bersama kak Cleo. " ucapnya lagi.


Rigel menggeleng, dia menjelaskan hanya menginginkan Zoya seorang. Laki laki itu tak membiarkan gadis lain mendekati dirinya. Rigel pun menariknya hingga duduk di pangkuan sang pria. Mereka berdua kembali berciuman dengan mesra.


Usai berciuman, Rigel menyatukan keningnya dengan kening Zoya. Manik mata mereka bertemu,saling mengunci satu sama lainnya. Gadis cantik itu mengalungkan tangannya, memeluk tubuh sang kekasih.


"Jangan tinggalin aku lagi, Zoy Zoy Baby. " gumam Rigel.


Zoya sontak melepaskan pelukannya. Dia sangat geli dengan panggilan Rigel padanya. Rigel tertawa pelan melihat sang kekasih merajuk.


"Ternyata kamu tetap Zoyaku yang suka marah marah dan galak padaku. " cetus Rigel.


Zoya menanggapinya dengan senyuman. Keduanya menikmati kebersamaan mereka. Rigel pun lekas menurunkan sang kekasih, keduanya sama sama menikmati udara segar sekitaran pantai.


"Yuk pulang, kamu harus berkenalan dengan kak Jia. " ungkap Rigel yang di setujui Zoya. Keduanya lekas beranjak, masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi.


Sore harinya mereka telah sampai di kediaman keluarga Rigel. Mami Agatha langsung memeluk Zoya kemudian mengajaknya mengobrol. Gadis itu mengenalkan dirinya pada Jia.


"Zoya sangat cantik, pantas saja Rigel tergila gila pada Zoya. " ceplos Jia. Gelak tawa mewarnai obrolan mereka. Rigel mendengus pelan, dia sesekali mencuri ciuman di pipi sang kekasih.


Zoya tentu saja malu dengan aksi yang di lakukan Rigel barusan. Daddy Alan berdecak pelan, sempat mencibir kelakuan sang anak. Rigel sendiri hanya cuek, fokusnya saat ini hanyalah Zoya.


Rigel sangat takut jika akan kembali kehilangan sang pujaan hati. Mami Agatha tentu saja senang, meski putranya lebay namun dia bahagia melihat sang anak kembali ceria.


"Maafin aku ya Tante, aku membuat semua orang tampak khawatir padaku. " sesal Zoya.


"Tante paham, kamu perlu menenangkan diri dan liburan. tak perlu menyesal nak, semuanya telah berlalu. " ujar Mami dengan bijak.


Mami Agatha mengatakan kelakuan sang anak pada Zoya sepeninggal gadis itu. Zoya tentu saja sedih, dia langsung menoleh kearah Rigel. Gadis itu langsung memeluknya, kembali meminta maaf pada Rigel.


"Sudah cukup Zoya, kau tak pelru terus menerus meminta maaf padaku. " pinta Rigel.


Zoyapun mengangguk. Rigel kembali memeluknya, terus melepaskan rasa rindunya pada gadis tercintanya. Dunia serasa milik berdua sementara yang lain hanya mengontrak. Begitulah pribahasa yang tepat untuk mengambarkan kelakuan Rigel dan Zoya saat ini.


Jia turut senang melihat adiknya kembali bahagia. Wanita hamil itu perasaannya begitu sensitif hingga saat ini menangis. Mami dan lainnya sontak panik dan langsung mencecarnya.


"Aku enggak papa mom, hanya saja saat ini terharu dengan kisah cinta Rigel dan Zoya! "


"Oh mommy kira kamu sakit atau apa nak. " ucapnya penuh kelegaan. Jiapun hanya meringis pelan, dia merasa bersalah telah membuat sang mommy cemas.