My Sexy Husband (Love Or Obsession)

My Sexy Husband (Love Or Obsession)
Bab 21 Kepergian Zoya



Keesokan harinya, Jia dan Bryan pergi ke bandara. Rencana keduanya ingin pergi honeymoon sekaligus liburan. Mami dan Daddy mengantar anak dan menantunya hingga ke bandara setelah itu pulang.


Skip


Mansion


"Harusnya aku ikut, liburan bareng kak Jia dan kak Bryan. " ceplos Rigel.


Pletak Mami Agatha menjitak kepala si bungsu dengan gemas. Rigel pun langsung mengaduh kesakitan. Daddy tertawa pelan melihat perdebatan anak dan istrinya.


"Sudah sono bantu Daddy di kantor sekalian latihan nak. " omel mami.


"Iya iya Mami, kejam amat sama anak. " gerutu Rigel. Mami Agatha berkacak pinggang menatap kepergian putranya.


"Lha memangnya Rigel gak ada jadwal kuliah mam? " tanya Daddy.


"Masuk siang katanya. " balas Mommy yang di angguki Daddy.


Tak lama Rigel kembali dengan penampilan rapinya. Daddy lekas bangkit, berpamitan pada mami lalu menarik sang anak ke luar. Rigel sendiri hanya pasrah di seret sang daddy.


huh


"Punya anak laki laki satu aja, bandel dan tengil banget. " gumam Mami. Wanita paruh baya itu memilih kembali ke dapur.


Sementara Zoya dan papanya hanya sarapan berdua. Cleo sendiri telah ke luar berusaha menghindari adiknya. Gadis itu menghembuskan nafas berat, melanjutkan makannya sampai selesai.


"Maafin sikap kakak kamu ya, Zoy. " ucap Papi Haidar.


"Terserah papi, bukankah jika kak Cleo berbuat salah papi memintaku untuk memakluminya bukan? " sindir Zoya.


"Terlalu di manjakan, membuat sikapnya seenaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain. "


"Lebih baik aku tinggal di rumah aunty Eline. "


Usai bicara Zoya beranjak, dia memanggil pelayan untuk membereskan meja makan. Papi Haidar menatap sendu kepergian sang anak bungsu.


Skip


Zoya telah sampai di kampus. Di sana dia memilih menenangkan dirinya saat ini. Sikap kakaknya pagi ini membuatnya tak nyaman. Lagi lagi terdengar hembusan nafas berat ke luar dari bibirnya.


"Apa aku harus menjauh dari kehidupan Rigel? "


Gadis itu mengeluarkan ponselnya. Dia segera bangkit, pergi ke ruangan dosen. Setelah urusannya di sana selesai, Zoya meninggalkan kampus.


Dia meminta sepupunya untuk menjemputnya. Sepanjang perjalanan, tak ada obrolan apapun di antara Zoya dan Arga.


"Kamu yakin mau ninggalin kota ini? " tanya Arga.


"Iya, lagipula aku sudah cuti kuliah tadi. "


Arga menghargai keputusan sang sepupu. Zoya kembali diam, gadis itu sibuk mematikan ponsel setelah mengirim pesan pada Rigel. Laki laki itu telah mengirim pesan pada orang tuanya.


Beberapa jam berlalu


Zoya dan Arga telah berada di kota Ascley negara X. Kini mereka telah sampai di Villa keluarga Vladimir. Keduanya segera turun dari mobil, bergegas masuk ke dalam Villa.


Gadis cantik itu langsung memeluk sang bibi. Aunty Eline membalas pelukan sang keponakan.


"Aunty, sudah menyiapkan keperluan kamu selama tinggal di sini. " ujar Aunty Eline.


"Terimakasih aunty. Zoya mohon jangan beritahu siapapun jika aku ada di sini. " pinta Zoya sambil memohon.


"Iya sayang, aunty tak akan bilang siapapun. "


Wanita paruh baya itu lekas pamit begiti juga dengan Arga. Zoya sendiri segera masuk ke dalam menuju ke kamarnya.


"Maafkan aku Rigel. Aku harap kamu bisa melupakanku. " gumamnya penuh harap.


Zoya terpaksa melakukan hal ini demi kebaikan semua orang. Dia merasa tak tahan saat saudaranya sendiri membenci dirinya. Lagi lagi dia mengalah demi sang kakak bahagia.


beberapa saat berlalu, merasa bosan dia ke luar dari kamar. Gadis itu melangkah ringan menuruni tangga dan pergi ke taman belakang villa.



Kini dia tengah bersantai di teras, menikmati kesunyian yang berteman dengan dirinya. Zoya harus terbiasa dengan tempat tinggalnya yang baru.


"Jujur Rigel, aku juga cinta sama kamu tapi keadaan yang memaksaku untuk pergi dari hidupmu. "


"Maafkan aku. Maaf telah mengecewakan kamu berulang


kali. "


Zoya merasa dirinya tak pantas bersama Rigel. Laki laki itu pasti akan bahagia jika bersama Cleo, kakaknya.


Sementara pria yang dia pikirkan saat ini tampak kalang kabut. Rigel mengamuk dan uring uringan sendiri. Berulang kali berusaha menghubungi Zoya namun tak mendapatkan jawaban.


Rigel telah datang ke mansion keluarga Angkasa dan juga kampus namun tak menemukan sosok Zoya. Pemuda itu begitu frustrasi, dia tak ingin kehilangan sang pujaan hati.


"Kenapa kamu pergi ninggalin aku Zoya? "


"Aku pasti akan menemukanmu. Kupastikan kau tak akan lepas dari pengawasanku. "


Rigel benar benar sangat kacau saat ini. Dia memilih melajukan roda empatnya, kembali melanjutkan pencarian Zoya. Setelah usahanya sia sia, dia memutuskan pulang dengan raut lesunya.


Skip


Di mansion orang tuanya, Rigel menjatuhkan dirinya di atas sofa. Pria itu kembali berusaha menghubungi Zoya namun nomor gadis itu tak aktif. Diapun tersenyum miris, mungkin saja Zoya sengaja menjauh dari kehidupannya.


"Bukan dengan cara seperti ini kamu menolakku, Zoya. " gumam Rigel.


Rigel lekas bangkit, melangkah berat menuju ke kamarnya. Dia langsung masuk ke dalam, memukul tembok berulang kali. Dia pun hanya menginginkan Zoya, tapi kenapa gadis itu justru pergi tanpa seizinnya.


"Aakh Zoya. " teriak Rigel dengan emosi meledak ledak.


Bug Pemuda itu kembali memukul tembok, meluapkan kemarahannya saat ini. Dia telah mengerahkan teman temannya untuk mencari keberadaan Zoya.


Rigel berjalan menuju ke kamar mandi. Dia menyalakan shower, membiarkan air membasahi tubuhnya.


Beberapa saat kemudian dia ke luar dan segera berganti pakaian. Rigel pergi ke balkon, menenangkan dirinya di sana. Kedua tangannya mencengkram erat pagar besi di depannya saat ini.


"Aku mencintai kamu, Zoya. " teriak Rigel dengan keras.


"Padahal baru kemarin, sepertinya kamu mulai menerima aku tapi nyatanya..- "


Riger benar benar hancur saat ini. Dia tak menyangka bila Zoya akan pergi dari kehidupannya. Meski begitu dia tak akan menyerah begitu saja. Rigel akan membawa kembali Zoya, kalau perlu langsung menikahi detik itu juga.


"Kau kira akan mudah aku melupakan kamu Zoya. Tak ada gadis lain yang akan menggantikan posisimu di hatiku! "


"Pergilah sejauh mungkin, aku pasti akan segera menemukan kamu secepatnya. "


Rigel membuang nafas berat. Pandangannya kembali lurus ke depan. Dia menatap sekitarnya dengan sorot datarnya.Lagi lagi kedua tangannya terkepal kuat. Seperti apa yang di katakan sang daddy bila dirinya harus berjuang keras untuk mendapatkan Zoya maka dia akan melakukannya dari sekarang.


"Aku akan terus mengejar kamu Zoya Aily Angkasa. " ujar Rigel penuh keyakinan.


"Aku akan mewujudkan mimpiku, menjadikan kamu Zoya Rigel Davidson. "


Rigel mengulas senyumnya, teringat kebersamaan dirinya dengan Zoya selama ini. Ya dia telah memiliki mimpi besar, mimpi itu hanya bisa terwujud bila di lakukan bersama Zoya.