My Sexy Husband (Love Or Obsession)

My Sexy Husband (Love Or Obsession)
Bab 36 Penyesalan Terlambat Cleo



Hingga malam Rigel masih berada di makam mendiang Zoya. Laki laki itubenar benar hancur sekarang atas kepergian sang pujaan hati. Dia hanya bisa berandai andai, berharap bisa mengulang waktu.


Langit turut menurunkan hujan dengan lebatnya. Rigel sama sekali tak peduli dengan tubuhnya yang basah kuyup.


"Rigel. " panggil Bryan pada adik iparnya.


Pria itu langsung menyeretnya pulang namun Rigel menepisnya. Laki laki itu enggan meninggalkan pemakaman sang kekasih.


Bryan menghembuskan nafas berat, dia langsung memukul wajah adik iparnya.


"Apa kau tak peduli dengan mommy Agatha dan daddy Alan? " geram Bryan.


"Semua orang mencemaskan kamu. Apa kamu pikir Zoya akan kembali hidup meski kamu berada di sini? " ketus Bryan.


Rigel sendiri terdiam. Lelaki itu kembali menangisi kematian sang kekasih hati. Bryan langsung menyeretnya masuk ke dalam dan membawanya pulang.


Kini mereka sampai di kediaman Davidson. Mommy Agatha langsung mengantar putranya ke dalam di bantu daddy Alan. Bryan sendiri memilih pergi ke kamarnya.


Di dalam kamar dia segera mengganti pakaian kemudian menghampiri istrinya yang baru selesai menidurkan Haga dan Haven.


Jia menoleh, dia menghampiri suaminya lalu duduk di atas ranjang. Wanita itu mengenggam tangan sang suami.


"Gimana mas, kamu sudah ketemu dengan Rigel? " tanya Jia dengan lembut.


"Sudah sayang. " balas Bryan yang mengatakan dirinya terpaksa menarik Rigel dengan kasar. Jia bisa memakluminya, mengingat suaminya ini bukan pria yang sabar untuk orang lain.Keduanya segera naik ke atas ranjang lalu beristirahat.


Keesokan harinya, semua telah berkumpul di meja makan terkecuali Rigel. Mommy Agatha tampak putus asa membujuk sang anak untuk ke luar.


Mereka sarapan lebih dulu tanpa kehadiran Rigel di tengah mereka. Lima belas menit berlalu, Jia pamit ke kamar untuk melihat si kembar.


"Mom, Dad aku pamit ke kantor. " ucap Bryan.


"Ayo nak, Daddy juga akan ke kantor. " sahut Daddy Alan. Keduanya lekas pamit pada mommy dan meninggalkan ruangan. Sebelumnya daddy telah berpesan agar mommy menghubungi dirinya.


"Bagaimana aku membujuk Rigel agar mau makan? " gumam wanita paruh baya itu.


Tak lama Rigel turun dengan penampilan berantakannya. mommy Agatha langsung mendekati putranya tersebut. Dia menatap nanar penampilan sang anak yang begitu kacau. Rigel menyeret kopernya menghampiri sang mommy.


"Kau mau ke mana nak? " tanya Mommy pada putranya.


"Izinkan aku pergi mom, aku ingin menenangkan diri. " ucap Rigel sambil memohon.


"Tapi kau pasti kembali kan nak? " tanya mommy yang membuat Rigel bungkam. Tentu saja wanita paruh baya itu begitu takut putranya melakukan hal nekat.


Rigel pun segera pergi setelah mendapatkan izin. Mommy Agatha berharap sang anak akan segera bangkit dan kembali. Wanita paruh baya itu memilih ke ruang tamu.


Jia menyusul sang mommy. Hot mommy itu segera memeluk ibunya dan berusaha menghiburnya. Dia sangat yakin jika adiknya tak akan berbuat nekat nantinya.


"Hari kemarin, hari yang menyakitkan untuk Rigel mom. Dia kehilangan gadis yang sangat dia cintai. Rigel hanya ingin sendiri dan mengobati luka hatinya. " ucap Jia dengan bijak.


Jia kembali memeluk sang mommy dari samping. Diam diam dia menitikkan air mata, merasa kasihan dengan nasib adiknya. Dia sangat berharap kelak Rigel menemukan pengganti Zoya.


Sementara di kediaman Angkasa, Tuan Haidar berubah menjadi pria yang dingin. Pria paruh baya itu terus menatap foto mendiang putri bungsu dan mendiang istrinya. Saat ini dia telah kehilangan dua orang tersayangnya. Sejak tadi Cleo memperhatikan apa yang papinya lakukan.


"Papi. " Cleo memanggilnya, gadis itu langsung mendekat dan berhadapan dengan sang papi. Papi Haidar masing diam saja, namun dia mendengarkan apa yang ingin di sampaikan sang sulung.


"Pi, masih ada aku, putri papi yang masih hidup. " protesnya.


Brak


Papi Haidar mengebrak meja dengan keras membuat Cleo tersentak kaget. Gadis itu tampak syok dengan respon yang di tunjukkan papinya.


"Jaga bicara kamu Cleo, adikmu baru saja meninggal. Apa kamu tak memiliki sedikit simpati atau bersedih atas apa yang kamu lakukan selama ini padanya! " pekik Papi dengan nada tinggi.


"Sia sia papi memberikan biaya agar kamu kuliah di universitas terkenal namun kau tak memiliki attitude sama sekali, apalagi ini menyangkut adik kamu sendiri. "


Tuan Haidar langsung bangkit, pergi meninggalkan putri sulungnya. Cleo sendiri tampak tertampar dan tentunya sakit hati dengan apa yang di katakan papinya barusan.


Cleo langsung menunduk, tak lama terdengar suara isakan tangis pelan. Dia merasa Tuhan tak adil padanya. Selama ini Zoya telah mendapatkan kasih sayang penuh dari mommy sementara dirinya tidak.


"Kau sudah pergi tapi papi kini justru membelamu Zoy. " lirihnya.


Cleo menghela nafas panjang, segera menghapus air matanya. Lalu dia mengeluarkan ponsel dan menghubungi Rigel. Terdengar suara umpatan ke luar dari bibir Cleo. Dia pun akan berusaha membuat Rigel melupakan mendiang adiknya.


Huh


Merasa bosan Cleo beranjak dan pergi ke kamar mendiang Zoya. Kamar itu tepat di sebelah kiri kamarnya. Zoya selama ini sangat menyukai warna biru. Dia menatap sekitarnya kemudian fokusnya tertuju pada buku diary milik Zoya.


Dia melangkah ringan mendekati ranjang kemudian duduk di sana. Cleo langsung membuka lembar demi lembar buku dairy berwarna biru tersebut. Awalnya gadis itu mencemoh dengan curahan hati Zoya saat mereka masih kecil. Namun pada lembar terakhir membuat Cleo tercengang.


Deg


Apa dengan kematian, membuat kak Cleo tak membenciku?


Capek sekali saat aku harus bermusuhan dengan kakakku. Selama ini aku salalu mengalah dan melakukan yang terbaik untuk kak Cleo.


Tuhan rasanya aku lelah, bawalah aku pergi.


Cleo merasa tertampar setelah membaca kalimat demi kalimat curahan hati di buku diari adiknya. Dia tak merasa matanya memanas dan berkaca kaca. Sekuat tenaga berusaha menahan tangisnya namun tak bisa.


Selama ini aku selalu meminta Rigel untuk menuruti keinginanku. Tanpa aku sadar, aku telah menyinggungnya. Aku hanya ingin menikah berbarengan dengan pernikahan kakakku Cleo dengan Davin. Apa permintaanku sangat salah?


Tapi sayangnya Rigel terlanjur marah sama aku.


"Zoya. " Cleo menyadari kesalahannya. Gadis itu menangisi kebodohannya hingga membuat saudarinya pergi. Sikapnya selama ini begitu membuat Zoya sedih dan tertekan. Dia lekas bangkit dan ke luar sambil berlari.


Cleo melajukan roda empatnya menuju kepemakaman sang adik.


Skip


Di sana dia langsung menangis dan meminta maaf di depan makam Zoya. Cleo benar benar menyesali perbuatannya selama ini terhadap adiknya.


"Maafin aku Zoy, maaf. Aku sangat bodoh dan egois hingga kamu terluka. "


"Tolong maafin kakak, Zoya. Aku sangat buta hingga selama ini terus menyakiti kamu hingga akhir. "


Huhu Cleo menangis tersedu sedu, meluapkan penyesalannya yang sia sia.