
Hanna kini merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat di pukuli Dani. Wanita itu hanya bisa menangis di dalam kamarnya. Dia merasa takdir tak adil dengan jalan hidupnya saat ini.
"Aakh, kenapa kamu berubah Dani. Harusnya kamu menemani aku di saat masa sulit aku seperti
sekarang. "
Hanna saat ini hanya bisa meraung, meratapi nasibnya yang tragis. Beberapa menit berlalu dia lekas bangkit dan segera mencuci mukanya di kamar mandi. Sesekali dia meringis pelan, merasakan perih di sudut bibirnya.
"Ini semua gara gara Jia. Karena dia aku harus kehilangan rahimku
huhu. " ucap Hanna lirih.
"Kenapa semua orang meninggalkan aku sendiri. "
Dia merasa lelah jiwa dan raganya. Hanna menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Wanita itu merasa gagal memperbaiki hubungan Dani dan Zura. Dani marah dan kembali menghajarnya babak belur. Hanna tentu saja terkejut melihat sikap Dani yang ringan tangan.
Pihak Zura sendiri tetap kekeh ingin bercerai dari Dani. Saat ini wanita itu menemani putrinya bermain di taman. Selama beberapa hari ini, dia tak pergi ke mana mana.
"Jadi wanita itu bernama Hanna. " gumam Zura. Zura lekas mencari informasi mengenai Hanna di sosial media.
Setelah mendapatkan informasi mengenai Hanna. Wanita itu menaruh ponselnya di atas meja. Calleb datang menghampirinya dia lekas memanggil Lista.
Si manis Lista langsung menerima hadiah pemberian Caleb. Gadis cilik itu begitu bahagia dengan boneka yang dia peluk saat ini.
"Terimakasih uncle. " jawab Lista.
"Sama sama sayang. " balas Caleb sambil tersenyum tipis. Lista kembali melanjutkan mainnya. Caleb sendiri duduk di sebelah Zura.
pria itu menoleh kearah Zura, memperhatikannya dalam diam begitu juga sebaliknya.
"Cal, bisakah kamu membantuku satu kali lagi? " tanya Zura.
"Tolong antarkan aku ke rumah keluarga Leonardo. "
Caleb terdiam. Tak butuh lama pria itu mengangguk. Keduanya lekas vangkit dan pamit pada Lista. Si manis itu di jaga sang baby sitter yang di bayar Caleb.
Tiba di sana, Zura menemui orang tua dari Hanna. Dia menjelaskan siapa dirinya pada pasangan di depannya saat ini. Mami Lea tentu saja syok dengan kenyataan mengenai putrinya.
"Jadi kamu? "
"Iya saya istri dari Dani, peia yang berselingkuh dengan putri anda nyonya. "
Zura mencurahkan kesedihannya, apa yang dia rasakan. Satu jam berada di sana Zura langsung pamit undur diri.
Sore hari keduanya baru kembali ke penthouse Caleb. Keduanya langsung mengistirahatkan dirinya di ruang tamu.
"Sekarang apa yang kau rasakan Ra? " tanya Caleb.
"Aku mencoba merelakan semuanya Cal. Lagipula rumah tanggaku dengan mas Dani sudah tak sehat. " ungkap Zura.
"Aku tak sabar menunggu hari sidang tiba, tepatnya dua hari lagi. " sahutnya tersenyum tipis.
Caleb pun hanya diam saja mendengarkan Azura bicara. Azura menoleh, kembali mengungkapkan terimakasihnya pada Caleb atas bantuannya selama ini.
wanita cantik itu memilih membahas hal lain. Dia tak ingin Caleb jenuh dengan keluhan keluhan darinya.
"Umurmu sudah cukup untuk membina rumah tangga Cal. Kau tampan dan kaya, aku sangat yakin banyak wanita yang mengejarmu. " ujar Zura tersenyum tipis.
"Hanya satu wanita yang aku inginkan, namun belum saatnya. " jawab Caleb ambigu.
Azura tentu saja penasaran siapa wanita yang di inginkan Caleb. Namun dia tak terlalu menunjukkan rasa penasaran. Keheningan melanda keduanya. Diam diam Caleb memperhatikan Zura.
Tepat malam harinya, Caleb dan Zura serta Lista datang memenuhi undangan makan malam di kediaman Bryan. Jia menyambut kedatangan Zura dengan tangan terbuka.
"Selamat datang di kediaman aku dan suamiku, Zura. " ucap Jia dengan senyuman manisnya.
"Terimakasih sambutannya nyonya Jia. " balas Zura. Mereka lekas masuk ke dalam.
Di meja makan, Zura mengenalkan Lista pada Jia dan Bryan. Jia merasa gemas dengan si lucu Lista. Mereka makan malam lebih dulu, suasana tampak tenang saat ini.
Lima belas menit berlalu, mereka semua pindah ke ruang tamu. Di sana mereka bisa mengobrol dengan leluasa.
"Nyonya, apa anda mengenal Hanna? " tanya Zura.
"Kenal, dia saudara angkatku. Namun hubungan kami sama sekali tak akur. " ungkap Jia dengan lesu.
Zura mengatakan kebenaran mengenai Hanna pada Jia. Jia tentu saja terkejut, tak menyangka jika kakaknya akan menjadi pelakor. Dia tak menyangka selain kejam Hanna juga begitu tega.
Jia menyentuh perutnya, dia teringat kejadian lalu di mana dia kehilangan anak pertamanya. Bryan merangkul istrinya, menguatkan wanitanya agar tetap tegar.
"Kamu tak perlu memanggilku nyonya, Zura! " titah Jia.
"Lalu keputusanmu apa? " tanyanya lagi.
"Aku dan mas Dani akan bercerai besok lusa. "
Jia menghargai keputusan Zura. Diapun akan melakukan hal sama bila berada di posisi Zura saat ini. Wanita itu menepiskan senyumnya kala Jia memberikan nasehat.
Setengah jam berlalu Jia pun menawarkan Zura untuk menginap. Namun Zura menolaknya dengan halus. Dia dan Caleb langsung berpamitan.
setelah kepergian para tamunya, Bryan segera mengajak istrinya beristirahat di kamar.
kini mereka telah berada di dalam kamar. Jia mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Setelah itu naik ke ranjang dan berbaring di sana. Tangannya menyentuh perut nya yang mulai terlihat.
"Apa yang kau pikirin sayang? " tanya Bryan yang berada di sebelahnya.
"Kenapa Hanna begitu jahat dan tega sih mas. Aku lihat di kedua mata Zura menyimpan kekecewaan yang dalam pada Tuan Dani. " ungkap Jia.
"Aku bisa merasakan apa yang di rasakan Zura! "
Bryan hanya diam saja. Dia terus mendengarkan ucapan sang istri. Pria itu mengenggam tangan wanitanya kemudian menciumnya berulang kali.
Dia telah berjanji tak akan pernah mengkhianati istrinya itu. Jika dia melanggar janjinya, mertuanya pasti akan bertindak tegas padanya. Calon hot daddy itu mencium istrinya, menatapnya penuh cinta.
"Sayang jika suatu saat aku melakukan kesalahan,lebih baik kamu tampar atau pukul aku sepuasnya. " ujar Bryan dengan sungguh sungguh.
"Habis aku tampar, aku gandeng pria lain ya. " goda Jia dengan usil membuat raut Bryan merengut.
"Aku enggak bakal rela jika kamu bersama pria lain sayang, serius
deh! "
Jia mengulum senyumnya, memberikan kecupan sayang untuk suami tercintanya. Wanita itu kini menjadi pendengar saat suaminya bicara. Keduanya tak ada rahasia di antara mereka.
"Ish mana mungkin aku gandeng pria lain sayang, lagipula suamiku super seksi dan perkaasa. " ceplosnya.
Bryan terkekeh pelan mendengar kejujuran dari istrinya. Pria itu segera berbaring, membawa istrinya bersandar di tubuh kekarnya. Jia tentu saja malu dengan apa yang dia katakan barusan.
Usai bicara, keduanya lekas memejamkan kedua mata masing masing. Tak lama mereka telah terlelap dalam alam mimpi.