
Lima tahun berlalu dengan cepat. Si kembar Gareth dan Giordan tumbuh menjadi anak anak yang lucu dan menggemaskan.
Setiap hari ada aja tingkah mereka yang membuat siapapun gemas dengan keduanya. Seringkali si kembar berebut perhatian Jia dari daddy mereka Bryan.
Kini mereka tengah sarapan bersama. Jia melayani suami dan anak anaknya dengan baik. Wanita cantik itu tengah mengandung lima bulan calon anak keduanya.
"Mom, perut mommy tak akan meletus kan? " tanya Giordan.
tuk Gareth langsung menjitak kepala saudara kembarnya tersebut. Bryan sendiri tertawa mendengar pertanyaan sang anak. Giordan langsung melirik kakaknya dengan tatapan sinisnya.
"Sudah sudah, sebaiknya lanjutkan sarapan kalian boy. " ujar Bryan pada anak anaknya.
Usai sarapan bersama, Bryan dan anak anak berpamitan pada Jia. Hot daddy itu menyuruh anak anaknya ke luar duluan. Bryan mencium istrinya dengan leluasa kemudian berlutut dan menyapa calon anak ketiganya.
"Sehat sehat dalam perut mommy. " bisik Bryan. Pria itu kembali berdiri dan segera ke luar. Jia mengulum senyumnya menatap kepergian sang suami.
Wanita hamil itu lekas bangkit, berniat pergi ke ruang tamu namun mengingat suara gaduh di luar membuatnya berpaling. Jia langsung melihat, ternyata ada tetangga barunya yang tinggal beberapa meter dari Villanya.
Jia merasa familiar dengan wanita yang tampak bertengkar di ujung sana dengan putrinya.
"Maaf nyonya, ada apa? " tanya Sheilla, pelayan pengganti Nina. Jia pun menoleh, lekas memberitahu Sheilla.
"Sebaiknya kita kembali ke dalam nyonya, saya takut nanti anda ke napa kenapa. " tegur sang pelayan.
Namun Jia tetap keras kepala. Di temani Sheilla, dia menghampiri seorang wanita yang tengah bertengkar dengan anaknya.
Ehem
Pertengkaran itu terhenti kala mendengar suara Jia. Wanita hamil itu terkejut melihat sosok Hanna, kakak angkatnya.
"Untuk apa kamu kesini? " ketus Hanna.
"Aku hanya mendengar suara teriakan, jika putrimu nakal harusnya kamu.. - "
"Tak perlu menasehatiku, aku tahu yang terbaik untuk putriku. " sahutnya dengan sewot.
"Satu hal lagi Jia,kejadian beberapa tahun lalu masih aku ingat sampai sekarang. " Hanna lekas menarik putrinya dengan kasar, dia abaikan panggilan Jia. Jia sendiri memilih kembali ke Villa bersama Sheilla.
Sementara di sisi lain Hanna menghempas tangan putri kandung dari Dani tersebut. Selama ini dia berpura pura hilang ingatan agar terbebas dari polisi yang berniat menangkap dirinya. Selain itu dialah yang menjadi dalang kematian Dani bersama istrinya yang lain.
"Mama jahat huhu." ucap Vaya.
Yang mana gadis manis itu bernama Anvaya Raespati. Dia langsung berlari menuju ke kamarnya.
"Dasar anak tak tahu diri, bisa bisanya cuma nangis. " gerutu Hanna kesal. Tak lama seorang pria datang dan langsung memeluk Hanna dengan mesra. Setelah itu dia lantas bangkit dan pergi ke kamar untuk bersenang senang.
back to back
Jia menghela nafas panjang. Ternyata sikap Hanna masih sama, tak berubah sama sekali. Wanita itu langsung menyentuh perut buncitnya, mengusapnya berulang kali.
"Maaf ya sayang, kamu sempat mendengarkan kata kata kurang mengenakan dari tante Hanna. "
Kini dia bersantai di ruang tamu. Sheilla mengambilkan buah yang telah di kupas dan di iris tipis tipis. Tak lama kedua orang tuanya datang berkunjung. Mommy Agatha langsung memeluk putrinya, menanyakan calon cucu ketiganya tersebut.
"Waktu enggak kerasa cepat berlalu ya mom. Gareth dan Giordan juga sudah tubuh menjadi anak anak yang cerdas. " ungkap Jia penuh haru.
"Tak lama lagi putri kecilmu akan lahir ke dunia nak. " sahut mommy Agatha sambil tersenyum lebar.
"Apa Rigel belum mau kembali mom? " tanya Jia.
"Mommy juga tak tahu sayang, doakan saja semoga adikmu segera pulang dan berkumpul bersama
kita. "
Jia mengulas senyumnya, melihat sang mommy tampak sangat bersemangat. Keduanya teri mengobrol, banyak hal yang mereka bahas saat ini.
Sore harinya
Bryan dan anak anak telah pulang. Jia langsung memanggil si kembar, menatap kedua anaknya penuh khawatir.
"Gior wajah kamu kenapa nak? " tanya Jia pada putranya.
"Tadi di sekolah ada yang menjahili kami berdua terus aku balas. " ceplos Giordan.
Jia terbelalak mendengar pengakuan anaknya barusan. Wanita itu menatap tajam kearah Giordan yang menunduk.
"Mommy tidak pernah mengajari kamu untuk memukul orang lain Haven! " pekik Jia.
"Jia. " tegur Oma Agatha pada sang anak. Wanita lansia itu tak tega melihat cucu cucunya di marahi. Jia membuang nafas berat, meringis pelan sambil mengusap perutnya.
"Sayang. " ucap Bryan.
"Kamu enggak perlu membelanya Dad, dia nakal. Aku tak pernah mengajarinya untuk memukuli orang, dia masih kecil. " ujar Jia kesal.
"Mom, aku minta maaf. Kami tak akan mengulanginya lagi. " sahut Haga.
Bryan langsung menyuruh anak anak pergi. Pria itu pun berusaha menenangkan sang istri namun Jia memilih menghindar.
"Kau mau bela dia, inilah akibatnya jika kalian terlalu memanjakan Gareth dan Giordan. " ujar Jia dengan wajah datarnya.
"Sayang sudahlah, Gareth dan Giordan sudah mengaku salah tadi. Lagipula apa yang mereka lakukan telah benar. " sahut Bryan.
"Menurut kamu benar Dad, kalau begitu satu minggu kamu tidur di kamar tamu. " tegas Jia. Wanita itu lekas bangkit dan melenggang pergi.
Deg
Bryan mengumpat pelan mendengar keputusan istrinya. Oma Agatha meringis pelan mendengar pernyataan anaknya. Dia hanya bisa menghibur sang menantu. Bryan lekas pamit dan menyusul istrinya.
Hot daddy itu menggedor kamar sang istri sambil meminta maaf. Segala cara dia akan lakukan agar istrinya luluh dan mau memaafkan nya.
"Sayang maafkan aku, mana bisa aku tidur tanpa memeluk kamu. " teriak Bryan.
"Tidur saja di kamar si kembar. " balas Jia setengah berteriak. Bryan mengusap wajahnya kasar, tubuhnya langsung lemas.
Beberapa saat berlalu dia segera mengganti pakaian di kamar lain setelah itu menemui Gareth dan Giordan. Kini Bryan duduk di ranjang, anak anak menghampirinya.
"Kenapa wajah daddy di tekuk? " tanya Giordan.
"Mommy kalian menghukum daddy, boys. " keluhnya. Gareth hanya diam saja, raut wajah anak laki laki itu tetap datar. Berbeda dengan Giordan yang begitu ekspresif dan lincah.
"Mommy kalau marah,menyeramkan ya dad. " bisik Giordan lagi.
"Kau benar Gior. " balas Bryan pada sang anak. Saat ini ketiganya tengah berkerja sama untuk meluluhkan hati Jia. Tawa renyah terselip di sela sela obrolan ayah dan anaknya tersebut.
Bryan cukup bangga dengan kepintaran kedua jagoannya tersebut.
Ehem
Ketiganya langsung menoleh. Suasana tampak tegang saat ini. Jia datang menghampiri suami dan anak anaknya.
"Lain kali jangan di ulangi. Sini mommy obatin luka di wajah kalian. " ucap Jia dengan lembut. Si kembar menurut, membiarkan sang mommy mengobati luka di wajah mereka.
Setelah selesai Jia menciumi pipi kedua jagoannya tersebut. Gareth dan Giordan langsung memeluk sang mommy tak terlalu erat.