
Hanna tampak kesal. Saat ini dia berada di dalam kamarnya. Wanita itu benar benar semakin membenci Jia. Kehidupannya saat ini telah hancur.
Wanita itu segera ke luar dari kamar, menemui sang mami. Keduanya tampak bernegosiasi, ibu dan anak itu tak ingin hidup dalam kemiskinan.
"Mam, pikirkan ide agar kita tak jatuh miskin. " ujar Hanna.
"Saat ini mami juga tengah memikirkan cara nak. " sahut Mami kesal.
"Bagaimana kalau mami meminta pertolongan keluarga Davidson? "
Mami Lea tak setuju, dia pun menjelaskan pertengkaran dirinya dengan Agatha pada Hanna. Hanna menelan salivanya kasar, dia pun mengurungkan niatnya untuk meminta bantuan keluarga Davidson.
"Sebenarnya siapa sih yang membuat saham perusahaan Papi melorot dan data di retas? " gumam Hanna penasaran.
Wanita itu tampak pusing dengan permasalahan keluarganya. Samar samar terdengar suara dering ponsel membuat fokusnya teralihkan. Hanna lekas mengambil ponselnya yang ada di meja.
"Halo. " sapanya basa basi.
"Hai kak Hanna, gimana kabar kamu? " tanya Jia.
"Brengshake, untuk apa kamu menghubungi aku Jia? " ketus Hanna.
Terdengar suara kekehan dari ujung, menambah kekesalan di diri Hanna. Jia terus berbicara, menasehati kakaknya agar mau berubah. Namun teleponnya di matikan begitu saja oleh Hanna
Hanna enggan menerima nasehat dari siapapun saat ini. Dia kembali berusaha menghubungi Dani agar menerima dirinya kembali.
"Ma, aku ke luar sebentar. " Hanna lekas bangkit, dia melenggang pergi begitu saja. Wanita itu melajukan roda empatnya dengan kencang menuju ke mall. Dia meminta sang papi mengirim uang padanya, tak peduli dengan kondisi keuangan keluarganya.
Skip
Mall
Hanna berniat mengambil dress berwarna merah muda. Namun kedua matanya membulat kala melihat Dani bersama seorang wanita.
"Dani sialan. " Hanna lamgsung menghampiri Dani. Dia mencekal tangan pria yang masih menjadi kekasihnya.
"Aku kangen sama kamu Dani. Siapa wanita yang bersamamu Dan? " ucap Hanna.
"Zura adalah istriku. Menyingkirlah, jangan menyentuhku
sembarangan. " ketus Dani dengan raut datarnya.
Hanna tentu saja terkejut. Dia pun berusaha memeluk Dani namun Zura menjauhkan Hanna dari sang suami.
Plak Wanita itu mendapatkan tamparan di pipinya oleh istri dari Dani.
"Jadi selama ini kamu wanita yang menggoda mas Dani? " pekik Zura dengan emosi. Dia tak menyangka jika suaminya tega menduakan dirinya.
Zura melampiaskan kekesalan dan sakit hatinya pada Hanna. Setelah itu dia pergi meninggalkan suaminya bersama sang selingkuhan. Wanita cantik itu mengabaikan panggilan Dani.
Dani mencengkram tangan Hanna dengan keras kemudian menghempasnya dengan kasar. Pria itu menatap penuh kemarahan terhadap Hanna.
"Si4lan kamu Hanna, berani beraninya kamu muncul di hadapanku. " geram Dani.
Sementara Azura Kenza kini tampak menangis sendirian. Wanita itu tentu saja sakit hati dengan kenyataan yang di terimanya. Dia segera melanjutkan langkahnya dengan gontai. Tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
"Maafkan saya Tuan. " ucap Azura sambil menunduk.
"Zura? " panggil pria itu.
Zura mengangkat wajahnya, dia langsung memeluk Caleb. Caleb Winston adalah, asisten dari Bryan. Pria itu berdiam kaku saat Zura memeluk dirinya. Dia lekas membawanya pergi dari sana sebelum orang orang mengunjingkan dirinya.
"Ada apa? " tanya Caleb.
"Ternyata suamiku selama ini menjalin hubungan dengan wanita lain di belakang aku. Tadi aku menampar dan memukul wanita itu. " ungkapnya sambil sesegukan.
"Kau tahu siapa nama wanita itu? " tanya Caleb yang di tanggapi gelengan oleh Azura. Wanita cantik itu kembali menangis sesegukan.
Beberapa menit berlalu. Zura mulai tenang, segera menghapus air matanya. Wanita itu meminta Caleb mengantarnya ke sekolah sang anak.
Ya Dani dan Azura memiliki anak perempuan bernama Calista Arzana. Setelah menjemput Lista, Caleb langsung membawa mereka menuju ke danau. Ketiganya turun dari mobil dan lekas menuju ke danau.
"Mama, kenapa menangis? " tanya Lista kecil.
"Apa Papa jahat lagi sama mama? " tanya si kecil. Caleb tertegun mendengarnya, pria itu semakin penasaran dengan apa yang terjadi dalam rumah tangga Azura dengan Dani.
Azura menunjukkan senyum palsunya di hadapan putri kecilnya. Dia tak ingin putrinya membenci ayah kandungnya. Lista sendiri langsung memeluk mamanya dengan erat. Azura menciumi pucuk kepala putrinya penuh kasih sayang.
Dia hanya bertahan dalam pernikahannya demi Lista. Azura ingin putri kecilnya memiliki keluarga utuh meski mengorbankan dirinya. Lista melepaskan pelukannya, menghapus air mata mamanya.
"Lista sudah bilang kan sama mama, aku tak suka melihat mama menangis. " ucap Lista sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iya sayang mama tak akan menangis lagi setelah ini. " ucapnya penuh janji.
Caleb sendiri memperhatikan interaksi ibu dan anak tersebut dalam diam. Azura membiarkan putrinya bermain,dia kembali mengobrol dengan Caleb.
"Setelah ini apa kau akan tetap bertahan dalam pernikahanmu? " tanya Caleb.
"Iya, aku tak sanggup melihat putriku memiliki keluarga broken home. " jawab Azura.
"Kau bodoh Zura. Lista pasti akan bersedih melihat mamanya setiap hari menangis. " seru Caleb. Pria itu terus bicara hingga Azura bungkam. Azura menatap lurus kearah putrinya yang tengah bermain.
Dia bertahan demi putri kecilnya yang membutuhkan ayah dan ibu kandungnya bersatu. Caleb pun membuang nafas berat, dia hanya bisa menasehati Zura.
"Kau tak merasakan apa yang aku rasakan,Cal! "
"Aku masih single. Tentu saja tak merasakan apa yang kau rasakan Zura. " balas Caleb dengan wajah datarnya.
Zura mendadak kesal mendengar jawaban dari pria kaku di dekatnya saat ini. Wanita itu mencebik, menatap sinis kearah Caleb. Caleb sendiri tetap dalam wajah datarnya. Pria itu lekas bangkit, menghampiri Lista dan keduanya bermain petak umpet.
Hah
Wanita itu berusaha menghilangkan rasa sesak dalam dirinya. Dia tak menyangka jika pria yang dia cintai telah mengkhianati dirinya.
"Apa sebenarnya yang kau cari mas. Harusnya kau bilang jika aku memiliki kekurangan bukannya malah berselingkuh. "
Zura kini menangis dalam diam. Tak sanggup menerima kenyataan pahit saat ini. Hatinya begitu remuk, hancur berkeping keping. Semua impiannya bersama Dani telah pupus..
"Kau tak hanya menyakiti aku mas, tapi Lista putri kecil kita. "
Zura hanya bisa menangis sendirian di sana. Tanpa dia sadari Caleb memperhatikannya dalam jarak jauh. Pria itu memilih kembali menemani Lista. Dia sangat tahu jika Zura membutuhkan waktu untuk sendirian. Selain itu Caleb mencari informasi melalui si kecil Lista. Saat ini dia tengah mendengarkan curahan hati si manis Lista.
"Om Caleb, setiap malam Lista dengar kalau mama menangis. Mama dan Papa sering bertengkar di dalam kamar. " ceplos Lista dengan polosnya.
"Tapi Lista enggak berani menghampiri mama. Lista takut dengan kemarahan Papa. "
Caleb tertegun, dia lekas memeluk erat tubuh mungil Lista. Dia tak menyangka jika kehidupan Azura dan Lista begitu memilukan. Beberapa saat berlalu Caleb melepaskan pelukannya, berusaha menghibur Lista.