MY PERFECT HUSBAND - TRUE LOVE

MY PERFECT HUSBAND - TRUE LOVE
Episode 39 - KEMARAHAN RENDRA



Louhan, Krystal dan beberapa orang kepercayaan Rendra sedang sibuk mengurusi persiapan ulang tahun hotel yang ke 20.


“Fyuh... lelahnya..” Krystal menyeka keringat di keningnya.


“Minumlah.. sangat bagus untukmu, tubuhmu bisa kembali segar..”


“Terimakasih, sayangku...”


Louhan tersenyum mendengarnya memanggil seperti itu, ia mencubit gemas pipi chabi istrinya itu.


Rendra masuk ke aula utama dan mendapati kelakuan mesra mereka, “Ehem...!!”


Krystal menyipitkan matanya dan memandangi Rendra dengan tidak suka, ganggu saja.. memangnya dia dan kakak ipar tidak pernah seperti itu?


“Tuan muda....”


“Tidak apa-apa.. kalian lanjutkan saja..” Rendra melangkah pergi meninggalkan sepasang suami istri itu yang masih di mabuk cinta, bisa-bisanya bermesraan seperti itu..


Rendra menekan tombol masuk lift pribadi, sesekali melihat arlojinya, setelah menunggu 3 detik pintu liftpun terbuka. Ia menekan tombol 1 yang menghubungkannya dengan area parkir, tiba-tiba saja pintu itu berhenti di sebuah lantai saat pintu lift terbuka ternyata ada seorang wanita cantik nan sexy menunggu lift itu, ia pun masuk kedalam dan berada 1 lift dengan Rendra.


Tampan sekali... sepertinya orang berada, jika aku bisa mendapatkannya hidupku tidak akan susah.


Merasa diperhatikan Rendra memperingatinya untuk menjaga sikap dan pandangan, “Nona.. perhatikan pandanganmu. Jangan sampai nanti terjatuh..”


Bukannya marah, tetapi malah senang seperti itu, “Aku tidak akan jatuh saat bersama anda tuan..” wanita itu melankahkan kakinya lebar-lebar agar bisa mendekat, “Tuan...” wanita itu mengambil pose sexy, “Aku sangatlah berpengalaman di atas ranjang. Pemuda setampan dirimu pasti membutuhkanku..”


Cih!! Menjijikan.. Rendra sama sekali tak memperdulikannya dan membuat wanita itu mendengus kesal.


Belum sempat lift itu mengarah ketujuan Rendra, tiba-tiba saja wanita itu menekan tombol lainnya, “Apa yang kau lakukan..!” Imbuh Rendra dengan ketus.


“Sayang... kemarahanmu benar-benar membuatku semakin bergairah..” wanita itu menempelkan telunjuknya dibibir Rendra. Dengan kasar Rendra menepis tangannya, “Kuperingatkan sekali lagi, jaga pandanganmu!” ucapnya dengan penuh penekanan dan tentunya juga dengan sorot mata yang siap membunuh.


Glek!


Wanita itu menelan ludah, kurang ajar.. berani sekali dia menolakku..!


Pintu lift terbuka, kebetulan sekali manager pemaran umum ada di depan pintu lift, “Oh.. Nona Arian Lee kau sudah sampai.. kebetulan sekali tuan muda juga ada di sini..”


Rendra mengangkat satu alisnya dengan tatapan menohok, “ Daniel..! Kau mengenalnya?”


“Hm... putuskan kerjasama tanpa mengeluarkan uang ganti rugi ataupun properti, mengerti! Layangkan tuntutan ganti rugi ke agensinya..” Suara bariton nan nyaring itu mengagetkan mereka berdua.


“Apa...!? mana bisa begitu, memangnya kau ini siapa hah..?” Bentak Arian yang tak terima di perlakukan seperti itu.


Lagi dan lagi Rendra menatap tajam Daniel, “Bereskan orang ini! Aku tidak ingin melihatnya dimanapun dan kapanpun aku berada..!” segera Rendra melenggang pergi.


Daniel menarik Arian keruangannya, “Nona apa yang sudah kau lakukan sehingga tuan muda bisa semarah itu?”


“Tuan muda.. tuan muda.. memangnya siapa tuan muda kalian itu hah!! Sombong sekali..!”


“No.. nona.. anda benar-benar tidak mengenalnya? Dialah orang yang bernama Rendra Xing William.. anda sudah membuatnya marah, saya benar-benar tidak dapat membayangkan bagaimana nasib anda dan juga agensimu karena insiden ini..!”


Arian terbelalak, tubuhnyapun bergetar Matilah aku.. aku sudah bersikap lancang padanya..


***


Baru saja dibicarakan, lima menit kemudian agensi Wolli Entertainment mendapatkan klaim tuntutan ganti rugi sebesar 150 juta USD dari CEO Hotel Delux siapa lagi jika bukan Rendra.


“Presdir.. gawat...!” Sekretaris Lucy terlihat panik ia masih mengatur ritme nafasnya yang tersengal-sengal.


“Ada apa... kau mengganggu jalannya rapat..”


“Ma... maafkan saya presdir, tapi ini sangat gawat..” Lucy masih tersengal-sengal. “Hotel... hotel Delux melayangkan tuntutan ganti rugi sebesar 150 juta USD..”


“Apa! Kenapa bisa terjadi?” wajah tua yang awalnya tenang kini berubah seperti awan mendung yang dipenuhi sambaran kilat dan petir.


“Nona Arian.. dia... dia menggoda CEO itu..”


Mendengar kalimat CEO membuat presdir Wolli Ent tak kalah terkejutnya, “Apa... berengsek..!” Brak!!! Presdir itu menggebrak meja membuat semua peserta rapat panik dan memilih untuk menarik saham mereka dari Wolli ent.


“Maaf presdir, lebih baik kita hentikan kerjasama ini... Jika perusahaanmu memiliki masalah dengan CEO itu maka kami tidak berani mengambil resiko..” presdir Win.


“Ya. Benar.. kau tidak tahu betapa mengerikannya dia..” presdir Yoon.


“Hm... dia juga bisa menghancurkan kami yang sebelumnya terkait denganmu..” presdir Intan.