My Love, My Adventure

My Love, My Adventure
76.



Paul pamit sama Erin, dia mau nerusin kerjaan. Akhirnya Erin cuma leyeh leyeh di rumah. Belon mau urus resto. Badannya masih berasa capek. Kerika sore tiba, Vicky masuk ke rumah dan mencium kening Erin. "Kerjaan gw dh beres sayang. Mau makan dimana kita?" "Di rumah aja ya Vic. Males keluar ah. Pengen leyeh leyeh sambil gelendotan sama elu." kata Erin manja. "Masih cape ya. Yawda pesen makanan yuk." Merek berdua memilah makanan yang akan dipesan lalu menunggu sambil nonton TV.


"Rin, lu ga apa apa Han pergi?" "Yah ada sedikit kehilangan sih, maaf Vic, gw jujur. Tapi ya mau gimana. Dia disini pun kesian dianya." "Masih tabah gw yak selalu ada meski lu sama yang laen." Vicky tersenyum membanggakan diri. Erin menatap Vicky penuh cinta. "Makasih sayang. Gw tau itu susah banget buat lu." Lalu Erin mengecup bibir Vicky dan bersandar di pelukannya. "Itu karena meski sakit hati, gw bisa bahagia liat elu Rin." Erin memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya.


***


Hari hari Vicky dan Erin berlangsung seperti sebelumnya. Mengurus toko dan resto. Makan bersama. Sering Paul datang untuk makan bareng. Siang itu Erin menerima video call dari Han. "Hai Rin..." "Heeiii pa kabar Han... " "Baik Rin. Lu juga keliatan baik ya." "Gimana disana Han?" "Yah gini aja ngurusin mobil, ga jauh kaya disana ma mobil dan motor. Hehehe. Cuma disini ga ada lu Rin. Gw kangen banget sama elu. Gw kira kalo sibuk gw bakal lupa sama elu ternyata inget terus." Erin hanya bisa tersenyum kecut. "Nanti juga lu bakal lupain gw Han kalo dah lama disana." Gantian Han yang tersenyum kecut. "Kangen masakan lu Rin." "Iya tar kalo ketemu gw masakin ya." Han tersenyum. "Nanti gw kontak lagi ya Rin, dipanggil nih." "Ok Han."


Erin tidak menyadari Paul dan Vicky ada di belakang Erin menyaksikan obrolan Han dan Erin. Mereka masih menatap Erin dari belakang. Terlihat Erin menghela nafas. "Yah begini lebih baik. Semoga Han menemukan kebahagiaannya di Macau, sebagaimana gw menemukan kebahagiaan gw sama Vicky disini. Amin." Senyum Vicky mengembang mendengar gumaman doa Erin. Vicky memeluk Erin dari belakang. "Gw seneng lu ngerasa bahagia sama gw Rin. Gw juga bahagia banget bisa hidup bareng sama elu." Vicky mencium Erin lembut dan Erin membalas ciuman Vicky.


Pada kenyataannya Vicky dan Erin hidup sangat bahagia dan saling mencintai. Vicky yang selalu memeluk dan mencium Erin. Erin yang selalu menyediakan makanan kesukaan Vicky, merawat kesehatan Vicky. Vicky juga sangat bersyukur Paul sepupunya kini bisa menerima Erin sebagai pasangannya.Tidak lagi mengganggunya meskipun perasaan cinta Paul untuk Erin selalu ada. Kadang Vicky sedih juga melihatnya, Paul seolah akan menua dalam kesendirian. Tapi itu pilihannya, Paul tidak mau dan tidak bisa membuka hatinya untuk keluarga lain.


Sony tinggal bersama dengan pacarnya, dan sekarang telah memiliki anak. Kehidupan mereka tampak cukup baik. Meski Sony dan Erin tidak bisa berteman seperti dengan Paul, setidaknya dendam di hati Erin surut.


Han menetap di Macau. Dia tidak berniat kembali ke Bali. Kadang dia masih video call Erin. Dia masih mencintai Erin tapi tidak mau mengganggunya lagi. Karena bagi Han, Erin juga harus bahagia. Han kembali ke kehidupan lamanya sebelum dia mengenal Erin, gonta ganti pacar terooos. Tapi ada satu yang berbeda, di hatinya ada wanita yang dia cintai, yang dia tidak bisa gapai.