My Love, My Adventure

My Love, My Adventure
41.



Keringat Vicky mengucur saking cemasnya. Dia mondar mandir tak henti. Pendeta menyuruhnya minum. Jam menunjukkan jam 5.20. "Ah, ternyata memang sangat layak ditunggu." kata pendeta itu.


Vicky membalik. Seorang wanita bergaun pengantin berdiri di ujung sana. Vicky terpana. Minum yang dia pegang jatuh (untung gelas plastik booo..). Gelasnya langsung diambil petugas disana. Vicky menitikkan air mata. Erin... ya itu Erin... dia cantik sekali dengan gaun pengantin... Dia datang... Akhirnya setelah bertahun tahun menunggu Erin mau menjadi istrinya.


Erin berjalan menuju Vicky. Vicky tidak bisa menahan harunya melihat Erin begitu cantik dan akan segera resmi menjadi istrinya. Para karyawan yang bertugas disana ikut menitikan air mata melihat Vicky dan Erin.


Erin berdiri di hadapan Vicky. "Lu cantik banget Rin..." kata Vicky lirih. Erin tersenyum dan mengusap air mata di pipi Vicky.


Pemberkatan pernikahan pun berjalan. "Dengan ini saya menyatakan kalian sepasang suami istri." Vicky membuka veil Erin dan mencium bibirnya dengan sangat lembut. "Terima kasih sayang. I love you so much. Gw bahagia banget Rin..." Erin tersenyum. "I love you too Vic."


Mereka kembali ke kamar. Erin terkejut karena ruangan diterangi cahaya lilin. Wangi mawar menyeruak di ruangan. Ternyata ranjangnya sudah bertabur mawar. Makan malam sudah dihidangkan di meja balkon. "Bagus banget Vic." Erin benar benar terharu. "Ini buat istriku tersayang." Kata Vicky sambil mengecup bibir Erin.


Mereka makan malam bersama dengan suasana yang sangat romantis. Sesudah makan mereka duduk di sofa. Erin menyandarkan kepalanya di dada Vicky. Vicky mencium kepala Erin. "Rin gw beneran takut lu ga kan datang tadi." "Maaf sayang. Gw juga takut tadi, meski lu kirim foto sama gw. Setelah gw liat lu disana gw lega banget Vic." Vicky merengkuh Erin dengan erat. "Gw dah buktiin kan janji gw? Gw bakal selalu jaga lu Rin. Gw akan bahagiain elu."


"Vic, gw mandi boleh ya. Gerah ini. Rambut gw kaku gini banyak hair spray." "Lu cantik banget hari ni padahal. Mau gw mandiin ga?" Muka Erin memerah. "Besok lagi ya. Mandinya ribet ini bersihin rambutnya." Vicky tersenyum nakal. "Iya besok pagi gw mandiin lu. Sekarang dah mandi lu pake ini ya." Muka Erin tambah mateng. "Vicky iiihhh..." Lalu berlalu ke kamar mandi.


Erin keluar kamar mandi. Vicky sedang menyesap wine nya. Erin menggunakan lingerie nya, tapi masih pake kimono soalnya malu. Vicky menatap Erin lekat. "Sayaaang... kamu cantik dan sexy bangeeettt." Vicky menarik Erin ke pangkuannya. Melihat minuman di tangan Vicky, Erin manyun. "Gw minum cuma sedikit sayang, antioksidan koq kalo sedikit. Hehehe. Gw kan mau ngerayain malam istimewa kita Rin. Malam pertama kita jadi suami istri." "Yawdah kalo gitu gw bagi juga wine nya." Erin berdecap. "mmm... enak banget Vic." "Iya gw pilihin yang special buat istri gw."


Malam itu mereka bercerita dengan senyum yang menghiasi wajah. "Gw rasanya belum percaya elu beneran jadi istri gw Rin. Gw ga mimpi kan?" Erin mencubit pinggang Vicky. "Erin sakiiiit!" "Kalau sakit bukan mimpi kan?" "Mmm... kudu cium dulu baru tau mimpi apa bukan." Vicky senyum nakal.


Erin menatap Vicky penuh sayang. "Makasih sayang, lu penuhin semua janji lu. Makasih lu selalu ada buat gw, bahkan disaat lu sangat sakit hati karena gw sama cowo lain. Makasih selalu nunggu gw. Maafin gw udah bikin lu nunggu gw segitu lama."


"Ga apa sayang. Penantian gw ga sia sia. Lu sangat layak ditunggu. Gw juga makasih selama gw sakit lu selalu ada di sisi gw. Lu beresin semua kerjaan rumah dan ngurus gw. Ga mau pake maid dan lu kerjain semua. Lu sabar disaat gw down dan gw udah ngerasa cape sampe pengen nyerah. Lu selalu bikin gw semangat. Gimana gw ga tambah sayang sama elu Rin? Gw beneran tau gw mencintai orang yang tepat sayang."


Erin memeluk Vicky dan berbisik di telinganya. "I love you Vicky." "I love you more dear.. love you more...." Vicky menatap wajah istrinya, mengusap lembut dan menarik dagu Erin mendekat. Vicky mencium Erin lembut, dan Erin membalas ciuman Vicky. Ciuman yang lembut itu menjadi panas...


Vicky membuka kimono Erin, mata Vicky membelalak. Erin tertunduk malu. Vicky menarik dagu Erin lagi. "Jangan malu sayang, gw suami lu. Lu cantik n sexy banget..." Vicky mencium Erin lagi sambil meraba tubuh Erin dan melucuti lingerienya.


Malam pertama mereka begitu membahagiakan dan menggairahkan... Mereka pun tertidur kecapekan