My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 10



Sesampai dirumah sakit mereka langsung berlari menemui Ana . Saat melihat mereka Ana berdiri dari duduknya dan menghampiri mereka .


Ana : Kenapa kalian kesini , lihat perbuatan kalian . Keterlaluan !


Peter : Ibu aku bisa jelaskan ini tidak benar bu !


Sisi : Tante aku bisa jelaskan .


Ana : Cukup diam kalian . Kalian membuatku geram . Peter kamu akan aku jodohkan dengan sahabat ibu , tidak ada penolakan . Dan kau sebaiknya pergi dari sini !


Peter : Tunggu bu kau tidak berhak mengatur percintaanku , aku dan Sisi saling mencintai bu . Aku hanya mencintainya dan aku tidak mau dijodoh-jodohkan .


Sisi : Tante aku mohon dengarkan aku . Aku mencintai Peter Tante . *meneteskan air mata


Peter : Ibu aku mohon jangan pisahkan kami . Aku akan melakukan apapun asal jangan pisahkan kami .


Ana : Cukup ! Peter kamu masuk temui kakekmu jelaskan semua padanya . Dan kau wanita tidak tahu diri jangan pernah datang kesini . Aku tidak sudhi melihatmu , jangan sekali-kali kau menghubungi Peter !


Tangisan Sisi seketika pecah .


Sisi : Maafkan aku tante . Ia berlari meninggalkan rumah sakit dengan keadaan yang buruk . Ia pergi kemension mengambil semua barang-barangnya dan kembali ke apartemen . Tingtong tingtong !


Feli : *membuka pintu . Sisi kau kenapa ? Melihat keadaan Sisi yang buruk Feli langsung memeluknya dan membawanya duduk . Dia mengambilkan segelas air putih .


Feli : Minumlah dulu , berhenti menangis .


Sisi : Terimakasih Feli *meminum .


Feli : Apa yang terjadi ?


Sisi : Tante Ana Fel , tante Ana dan Kakek Joni mengetahui semuanya . Mereka tahu kalo aku dan Peter hanya berpura-pura . Mereka marah dan mengusirku .


Feli : Bagaimana bisa ?


Sisi pun menceritakan semua yang terjadi pada Feli . Feli iba dengan keadaan sahabatnya .


Feli : Sebaiknya kau istirahat sekarang . Mungkin besok kau akan lebih baik .


Sisi berdiri menuju kamarnya . Di dalam kamar dia tidak berhenti menangis sampai ia tertidur . Setelah Sisi masuk kedalam kamar Feli dengan cepat mengambil ponselnya untuk menghubungi Mike .


Mike : Aku distudio , ada apa Fel ?


Feli : Apa kita bisa bertemu sekarang ?


Mike : Iya kau datang saja ke studio , aku menunggumu .


Feli : Baiklah aku kesana sekarang .


Feli mengambil tasya bergegas pergi ke studio menenmui Mike dan menceritakan apa yang menimpa sahabatnya itu .


Pagi telah datang Sisi pun terbangun dengam mata sembabnya . Dia sangat kelelahan menangis sampai ia tertidur . Seperti biasa dia melakukan rutinas paginya dan berangkat menuju kampus bersama Feli .


Feli : Kau sudah baikan Sisi ?


Sisi : Iya Feli lebih baik daripada kemarin , aku masuk kelas dulu .


Feli : Baiklah kita bertemu dikantin setelah kelas selesai .


Sisi hanya menjawab dengan mengangguk kan kepalanya .


Hari-hari telah berlalu , semenjak kejadian itu Sisi sama sekali tidak menghubungi Peter dan sebaliknya Peter juga tidak menghubungi Sisi lebih tepatnya tidak bisa karena nomor Peter telah diblok oleh Sisi . Sisi hanya bisa melihat Peter melalui tv yang menampilkan saat ia konser .


Sisi : Peter aku merindukanmu *gumamnya . Tanpa terasa air mata Sisi pun jatuh . Feli yang menyadari itu segera menghampirinya dan duduk disampingnya .


Feli : Apa kau belum bisa melupakannya ?


Sisi : Bagaimana mungkin aku melupakannya jika setiap hembusan nafasku aku selalu menyebut namanya .


Feli : Sisi sebaiknya kau pergi kesuatu tempat agar kau bisa menenangkan diri .


Sisi : Mungkin liburan natal ini aku akan pulang ke Indonesia Fel , aku rindu dengan keluargaku . Semoga aku bisa melupakan Peter .


Feli : Kau meninggalkan ku sendiri ?


Sisi : Kan ada Mike , jangan bersedih seperti itu . Aku hanya sebentar di Indonesia .


Feli : Baiklah Sisi .