
2 Minggu Kemudian
Mike telah mempersiapkan semua yang diperintahkan Peter , tidak lupa Feli juga membantunya .
Sebelum Peter dan Sisilia berangkat ke Indonesia orang tua Peter sudah berangkat lebih dahulu . Merek juga mempersiapkan semuanya disana .
Pukul 9.00AM Peter dan Sisilia telah sampai di Indonesia .
Sisilia : Huh akhirnya sampai , aku sangat rindu Indonesia .
Peter : Apa kau senang ?
Sisilia : Tentu , ayo cepat kita pulang . Aku tidak sabar ingin bertemu ayah dan ibu *menarik tangan Peter .
Peter : Hei sayang pelan-pelan kau akan terjatuh nanti .
Beberapa menit kemudian sopir jemputan mereka sudah datang .
Sisi : Loh bukannya ini mobil ayah ?
Peter yang mendengar pertanyaan Sisi tidak menjawab satu kata pun , ia hanya diam .
Peter : Sudah ayo masuk , katanya sudah tidak sabar .
Sisi : Iyaa ayoo .
Perjalanan bandara menuju rumah Sisilia tidak begitu lama 15 menit pun mereka sampai .
Sisi : Loh kok kesini sih pak ? Aku sudah tidak tinggal disini .
Peter : Sudah lah sayang ayo turun .
Sisi : Tapi Peter ini bukan rumahku lagi , sepertinya sopirmu sok tahu deh !
Peter : Sisilia ayo ikut dengan ku , turunlah sekarang !
Peter yang berubah menjadi dingin dan suara meninggi membuat Sisilia agak takut , akhirnya Sisi pun mengikuti peritah Peter . ia pun turun berjalan dibelakang Peter . Peter yang sadar bahwa Sisilia agak ketakutan dia langsung menggegam tangan Sisi .
Mereka berdua pun masuk kedalam rumah , namun suasana rumah sangat sepi dan gelap .
Sisilia : Kok gelap sih Peter aku takut .
Sisilia yang takut gelap tidak dapat melihat sekitarnya ia meraba-raba mencari tangan Peter namun tidak ditemukan , Peter tiba-tiba menghilang membuat Sisilia semakin takut .
Sisilia : Peter kau dimana , jangan bercanda aku takut ! Hiks hiks
Sisilia menangis histeris seketika lampu menyala . Sisilia sangat kaget semua telah berkumpul disana dengan dekorasi yang indah dan tatanan yang sempurna .
Sisilia : Ayah ibu bagaimana kalian ada disini?
Nila : Sayang berbaliklah .
Sisilia pun berbalik ia kembali dikagetkan karena Peter sudah berjongkok didepannya . Peter mengambil semua kotak yang berisi cincin berlian , ia mengambilnya dan siap memasangkan ke jari manis Sisilia .
Peter : Sisilia will you marry me ?
Sisilia yang menangis haru hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala . Cincin berlian pun telah terpasang pada tempatnya , Peter yang merasa bahagia akhirnya memeluk Sisilia sangat erat dan menciumnya .
Sisilia : Peter kau bisa membunuhku ini sangat erat .
Peter : Hehe maafkan aku sayang *melepaskan pelukan . Kau tahu aku adalah pria yang paling beruntung didunia ini karena memilikimu .
Sisilia hanya bisa tersenyum memerah menahan malu .
Peter : Aku suka melihatmu merah seperti ini , aku tidak sabar ingin membawamu keatas .
Sisilia : Apaan sih kamu ! Aku akan menemui ibu .
Sisilia pun meninggalkan Peter yang terkekeh dan menghampiri ibunya yang sedang bersama mertuanya .
Sisilia : Ibu kenapa ayah dan ibu bisa disini , bukankah rumah ini sudah dijual ?
Gani : Iya sayang rumah ini sudah dijual tapi Peter yang membelinya , dia ingin memberikan padamu .
Peter : Iya sayang *mengecup dahi Sisilia .
Carlie : Hei kalian kalo mau bermesraan jangan disini tidak lihat ada jomblo disini .
Mereka semua pun tertawa mendengar protes dari keponakan Sisilia .
Sisilia : Oh iya Feli bukannya kamu belum selesai studi ?
Feli : Aku terpaksa cuti Sisi ini demi kamu , dan kau tahu suamimu mengancam ingin bunuh diri kalo sampai aku tidak cuti .
Sisilia : Haha biarkan saja dia bunuh diri .
Peter : Apaa ? Kau tega sekali sayang ! Lihat ibu ayah anakmu sangat jahat padaku .
Sisilia yang senang menggoda Peter hanya bisa menjulurkan lidah nya .
Sisilia : wleee wleee
Nila : Sudah sudah sebaiknya kita makan sekarang .
Peter : Sayang ambilkan aku nasi dan lauknya .
Sisilia : Ambil sendiri !
Peter : Sayang lihatlah tanganku tidak sampai .
Sisilia : Kenapa kau manja sekali sih .
Ana : Sayang Sisilia , Peter sepertinya akan menjadi bayi besar .
Sisilia : Iya sepertinya Ma .
Peter : Dia kan istriku ma wajar dong aku bermanja-manja denganya , iya kan sayang ?
Sisilia : Terserah kau saja .
Keesok harinya semua keluarga sedang berkumpul diruang tengah .
Tiba-tiba saja dua keluarga dikejutkan oleh seseorang yang datang .
Tok
Tok
Tok
Sisilia : Biar aku saja bu yang membuka pintu .
Nila : Iya sayang .
Sisi pun bergegas membuka pintu ia terkejut ternyata Joni datang bersama Luke .
Sisilia : Kakek ayo masuk kek ! Ayah ibu pa ma lihat siapa yang datang ?
Peter : Kakek ! *kaget
Joni : Ya ini aku . Bagaimana bisa anak dan cucuku tidak mengundangku disaat acara seperti ini ?
Andrew : Tidak seperti itu pa , aku akan memberitahu papa kalo mereka akan melangsungkan pertunangan .
Joni : Jadi kalian belum bertunangan ?
Sisilia : Belum kek hanya saja Peter sudah melamarku kek *memaikan jarinya .
Joni : Baiklah kalo begitu tiga hari lagi kalian harus bertunangan , tidak-tidak sebaiknya menikah saja ! aku tidak mau tahu !
Sisilia : Apa ? Kakek itu terlalu cepat aku perlu mempersiapkan banyak dan itu tidak akan cukup .
Peter : Tenang sayangku , aku akan mempersiapkan semuanya .
Joni : Oke sekarang dimana kamarku ?
Nila : Pak mari saya antar ke kamar tamu .
Joni : Jangan panggil aku pak kau kan besan ku berarti kau anak ku juga , panggil aku Papa .
Nila : Baiklah pa .