My Idol My Husband

My Idol My Husband
26



2 Minggu Kemudian


Mike telah mempersiapkan semua yang diperintahkan Peter , tidak lupa Feli juga membantunya .


Sebelum Peter dan Sisilia berangkat ke Indonesia orang tua Peter sudah berangkat lebih dahulu . Merek juga mempersiapkan semuanya disana .


Pukul 9.00AM Peter dan Sisilia telah sampai di Indonesia .


Sisilia : Huh akhirnya sampai , aku sangat rindu Indonesia .


Peter : Apa kau senang ?


Sisilia : Tentu , ayo cepat kita pulang . Aku tidak sabar ingin bertemu ayah dan ibu *menarik tangan Peter .


Peter : Hei sayang pelan-pelan kau akan terjatuh nanti .


Beberapa menit kemudian sopir jemputan mereka sudah datang .


Sisi : Loh bukannya ini mobil ayah ?


Peter yang mendengar pertanyaan Sisi tidak menjawab satu kata pun , ia hanya diam .


Peter : Sudah ayo masuk , katanya sudah tidak sabar .


Sisi : Iyaa ayoo .



Perjalanan bandara menuju rumah Sisilia tidak begitu lama 15 menit pun mereka sampai .



Sisi : Loh kok kesini sih pak ? Aku sudah tidak tinggal disini .


Peter : Sudah lah sayang ayo turun .


Sisi : Tapi Peter ini bukan rumahku lagi , sepertinya sopirmu sok tahu deh !


Peter : Sisilia ayo ikut dengan ku , turunlah sekarang !


Peter yang berubah menjadi dingin dan suara meninggi membuat Sisilia agak takut , akhirnya Sisi pun mengikuti peritah Peter . ia pun turun berjalan dibelakang Peter . Peter yang sadar bahwa Sisilia agak ketakutan dia langsung menggegam tangan Sisi .


Mereka berdua pun masuk kedalam rumah , namun suasana rumah sangat sepi dan gelap .


Sisilia : Kok gelap sih Peter aku takut .


Sisilia yang takut gelap tidak dapat melihat sekitarnya ia meraba-raba mencari tangan Peter namun tidak ditemukan , Peter tiba-tiba menghilang membuat Sisilia semakin takut .


Sisilia : Peter kau dimana , jangan bercanda aku takut ! Hiks hiks


Sisilia menangis histeris seketika lampu menyala . Sisilia sangat kaget semua telah berkumpul disana dengan dekorasi yang indah dan tatanan yang sempurna .


Sisilia : Ayah ibu bagaimana kalian ada disini?


Nila : Sayang berbaliklah .


Sisilia pun berbalik ia kembali dikagetkan karena Peter sudah berjongkok didepannya . Peter mengambil semua kotak yang berisi cincin berlian , ia mengambilnya dan siap memasangkan ke jari manis Sisilia .



Peter : Sisilia will you marry me ?


Sisilia yang menangis haru hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala . Cincin berlian pun telah terpasang pada tempatnya , Peter yang merasa bahagia akhirnya memeluk Sisilia sangat erat dan menciumnya .



Sisilia : Peter kau bisa membunuhku ini sangat erat .


Peter : Hehe maafkan aku sayang *melepaskan pelukan . Kau tahu aku adalah pria yang paling beruntung didunia ini karena memilikimu .


Sisilia hanya bisa tersenyum memerah menahan malu .


Peter : Aku suka melihatmu merah seperti ini , aku tidak sabar ingin membawamu keatas .


Sisilia : Apaan sih kamu ! Aku akan menemui ibu .


Sisilia pun meninggalkan Peter yang terkekeh dan menghampiri ibunya yang sedang bersama mertuanya .


Sisilia : Ibu kenapa ayah dan ibu bisa disini , bukankah rumah ini sudah dijual ?


Gani : Iya sayang rumah ini sudah dijual tapi Peter yang membelinya , dia ingin memberikan padamu .


Peter : Iya sayang *mengecup dahi Sisilia .


Carlie : Hei kalian kalo mau bermesraan jangan disini tidak lihat ada jomblo disini .


Mereka semua pun tertawa mendengar protes dari keponakan Sisilia .


Sisilia : Oh iya Feli bukannya kamu belum selesai studi ?


Feli : Aku terpaksa cuti Sisi ini demi kamu , dan kau tahu suamimu mengancam ingin bunuh diri kalo sampai aku tidak cuti .


Sisilia : Haha biarkan saja dia bunuh diri .


Peter : Apaa ? Kau tega sekali sayang ! Lihat ibu ayah anakmu sangat jahat padaku .


Sisilia yang senang menggoda Peter hanya bisa menjulurkan lidah nya .


Sisilia : wleee wleee


Nila : Sudah sudah sebaiknya kita makan sekarang .


Peter : Sayang ambilkan aku nasi dan lauknya .


Sisilia : Ambil sendiri !


Peter : Sayang lihatlah tanganku tidak sampai .


Sisilia : Kenapa kau manja sekali sih .


Ana : Sayang Sisilia , Peter sepertinya akan menjadi bayi besar .


Sisilia : Iya sepertinya Ma .


Peter : Dia kan istriku ma wajar dong aku bermanja-manja denganya , iya kan sayang ?


Sisilia : Terserah kau saja .


Keesok harinya semua keluarga sedang berkumpul diruang tengah .


Tiba-tiba saja dua keluarga dikejutkan oleh seseorang yang datang .


Tok


Tok


Tok


Sisilia : Biar aku saja bu yang membuka pintu .


Nila : Iya sayang .


Sisi pun bergegas membuka pintu ia terkejut ternyata Joni datang bersama Luke .


Sisilia : Kakek ayo masuk kek ! Ayah ibu pa ma lihat siapa yang datang ?


Peter : Kakek ! *kaget


Joni : Ya ini aku . Bagaimana bisa anak dan cucuku tidak mengundangku disaat acara seperti ini ?


Andrew : Tidak seperti itu pa , aku akan memberitahu papa kalo mereka akan melangsungkan pertunangan .


Joni : Jadi kalian belum bertunangan ?


Sisilia : Belum kek hanya saja Peter sudah melamarku kek *memaikan jarinya .



Joni : Baiklah kalo begitu tiga hari lagi kalian harus bertunangan , tidak-tidak sebaiknya menikah saja ! aku tidak mau tahu !


Sisilia : Apa ? Kakek itu terlalu cepat aku perlu mempersiapkan banyak dan itu tidak akan cukup .


Peter : Tenang sayangku , aku akan mempersiapkan semuanya .


Joni : Oke sekarang dimana kamarku ?


Nila : Pak mari saya antar ke kamar tamu .


Joni : Jangan panggil aku pak kau kan besan ku berarti kau anak ku juga , panggil aku Papa .


Nila : Baiklah pa .