My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 20



Makan siang bersama pun telah selesai .


Sisilia : Tante terimakasih untuk semuanya , sepertinya aku dan Feli akan pulang lebih dulu .


Ana : Iya sayang , biarkan Peter mengantarkanmu .


Feli : Sisi aku sepertinya akan ke kampus dulu , aku masih ada urusan dengan dosen . Aku akan pergi bersama Mike .


Sisilia : Baiklah . Tante om sepertinya aku harus pamit dulu .


Ana : iya sayang hati-hati . Peter antar Sisilia !


Peter : iya ma .


Sisilia yang berjalan didepan Peter langsung menuju mobilnya .


Peter : kenapa kau berjalan sangat cepat?


Sisilia : Tidak apa aku hanya ingin cepat sampai apartemen .


Peter : Apa kau ingin mengundangku ke apartemenmu? *senyum menggoda


Sisilia : Tidak !



Sampai diapartemen Peter membukakan pintu mobil dan eSisilia pun turun , tidak lupa dia mengucapkan terimakasih . Sebelum meninggalkan Sisilia , Peter mencium kening Sisi membuat Sisilia tersipu malu .


-----------------


Keesokan harinya Sisilia sudah bersiap rapi , ia memakai kemeja dan celana kain panjang .


Feli : Kau mau kemana Sisi ?


Sisi : Aku akan melamar pekerjaan untuk sebulan .


Feli : Dimana ? Bukankah ijasahmu belum keluar ?


Sisi : Aku akan mencoba melamar di toko bunga depan gang , kemarin aku sempat membaca ia membutuhkan karyawan .


Feli : Kau tidak salah dengan pakaian seperti ini ?


Sisi : Tidak Feli , doakan aku ya ? Aku berangkat dulu !


Feli : Baiklah , hati-hati Sisi .


Sisilia bergegas menuju toko bunga tersebut . Karena letaknya tidak begitu jauh dari apartemennya dia cukup berjalan kaki sudah sampai di depan toko .


Sisilia : Permisi ? Halo ?



Dia memasuki toko bunga yang sangat indah . Sisilia sangat menyukai bunga , saat masih kecil ia sering sekali membantu ibunya merawat bunga .


Sedetik kemudian keluarlah seorang wanita paruh baya .


Lisa : Iya , bisa saya bantu nona ?


Sisilia : Maaf bu benarkah disini sedang membutuhkan karyawan ?


Lisa : Iya benar aku sedang membutuhkan seseorang untuk membatuku menjaga tokoku ini , aku sudah tua tidak kuat kalo harus sampai sore .


Sisilia : Bu aku ingin melamar pekerjaan disini , apakah bisa ?


Lisa : Benarkah ? Ya tentu kau bisa bekerja disini sekarang juga bisa mulai bekerja .


Sisilia : benarkah bu ? Terimakasih .


Lisa : Panggil saja aku nenek , aku sudah tua nak . Dan gantilah ini baju sragam untukmu .


Sisilia : Terimakasih nek .


Akhirnya Sisilia mendapatkan pekerjaaan , toko bunga yang tidak begitu ramai dan juga tidak begitu sepi . Beruntung pemiliknya sangat baik hati . Sisilia telah selesai bekerja sampai jam 5.00PM , ia memutuskan untuk pulang sampai di apartemen ternyata sudah ada Peter menunggunya .



Sisilia : Kenapa tidak menghubungiku kalo mau datang kesini ?


Peter : Bagaimana bisa aku menghubungimu nomorku masih kau blokir .


Sisilia kemudian mengecek ponselnya dan membuka blokiran nomer telpon Peter .


Sisilia : Masuklah !


Peter pun masuk mengikuti dibelakang Sisilia yang berjalan kekamarnya .


Sisilia : Kenapa kau kesini , keluar !


Peter : Memangnya kenapa ?


Sisilia : Kau ini pria kenapa masuk kamar wanita !


Peter : Sisilia aku pernah tidur bersamamu disini bahkan aku sudah pernah melakukannya bersama mu , kenapa kau melarangku ?


Bluuuush seketika pipi Sisilia merona . Peter yang mengetahui itu langsung memeluk Sisilia dari belakang . Saat itu juga Sisilia merasakan detak jantungnya seperti sedang lomba maraton .


Peter : Sisi aku ingin , apa boleh ?


Sisilia : Tidak !


Sisilia langsung melepaskan tangan Peter .


Peter : Kenapa Sisi , kenapa kau tidak mau melakukannya denganku ? Kenapa kau menolak ku ? Aku bahkan tidak pernah menyentuh wanita lain , hanya denganmu Sisi !


Sisilia : Benarkah ?


Peter : Ya ! Lihat aku lihat mataku , apa kau menemukan kebohongan disanaa ?


Sisilia memang tidak menemukan kebohongan dimata Peter tapi ia ragu juga takut . Ia teringat saat Peter memperkosannya dan melakukannya dengan kasar .


Sisilia : Maaf Peter aku belum siap untuk sekarang , aku mau melakukannya denganmu tapi tidak hari ini .


Peter : Kenapa ?


Sisilia : *menghela nafas . Aku takut Peter , aku takut kau menyakitiku seperti waktu itu .


Peter : Maafkan aku Sisi saat itu aku tidak bisa mengendalikan amarahku , aku terlalu cemburu melihat kau dengan brian ! Maafkan aku *mengecup tangan Sisi .


Sisilia : Iya aku sudah memaafkan mu , tapi jangan paksa aku melakukannya sekarang .


Peter : Baiklah Sisi aku akan menunggu mu sampai kau bersedia melakukannya denganku .


Peter pun langsung merebahkan dirinya ke ranjang Sisi dan perlahan-lahan memejamkan matanya . Sisi yang mengetahui Peter tertidur kemudian menyelimutinya karena cuaca diluar sangat dingin . Sisilia merasa bersalah membiarkan Peter menunggunya didepan apartemen sangat lama . Dia pun langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .


Selesai mandi dan berganti pakaian Sisi merasakan perutnya sangat lapar . Ia lupa seharian belum makan sekali . Ia mencari sesuatu didapur dan hanya menemukan mie instant . Saat ia memakan nya didepan tv Feli menghampirinya.


Feli : Hei makan apa kau ?


Sisilia : Kau sudah pulang sejak kapan ?


Feli : Barusan saat kau mandi dan hanya ada Peter sedang tidur di kamar mu .


Sisilia : Oh , kau mau ? Aku hanya menemukan mie di almari dapur .


Feli : Maaf ya Sisi aku belum belanja aku belum dapat trasferan dari papaku .


Sisilia : Santai Feli ini juga cukup untuk ku , apa kau lapar ?


Feli : Tidak aku sudah makan dikampus . Oh iya Sisi bagaimana apa kau sudah diterima kerja .


Sisilia : Ya aku sudah bekerja hari ini Feli . Ya meskipun gajinya tidak seberapa tapi aku suka disana , pemilik tokonya sangat baik hati .


Feli : Syukurlah . Tapi kau masih bisa mengerjakan tugas teman-teman kan Sisi , lumayan uangnya juga bisa menambah tabunganmu .


Sisilia : Tentu saja bisa *mengambil tugas ditangan Feli . Aku akan mengerjakan sekarang !



Feli hanya mengangguk dan memasuki kamar . Sebenarnya Feli sangat prihatin dengan keadaan Sisi yang sekarang , ia sudah beberapa kali ingin membantu keuangan Sisi membelikan dia tiket pulang ke Indonesia namun Sisi selalu menolaknya dengan berbagai alasan .