
*New York
Peter yang sedang tour di New York sama sekali tidak mengetahui bahwa Sisilia sudah pulang ke negaranya . Peter berusaha keras tidak lagi mengingat Sisilia .
Mike : Kurang dua negara lagi bos konser mu selesai .
Peter : Ya Mike aku tahu .
Mike : Apa kau akan berhenti bernyanyi ?
Peter : Entahlah Mik , kau tahu aku sangat menyukai musik tapi aku harus menjalankan perusahaan kakek dan
Mike : Dan apa ?
Peter : Aku akan menikah dengan anak dari sahabat ibuku .
Mike : Apaaa ? Kau gila ! Bagaimana dengan Sisilia ? Apa dia sudah tahu?
Peter hanya menganggukkan kepalanya .
Mike : Kau sungguh gila Peter .
Peter : Lalu aku harus bagaimana Mik ! Bahkan Sisilia sudah melupakanku , dia sudah bersama pria itu .
Mike : Tunggu ! Apa kau sudah bertanya padanya apa hubungannya dengan pria itu ?
Peter : Belum sih , mungkin memang aku tidak berjodoh dengannya .
Mike : Hei bung kenapa kau menyerah , jika kau mencintainya perjuangkan dia !
Peter : Aku memang mencintainnya sangat mencintainya tapi aku tidak bisa melawan ibu dan kakek ku .
Mike hanya bisa terdiam mendengar setiap ucapan Peter , dia heran kenapa Peter begitu ingin melepaskan Sisilia begitu saja .
Peter : Sudahlah Mike aku melepaskan Sisilia untuk pria itu , semoga saja dia selalu bahagia .
Mike : Oke . Siapkan dirimu lusa kita akan ke Indonesia
Peter : Iya ibu ku akan ikut Mike .
Mike : Kenapa ?
Peter : Dia melakukan pertemuan dengan sahabatnya .
Sepulang dari New York Peter menjumpai para fansnya . Banyak fans yang bertanya-tanya soal kehidupan pribadinya.
Fans : Peter apa kau masih dengan Lala ?
Peter : Tidak , aku dan Lala hanya berteman sejak umur kita masih balita .
Fans2 : Apa kau sudah memiliki kekasih , siapa itu ?
Peter : Aku tidak memiki kekasih tapi aku sebentar lagi akan menikah . Aku masih merahasiakan dari publik nanti kalian juga akan mengetahuinya .
Sisilia yang menyaksikan wawancara Peter dengan para fansnya di televisi , seketika tagisnya pecah .
Sisi : Peter sebegitu cepatkah kau melupakan aku ? Semudah itukah kamu menerima perjodohan itu ?
Nila : Sayang kenapa kau menagis ? Ada apa denganmu ?
Sisi : Tidak apa-apa bu *menghapus air mata . Aku hanya terharu artis idolaku akan segera menikah .
Nila : Benarkah ?
Sisi : Iya bu lihatlah itu ditelevisi .
Nila : Dengan siapa ?
Sisi : Masih dirahasiakan ibu . Bu aku ke kamar dulu ya ? Aku mengantuk .
Nila : Baiklah sayang .
Sisilia bergegas pergi ke kamarnya , didalam kamar iya kembali menangisi takdirnya yang harus terpisah dari orang yang sangat dicintainnya .
Keesok harinya Sisilia tengah sarapan bersama ibunya tiba-tiba mereka tersentak karena Ayahnya datang mengagetkannya .
Sisilia : Ayaaah ? *memeluk . Aku meridukanmu ayah kenapa kau lama sekali pulangnya . Apa ayah disana baik-baik saja ? Apa ayah sudah makan ?
Gani : Ya Tuhan kenapa putriku cerewet sekali . Ayah baik sayang , maaf ya ayah tidak bisa menjemputmu . Ayah ada pembangunan hotel di Bandung . Bagaimana kabarmu sayang? Apa kau disana sudah memiliki kekasih?
Nila : Ayah duduklah dulu , ayo makan bersama . Ayah mau lauk apa ?
Gani : Terserah ibu saja . Bagaimana Sisi apa ada yang mau dengan putri kecilku ini ?
Sisi : Ayaaah aku jomblo , jangan mengejek ku seperti itu .
Gani : Tepat sekali .
Sisi : Maksud ayah apa ?
Gani : Sudah makan dulu .
Sisi : Ayaaah !
Nila : Sisilia biarkan ayahmu sarapan dulu lalu istirahat , nanti malam ayah kan libur bisa kita bisa membahasnya .
Sisi : Baik ibu .
Gani : Nanti malam ayah ingin bicara padamu Si .
Sisi hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya . Didalam hati Sisilia bertanya-tanya apa maksud dari perkataan Gani tadi .