My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 15



* Indonesia


Sisilia yang asyik bernyanyi sambil bermain gitar diganggu oleh keponakannya yang tiba-tiba datang kekamarnya .


Sisi : Hei Carlie diamlah . Kau menggangguku !


Carlie : *mencubit pipi Sisi . Tebaklah aku membawa apa sekarang !


Sisi : Apa ini ?


Carlie : Tiket konser Peter Raul . Ayo bersiap kita berangkat !


Sisi : Aku tidak mau !


Carlie : Kenapa ?


Sisi : Aku malas , sedang tidak mood saja keluar !


Carlie : Ayolah ini konser terakhirnya , dia akan fakum dari dunia musik .


Sisi : Apa ? *kaget. kenapa ?


Carlie : Apa kau tidak tahu , dia akan menikah dan dia akan fokus dengan keluarganya .


Sisi : Oh ya ? *berpura-pura tidak sedih .


Carlie : Beruntung sekali ya yang menjadi istrinya , pasti dia sangat cantik .


Sisi : Iya .


Carlie : Ayo berangkat .


Sisi : Baiklah aku bersiap dulu . "Aku akan melihatmu untuk terakhir kalinya Peter" , batinnya .


Konser Peter telah dimulai , Sisilia masuk ke gedung berharap Peter tidak melihatnya namun saat Peter menyapa penonton matanya menangkap sosok gadis mungil yang ia kenal , gadis itu adalah Sisilia yang sedang duduk dikursi bagian belakang atas .


Peter : Sisilia aku merindukanmu , apa kau juga merindukanku . Terimakasih sudah hadir disini , batinnya .


Peter pun bernyanyi dengan musiknya , Sisilia hanya menatapnya tanpa sadar ia menangis mengingat semua yang pernah dilalui bersama Peter . Sisilia yang tidak bisa menahan rasa sesak dihatinya berlari meninggalkan konser Peter yang belum selesai , Carlie yang bingung langsung menelfonnya karena tidak bisa berlari mengejarnya .


Carlie : Sisi kenapa kau keluar konsernya belum selesai ?


Sisi : Maaf Carlie perutku mendadak sakit aku mau pulang saja .


Carlie : Kamu dimana aku akan menyusulmu .


Sisi : Tidak usah Carlie , aku hanya ingin ke toilet aku tidak apa-apa . Nikmatilah konsernya .


Sampai di depan teras Sisilia melihat ada mobil terparkir .


Sisilia pun masuk ke dalam rumah . Tamu Ayahnya tidak mengetahui kalo Sisi masuk karena ia membelakangi Sisi .


Sisi : Permisi


Gani : Oh ini dia anaknya , ayo sayang sini duduk dulu Ayah kenalkan dengan teman Ayah .


Sisilia pun mendekat disamping ayahnya disaat itu juga Ana langsung berdiri ia tersentak apa yang telah dilihatnya , Sisilia pun sama .


Ana : Kamu !


Sisi : Tante ?


Ana : Jadi dia anakmu ? *menunjuk Sisi


Gani : Iya dia putriku satu-satunya , ada apa ?


Ana : Apa tidak salah penipu ini anakmu ?


Gani + Nila : Apa maksudmu !


Ana : Tanya sendiri sama anakmu ! Andrew ayo kita pergi dari sini . Aku tidak mau dia jadi menantuku .


Andrew : Tunggu Ana , apa maksudmu ! Duduklah dulu Ana tenangkan dirimu . Kita bisa bicara baik-baik tidak mungkin Sisilia melakukan itu .


Ana akhirnya luluh karena bujukan suaminya , ia pun duduk kembali di kursinya .


Gani : Sisilia sayang sini duduklah dan jelaskan apa maksud tante Ana !


Sisilia tidak bisa menjawab pertanyaan Gani , ia hanya bisa menangis tersedu-sedu .


Nila : Sayang ayo bicaralah , jangan hanya diam saja *mengelus punggung Sisi .


Sisilia : Maaf Tante Ana sebelumnya , aku dan Peter memang membohongi tante dan kakek karena Peter tidak mau dijodoh-jodohkan , Peter juga masih ingin melakukan tour keliling dunianya . Maka itu Peter menemuiku dan memintaku berkerjasama dengannya , aku dibayar selama beberapa bulan . Asal tante tahu bayaranku selama ini tidak aku gunakan sama sekali , uang itu aku sumbangkan ke panti . Awalnya kita memang berjanji tidak akan menyukai satu sama lain , tapi takdir berkata lain tante . Aku menyukai Peter dia pun menyukai ku , kami saling jatuh cinta. Saat Peter ingin membuang surat perjanjian itu kakek telah menemukannya dulu dan saat Peter akan menjelaskan semuanya tante sudah tidak mau mendengarkan dan mangusirku memintaku untuk meninggalkan Peter . Tante tahu bagaimana tersiksanya aku setahun belakangan ini saat aku berusaha melupakan Peter seperti tante mau ? Aku bahkan tidak berhenti belajar agar aku cepat lulus dan pergi dari Kanada . Apa tante tahu sebesar apa rasa sakit ku saat tante bilang mau menjodohkan Peter dengan perempuan lain ? *Sisilia berkata di sela-sela tangisnya .


Tante aku tidak apa-apa jika tante mau menjodohkan Peter dengan yang lain , tetapi aku harap tante bisa memaafkan ku dan jangan pernah mengatakan bahwa aku penipu . Aku telah melakukan apapun yang tante inginkan , aku tidak menghubungi ataupun menemui Peter lagi . Terimakasi sebelumnya tante , om .


Sisilia langsung berlari masuk kekamarnya menguncinya dari dalam , ia menangis tanpa henti .


Ana yang mendengar penjelasan dari Sisilia hanya diam dan mencerna setiap kalimatnya .


Gani : Andrew , Ana maafkan putriku . Aku tidak tahu jika dia bisa melakukan kesalahan seperti ini . Aku sebagai walinya meminta maaf atas namanya . Aku menyesal telah memanjakan dia selama ini .


Andrew : Sebaiknya kami pamit dulu , ayo Ana kita pulang .


Mereka pun meninggalkan rumah keluarga Gani .