
* Toko Bunga
Sisilia tengah merapikan bunga-bunga ditoko karena toko sedang sepi dan pemiliknya sedang sakit ia terpaksa merangkai bunga sendirian . Detik kemudia ada seorang pelanggan datang ternyata Lala yang sedang mencari bunga .
Lala : Permisi ?
Sisi : Ya , bisa saya bantu nona ?
Lala : Sisilia ? Kau ! Kenapa kau disini?
Sisi : Iya Lala apa kabarmu?
Lala : Baik , kau ?
Sisi : Aku juga baik .
Lala : Kenapa kau disini ? Apa yang kau lakukan .
Sisi : Aku bekerja disini Lala .
Lala : Kok bisa , kenapa kau bekerja bukankah Peter masih sanggup membiayai hidupmu ?
Sisi hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Lala .
Lala : Atau jangan-jangan kau dan Peter sudah berpisah?
Sisi : Tidak bukan seperti itu .
Lala : Terus kenapa ? Ceritalah padaku !
Sisilia pun menceritkan semuanya pada Lala .
Lala : Ya ampun Sisi tidak mungkin tante Ana seperti itu aku kenal dia .
Sisi : Tapi seperti itu kenyataannya Lala aku tidak mengada-ada .
Lala : Sisilia aku tahu tante Ana bagaimana mungkin dia hanya sedikit kecewa pada kalian , ya dia butuh waktu untuk menerima semua ini . Dan untuk uang tiketmu , kau tidak perlu bekerja lagi disini aku bisa membelikanmu tiket .
Sisi : Tidak terimakasih Lala aku tidak ingin merepotkanmu . Aku nyaman kerja disini Lala .
Lala : Baiklah kalo begitu .
Sisi : Oh iya kau ingin cari bunga seperti apa?
Lala : Aku mau mawar putih sama merah , sekalian dirangkai ya Sisi .
Sisi : Siap tunggu sebentar ya Lala .
Beberapa menit kemudian rangkaian bunga pesanan Lala sudah selesai dirangkai .
Lala : Wah cantik sekali bunganya .
Sisi : Kau suka ?
Lala : Iya , terimakasih Sisi . Aku akan sering-sering kesini .
Sisi : Ku tunggu .
Lala : Baiklah aku pergi dulu .
------------------
Dua minggu telah berlalu hubungan Sisilia dan Peter sudah membaik seperti sepasang kekasih lainnya . Namun Peter masih belum tahu dimana Sisilia bekerja setau Peter ia bekerja mengerjakan tugas teman-temannya .
Pagi ini Sisilia pergi kekampus untuk mengambil Ijasahnya sepulang dari kampus ia langsung menuju tokonya . Sampai didepan toko ia kaget melihat Peter bersama Jeni memasuki caffe depan toko bunga namun Peter tidak melihat Sisilia . Tanpa sadar Sisilia meneteskan air mata seketika sadar ia langsung mengelapnya dengan kasar . Dia pun bergegas masuk ke dalam toko bunga dengan perasaan yang tidak menentu .
Lisa : Hai nak kau kenapa sepertinya sedanv tidak sehat ? Kau terlihat pucat .
Sisi : Aku tidak apa-apa nek .
Lisa : Duduklah dekat ku , apa kau habis menangis ?
Sisi : Tidak nek mataku mungkin kemasukan debu jadi aku sedikit menangis , hehe
Lisa : Jangan berbohong padaku nak , kau sudah ku anggap sebagai anak ku sendiri .
Sisi : Aku benar-benar tidak apa-apa nek .
Lisa : Baiklah jika terjadi apapun kau harus bercerita denganku .
Sisi hanya menjawab dengan anggukan .
Sore telah tiba Sisilia berpamitan dengan Lisa untuk pulang setelah ia mendapatkan gajinya . Sesampai di apartemen ia langsung menghitung tabungannya .
Sisilia pun mencari ponselnya dan memesan tiket via online .
Feli : Hei sedang apa kau?
Sisi : Pesan tiket .
Feli : Kau akan kembali kapan , memangnya uangmu sudah ada ?
Sisi : Besok jam 10.00Am aku akan terbang .
Feli : Peter tau ?
Sisi hanya menjawab dengan gelengan kepala .
Feli : Sebaiknya kamu bilang padanya Sisi !
Sisi : Tidak usah untuk apa ?
Feli : Hei kau kan kekasihnya bagaimana bisa kau tidak bilang padanya ! Jangan konyol kau Sisi !
Sisi : Haha Feli dengarkan aku . Peter telah memiliki hubungan dengan wanita lain dan wanita itu mantan sekretarisnya . Aku baru bertemu dengan mereka dicafe tadi siang .
Feli : Apa kau bilang ? Aku pikir dia benar mencintaimu Sisi ?
Sisi : Iya mungkin dulu dia mencintaiku tapi sekarang dia sudah bersama Jeni itu .
Feli : Kau tidak apa-apa Sisi ?
Sisi : Aku tidak apa-apa Feli , aku sadar aku ini siapa dan dia siapa . Setelah semua cobaan yang kita alami mustahil kalo pun masih bersama .
Feli : Apa kau yakin ?
Sisi : Aku yakin Feli lagian rumahku juga sudah terjual , ayahku bisa membayar hutangnya .
Feli yang merasa iba detik kemudian langsung menarik Sisilia dipelukannya .
Di sisi lain Peter terlihat gelisah dan bingung karena tidak bisa menghubungi Sisilia . Ia beberapa kali menelfonya tapi tak satu pun panggilannya dijawab .
Peter : Kemana dia ? Kenapa tidak menjawab telfonku .
Lala yang sedang mampir di studio millik Peter pun melihatnya mondar-mandir merasa jengkel .
Lala : Hei kau ini kenapa ?
Peter : Sisilia tidak bisa dihubungi , dia tidak mau mengangkat panggilan dari ku .
Lala : Hei aku baru bertemu dengannya kemarin .
Peter : Dimana ?
Lala : Di toko bunga gang street , dia bekerja disana .
Peter : Apa ? *kaget . Aku tadi siang juga kesana tapi ke kafe depan toko bunga .
Lala : Dengan siapa kau kesana ?
Peter : Jeni mantan sekretarisku , aku bertemu dengannya karena dia menggelapkan beberapa uang diperusahaan aku meminta dia mengembalikannya .
Lala : Jangan-jangan Sisi melihatmu bersama Jeni dan dia salah paham makanya dia tidak menjawab telfonmu .
Peter langsung memakai jaketnya dan mengambil kunci mobilnya . Ia melajukan mobil nya dengan sangat cepat . Karena menyetir sambil terus menelfon Sisilia dia tidak memperhatikan ada mobil dari arah yang berbeda dan terjadilah tabrakan .
Sisilia yang sibuk berkemas tidak memperhatikan ponselnya sama sekali bahkan dia lupa menaruhnya dimana . Feli yang sedang melihat tv dikaget kan dengan berita bahwa penyanyi terkenal Peter Raul mengalami kecelakaan yang cukup parah .
Feli : Sisiiii???
Sisi : Ya ada apa , kenapa kau berteriak ?
Feli : Lihat berita ini Peter mengalami kecelakaan !
Sisi : Apaaaa ? Tidak mungkin . Sisi pun berlari dan mencari ponselnya . Saat Sisi membuka ponselnya ia kaget melihat begitu banyak pesan dan panggilan dari Peter . Dia pun segera menelfon Ana .
Sisi : Halo tante , tante dimana ? Apa benar Peter tante ?
Ana : Iya sayang , kemarilah . Tante berada di rumah sakit Toronto .
Sisilia langsung bergegas mencari taxi menuju rumah sakit dimana Peter di rawat .