My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 22



* Toko Bunga


Sisilia tengah merapikan bunga-bunga ditoko karena toko sedang sepi dan pemiliknya sedang sakit ia terpaksa merangkai bunga sendirian . Detik kemudia ada seorang pelanggan datang ternyata Lala yang sedang mencari bunga .


Lala : Permisi ?


Sisi : Ya , bisa saya bantu nona ?


Lala : Sisilia ? Kau ! Kenapa kau disini?


Sisi : Iya Lala apa kabarmu?


Lala : Baik , kau ?


Sisi : Aku juga baik .


Lala : Kenapa kau disini ? Apa yang kau lakukan .


Sisi : Aku bekerja disini Lala .


Lala : Kok bisa , kenapa kau bekerja bukankah Peter masih sanggup membiayai hidupmu ?


Sisi hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Lala .


Lala : Atau jangan-jangan kau dan Peter sudah berpisah?


Sisi : Tidak bukan seperti itu .


Lala : Terus kenapa ? Ceritalah padaku !


Sisilia pun menceritkan semuanya pada Lala .


Lala : Ya ampun Sisi tidak mungkin tante Ana seperti itu aku kenal dia .


Sisi : Tapi seperti itu kenyataannya Lala aku tidak mengada-ada .


Lala : Sisilia aku tahu tante Ana bagaimana mungkin dia hanya sedikit kecewa pada kalian , ya dia butuh waktu untuk menerima semua ini . Dan untuk uang tiketmu , kau tidak perlu bekerja lagi disini aku bisa membelikanmu tiket .


Sisi : Tidak terimakasih Lala aku tidak ingin merepotkanmu . Aku nyaman kerja disini Lala .


Lala : Baiklah kalo begitu .


Sisi : Oh iya kau ingin cari bunga seperti apa?


Lala : Aku mau mawar putih sama merah , sekalian dirangkai ya Sisi .


Sisi : Siap tunggu sebentar ya Lala .


Beberapa menit kemudian rangkaian bunga pesanan Lala sudah selesai dirangkai .


Lala : Wah cantik sekali bunganya .


Sisi : Kau suka ?


Lala : Iya , terimakasih Sisi . Aku akan sering-sering kesini .


Sisi : Ku tunggu .


Lala : Baiklah aku pergi dulu .


------------------


Dua minggu telah berlalu hubungan Sisilia dan Peter sudah membaik seperti sepasang kekasih lainnya . Namun Peter masih belum tahu dimana Sisilia bekerja setau Peter ia bekerja mengerjakan tugas teman-temannya .


Pagi ini Sisilia pergi kekampus untuk mengambil Ijasahnya sepulang dari kampus ia langsung menuju tokonya . Sampai didepan toko ia kaget melihat Peter bersama Jeni memasuki caffe depan toko bunga namun Peter tidak melihat Sisilia . Tanpa sadar Sisilia meneteskan air mata seketika sadar ia langsung mengelapnya dengan kasar . Dia pun bergegas masuk ke dalam toko bunga dengan perasaan yang tidak menentu .


Lisa : Hai nak kau kenapa sepertinya sedanv tidak sehat ? Kau terlihat pucat .


Sisi : Aku tidak apa-apa nek .


Lisa : Duduklah dekat ku , apa kau habis menangis ?


Sisi : Tidak nek mataku mungkin kemasukan debu jadi aku sedikit menangis , hehe


Lisa : Jangan berbohong padaku nak , kau sudah ku anggap sebagai anak ku sendiri .


Sisi : Aku benar-benar tidak apa-apa nek .


Lisa : Baiklah jika terjadi apapun kau harus bercerita denganku .


Sisi hanya menjawab dengan anggukan .


Sore telah tiba Sisilia berpamitan dengan Lisa untuk pulang setelah ia mendapatkan gajinya . Sesampai di apartemen ia langsung menghitung tabungannya .


Sisilia pun mencari ponselnya dan memesan tiket via online .


Feli : Hei sedang apa kau?


Sisi : Pesan tiket .


Feli : Kau akan kembali kapan , memangnya uangmu sudah ada ?


Sisi : Besok jam 10.00Am aku akan terbang .


Feli : Peter tau ?


Sisi hanya menjawab dengan gelengan kepala .


Feli : Sebaiknya kamu bilang padanya Sisi !


Sisi : Tidak usah untuk apa ?


Feli : Hei kau kan kekasihnya bagaimana bisa kau tidak bilang padanya ! Jangan konyol kau Sisi !


Sisi : Haha Feli dengarkan aku . Peter telah memiliki hubungan dengan wanita lain dan wanita itu mantan sekretarisnya . Aku baru bertemu dengan mereka dicafe tadi siang .


Feli : Apa kau bilang ? Aku pikir dia benar mencintaimu Sisi ?


Sisi : Iya mungkin dulu dia mencintaiku tapi sekarang dia sudah bersama Jeni itu .


Feli : Kau tidak apa-apa Sisi ?


Sisi : Aku tidak apa-apa Feli , aku sadar aku ini siapa dan dia siapa . Setelah semua cobaan yang kita alami mustahil kalo pun masih bersama .


Feli : Apa kau yakin ?


Sisi : Aku yakin Feli lagian rumahku juga sudah terjual , ayahku bisa membayar hutangnya .


Feli yang merasa iba detik kemudian langsung menarik Sisilia dipelukannya .


Di sisi lain Peter terlihat gelisah dan bingung karena tidak bisa menghubungi Sisilia . Ia beberapa kali menelfonya tapi tak satu pun panggilannya dijawab .



Peter : Kemana dia ? Kenapa tidak menjawab telfonku .


Lala yang sedang mampir di studio millik Peter pun melihatnya mondar-mandir merasa jengkel .


Lala : Hei kau ini kenapa ?


Peter : Sisilia tidak bisa dihubungi , dia tidak mau mengangkat panggilan dari ku .


Lala : Hei aku baru bertemu dengannya kemarin .


Peter : Dimana ?


Lala : Di toko bunga gang street , dia bekerja disana .


Peter : Apa ? *kaget . Aku tadi siang juga kesana tapi ke kafe depan toko bunga .


Lala : Dengan siapa kau kesana ?


Peter : Jeni mantan sekretarisku , aku bertemu dengannya karena dia menggelapkan beberapa uang diperusahaan aku meminta dia mengembalikannya .


Lala : Jangan-jangan Sisi melihatmu bersama Jeni dan dia salah paham makanya dia tidak menjawab telfonmu .


Peter langsung memakai jaketnya dan mengambil kunci mobilnya . Ia melajukan mobil nya dengan sangat cepat . Karena menyetir sambil terus menelfon Sisilia dia tidak memperhatikan ada mobil dari arah yang berbeda dan terjadilah tabrakan .



Sisilia yang sibuk berkemas tidak memperhatikan ponselnya sama sekali bahkan dia lupa menaruhnya dimana . Feli yang sedang melihat tv dikaget kan dengan berita bahwa penyanyi terkenal Peter Raul mengalami kecelakaan yang cukup parah .


Feli : Sisiiii???


Sisi : Ya ada apa , kenapa kau berteriak ?


Feli : Lihat berita ini Peter mengalami kecelakaan !


Sisi : Apaaaa ? Tidak mungkin . Sisi pun berlari dan mencari ponselnya . Saat Sisi membuka ponselnya ia kaget melihat begitu banyak pesan dan panggilan dari Peter . Dia pun segera menelfon Ana .


Sisi : Halo tante , tante dimana ? Apa benar Peter tante ?


Ana : Iya sayang , kemarilah . Tante berada di rumah sakit Toronto .


Sisilia langsung bergegas mencari taxi menuju rumah sakit dimana Peter di rawat .