My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 18



* Mension Peter


Peter : Mike bisakah kau membeli rumahnya Sisilia sekarang ! *menelfon


Mike : Siap .


Peter langsung mematikan sambungan telfonnya .


Peter : Sisilia maafkan aku , aku berjanji akan mengembalikan semuanya padamu .


------------


Keesokan harinya Sisilia telah menyelesaikan kuliah paginya , ia bergegas ke caffetaria dekat kampusnya untuk menemui Ana .


Sisilia : Maaf tante , ada apa ya ?


Ana : Duduklah dulu . Aku ingin bicara !


Sisilia pun duduk dikursinya .


Ana : Apa kau tidak ingin memesan sesuatu ?


Sisilia : Tidak , terimakasih tante . Tante ingin bicara apa ? Maaf sebentar lagi aku harus pulang karena nanti ada kuliah malam tante .


Ana : Sisilia maafkan aku , aku telah menyalahkanmu atas semua ini . Harusnya aku mendengarkan mu dulu .


Sisilia : Sudahlah tante , aku yang salah harusnya aku yang meminta maaf .


Ana : Aku sudah memaafkanmu Sisilia , mau kan kamu tetap menikah dengan Peter ?


Sisilia : Maksud tante apa ?


Ana : Sisilia tante mohon bantulah tante , Peter sangat marah denganku . Semenjak dia mengetahui keluargamu menjual rumah dan saham ayahmu dia membenciku . Aku mohon bujuklah dia untuk berbaikan denganku .


Ana memohon dengan tangisan yang tiada hentinya membuat hati Sisilia tidak tega .


Sisilia : Baiklah tante aku akan menemui Peter sekarang , dimana dia sekarang tante ?


Ana : Benarkah Sisi ? Dia berada dikantornya , datanglah kesana !


Sisilia : Iya tante , aku kesana dulu ! Permisi tante .



Sesampai di perusahaan Peter , Sisilia tertegun karena kagum dengan bangunan yang menjulang tinggi . Ia pun memasuki gedung tersebut , ia langsung menanyakan ke resepsionis .


Sisilia : Halo kak , permisi . Ruangannya Peter sebelah mana ya ?


R : Kau siapa ? *sinis


Sisilia : Aku asistennya tante Ana , tadi disuruh menemui Peter anaknya .


R : Oh *senyum ramah . Silahkan langsung kelantai 32 .


Sisilia : Terimakasih


Sisilia bergegas menuju lantai 32 , sampai disana ia terkagum didalam sana hanya ada satu ruangan besar dan didekat pintu ada satu meja sekreteris yang sedang kosong namun tertera nama Jeni dimejanya.


Tok


Tok


Peter : Siapa ?


Jeni : Mungkin itu OB yang membawakanmu kopi .


Sisilia yang mendengar suara wanita hanya diam tidak menjawab pertanyaan Peter .


Peter : Mungkin , masuklah !


Sisilia yang mendengar perintah Peter langsung membuka pintu tersebut , sedetik kemudian Sisilia sangat kaget melihat wanita sedang duduk dipangkuan Peter . Peter yang saat itu juga kaget langsung berdiri dan membuat Jeni sekreterisnya jatuh kelantai .


Peter : Sisi ?


Sisilia : Maaf mengganggu apa aku boleh bicara denganmu ?


Sisilia berusaha berbicara dengan sebaik mungkin , ia menunjukan bahwa dia baik-baik saja padahal hatinya sangat sakit melihat Peter dengan wanita itu .


Peter : Baik . Keluarlah Jen !


Jeni : Tapi Peter ?


Peter : Keluar ! *membentak


Jeni pun keluar dengan wajah kesalnya .


Peter langsung menghampiri Sisilia dan memegang tangannya , namun Sisilia melepaskan tangan Peter .


Sisilia : Jangan menyentuhku !


Peter : Aku sangat merindukanmu Sisi , aku senang kau datang menemuiku .


Sisilia : Hmm terserah . Kenapa kau membenci tante Ana ?


Peter : Ada apa kau menanyakan itu ? Apa kau kesini karena disuruh wanita itu ?


Sisilia : Peter ! Dia adalah ibumu , wanita yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan mu tidak seharusnya kau seperti ini padanya ! Dia hanya ingin mencari yang terbaik untukmu .


Peter : Terbaik ? Tapi dia melukaimu dan keluargamu Sisi aku tidak bisa menerimanya !


Sisilia : Peter aku dan keluargaku baik-baik saja , aku bahagia dengan keadaanku sekarang dengan rumah baruku . Kau tidak perlu mengawatirkan ku .


Peter : Bagaimana bisa kau bilang seperti itu , aku mencintaimu Sisilia aku tidak ingin kau seperti ini .


Sisilia : Haha mencintaiku ? Bagaimana dengan wanita yang ada dipangkuanmu ?


Peter : Dia sekretarisku , aku hanya menjadikan dia pelampiasan saja yang aku cintai hanya kamu Sisi .


Sisilia : Sudahlah Peter kita tidak berjodoh , lupakan saja aku . Aku mohon kamu berdamailah dengan tante Ana .


Sisilia pun berdiri dan keluar dari ruangan Peter , dia menangis diperjalanan pulang .