
* Mension Peter
Peter : Mike bisakah kau membeli rumahnya Sisilia sekarang ! *menelfon
Mike : Siap .
Peter langsung mematikan sambungan telfonnya .
Peter : Sisilia maafkan aku , aku berjanji akan mengembalikan semuanya padamu .
------------
Keesokan harinya Sisilia telah menyelesaikan kuliah paginya , ia bergegas ke caffetaria dekat kampusnya untuk menemui Ana .
Sisilia : Maaf tante , ada apa ya ?
Ana : Duduklah dulu . Aku ingin bicara !
Sisilia pun duduk dikursinya .
Ana : Apa kau tidak ingin memesan sesuatu ?
Sisilia : Tidak , terimakasih tante . Tante ingin bicara apa ? Maaf sebentar lagi aku harus pulang karena nanti ada kuliah malam tante .
Ana : Sisilia maafkan aku , aku telah menyalahkanmu atas semua ini . Harusnya aku mendengarkan mu dulu .
Sisilia : Sudahlah tante , aku yang salah harusnya aku yang meminta maaf .
Ana : Aku sudah memaafkanmu Sisilia , mau kan kamu tetap menikah dengan Peter ?
Sisilia : Maksud tante apa ?
Ana : Sisilia tante mohon bantulah tante , Peter sangat marah denganku . Semenjak dia mengetahui keluargamu menjual rumah dan saham ayahmu dia membenciku . Aku mohon bujuklah dia untuk berbaikan denganku .
Ana memohon dengan tangisan yang tiada hentinya membuat hati Sisilia tidak tega .
Sisilia : Baiklah tante aku akan menemui Peter sekarang , dimana dia sekarang tante ?
Ana : Benarkah Sisi ? Dia berada dikantornya , datanglah kesana !
Sisilia : Iya tante , aku kesana dulu ! Permisi tante .
Sesampai di perusahaan Peter , Sisilia tertegun karena kagum dengan bangunan yang menjulang tinggi . Ia pun memasuki gedung tersebut , ia langsung menanyakan ke resepsionis .
Sisilia : Halo kak , permisi . Ruangannya Peter sebelah mana ya ?
R : Kau siapa ? *sinis
Sisilia : Aku asistennya tante Ana , tadi disuruh menemui Peter anaknya .
R : Oh *senyum ramah . Silahkan langsung kelantai 32 .
Sisilia : Terimakasih
Sisilia bergegas menuju lantai 32 , sampai disana ia terkagum didalam sana hanya ada satu ruangan besar dan didekat pintu ada satu meja sekreteris yang sedang kosong namun tertera nama Jeni dimejanya.
Tok
Tok
Peter : Siapa ?
Jeni : Mungkin itu OB yang membawakanmu kopi .
Sisilia yang mendengar suara wanita hanya diam tidak menjawab pertanyaan Peter .
Peter : Mungkin , masuklah !
Sisilia yang mendengar perintah Peter langsung membuka pintu tersebut , sedetik kemudian Sisilia sangat kaget melihat wanita sedang duduk dipangkuan Peter . Peter yang saat itu juga kaget langsung berdiri dan membuat Jeni sekreterisnya jatuh kelantai .
Peter : Sisi ?
Sisilia : Maaf mengganggu apa aku boleh bicara denganmu ?
Sisilia berusaha berbicara dengan sebaik mungkin , ia menunjukan bahwa dia baik-baik saja padahal hatinya sangat sakit melihat Peter dengan wanita itu .
Peter : Baik . Keluarlah Jen !
Jeni : Tapi Peter ?
Peter : Keluar ! *membentak
Jeni pun keluar dengan wajah kesalnya .
Peter langsung menghampiri Sisilia dan memegang tangannya , namun Sisilia melepaskan tangan Peter .
Sisilia : Jangan menyentuhku !
Peter : Aku sangat merindukanmu Sisi , aku senang kau datang menemuiku .
Sisilia : Hmm terserah . Kenapa kau membenci tante Ana ?
Peter : Ada apa kau menanyakan itu ? Apa kau kesini karena disuruh wanita itu ?
Sisilia : Peter ! Dia adalah ibumu , wanita yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan mu tidak seharusnya kau seperti ini padanya ! Dia hanya ingin mencari yang terbaik untukmu .
Peter : Terbaik ? Tapi dia melukaimu dan keluargamu Sisi aku tidak bisa menerimanya !
Sisilia : Peter aku dan keluargaku baik-baik saja , aku bahagia dengan keadaanku sekarang dengan rumah baruku . Kau tidak perlu mengawatirkan ku .
Peter : Bagaimana bisa kau bilang seperti itu , aku mencintaimu Sisilia aku tidak ingin kau seperti ini .
Sisilia : Haha mencintaiku ? Bagaimana dengan wanita yang ada dipangkuanmu ?
Peter : Dia sekretarisku , aku hanya menjadikan dia pelampiasan saja yang aku cintai hanya kamu Sisi .
Sisilia : Sudahlah Peter kita tidak berjodoh , lupakan saja aku . Aku mohon kamu berdamailah dengan tante Ana .
Sisilia pun berdiri dan keluar dari ruangan Peter , dia menangis diperjalanan pulang .