My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 23



*Rumah Sakit


Sampai rumah sakit Sisilia langsung berlari ke UGD .


Sisilia : Tante bagaimana Peter ?


Ana : Dia di dalam Sisilia dokter sedang menanganinya .


Andrew : Jangan menangis ! Berdoalah semoga tidak terjadi apa-apa padanya .


Satu jam kemudian seorang dokter keluar dari ruangnya Peter . Semua pun langsung berdiri .


Ana : Dok bagaimana kondisi anak ku?


Dokter : Nyonya ada pendarahan kecil di otak nya harus segera di operasi .


Andrew : Lakukan yang terbaik untuk anak ku , berapapun biayanya akan ku bayar .


Dokter : Baik . Suster tolong pindahkan pasien ke ruang operasi dan siapkan segalanya .


Sisilia yang mendengar sontak langsung lemas ia luruh terduduk dikursinya , ia hanya bisa menangis dan berdoa untuk kebaikan Peter .


Andrew : Sisilia kau harus kuat , aku yakin Peter bisa melewatinya .


Sisilia hanya bisa mengangguk kan kepalanya .


Jam telah berlalu lampu ruang operasi telah padam , dokter pun keluar . Sisi yang masih terjaga lansung mendatangi dokter .


Sisi : Bagaimana dok?


Dokter : Operasinya berjalan dengan lancar tinggal menunggu dia sadar . Sekarang pasien dipindahkan ke rawat inapnya . Permisi .


Sisilia kemudian mendekat Ana dan Andrew yang sedang tertidur . Dia merasa kasihan pada Ana yang seharian menangis , akhirnya dia memberanikan diri membangunkan Andrew .


Sisi : Om om ?


Andrew : Iya Sisi *menguap . Bagaimana Peter ?


Sisi : Operasinya berjalan dengan lancar Peter sekarang dipindahkan keruang inap om . Sebaiknya om membawa tante Ana pulang kerumah biar aku yang menjaga Peter .


Andrew yang melihat istrinya sangat kelelahan karena menangis akhirnya mengiyakan ajakan Sisilia .


Andrew : Tapi kau tidak apa-apa Sisi ?


Sisi : Tidak om . Aku akan ke ruangannya Peter dulu om . Hati-hati dijalan ya om .


Sisi pun tiba dikamar inap Peter . Ia terus memandangi wajah Peter yang memar dan juga perban dibagian kepala . Ia memegang tangannya yang sedikit lecet dan mengecupnya .


Sisi : Peter cepatlah bangun , aku merindukanmu .


Semenit kemudian ia tertidur sambil memegangi tangan Peter .


Pagi telah tiba saat Peter tersadar ia mengerjapkan matanya . Bertanya-tanya dimana kah dia . Saat menoleh sebelah kanannya ada Sisilia yang tertidur memegang tangannya .


Peter : Sisi ? Apa yang terjadi padaku ? Setelah ia berfikir sejenak ia pun teringat kejadian kemarin siang , kecelakan yang menimpanya .


Peter : Jadi kau yang menjagaku sampai hari ini , terimakasih Sisi . Aku mencintaimu *mengusap rambut Sisi .


Sisilia yang terganggu oleh sentuhan tangan Peter akhitnya ikut terbangun , ia terlihat senang karena Peter sudah siuman .


Sisi : Peter , kau sudah bangun ? Apa kau ingin sesuatu ?


Peter : *tersenyum manis .


Sisi : Jangan senyum saja , bilang padaku ! Kau ingin apa ?


Saat Sisilia hendak berdiri tangannya langsung ditarik oleh Peter dan dia terjatuh diatasnya Peter , melihat Sisilia dengan posisi seperti itu Peter pun langsung melumat bibirnya .


Sisi : mmmm Pet er lep as kan , eem . Hah


Kerena Sisilia hampir kehabisan nafas Peter pun melepaskan lumatannya .


Sisi : Kau gila ya !


Peter : Iya aku gila karena mu sayang .


Sisi : Dasar gombal *melemparkan selimut ke wajah Peter .


Peter : Hei sayang aku ini sedang sakit teganya kau begitu padaku ?


Peter : Maksudmu apa ? Aku tidak menyakitmu sayang . Oh aku tahu jadi kau masih cemburu melihatku dengan Jeni ?


Sisi : Bagaimana kau tahu aku melihatmu dengannya ?


Peter : Sayang dengar aku bertemu dengannya hanya meminta uang perusahaan tidak ada maksud lain . Sayang aku mencintaimu hanya kamu .


Lagi-lagi Sisilia menatap mata Peter dan tidak menemukan kebohongan disana .


Peter : Sayang aku lapar , apa kau tidak ingin menyuapi suamimu ?


Sisi : Suami ? He jangan bicara sembarang !


Peter : Dengar Sisilia ayahmu mendatangiku dia ingin aku menikahimu .


Sisi : Benarkah ?


Peter : Iya sayang , sekarang suapi aku !


Sisi : Tidak mau ! Makan aja sendiri !


Peter : Sisilia lihatlah tanganku masih sakit *dengan wajah memelas


Sisi : Kau masih sakit tapi bisa menciumku selama itu ? *menaikan alis


Peter : Kalo itu beda sayangku . Jadi kamu ingin aku memakan bubur itu dari tanganmu atau aku akan memakanmu disini !


Sisilia yang merasa tidak bisa menjawab akhirnya mengalah dan menyuapi Peter .


Selesai menyuapi Peter ia pun melihat jam di ponselnya , ia teringat bahwa ada penerbangan .


Peter : Kenapa kau terlihat kaget ?


Sisi : Aku harus pulang Peter .


Peter : Tidak boleh !


Sisi : Tapi Peter .


Peter : Tidak ada tapi-tapian kau harus tetap disini .


Sisi : Peter sebentar lagi ada tanten dan om , aku harus pulang kalo tidak aku bisa ketinggalan pesawat .


Peter : Apa ? Jadi kau mau meninggalkan aku saat aku sakit seperti ini ?


Sisi : Bukan begitu Peter , aku sudah bekerja keras untuk membeli tiket itu .


Peter : Jadi kau lebih mementingkan tiket itu daripada aku ? Baik pergilah Sisi dan jangan pernah kembali *membalikan diri ketembok .


Sisi : Peter bukan seperti itu , maafkan aku .


Peter hanya diam tidak mengucapkan sepatah kata apapun membuat Sisilia semakin bingung .


Sisi : Peter maafkan aku , baik aku akan disini menemanimu . Aku tidak akan kemana-mana , aku berjanji Peter .


Peter tetap diam , dia malah menarik selimut dan menyelimutin dirinya sampai kepala .


Sisi semakin bingung dibuatnya , ia kemudian menangis hingga terdengar oleh Peter . Peter pun akhirnya berbalik menghadap Sisilia .


Peter : Hei kenapa kau menangis ? *sambil mengusap air mata Sisi .


Sisi : Kau jahat tidak mau mendengarku , aku tidak akan pergi . Hiks hiks


Peter : Aku hanya menggodamu sayang , kemarilah aku ingin memelukmu .


Sisi pun mendekat dan memeluk Peter . Disela-sela pelukannya Peter pun membisikan sesuatu di telinga Sisi .


Peter : Sisilia maukah kau menikah denganku ?


Sisi : Tidak mau .


Peter yang mendengar penolakan langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam Sisi .


Peter : Kenapa ?


Sisi : Tentu saja aku tidak mau , kau saja melamarku disini rumah sakit . Kau harus melamarku dengan sangat romantis bukan dirumah sakit seperti ini .


Peter : Haha baiklah sayangku , tunggu aku pulih .