
*Rumah Sakit
Sampai rumah sakit Sisilia langsung berlari ke UGD .
Sisilia : Tante bagaimana Peter ?
Ana : Dia di dalam Sisilia dokter sedang menanganinya .
Andrew : Jangan menangis ! Berdoalah semoga tidak terjadi apa-apa padanya .
Satu jam kemudian seorang dokter keluar dari ruangnya Peter . Semua pun langsung berdiri .
Ana : Dok bagaimana kondisi anak ku?
Dokter : Nyonya ada pendarahan kecil di otak nya harus segera di operasi .
Andrew : Lakukan yang terbaik untuk anak ku , berapapun biayanya akan ku bayar .
Dokter : Baik . Suster tolong pindahkan pasien ke ruang operasi dan siapkan segalanya .
Sisilia yang mendengar sontak langsung lemas ia luruh terduduk dikursinya , ia hanya bisa menangis dan berdoa untuk kebaikan Peter .
Andrew : Sisilia kau harus kuat , aku yakin Peter bisa melewatinya .
Sisilia hanya bisa mengangguk kan kepalanya .
Jam telah berlalu lampu ruang operasi telah padam , dokter pun keluar . Sisi yang masih terjaga lansung mendatangi dokter .
Sisi : Bagaimana dok?
Dokter : Operasinya berjalan dengan lancar tinggal menunggu dia sadar . Sekarang pasien dipindahkan ke rawat inapnya . Permisi .
Sisilia kemudian mendekat Ana dan Andrew yang sedang tertidur . Dia merasa kasihan pada Ana yang seharian menangis , akhirnya dia memberanikan diri membangunkan Andrew .
Sisi : Om om ?
Andrew : Iya Sisi *menguap . Bagaimana Peter ?
Sisi : Operasinya berjalan dengan lancar Peter sekarang dipindahkan keruang inap om . Sebaiknya om membawa tante Ana pulang kerumah biar aku yang menjaga Peter .
Andrew yang melihat istrinya sangat kelelahan karena menangis akhirnya mengiyakan ajakan Sisilia .
Andrew : Tapi kau tidak apa-apa Sisi ?
Sisi : Tidak om . Aku akan ke ruangannya Peter dulu om . Hati-hati dijalan ya om .
Sisi pun tiba dikamar inap Peter . Ia terus memandangi wajah Peter yang memar dan juga perban dibagian kepala . Ia memegang tangannya yang sedikit lecet dan mengecupnya .
Sisi : Peter cepatlah bangun , aku merindukanmu .
Semenit kemudian ia tertidur sambil memegangi tangan Peter .
Pagi telah tiba saat Peter tersadar ia mengerjapkan matanya . Bertanya-tanya dimana kah dia . Saat menoleh sebelah kanannya ada Sisilia yang tertidur memegang tangannya .
Peter : Sisi ? Apa yang terjadi padaku ? Setelah ia berfikir sejenak ia pun teringat kejadian kemarin siang , kecelakan yang menimpanya .
Peter : Jadi kau yang menjagaku sampai hari ini , terimakasih Sisi . Aku mencintaimu *mengusap rambut Sisi .
Sisilia yang terganggu oleh sentuhan tangan Peter akhitnya ikut terbangun , ia terlihat senang karena Peter sudah siuman .
Sisi : Peter , kau sudah bangun ? Apa kau ingin sesuatu ?
Peter : *tersenyum manis .
Sisi : Jangan senyum saja , bilang padaku ! Kau ingin apa ?
Saat Sisilia hendak berdiri tangannya langsung ditarik oleh Peter dan dia terjatuh diatasnya Peter , melihat Sisilia dengan posisi seperti itu Peter pun langsung melumat bibirnya .
Sisi : mmmm Pet er lep as kan , eem . Hah
Kerena Sisilia hampir kehabisan nafas Peter pun melepaskan lumatannya .
Sisi : Kau gila ya !
Peter : Iya aku gila karena mu sayang .
Sisi : Dasar gombal *melemparkan selimut ke wajah Peter .
Peter : Hei sayang aku ini sedang sakit teganya kau begitu padaku ?
Peter : Maksudmu apa ? Aku tidak menyakitmu sayang . Oh aku tahu jadi kau masih cemburu melihatku dengan Jeni ?
Sisi : Bagaimana kau tahu aku melihatmu dengannya ?
Peter : Sayang dengar aku bertemu dengannya hanya meminta uang perusahaan tidak ada maksud lain . Sayang aku mencintaimu hanya kamu .
Lagi-lagi Sisilia menatap mata Peter dan tidak menemukan kebohongan disana .
Peter : Sayang aku lapar , apa kau tidak ingin menyuapi suamimu ?
Sisi : Suami ? He jangan bicara sembarang !
Peter : Dengar Sisilia ayahmu mendatangiku dia ingin aku menikahimu .
Sisi : Benarkah ?
Peter : Iya sayang , sekarang suapi aku !
Sisi : Tidak mau ! Makan aja sendiri !
Peter : Sisilia lihatlah tanganku masih sakit *dengan wajah memelas
Sisi : Kau masih sakit tapi bisa menciumku selama itu ? *menaikan alis
Peter : Kalo itu beda sayangku . Jadi kamu ingin aku memakan bubur itu dari tanganmu atau aku akan memakanmu disini !
Sisilia yang merasa tidak bisa menjawab akhirnya mengalah dan menyuapi Peter .
Selesai menyuapi Peter ia pun melihat jam di ponselnya , ia teringat bahwa ada penerbangan .
Peter : Kenapa kau terlihat kaget ?
Sisi : Aku harus pulang Peter .
Peter : Tidak boleh !
Sisi : Tapi Peter .
Peter : Tidak ada tapi-tapian kau harus tetap disini .
Sisi : Peter sebentar lagi ada tanten dan om , aku harus pulang kalo tidak aku bisa ketinggalan pesawat .
Peter : Apa ? Jadi kau mau meninggalkan aku saat aku sakit seperti ini ?
Sisi : Bukan begitu Peter , aku sudah bekerja keras untuk membeli tiket itu .
Peter : Jadi kau lebih mementingkan tiket itu daripada aku ? Baik pergilah Sisi dan jangan pernah kembali *membalikan diri ketembok .
Sisi : Peter bukan seperti itu , maafkan aku .
Peter hanya diam tidak mengucapkan sepatah kata apapun membuat Sisilia semakin bingung .
Sisi : Peter maafkan aku , baik aku akan disini menemanimu . Aku tidak akan kemana-mana , aku berjanji Peter .
Peter tetap diam , dia malah menarik selimut dan menyelimutin dirinya sampai kepala .
Sisi semakin bingung dibuatnya , ia kemudian menangis hingga terdengar oleh Peter . Peter pun akhirnya berbalik menghadap Sisilia .
Peter : Hei kenapa kau menangis ? *sambil mengusap air mata Sisi .
Sisi : Kau jahat tidak mau mendengarku , aku tidak akan pergi . Hiks hiks
Peter : Aku hanya menggodamu sayang , kemarilah aku ingin memelukmu .
Sisi pun mendekat dan memeluk Peter . Disela-sela pelukannya Peter pun membisikan sesuatu di telinga Sisi .
Peter : Sisilia maukah kau menikah denganku ?
Sisi : Tidak mau .
Peter yang mendengar penolakan langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam Sisi .
Peter : Kenapa ?
Sisi : Tentu saja aku tidak mau , kau saja melamarku disini rumah sakit . Kau harus melamarku dengan sangat romantis bukan dirumah sakit seperti ini .
Peter : Haha baiklah sayangku , tunggu aku pulih .